Anda di halaman 1dari 17
OBESITAS PADA ANAK DAN REMAJA

OBESITAS PADA ANAK DAN REMAJA

 Obesitas pada anak terjadi karena interaksi: - fktr. lingkungan seperti makan berlebihan dan atau kurangnya
 Obesitas pada anak terjadi karena interaksi:
-
fktr. lingkungan seperti makan berlebihan
dan atau kurangnya aktivitas fisis .
-
faktor genetik (obesitas primer).
-
sebagian kecil (1%) disebabkan oleh
penyakit herediter familial atau bagian dari
suatu penyakit sistemik tertentu (obesitas
sekunder).
 Obesitas : su keadaan terdapatnya penimbunan jaringan lemak tubuh sec b’>> ggu kesehatan.  Overweight
 Obesitas : su keadaan terdapatnya
penimbunan jaringan lemak tubuh sec b’>>
ggu kesehatan.
 Overweight : kelebihan BB dibandingkan
dengan BBi penimbunan jaringan lemak
atau massa otot.
 DIAGNOSIS 1. Anamnesis :  Berat badan lahir : KMK / BMK  Riwayat mulainya
 DIAGNOSIS
1. Anamnesis :
 Berat badan lahir : KMK / BMK
 Riwayat mulainya timbul obesitas : early
adiposity rebound, remaja.
 Riwayat tumbuh kembang (mendukung
obesitas endogenous.)
 Adanya keluhan : ngorok (snoring), restless
sleep, nyeri pinggul, perut, kaki.
 Riwayat gaya hidup :  Pola makan/kebiasaan makan  Pola aktifitas fisis : sering menonton
 Riwayat gaya hidup :
 Pola makan/kebiasaan makan
 Pola aktifitas fisis : sering menonton televisi
 Riwayat keluarga dengan obesitas (faktor
genetik), yang disertai dengan resiko seperti
penyakit kardiovaskuler di usia muda,
hiperkolesterolemia, hipertensi dan diabetes
melitus tipe II.
 Keluhan psikis.
2. Pemeriksaan fisik : Pemeriksaan tanda vital Berdasarkan distribusi jaringan lemak, dibedakan menjadi : - apple
2.
Pemeriksaan fisik :
Pemeriksaan tanda vital
Berdasarkan distribusi jaringan lemak,
dibedakan menjadi :
-
apple shape body (distribusi jaringan lemak
lebih banyak di bagian dada dan pinggang).
-
pear shape body/gynecoid (distribusi
jaringan lemak lebih banyak di bagian pinggul
dan paha).
Secara klinis mudah dikenali, karena mempunyai ciri-ciri yang khas, antara lain : - wajah bulat dengan
Secara klinis mudah dikenali, karena mempunyai
ciri-ciri yang khas, antara lain :
-
wajah bulat dengan pipi tembem dan dagu
rangkap.
-
leher relatif pendek.
dada membusung dengan payudara
membesar.
-
-
perut membuncit (pendulous abdomen) dan
striae, acanthosis nigricans.
- pada anak laki-laki : Burried penis, testis retraktil, ginekomasti, lipomasti. - pubertas dini. - genu
-
pada anak laki-laki : Burried penis, testis retraktil,
ginekomasti, lipomasti.
-
pubertas dini.
-
genu valgum (tungkai berbentuk X) dengan kedua
pangkal paha bagian dalam saling menempel dan
bergesekan yang dapat menyebabkan laserasi kulit.
-
Genu varum (tungkai berbentuk O).
-
Virilisasi.
-
Dismorfik (Sindrom Prader Willi, Sindrom Laurence-
Moon-Biedl).
 Pemeriksaan penunjang : analisis diet, laboratoris, radiologis, ekokardiografi dan tes fungsi paru (jika ada tanda-tanda
 Pemeriksaan penunjang : analisis diet, laboratoris,
radiologis, ekokardiografi dan tes fungsi paru (jika
ada tanda-tanda kelainan).
 Pemeriksaan antropometri :
 Pengukuran berat badan per umur, berat badan
per tinggi badan
 Pengukuran indeks massa tubuh (IMT). Obesitas
bila IMT P > 95 kurva IMT berdasarkan umur dan
jenis kelamin dari CDC-WHO.
 Pengukuran tebal lipatan kulit, lingkar pinggang,
rasio lingkar pinggang terhadap lingkar pinggul
Penatalaksanaan :  Prinsipnya adalah mengurangi asupan energi serta meningkatkan keluaran energi, dengan cara pengaturan diet,
Penatalaksanaan :
 Prinsipnya adalah mengurangi asupan energi serta
meningkatkan keluaran energi, dengan cara
pengaturan diet, peningkatan aktifitas fisik, dan
mengubah/modifikasi pola hidup.
1.
Menetapkan target penurunan berat badan
Untuk penurunan berat badan ditetapkan
berdasarkan :
Usia anak : 2-7 tahun dan diatas 7 tahun .
Derajat obesitas :
Ada tidaknya penyakit penyerta/komplikasi.
2. Diet - Di bawah usia 2 tahun tidak dianjurkan restriksi kalori. - Di atas 2
2. Diet
- Di bawah usia 2 tahun tidak dianjurkan
restriksi kalori.
- Di atas 2 tahun dengan adanya
komplikasi
penurunan BB secara berkala
direkomendasikan.
3. Aktifitas Fisik Baik anak-anak maupun orang dewasa seharusnya mempunyai aktifitas yang cukup untuk mempertahankan Bbi-nya.
3. Aktifitas Fisik
Baik anak-anak maupun orang dewasa
seharusnya mempunyai aktifitas yang
cukup untuk mempertahankan
Bbi-nya.
American Academy of Pediatrics
menganjurkan
untuk menonton TV hanya 1 – 2 jam
perhari.
4. Perubahan sikap/behavioral therapy
 Farmakoterapi  Farmakoterapi dikelompokkan menjadi 3 untuk anak usia lebih 10 tahun, yaitu : mempengaruhi
 Farmakoterapi
 Farmakoterapi dikelompokkan menjadi 3 untuk anak
usia lebih 10 tahun, yaitu : mempengaruhi asupan
energi dengan menekan nafsu makan, contohnya
sibutramin; mempengaruhi penyimpanan energi
dengan menghambat absorbsi zat-zat gizi contohnya
orlistat, leptin, octreotide dan metformin;
meningkatkan penggunaan energi. Farmakoterapi
belum direkomendasikan untuk terapi obesitas pada
anak, karena efek jangka panjang yang masih belum
jelas.
 Farmakoterapi belum direkomendasikan untuk terapi obesitas pada anak, karena efek jangka panjang yang masih belum
 Farmakoterapi belum direkomendasikan untuk
terapi obesitas pada anak, karena efek jangka
panjang yang masih belum jelas.
TERIMA KASIH
TERIMA KASIH