Anda di halaman 1dari 29

PRAKTIKUM

PRAKTIKUMFARMAKOTERAPI
FARMAKOTERAPI11
DIARE
DIAREAKUT
AKUT
Hamidah Raisa Utami (G1F014010)
Anisa Eka Pamuji (G1F014014)
Kaefiyah Nurul Insani (G1F014016)
Laras Ratna Sari (G1F014020)

KASUS
Profil Pasien
Nama
: An. R
Umur
: 22 bulan
Jenis kelamin
:Keluhan : Mencret 1 hari SMRS 5 x cair, ampas (+),
sedikit lendir (+), darah (-), pilek (-),
kejang sebentar, muka biru, mata melek ke
atas (seperti orang kaget)
Riwayat penyakit : Panas, mencret, batuk pilek
Riwayat obat
:Riwayat lifestyle : Sudah tidak minum ASI, susu (-),
makan
biasa (nasi kasar + lauk), minum air
putih
Alergi
:Diagnosa : Diare akut, dehidrasi sedang + kejang demam
+
gizi buruk

PARAMETER PENYAKIT

TTV

Nadi
Suhu
Turgor
Kulit
Kepala
Mata
Lidah

Tanggal
22
23 24
148
38,4
Kurang

148 140
37, 37,4
6

Normal
Cekung
Sariawa
n

LABORATORIUM
Pemeriks
aan

Tanggal
22

23

24

Hb

9,7

10,3

9,3

Leukosit

4,6

6,2

13,8

2,79

3,4

Na

134

131

PATOFISIOLOGI
PATOFISIOLOGI

Diare adalah
Diare adalah
ketidakseimba
ketidakseimba
ngan antara
ngan antara
absorbsi dan
absorbsi dan
sekresi air dan
sekresi air dan
elektrolit
elektrolit

Joseph T Dipiro , et all, 2015,


pharmacoteraphy a pathophysiologic
approach, 9 th ed,USA

PATOFISIOLOGI
PATOFISIOLOGI

Demam
kejang

METODE
SOAP

1. SUBJECTIVE
Nama
: An. R
Umur / BB : 22 bulan / 7,6 kg
Jenis kelamin : Keluhan
: Mencret 1 hari sebelum masuk rumah sakit
5 kali
cair, ampas (+), sedikit lender (+), darah (-),
pilek (-), kejang sebentar, muka biru, mata
melek ke atas seperti orang kaget
Riwayat penyakit : Panas, mencret, batuk pilek
Riwayat obat : tidak ada
Riwayat lifestyle
: sudah tidak minum ASI, susu (-), makan
biasa ( nasi
kasar + lauk ), minum air putih
Riwayat alergi : tidak ada
Diagnosa
: Diare akut, dehidrasi sedang, kejang demam,
gizi buruk

2. OBJECTIVE
PARAMETER PENYAKIT
TTV

Tanggal
22
23

Nadi (
148
/menit)
Suhu ( C)
38,4
Turgor Kulit Kurang

148

24
140

Nilai
Normal

Keteranga
n

80

Meningkat

37,6 37,4 36

Normal

Kepala
Mata

Normal
Cekung

Normal
Normal

Lidah

Sariawa
n

Normal

Menurun
Tidak
Normal
Normal
Tidak
Normal
Tidak
Normal

Data Laboratorium
Pemeriksaan

Tanggal
22

23

24

Nilai
Normal

Keterangan

Hb (g/dL)

9,7

10,3

9,3

9-15

normal

Leukosit
(103/mm3)

4,6

6,2

13,8

3,5 10,0

Meningkat

K (meq/L)

2,79

3,4

3,5 5

Menurun

Na (meq/L)

134

131

135 -145

Menurun

3. ASSESMENT
Tgl
22/12/
05

Subyektif
Mencret 1 hari sebelum
masuk rumah sakit 5
kali cair, ampas (+),
sedikit lendir (+)
Mencret

Tidak minum susu (-),


makan biasa ( nasi kasar
+ lauk), minum air putih,
mencret
Kejang sebentar, muka
biru, mata melek ke atas
seperti orang kaget
-

Obyektif
Leukosit meningkat

Turgor kulit kurang,


mata cekung, lidah
sariawan
-

Assesment
Diare akut
yang
disebabkan
oleh bakteri
Dehidrasi
sedang
Gizi Buruk

Suhu meningkat

Kejang demam

Na 134 dan 131


meq/L
K 2,79 dan 3,4 meq/L

hiponatremia
hipokalemia

4. PLAN
Tujuan Terapi

TERAPIFARMAKOLOGIS
FARMAKOLOGIS
TERAPI
1. TEPAT
INDIKASI
Dilihat dari assesment sebelumnya dapat diketahui
pasien terindikasi diare akut, demam kejang, gizi
buruk serta dehidrasi
Indikasi

terapi

Diare Akut

Cotrimoksazol

Kejang Demam

paracetamol

Dehidrasi

Oralit dan infus


Ringger Laktat
(RL)

2. TEPAT OBAT

Algoritma terapi pasien diare akut


mengikuti saran terapi (joseph
dipiro, 2015)

Amin lukman,2015

Tjay dan
raharja,2007

Dewantari,2015

3. TEPAT PASIEN
Selain pasien

mengalami diare akut karena


bakteri, pasien juga mengalami dehidrasi sedang
yang ditandai dengan turgor kulit kurang, mata
cekung, lidah sariawan serta mencret maka untuk
mengatasi dehidrasi sedang dilakukan terapi dengan
pemberian oralit.
Diketahui bahwa pasien mengalami diare akut
karena bakteri sehingga dapat dikatakan pasien
terinfeksi bakteri dan menimbulkan demam ( suhu
meningkat ) . karena kondisi tubuh pasien yang
berbeda-beda, pada pasien ini mengalami kejang
karena suhu tubuh pasien mencapai > 38oC maka
obat yang dipilih untuk mengatasi demam kejang
adalah paracetamol.

4. TEPAT DOSIS
Obat
Cotrimoks
azol

Dosis
240 mg untuk anak usia 6 bulan-6 tahun

Paracetam 120 mg untuk anak usia 1-2 tahun


ol sirup
Oralit

50-100 ml/kgBB selama 3-4 jam

5. WASPADA EFEK
SAMPING

ISO,2014

Efek samping paracetamol : kerusakan hati dan


reaksi hipersensitivitas
Efek samping kotrimoksazol : ruam, mual, muntah,
gatal nyeri otot dan sendi
(ISO,2014)

PERTIMBANGAN PROBLEM MEDIK LAINNYA


Gizi Buruk

Pudjiadi,2009

Antibiotik
( Diare Akut )

Oralit
( Dehirasi Sedang )

Paracetamol
( Demam Kejang )

Suplemen Zink
Ringer Laktat

Komunikasi Informasi Edukasi ( KIE )


1. KIE untuk Tenaga Kesehatan yang
merawat pasien

-Penggunaan infus Ringer Laktat hingga kadar


-Penggunaan
infus Ringer Laktat hingga kadar
natrium dan kalium pasien normal sehingga perlu
natrium dan kalium pasien normal sehingga perlu
pengecekan ulang kadar natrium dan kalium
pengecekan ulang kadar natrium dan kalium
2. KIE untuk pasien

-Memberikan jadwal minum obat pada pasien seperti


yang
diberikan pada keluarga
-Motivasi untuk melaksanakan diet tinggi serat
selama 24 jam dan produk susu

3. KIE untuk keluarga pasien

Cara minum obat dan frekuensi


Nama Obat

Jadwal
Minum

Jumlah

Manfaat

Hal yang
Perlu
Diperhatika
n

Cotrimoksaz 2 kali sehari


ol
tiap 12 jam

1 tablet
(240
mg)

Mengatasi Diare
karena bakteri

Paracetamol 3 kali sehari


tiap 8 jam

1
sendok
teh ( 5
ml)

Mengatasi demam
kejang

Oralit

3 jam
pertama 3
gelas

1
Sachet

Mengatasi
dehidrasi

Zink sirup

1 kali sehari

Pelengkap

Pemakaian
jika demam

Monitoring
Hal yang perlu dimonitoring dari
pengobatan yaitu :
Obat
Cotrimoksazol

Monitoring

Keberhasilan
Diare Akut

ESO
-

Target Keberhasilan
Pengobatan dan
Pencegahan Diare
Nilai suhu kembali
normal dan mengatasi
kejang

Paracetamol

Kejang Demam

Oralit

Dehidrasi
Sedang

Mata normal, kulit


normal, lidah normal

Suplemen zink

Diare, Gizi Buruk

Diare berkurang, Gizi


mulai membaik

Ringer Laktat

Na dan K

Nilai Na dan K kembali


normal

KESIMPULAN
1.Problem medik pasien sesuai dengan
diagnosa adalah diare akut, demam
kejang, dehidrasi sedang, gizi buruk, dan
problem diluar diagnosa seperti
hiponatremia dan hipokalemia.
2.

Penatalaksanaan terapi diare akut


menggunakan cotrimoksazol , demam
kejang yaitu paracetamol, dehidrasi
sedang yaitu oralit dan infus ringger
laktat, gizi buruk yaitu suplemen zink,
hiponatremia dan hipokalemia yaitu ringer
laktat.

DAFTAR PUSTAKA
Amin, Lukman Z, 2015, Tatalaksana Diare Akut, Vol.42 No.7, Jakarta:
Departemen
Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/
RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia
Dewantari, Easy O, 2015, Manajemen Terapi pada Diare Akut dengan
Dehidrasi
Ringan Sedang dan Muntah Profuse pada Anak Usia 22 Bulan,
lampung : fakultas kedokteran universitas lampung.
DiPiro, Joseph T., Robert L. Talbert, Gary C. Yee, Gary R. Matzke,
Barbara G. Wells,
L. Michael Posey, 2015, Pharmacotherapy A Pathophysiologic
Approach, 9th ed, USA: The McGraw-Hill Companies.
ISO, 2014, ISO Indonesia Informasi Spesialite Obat, Volume 48, PT.
ISFI Penerbitan,
Jakarta
Pudjiadi, Antonius H, Badriul Hegar, dkk, 2009, Pedoman Pelayanan
Medis, Jakarta:
Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Tjay dan Raharja, 2007, Obat-Obat Penting Khasiat, Penggunaan dan
Efek-Efek Sampingnya Ed 5 Cetakan ke-III, Jakarta : Gramedia

TERIMA KASIH

??
?