Anda di halaman 1dari 32

Minyak Bumi

Moh. Suwandi, S.Pt., M.Pd

SMA MAARIF NU PANDAAN


TERAKREDITASI
2009

Minyak Bumi
1. Pembentukan Minyak Bumi
Salah satu teori terjadinya minyak bumi adalah teori dupleks.
Menurut teori ini, minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang berasal
dari hewan atau tumbuhan yang telah mati. Jasad renik tersebut
terbawa air sungai bersama lumpur dan mengendap di dasar laut.
Akibat pengaruh waktu yang mencapai ribuan bahkan jutaan tahun,
suhu tinggi, dan tekanan oleh lapisan di atasnya, jasad renik berubah
menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas.
Lumpur yang bercampur dengan jasad renik tersebut kemudian
berubah menjadi batuan sediment yang berpori, sementara bintik
minyak dan gas yang terbentuk dari plankton bergerak merembes
ke tempat yang bertekanan rendah dan terakumulasi pada daerah
perangkap (trap) yang merupakan batuan kedap.
Pada daerah perangkap tersebut gas alam, minyak, dan air
terakumulasi sebagai deposit minyak bumi. Rongga bagian atas
merupakan gas alam kemudian cairan minyak mengambang di atas
deposit air.
Minyak bumi terbentuk melalui proses yang sangat lama, sehingga
www.themegallery.com
Company Logo
minyak bumi dikelompokkan sebagai sumber daya alam yang tidak

sebab itu, penggunaan minyak bumi harus tepat guna dan


hemat.Sumber (deposit) minyak bumi di Indonesia umumnya terdapat
di daerah pantai atau lepas pantai, yaitu pantai utara Jawa (Cepu,
Wonokromo, Cirebon), daerah Sumatra bagian utara dan timur (Aceh,
Riau), daerah Kalimantan bagian timur (Tarakan, Balikpapan), dan
Daerah kepala burung Irian (Papua).
Minyak dari daerah pengeboran umumnya diangkut dan diolah di
tempat-tempat pengilangan minyak atau diekspor langsung sebagai
minyak mentah. Tempat pengilangan minyak di Indonesia, antara lain
Pangkalan Brandan dengan kapasitas olah 5000 barel/hari, Plaju dan
Sungai Gerong (132.5000 barel/hari), Dumai dan Sungai Pekning
(170.000 barel/hari), Cilacap (300.000 barel/hari), Balongan Cirebon.

www.themegallery.com

Company Logo

2. Komposisi Minyak Bumi


Minyak bumi yang baru dihasilkan dari sumur pengeboran berupa
Lumpur yang berwarna hitam pekat disebut minyak mentah (crude
oil). Setelah dianalisis ternyata dalam minyak bumi terdiri dari
bermacam-macam
senyawa
a. Golongan alkana yang
paling berikut.
banyak terdapat dalam minyak bumi adalah
n-alkana (tidak bercabang, jenuh) misalnya n-oktana dan isooktana
(bercabang, jenuh) misalnya isooktana (2,2,4-trimetilpentana)
CH3

CH2

CH3

www.themegallery.com

CH2

CH2 CH2
n-oktana

CH2

CH3

C CH2 CH CH3

CH3
CH3
isooktana

Company Logo

CH2

CH3

b. Sikloalkana (membentuk cincin, jenuh) yang terdapat dalam minyak bumi


adalah siklopentana dan sikloheksana, misalnya metil siklopentana dan etil
sikloheksana

www.themegallery.com

Company Logo

c. Hidrokarbon aromatik (membentuk cincin, tidak jenuh) yang terdapat dalam


minyak bumi adalah benzena, misalnya etil benzena

www.themegallery.com

Company Logo

d. Minyak bumi juga mengandung senyawa belerang (0,01-0,07%), senyawa


nitrogen (0,01-0,9%), senyawa oksigen (0,06-0,4%), dan sedikit senyawa
organologam (misalnya vanadium dan nikel)
Berdasarkan hal di atas dapat disimpulkan bahwa minyak bumi
tersusun atas lima unsur kimia, yaitu 82-87% karbon, 11-15%
hidrogen, 0,01-6% belerang, 0-2% oksigan, dan 0,01-3% nitrogen.
Berdasarkan jumlah komponen yang terbanyak dalam minyak bumi,
minyak bumi dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu paraffin, naftalena,
dan campuran parafin-naftalena.
a. Golongan paraffin. Sebagian besar komponen dalam minyak bumi jenis ini
adalah senyawa hidrokarbon rantai terbuka. Minyak bumi jenis ini digunakan
sebagai sumber dan penghasil gasoline atau bahan bakar.
b. Golongan naftalena. Sebagian besar komponen dalam minyak bumi jenis ini
adalah senyawa hidrokarbon rantai kehidupan (siklis). Minyak bumi jenis ini
digunakan sebagai bahan pelumas (oil) dan aspal (pengeras jalan).
c. Golongan campuran paraffin dan naftalena. Minyak bumi jenis ini
mengandung campuran paraffin dan naftalena.
www.themegallery.com

Company Logo

3. Pengolahan Minyak Bumi

www.themegallery.com

Minyak bumi diperoleh dengan jalan


pengeboran daerah antiklinal baik di
darat maupun di lepas pantai.
Pengeboran kadang-kadang
mencapai kedalaman 3 km atau
lebih.
Di Indonesia, minyak bumi terdapat
dalam lapisan-lapisan sedimen
tersier yang terbentuk antara 600
ribu sampai 70 juta tahun yang lalu.
Lapisan ini terdapat di sepanjang
pulau Sumatra bagian timur, pulau
Jawa bagian utara, Kalimantan
bagian timur, dan daerah kepala
burung di Papua. Meskipun telah
dieksploitasi selama hampir 2 abad,
ternyata baru 30 cekungan yang
Company telah
Logo
dieksploitasi dan umumnya

Sementara itu, 30 cekungan lagi di wilayah Timur Indonesia belum


dieksploitasi.
Minyak mentah yang baru dihasilkan masih berupa campuran dan
belum dapat dimanfaatkan dan harus dilakukan pengolahan lebih
lanjut. Pengolahan tersebut pada prinsipnya adalah memisahkan
(memurnikan) komponen-komponen penyusun minyak bumi. Proses
pemisahan komponen-komponen minyak bumi dilakukan di pabrik
kilang minyak (refineries).

www.themegallery.com

Company Logo

Pada umumnya proses pengolahan minyak bumi melalui 2 tahap yaitu


desalting dan distilasi.
a. Desalting
Minyak mentah (crude oil), selain mengandung kotoran juga
mengandung zat-zat mineral yang larut dalam air. Proses
penghilangan kotoran disebut desalting atau penghilangan
garam. Desalting dilakukan dengan cara mencampur minyak
mentah dengan air sehingga mineral-mineral akan terlarut dalam
air. Untuk meghilangkan senyawa-senyawa nonhidrokarbon, ke
dalam minyak mentah ditambah dengan asam dan basa.
Proses desalting dilakukan untuk mencegah korosi pipa-pipa
minyak dan mencegah tersumbatnya lubang-lubang di menara
fraksinasi. Setelah minyak mentah mengalami proses desalting,
selanjutnya minyak mentah dialirkan ke tangki pemanas untuk
menguapkan minyak mentah dan kemudian uap minyak mentah
dialirkan dalam menara fraksinasi (menara distilasi).
www.themegallery.com

Company Logo

b. Destilasi

www.themegallery.com

Setelah zat-zat bukan hirokarbon dipisahkan, minyak mentah


diolah dengan distilasi (penyulingan) bertingkat. Distilasi adalah
cara pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih dari
berbagai komponen yang menyusun campuran tersebut. Karena
isomer-isomer hidrokarbon mempunyai titik didih yang berdekatan.
Fraksi-fraksi tersebut berupa campuran hidrokarbon yang
mendidih pada trayek suhu tertentu. Distilasi dilakukan dalam
kolom atau menara distilasi. Dalam menara distilasi terdapat pelatpelat dengan jarak tertentu yang mempunyai sejumlah sungkup
gelembung udara (bubble caps).
Proses dalam menara distilasi dimulai dengan memompakan
minyak mentah yang telah dipanaskan sampai suhu 350C ke
dalam menara distilasi. Di dalam menara sebagian minyak akan
menguap dan bergerak melalui bubble caps, sebagian uap akan
mencair dan mengalir melalui pelat sehingga terpisah dari fraksi
lain. Uap yang tidak mencair akan akan terus naik dan lamakelamaan akan mencair sedikit demi sedikit sesuai dengan titik
Company
didihnya pada pelat-pelat
yangLogo
ada di atasnya. Selanjutnya, akan

Jadi uap minyak yang titik didihnya lebih tinggi akan mengembun
pada pelat pengembunan yang lebih rendah, sedangkan fraksi
minyak bumi yang titik didihnya lebih rendah akan mengembun
pada pelat pengembunan di bagian atas.
Berikut ini fraksi-fraksi minyak bumi yang banyak dimanfaatkan
sebagai bahan bakar maupun sebagai bahan dasar industri
petrokimia.

www.themegallery.com

Fraksi

Titik Didih
(C)

Jumlah Atom C

Manfaat

LPG
Bensin
Natta
Kerosin
Solar
Minyak pelumas
Residu

-40 (-160)
35 75
70 170
170 250
250 340
350 500
> 500

14
5 10
8 12
10 14
15 25
19 35
>70

Bahan bakar rumah tangga


Bahan bakar kendaraan
Bahan baku industri kimia (petrokimia)
Bahan bakar pesawat, kompor
Bahan bakar mesin diesel
Pelumas, lilin
Aspal

Company Logo

Setelah minyak mentah mengalami proses distilasi. Fraksi-Fraksi


minyak bumi tersebut selanjutnya diolah dengan proses-proses
selanjutnya, seperti proses reforming, polimerisasi, treating, dan
blending.
a. Reforming adalah suatu proses peningkatan mutu bensin dengan
merubah bentuk struktur dari rantai karbon lurus menjadi bercabang,
dengan menggunakan katalis

www.themegallery.com

Company Logo

b. Polimerisasi adalah suatu proses penggabungan molekul-molekul


sederhana menjadi molekul-molekul yang lebih kompleks

www.themegallery.com

Company Logo

c. Treating adalah suatu proses penghilangan pengotor pada minyak bumi


Tahap-tahap treating sebagai berikut
Cooper sweetening yaitu proses menghilangkan pengotor yang
berbau tidak sedap.
Acid treatment yaitu proses menghilangkan lumpur.
Desulfuring yaitu proses menghilangkan unsur belerang. Dalam
bahan bakar, unsur belerang harus dihilangkan karena pada proses
pembakaran bahan bakar, belerang akan teroksidasi menjadi oksida
belerang (SOx) yang dapat menyebabkan hujan asam
d. Blending, yaitu proses penambahan zat aditif
Contoh: Penambahan TEL (tetra ethyl lead) pada bensin

www.themegallery.com

Company Logo

Bahan Bakar Minyak


Bensin merupakan salah satu bahan bakar yang paling banyak
digunakan. Sementara itu, fraksi bensin dalam minyak bumi sangat
sedikit. Oleh karena itu, untuk meningkatkan jumlah fraksi bensin perlu
dilakukan proses cracking terhadap senyawa hidrokarbon rantai panjang
1. Bensin
Bensin adalah campuran isomer-isomer heptana (C 7 H16) dan oktana
(C8 H18). Nama lain bensin adalah petrol atau gasolin
a. Bilangan
Bilangan oktan
Oktanmerupakan suatu bilangan yang menyatakan
kualitas bensin. Makin besar bilangan oktan suatu bensin maka
kualitasnya semakin baik yang berarti pembakaran di dalam mesin
dapat berlangsung sempurna. Bensin yang tersusun oleh
hidrokarbon berantai lurus, ternyata kualitasnya kurang baik. Hal
ini karena bensin tersebut dapat mengakibatkan penyalakan
(knocking atau ketukan) tak terkendali pada mesin sehingga mesin
bergetar sangat hebat dan menimbulkan panas yang terlalu tinggi.
Apabila hal tersebut terjadi, mesin akan cepat rusak
www.themegallery.com

Company Logo

TEL pada
b. Pengunaan
Dampak Negatif
TEL bensin sangat diperlukan karena dapat
mengurangi getaran pada mesin sehingga akan menambah
keamanan si pemakai. Namun di samping kenyamanan ini,
ternyata TEL dalam bensin ini dapat menimbulkan masalah yang
sangat serius bagi kesejahteraan umat manusia. Hal ini
dikarenakan pada proses pembakaran bahan bakar, partikelpartikel timah hitam (dari TEL) dibebaskan dan diembuskan ke
udara sehingga udara tercemar oleh partikel-partikel timah hitam.
Partikel-partikel timah hitam yang terhirup oleh kita sewktu
bernapas dapat menimbulkan gangguan-gangguan serius seperti
kerusakan sumsum tulang belakang (menghalangi pembentukan
hemoglobin), menyebabkan gangguan kerja enzim, dan iritasi pada
saluran pernapasan.
Dewasa ini TEL sudah mulai dikurangi bahkan di negara-negara
maju tidak digunakan lagi. Sebagai pengganti TEL untuk
meningkatkan nilai oktan digunakan dibrom etana (C2H4Br2), metil
tersier butil eter (MTBE)
www.themegallery.com

Company Logo

2. Dampak Negatif BBM


Udara dengan kadar CO 100 ppm dapat menyebabkan sakit kepala dan
cepat lelah
Udara dengan kadar CO 750 ppm dapat menyebabkan kematian

www.themegallery.com

Company Logo

www.themegallery.com

Company Logo

ASSALAMUALAIKUM WR WB
RANGKUMAN HASIL PEMBELAJARAN KELAS
OLEH:
DIKA AGI ADRIAN

BATUBARA
- Batubara adalah salah satu bahan bakar fosil yang terbentuk dari
endapan, batuan organik yang terutama terdiri dari karbon,
hidrogen dan oksigeN.
- Batubara berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang terakumulasi
didalam suatu cekungan dan kemudian mengalami proses
pembatubaraan (coalification) yang disebabkan oleh faktor
tekanan, suhu dan waktu geologi.
- Proses Pembentukan batubara itu sendiri dimulai sejak zaman
batubara pertama (Carboniferous Period/ Periode Pembentukan
Karbon atau Batubara), yang berlangsung antara 360 juta sampai
290 juta tahun yang lalu.

Kualitas dan Klasifikasi Batu Bara


Kualitas batubara ditentukan dengan analisis proksimat dan
analisis ultimat.
Analisis proksimat dilakukan untuk menentukan jumlah air, zat
terbang, karbon padat, dan kadar abu.
Analisis ultimat dilakukan untuk menentukan kandungan unsur
kimia pada batubara seperti : karbon, hidrogen, oksigen,
nitrogen, sulfur, unsur tambahan dan juga unsur jarang.
Kualitas batubara ini diperlukan untuk menentukan apakah
batubara tersebut menguntungkan untuk ditambang selain
dilihat dari besarnya cadangan batubara di daerah penelitian.

MASERAL PADA BATUBARA


Di dalam batubara terdapat unsur-unsur organik yang disebut maseral.Maseral terbagi
atas tiga grup, yaitu :
1. Maseralvitrinite berasal dari bahan sel dinding ataupun serat-serat kayu dari suatu
tumbuhan.
2. Maseral Liptiniteberasal dari unsur-unsur yang mengandung lilin dan resin suatu
tumbuhan, seperti halnya spora, kutikula, ganggang (algae) dan getah.
3. Maseralinertinitesebenarnya berasal dari bahan yang sama dengan bahan pembentuk
maseralvitrinite, akan tetapi bahan tersebut telah mengalami proses oksidasi.

Metoda pengukuran reflektan dari vitriniote adalah salah satu metoda yang umumnya
dipergunakansaat ini untuk mengukur derajat kematangan daripada bahan
organik/maseral.

PENGGOLONGAN BATUBARA
Pada proses pembentukan batubara, dengan bantuan faktor fisika dan
kimia alam, cellulosa (C49H7O44) yang berasal dan tanaman akan
mengalami perubahan menjadi Lignite (C70H5O25), Subbituminous
(C75H5O20), Bituminous (C80H5O15) atau Anthracite (C94H3O3).

1. PEAT
Peat ditandai dengan kondisi fisik berwarna kecoklatan
dan struktur berpori, memiliki kadar air sangat tinggi,
nilai kalori sangat rendah, kandungan sulfur sangat
tinggi, dan kandungan abu sangat tinggi. Nilai kalori peat
adalah 1.700-3.000 kcal/kg

2. Lignite
Lignite ditandai dengan kodisi fisik berwara hitam dan
sangat rapuh, nilai kalori rendah, kandungan air tinggi,
kandungan abu tinggi, dan kandungan sulfur tinggi. Nilai
kalori lignite adalah 1.500-4.500 kcal/kg.

3.Sub-Bituminous / Bitumen
Menengah
Golongan ini memperlihatkan ciri-ciri tertentu yaitu
warna yang kehitam-hitaman dan sudah mengandung
lilin. Endapan ini dapat digunakan untuk pemanfaatan
pembakaran yang cukup dengan temperatur yang tidak
terlalu tinggi.

4. Bituminous
Golongan ini dicirikan dengan sifat-sifat yang padat,
hitam, rapuh (brittle) dengan membentuk bongkahbongkah prismatik. Berlapis dan tidak mengeluarkan gas
dan air bila dikeringkan. Endapan ini dapat digunakan
antara lain untuk kepentingan transportasi dan industri.

5. Anthracite
Golongan ini berwarna hitam, keras, kilap tinggi, dan pecahannya
memperlihatkan pecahan chocoidal. Pada proses pembakaran
memperlihatkan warna biru dengan derajat pemanasan yang tinggi.
Digunakan untuk berbagai macam industri besar yang memerlukan
temperatur tinggi.

SEKIAN

TERIMA KASIH
WASALAMUALAIKUM WR.WB

www.themegallery.com

Company Logo