Anda di halaman 1dari 30

spepsia & Ulkus Duodenu

Puspa Juanega Septiani


(G1F014066)
Rahma Ayu Esalia
(G1F014068)
Alina Nur S
(G1F014070)
Tryandika T
(G1F014072)
Qori Amirullah
(G1F014074)

0utlin
es

KASUS
PATOFISIOL
OGIS
SOAP
4T&1
W
KIE
KESIMPU
LAN
REFERE
NSI

Kasus
Profil Pasien
Nama
: Ny. M
Umur
: 35 Tahun
Jenis kelamin
: Perempuan
Keluhan: Nyeri abdomen bagian atas sampai menusuk ke
pinggang,setiap makan nasi rasanya mau muntah dan
penuh.Seluruh badan terasa sakit semua , malam hari
tidak bisa tidur ,sakit di daerah perut terkadang
berpindah-pindah sampai menangis
Riwayat penyakit : DM (-) , HT (-) , Gastritis (+) , Kolitis (+)
Riwayat obat
:Riwayat lifestyle : Alergi
:Diagnosa
: Dispepsia , Ulkus Duodenum

arameter Penyakit
TTV
Tekanan
Darah
Nadi

17/ 3 /
2010
100/90
mmHg

Nilai
Normal
120/80
mmHg

Keterangan

100 x/menit

60-100
x/menit
18-20
x/menit

Normal

Respirato 22 x/menit
ry Rate
37C
Suhu
Lemas
+

Normal

Meningkat

36-37C

Normal

Laboratorium
Pemeriksa
17 / 3 /
20 / 3 /
an
Glukosa

2010
97 mg/dl

2010

Kreatinin

0,9 g/dL

BUN
AST
ALT
Albumin
K

7 Mg/dl
23 u/ L
64 u/ L
1,6 g
2,87 mEq

Na

126 mEq

Leukosit

11,2 103/l

8,6 g/dl

6,6 juta/l

Hb
6,6 g/dl
RBC ( Red 2,34 juta/l
Blood Cell
)

Nilai
Normal
70-100
mg/dl
0,6 1,3
g/dL
6 - 24Mg/dl
5 - 35u/ L
5 - 35u/ L
3,5 5 g
3,6 4,8
mEq
135 144
mEq
5,0 10,0
103/l
12 16 g/dl
3,8 5
juta/l

Keterangan
Normal
Normal
Normal
Normal
Meningkat
Menurun
Menurun
Menurun
Meningkat
Menurun
Menurun

Patofisiologis
Dispepsia

Abnormalitas pada motilitas duodenum. Penyebab


Abnormalitas pada motilitas duodenum. Penyebab
dyspepsia karena peningkatan hipersensitivitas
dyspepsia karena peningkatan hipersensitivitas
visceral dan gejala perut bagian atas
visceral dan gejala perut bagian atas

Ulkus
duodenum

Abnormalitas pada duodenum dan ulkus lambung


Abnormalitas pada duodenum dan ulkus lambung
yang berhubungan dengan faktor genetik.
yang berhubungan dengan faktor genetik.
Penyebab ulkus duodenum terjadi karena adanya
Penyebab ulkus duodenum terjadi karena adanya
peningkatan sekresi asam lambung .
peningkatan sekresi asam lambung .

Maryann Katherine
overland,dyspepsia,
2014.

Joseph T Dipiro , et all, 2015,


pharmacoteraphy a pathophysiologic
approach, 9 th ed,USA

Metode SOAP
SUBJEKTIF

OBJEKTIF

ASSESMENT

PLAN

Subjektif
Profil Pasien
Nama : Ny. M
Umur : 35 Tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Keluhan: Nyeri abdomen bagian atas sampai menusuk ke
pinggang,setiap makan nasi rasanya mau muntah
dan penuh.Seluruh badan terasa sakit semua ,
malam hari tidak bisa tidur ,sakit di daerah perut
terkadang berpindah-pindah sampai menangis
Riwayat penyakit : DM (-) , HT (-) , Gastritis (+) , Kolitis (+)
Riwayat obat
: Riwayat lifestyle : Alergi
: Diagnosa
: Dispepsia , Ulkus Duodenum

Objektif
A.Parameter Penyakit

TTV
Tekanan
Darah
Nadi
Respirator
y Rate
Suhu
Lemas

17/ 3 /
2010
100/90
mmHg
100 x/menit
22 x/menit
37C

Nilai
Normal
120/80
mmHg
30-40
x/menit
18-20
x/menit
36-37C

Keterangan

Normal
Meningkat
Meningkat
Normal

Kemenkes RI, 2011

Pemeriksaan

B. LABORATORIUM

17 / 3 / 2010

20 / 3 / 2010

Glukosa

97 mg/dl

Kreatinin

0,9 g/dL

BUN
AST
ALT

7 Mg/dl
23 u/ L
64 u/ L

Albumin
K

1,6 g
2,87 mEq

Na

126 mEq

Leukosit

11,2 103/l

8,6 g/dl

Hb
RBC ( Red
Blood Cell )

6,6 g/dl
2,34 juta/l

6,6 juta/l

(Kemenkes RI,

Nilai Normal

Keteranga
n

70-100
Normal
mg/dl
0,6 1,3
Normal
g/dL
6 - 24Mg/dl
Normal
5 - 35u/ L
Normal
5 - 35u/ L Meningka
t
3,5 5 g Menurun
3,6 4,8 Menurun
mEq
135 144 Menurun
mEq
5,0 10,0 Meningka
103/l
t
12 16 g/dl Menurun
3,8 5 Menurun
juta/l

ASSESMENT

agnosa Pasien : Dispepsia , Ulkus Duodenum


oblem Medik Pasien
: Hipo Albumin , Hipokalemia , Hiponatremia , Ane
Tanggal

Subjektif

Objektif

Assesment

17 /3 / 2016

Nyeri abdomen

atas , muntah &


rasa penuh ,
seluruh badan sakit
, malam hari tidak
bisa tidur , sakit
didaerah perut
terkadang-kadang
berpindah sampai
menangis

Dispepsia dan ulkus


duodenum

17 /3 / 2016

Lemas

Hiponatremia

17 /3 / 2016

Lemas

17 /3 / 2016 &
20 / 3 / 2016

Lemas

Na 126 mEq
( menurun )
K 2,87 mEq
( menurun )

Hb 6,6 g/dl
( menurun )
RBC 2,34 juta/l

Hipokalemia

Anemia

Plan
A.Tujuan Terapi
1. Mengatasi Ulkus duodenum
yang disertai dispepsia
2. Menormalkan Nilai albumin ,
natrium , kalium , Hb , RBC
3. Memberikan terapi nonFarmakologis pada pasien
disertai KIE

B.Terapi Non Farmakologis


1. Menghindari makanan mengandung
susu dan makanan lunak seperti bubur
saring, makanan pedas, karfein,
alkohol(Tarigan,2001)
2. Diet tinggi albumin seperti konsumsi
putih telur (Susilawati dan
Puruhita,2010)
3. Istirahat cukup dan tidak terlalu stress
& cemas(Tarigan,2001)

C. Terapi Frmakologis ( 4T & 1 W )


1. TEPAT INDIKASI
Assesment
Dispepsia & Ulkus
Duodenum

Diberikan terapi
untuk indikasi ulkus
peptik

Pilihan terapi yang digunakan untuk


indikasi ulkus peptik adalah Antasida,
H2RA, PPI (Dipiro,2008). Namun
Obat golongan PPI lebih poten dalam
mengatasi ulkus dibanding H2RA
(Spirt,2004)

2. TEPAT OBAT

( Dipiro et al,2009)

Dispepsia &
Ulkus
Duodenu
m
Obat golongan PPI untuk terapi
omeprazole karena omeprazole
paling efektif menekan sekresi asam
lambung

(Dr J. W. McRorie, The Procter &


Gamble Company, 8700 Mason
Montgomery Road, Mason, OH 45040,

Infus NaCl 0,9% dengan kecepatan 9,8 TPM

(Verbalis et al, 2014) (Dipiro et al. 2008)

Transfusi PRC

(Gisbert,2009)

3. TEPAT PASIEN

Pasien
mengalami
dispepsia
disertai
ulkus
duodenum tanpa adanya gangguan hati/liver. Dipilih
obat golongan PPI karena tidak memiliki efek samping
hepatotoksisitas maupun peningkatan enzim liver
seperti pada H2RA seperti cimetidin dan ranitidin
(sweetman, 2009). Obat golongan PPI memiliki efek
yang sangat besar terhadap produksi asam. Obat
golongan PPI
yang dipilih untuk terapi adalah
omeprazole
karena omeprazole paling efektif
menekan sekresi asam lambung Dilihat dari
assiesment
diketahui
pasien
juga
mengalami
penurunan pada albumin , K , Na , HB , HCT dan RBC
maka pasien perlu Infus NaCl 0,9% dengan kecepatan
9,8 TPM untuk menaikkan hipokalemia
dan

3. TEPAT DOSIS
Infus NaCl 0,9% (Dipiro 8th ed)

Transfusi PRC (
WHO, Clinical Transfusion Practice Gui
deline
)

Dispepsia , Ulkus Duodenum

OBAT

DOSIS

Omeprazole

20mg per hari selama


4 hari

(Dr J. W. McRorie, The Procter &


Gamble Company, 8700 Mason
Montgomery Road, Mason, OH

3. WASPADA EFEK
SAMPING OBAT

(Gisbert,2009)
Efek samping Omeprazole : sakit
kepala ,
nyeri perut, mual, muntah, kembung ,
pusing, bercak merah
pada
kulit, dan
(Omeprazole.
Medscape.
http://reference.medscape.com/drug/
batuk.
prilosec-omeprazole-341997#4.
2015)

KIE
(Komunikasi,Informasi,Eduk
Kepada dokter
-Melaporkanasi)
adanya penurunan albumin disertai
yang merawat
pasien

Kepada tenaga
kesehatan yang
merawat

penurunan Na dan K, serta penurunan Hb dan RBC


-Menyarankan untuk dilakukan tes H.pylori
-Infus NaCl 0,9% : 9,8 TPM
-PRBC: 100-150mL/jam
-Konsentrasi Na (min) diukur setiap 2 jam
-Monitoring kadar albumin
-Monitoring kadar Hb dan RBC pasien
kemungkinan reaksi hemolitik

dan

Kepada keluarga
pasien

...lihat Cara minum obat dan frekuensinya

Kepada pasien

-diet tinggi protein dan menghindari makanan


pedas,kafein,alkohol
-istirahat cukup dan tidak stress

Cara minum obat dan


frekuensi
Nama obat Jadwal
minum

Jumlah

Manfaat

Hal yang
perlu
diperhatik
an

Omeprazole

1 Tablet 20
gr

Menekan
Pengeluaran
Asam
Lambung

Omeprazole
mendifisien
si B12 ,Hatihati untuk
pasien
gangguan
Hati

1 x sehari

Monitoring
Obat

Monitoring
Keberhasilan

ESO

Omeprazole

Dispepsia
dengan ulkus
duodenum

sakit kepala ,
nyeri perut,
mual, muntah,
kembung ,
pusing, bercak
merah pada
kulit, dan batuk

NaCl 0,9%

Na

PRC (transfusi
darah)

Hb, RBC, HCT

Target
keberhasilan
Dispepsia dan
Ulkus duodenum
teratasi

Kadar natrium
meningkat 6
mEq/L dalam 24
jam (
Helbert RondonB
errios ,2014
)
Reaksi hemolitik, Hb meningkat 1
reaksi alergi,
g/dL untuk 1 unit
kontaminasi
PRC (
bakteri
WHO, Clinical Tra

Kesimpulan
Problem medik sesuai diagnosa adalah dispepsia
disertai ulkus duodenum dan problem di luar
diagnosa adalah hipoalbumin ,hiponatremia
,hipokalemia dan anemia .
Penatalaksanaan terapi dispepsia dan ulkus
duodenum menggunakan Omeprazole ,
Hiponatremia & Hipoalbumin menggunakan Infus
NaCl 0,9% , sedangkan untuk Anemia dengan
cara Transfusi PRC

Referensi
Dipiro et al,2009 pharmacoteraphy a pathophysiologic approach, 9 th ed,USA
Dipiro, Joseph T. et al, 2008, Pharmacoteraphy a Pahophysiologic Approach Seventh
Edition, The McGraw-Hill Companies Inc, United State of America.
Dr J. W. McRorie, The Procter & Gamble Company, 8700 Mason Montgomery Road,
Mason, OH 45040, USA).
Gisbert, 2009 ,: peptik Ulcer and Non-ulcer Dispepsia a
disease and a disorder, Scandinavia Journal Primary Health Care, No.6(4),
Nov 1998: 239 243
Helbert Rondon-Berrios ,2014 A Very Model of a Modern Etiology: A Biopsychosocial view
of peptic ulcer . Psychosomatic Medicine 62: 176 83
Joseph T Dipiro , et all, 2015, pharmacoteraphy a pathophysiologic approach, 9 th ed,USA
Kemenkes RI, 2011, Pedoman Interpretasi Data Klinik, Kementrian Kesehatan RI, Jakarta.
Omeprazole. Medscape. http://reference.medscape.com/drug/prilosec-omeprazole-341997#4.
2015)
Spirt,2004 . : Impact of functional dispepsia on quality of life, Medicine,
National Library of Medicine, Mar; 40 (3), 1995 : 584 589
Sweetman ,S.C . (Ed) . 2009 . Martindale : The Simplete Drug Reference . Pharmceutical
Pres : London ,UK

Referensi
Tarigan ,C . 2001 . Perbedaan depresi pada pasien Dispepsia
fungsional dan dispepsia organik . Tesis Universitas sumatra utara
Verbalis et al ,2014 .Depression in Essential Psychopharmacology,
Australia,
WHO ,Clinical Transfusion Practice .Regional Office for the Western
Pacific, WHO Standard Acupuncture Point Locations in the Western
Pacific Region, World Health Organization, Manila, Philippines,
2008.
WHO ,Clinical Transfusion Practice Guidline . Evaluation of at
classical and nondefined points for treatment of functional
dyspepsia: a randomized-controlled trial, The Journal of
Alternative and Complementary Medicine