Anda di halaman 1dari 57

PENGEMBANGAN

DESAIN
INSTRUKSIONAL

PENGEMBANGAN DESAIN
INSTRUKSIONAL
Dalam suatu siklus lengkap kegiatan
instruksional,
letak
pengembangan
instruksional berada pada tahap pertama.
Selanjutnya,
menyusul
pelaksanaan
kegiatan instruksional sebagai tahap
kedua dan evaluasi instruksional sebagai
tahap ketiga.

Siklus Lengkap Kegiatan Instruksional

Tahap I

Tahap II

Tahap III

Pengembangan
Instruksional

Pelaksanaan
Kegiatan
Instruksional

Evaluasi
Instruksional

Desain Pengembangan Instruksional


Penggunaan Pendekatan Sistem dalam Pengembangan
Instruksional telah menghasilkan berbagai desain.
Tidak semua desain itu serupa. Sebagian sesuai untuk
digunakan untuk memecahkan masalah yang lebih
luas, sebagian lagi sesuai untuk pemecahan masalah
yang lebih sempit, yaitu di suatu lembaga yang
mempunyai kondisi khusus. Berikut ini disampaikan
lima desain pendekatan sistem yang telah digunakan,
baik oleh pengarangnya sendiri maupun oleh orang
lain. Perbandingan kelima desain ini diturunkan dari
karya Twelkel, Urbach dan Buck (1971). Judul dan
pengarang kelima desain yang tergolong sebagai
pendahulu tersebut tampak dalam daftar berikut ini:

Daftar Lima Desain Pendekatan Sistem


dalam Pendidikan
No

Judul

Pengarang

Tahun

Teaching Research System

Hamreus

1968

Michigan State University


Instructional System
Development Model

Barson

1967

System Aproach for


Educational (SAFE)

Corrigan

1966

Project MINERVA Instructional


Systems Design

Tracey

1967

Banathy Instructional
Development System

Banathy

1968

Desain Teaching Research System


Menentukan dan (2)
memilih staf
pendukung

Tahap
Pengidentifikasian
dan Pengelolaan
Sistem

Mengidentifikasi (1)
Masalah
Instruksional
Menentukan
Kontrol
Pengelolaan

Mengidentifikasi (7)
Tujuan
Perilaku

Menentukan
Tujuan-tujuan
Khusus

(9)

Mengidentifikasi (4)
Populasi
Siswa
Mengumpulkan
bahan
pengajaran

(5)

Menganalisa
Context
Instruksional

(6)

(3)

Mengidentifikasi (11)
Tipe
Belajar

Menentukan
Kondisi
Belajar

(12)

Tahap
Analisis
Desain

(14)
Menentukan
Bentuk Kegiatan
Instruksional
Menyusun
Pengukur
Penampilan

Tahap
Pengembangan
dan Penilaian

(8)

Mengembangkan (15)
Prototipe
Instruksional

Review Teknis (16)


dan
Komunikasi

(10)
Menyusun
Pengukur
Penampilan Khusus

Uji Coba
Prototipe

(17)

Menyelenggara (18)
kan Tes
Penampilan

(13)
Menentukan
Penyesuaian Thd
Perbedaan Individual

Menganalisa
Hasil Uji Coba

(19)

Menganalisa
Tes

(20)

Memodifikasi
Sistem
Instruksional

(21)

Mengulang
Kembali

(22)

INSTRUCTIONAL SYSTEM DEVELOPMENT MODEL


Menentukan Tujuan Pendidikan Umum
Perguruan Tinggi, Fakultas, Jurusan, Matakuliah
Mulai
Mengumpulkan Data Masukan
Menentukan Seluruh Data Masukan
Mengembangkan Rasional Untuk
Ujian Awal dan Akhir
Mengkombinasikan Seluruh Data Masukan
Merencanakan Strategi
Mengembangkan Contoh Pengajaran
Untuk Isi Pelajaran Tertentu
Memilih Bentuk Informasi yg Representatif

Menentukan Alat Transmisi


Mengumpulkan, Mendesain, Memproduksi
Media yg Telah Ditentukan
Merampungkan

Mengembangkan instrumen evaluasi


dengan menggunakan data
mahasiswa dan informasi media

Tes Lapangan dengan Kelompok Siswa


Mengidentifikasi dan Memperbaiki Kesalahan
Peneraan Kepada Mata Kuliah
Evaluasi dan Mengulang Kembali
Untuk Memperbaiki Sebagaimana
Diperlukan

SYSTEM APPROACH
FOR EDUCATION
(SAFE)

Menilai
Kebutuhan
A.1

Menentukan Tujuan Misi

A.2

Menentukan Persyaratan Penampilan Missi

A.3

Menentukan Hambatan

A.4

Menentukan Profil Missi

A.5

Analisis
Sistem

Melakukan Analisis Fungsioner

A.6

Melakukan Analisis Tugas

A.7

Melakukan Analisis Metode dan Alat

A.8

Membuat Keputusan Final (Terus/Berhenti)


APA

S.1

Mengidentifikasi Strategi
Perencanaan Masalah

BAGAIMANA

S.2 Mendesain Pengelolaan/Rencana Pelaksanaan


Untuk Setiap Alternatif
S.3
S.4
S.5
S.6
S.7
S.8

Menganalisa Alternatif dan Segi Keefektifan dan


Keuntungan Biaya
Memilih Rencana Pengelolaan dan Pelaksanaan
yang Mempunyai Keefektifan Biaya yang Optimal
Menyusun Rencana Validasi atau Tes Lapangan
(Metode/Alat/Media) seperti Diperlukan
Implementasi/Pengelolaan Pemantauan
Rencana Pelaksanaan
Mengevaluasi Penampilan (Proses dan Produk)

Merevisi untuk Mencapai Prestasi yang Dipersyaratkan

Sistem
Analisis

Project MINERVA Instructional


System Design
Mengumpulkan
Data
Pekerjaan

Mengidentifikasi
Persyaratan
Latihan

Merumuskan
Tujuan
Penampilan

Memilih
Isi
Mata Pelajaran

Merumuskan
Tujuan
Penampilan

Memilih
Strategi
Instruksional
Memproduksi
Bahan
Instruksional

Mengevaluasi
Kegiatan
Instruksional

Melaksanakan
Kegiatan
Instruksional

Tindak
Lanjut
Lulusan

Melaksanakan
dan Menganalisa
Tes

THE
BANATHY
MODEL

Analisis dan
Perumusan Tujuan
Maksud Sistem

Analisis dan Perumusan Tugas-Tugas Belajar


Menemukan
Tugas-tugas
Belajar

Spesifikasi
Tujuan

Menilai
Kompetensi
Masukan

Mengidentifikasi
dan karakterisasi
tugas belajar

Tes Masukan

Desain dan sistem Tersebut


Tes Acuan
Patokan

Analisis Fungsi
Analisis
Komponen
Distribusi
Penjadwalan

Implementasi dan Kontrol Kualitas


Latihan Sistem

Tes Sistem
Pelaksanaan
Mengevaluasi

Mengubah untuk Meningkatkan

Kelima desain pendekatan sistem tersebut dapat dibandingkan dari


segi penetapan prosesnya. Tiga tahap yang akan digunakan
sebagai dasar perbandingan adalah:
1. TAHAP PERTAMA
Definisi Masalah dan Organisasi yang meliputi:
a. Identifikasi Masalah
b. Analisis Setting
c. Organisasi Pengelolaan
2. TAHAP KEDUA
Analisis dan Pengembangan Sistem, meliputi:
a. Identifikasi Tujuan
b. Penentuan Metode
c. Penentuan Prototipe
3. TAHAP KETIGA
Evaluasi, meliputi:
a. Melaksanakan tes atau uji coba prototipe
b. Menganalisis hasil uji coba
c. Implementasi atau uji coba ulang

1. TAHAP PERTAMA,
Definisi Masalah dan Organisasi yang meliputi:
a. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah merupakan proses membandingkan
keadaan sekarang dengan keadaan yang seharusnya.
Hasilnya akan menunjukkan kesenjangan antara kedua
keadaan tersebut. Kesenjangan itu disebut kebutuhan
(needs). Bila kesenjangan kedua keadaan tersebut
besar, kebutuhan itu perlu diperhatikan atau
diselesaikan. Kebutuhan yang besar dan ditetapkan
untuk diatasi itu disebut masalah, sedangkan kebutuhan
yang lebih kecil mungkin untuk sementara atau
seterusnya diabaikan. Ia merupakan kebutuhan yang
tidak dianggap sebagai masalah. Hasil akhir dari
identifikasi masalah adalah perumusan tujuan umum.

Bila diperhatikan, bahasa yang


digunakan kelima desain di atas
berbeda, tetapi maksudnya sama.
Perbandingan istilah yang digunakan oleh kelima desain tersebut
tampak sebagai berikut:

MODEL

KEGIATAN

Teaching Research System

Mendefinisikan masalah instruksional

Michigan State University


Instructional System
Development Model

Menentukan tujuan pendidikan umum:


Perguruan Tinggi, Fakultas, Jurusan, Mata
Kuliah

SAFE

1. Menilai kebutuhan
2. Menentukan tujuan misi
3. Menentukan persyaratan, penampilan
(performance) misi
4. Menetukan hambatan
5. Menentukan profil misi
6. Melakukan analisis fungsional
7. Melakukan analisis tugas
8. Melakukan analisis metode dan alat
9. Membuat keputusan kelayakan final
(terus atau berhenti)

Project MINERVA

Mengumpulkan data pekerjaan

Banathy

Maksud sistem

b. Analisis Setting
Analisis setting meliputi kegiatan menentukan karakteristik
siswa dan sumber belajar yang tersedia untuk digunakan
dalam pemecahan masalah. Apa bahasa yang dipergunakan
oleh kelima desain di atas?
MODEL

KEGIATAN

Teaching Research System

1. Mengidentifikasi populasi siswa


2. Mengumulkan bahan pelajaran
3. Menganalisis context instruksional

Michigan State University


Instructional System
Development Model

Mengumpulkan data masukan

SAFE

Mengidentifikasi stategi alternatif pemecahan


masalah

Project MINERVA

Mengidentifikasi keperluan training

Banathy

1. Menilai kompetensi masukan


2. Tes masukan

c. Organisasi Pengelola
Kegiatan yang termasuk Organisasi Pengelolaan cukup
luas yaitu meliputi:
1. Pendefinisian
diperlukan

tugas

dan

tanggung

jawab

yang

2. Pembentukan
jaringan
berkomunikasi
untuk
mengorganisasikan pengumpulan dan pendistribusian informasi kepada tim pengembangan.
3. Pembentukan rencana proyek dan prosedur kontrol

Kegiatan pengembangan instruksional untuk


skala luas seperti skala nasional, regional,
perguruan tinggi atau lembaga, biasanya
dilaksanakan oleh suatu tim. Untuk itu, perlu
dibentuk suatu organisasi formal yang membagi
tugas dan tanggung jawab setiap anggota tim
dengan jelas agar kegiatan pengembangan
instruksional itu sejauh mungkin terhindar dari
hambatan atau kegagalan.
Selanjutnya lihat kembali kelima desain yang
kemudian
bandingkan masing-masing dan
terminologi apa yang mereka gunakan untuk
menjelaskan pengertian organisasi pengelolaan
ini.

MODEL

KEGIATAN

Teaching Research System 1. Menentukan dan memilih sifat


pendukung
2. Menentukan kontrol pengelolaan
Michigan State University
Instructional System
Development Model

Tidak ada

SAFE

Mendesain pengelolaan atau


rencana pelaksanaan setiap
alternatif

Project MINERVA

Tidak ada

Banathy

Tidak ada

2. TAHAP KEDUA, Analisis, dan Pengembangan Sistem


Hasil kegiatan tahap pertama, yaitu Definisi Masalah
dan organisasi memberikan arah kepada tim atau
mengembangkan instruksional untuk memulai kegiatan
tahap kedua, yaitu tahap Analisis dan Pengembangan
Sistem. Tahap ini meliputi tiga langkah, yaitu:
identifikasi tujuan, penentuan metode, dan pembuatan
prototipe.

a. Identifikasi Tujuan
Tujuan adalah apa yang dapat dikerjakan oleh
peserta didik setelah menyelesaikan proses
belajar. Tujuan ini harus bermanfaat bagi
peserta didik. Ia berbentuk perilaku yang dapat
diukur. Tujuan ini kemudian diuraikan menjadi
tujuan-tujuan khusus, yaitu tujuan yang lebih
rinci dan spesifik.
Selanjutnya tujuan khusus ini disusun dalam
urutan yang logis. Atas dasar tujuan inilah isi
pelajaran dipilih dan disajikan kepada peserta
didik kelak.

Kelima desain yang dibandingkan menggunakan istilah


yang berbeda untuk menggambarkan pengertian tujuan
tersebut.
MODEL

KEGIATAN

Teaching Research
System

1. Mengidentifikasi tujuan perilaku


2. Menentukan tujuan-tujuan khusus

Michigan State
University Instructional
System Development
Model

Menentukan secara spesifik perilaku


awal dan akhir

SAFE

Menentukan tujuan misi

Project MINERVA

Merumuskan tujuan penampilan

Banathy

Spesifikasi tujuan

b. Penentuan Metode
Penentuan metode dan media instruksional
sangat penting untuk memungkinkan peserta
didik mencapai tujuan instruksional.
Metode yang diidentifikasi dapat lebih dari satu
atau beberapa alternatif metode, karena dalam
uji coba ada kemungkinan metode yang
digunakan tidak efektif sehingga perlu diganti
dengan metode lain.

Istilah yang digunakan para ahli bervariasi.


Ada yang menggunakan istilah metode
instruksional untuk pengertian cara dan
alatalat yang digunakan dalam kegiatan
instruksional, ada pula yang memisahkan
pengertian metode dan media sebagai cara
dan
alat
transmisi.
Sebagian
lagi
menggunakan istilah strategi instruksional
untuk menggantikan kedua kata metode
dan media tersebut.

MODEL
Teaching Research
System

KEGIATAN
1. Mengidentifikasi tipe belajar
2. Menentukan kondisi belajar
3. Menentukan penyesuaian
terhadap perbedaan
individual
4. Mengidentifikasi bentuk;
kegiatan instruksional

MODEL

KEGIATAN

Michigan State
1. Merencanakan strategi
University
2. Mengembangkan contoh
Instructional System
pengajaran untuk isi
Development Model
pelajaran tertentu
3. Memilih bentuk informasi
yang representatif
4. Menentukan alat transmisi

MODEL
SAFE

KEGIATAN
1. Memilih rencana pengelolaan dan
pelaksanaan yang mempunyai
keefektifan biaya optimal.
2. Menganalisis alternatif dari segi
keefektifan biaya optimal
3. Menganalisis alternatif dari segi
keefektifan dan keuntungan biaya
4. Memilih pengelolaan atau
rencana pelaksanaan yang
mempunyai efektifitas biaya yang
paling optimal

MODEL
Project MINERVA

KEGIATAN
1. Memilih isi mata
pelajaran
2. Memilih strategi
instruksional

MODEL
Banathy

KEGIATAN
1. Menemukan tugas-tugas belajar
2. Mengidentifikasi dan karakterisasi
tugas-tugas belajar yang aktual
3. Menganalisis fungsi
4. Menganalisis komponen
5. Pendistribusian
6. Penjadwalan

c. Pembuatan Prototipe
Pembuatan prototipe merupakan permulaan
produksi untuk menghasilkan barang yang
sesungguhnya.
Di samping itu, pada materi ini pula dimulai
pengembangan desain evaluasi dan permulaan
review teknis terhadap sistem tersebut oleh
para ahli serta penyusunan tes yang akan
digunakan untuk mengukur perilaku siswa,
baik sebelum maupun setelah uji coba.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh kelima


desain yang dibandingkan tampak dalam tabel di
bawah ini:
MODEL

KEGIATAN

Teaching Research 1. Mengembangkan prototipe


System
instruksional
2. Menyusun alat pengukur
penampilan
3. Menyusun alat pengukur
penampilan khsus
4. Review teknis dan
komunikasi

MODEL
Michigan State
University
Instructional
System
Development
Model

KEGIATAN
1. Mengumpulkan, mendesain,
dan memproduksi media
yang telah ditentukan.
2. Mengembangkan rasional
untuk tes awal dan akhir
3. Mengembangkan instrumen
evaluasi dengan informasi
tentang mahasiwa dan
media

MODEL

KEGIATAN

SAFE
Project MINERVA

Tidak spesifik
1. Memproduksi bahan
instruksional
2. Menyusun tes penampilan

Banathy

1. Tes Acuan Patokan

3. TAHAP KETIGA, Evaluasi


Tahap
akhir
dari
suatu
proses
pengembangan instruksional adalah
evaluasi. Hasilnya akan menjadi dasar
pengambilan keputusan tentang dua hal,
yatitu:
seberapa
baik
prototipe
instruksional dalam mencapai tujuan,
dan bagian mana yang masih lemah
sehingga perlu direvisi serta bagaimana
merevisinya.

Banyak ahli pengembangan instruksional


berpendapat bahwa evaluasi merupakan
dasar dalam pendekatan sistem, sehingga
tanpa evaluasi yang memadai seluruh
proses pengembangan instruksional itu
kehilangan maknanya.
Tahap evaluasi meliputi tiga langkah, yaitu:
pelaksanaan uji coba prototipe, analisis
hasil dan implementasi/penggunaannya
kembali

a. Uji Coba Prototipe Instruksional


Uji coba prototipe biasanya mengambil bentukbentuk di bawah ini:
1. Uji coba pengembangan untuk
komponen yang perlu direvisi

melihat

2. Uji coba validasi untuk melihat seberapa jauh


peserta didik mencapai tujuan instruksional.
3. Uji coba lapangan untuk menentukan apakah
pengajar dan peserta didik lain dapat
menggunakan bahan-bahan tersebut.

Berbagai istilah dan langkah digunakan oleh


pengembangan
instruksional
untuk
melaksanakan uji coba prototipe ini.
MODEL
Teaching
Research
System

KEGIATAN
1. Uji coba prototipe
2. Menyelenggarakan tes
penampilan

MODEL

KEGIATAN

Michigan State
Tes lapangan dengan
University Instructional kelompok peserta didik
System Development
Model

MODEL
SAFE

KEGIATAN
1. Menyusun Rencana validasi
atau Tes Lapangan
(metode/alat/media) seperti
yang diperlukan
2. Implementasi/memantau
pengelolaan dan rencana
pelaksanaan
3. Mengevaluasi penampilan

MODEL

KEGIATAN

Project
MINERVA

1. Melaksanakan kegiatan
instruksional
2. Melaksanakan dan
menganalisis tes

Banathy

1. Latihan sistem
2. Tes sistem

b. Analisis Hasil
Analisis hasil melibatkan tiga jenis
kegiatan, yaitu: pertama, tabulasi dan
memproses
data
evaluasi.
Kedua,
menentukan hubungan antara metode
yang digunakan, hasil yang dicapai dan
tujuan yang ingin dicapai. Ketiga,
menafsirkan data. Kualitas revisi yang
akan
dibuat
tergantung
kepada
interpretasi ini.

Kelima
desain
yang
diperbandingkan
menggunakan istilah yang berbeda seperti
tampak dalam tabel berikut:
MODEL

KEGIATAN

Teaching
1. Menganalisis hasil uji
Research System
coba
2. Menganalisis tes
Michigan State
Tidak spesifik artinya
University
dapat menggunakan
Instructional System
berbagai cara tes
Development Model

MODEL
SAFE
Project
MINERVA
Banathy

KEGIATAN
Evaluasi penampilan
(proses dan produk)
Mengevaluasi kegiatan
instruksional
Mengevaluasi

c. Implementasi/Uji Coba Ulang


Berdasarkan interpretasi data hasil
uji coba, revisi dilakukan dari revisi
kecil sampai revisi total.
Akhirnya, keputusan harus diambil
untuk mengakhiri uji coba ulang dan
kemudian mengimplementasikan ke
dalam pembelajaran.

Kelima desain yang diperbandingkan


menggunakan beraneka ragam istilah
untuk menyatakan revisi tersebut.
MODEL
Teaching
Research
System

KEGIATAN
Memodifikasi Sistem
Instruksional

MODEL

KEGIATAN

Michigan State
1. Mengidentifikasi
University
letak dan
Instructional
mengoreksi
System
kelemahan
Development Model 2. Mengevaluasi dan
mengulang kembali
untuk memperbaiki
sebagaimana
diperlukan.

MODEL

KEGIATAN

SAFE

Merevisi untuk
mencapai prestasi yang
diinginkan

Project
MINERVA
Banathy

Tertuang dalam bentuk


garis umpan balik
Mengubah untuk
memperbaiki

Bila anda perhatikan perbandingan kelima desain di


atas, ternyata di samping istilah-istilah yang mereka
gunakan tidak sama, urutan langkah-langkah yang
mereka tempuh juga tidak selalu sama.
Ini menunjukkan bahwa proses pengembangan
instruksional itu tidak terdiri atas urutan langkahlangkah yang baku, atau yang tidak dapat ditawar
lagi.
Yang ada dan sudah baku adalah desain dasar
untuk
pengembangan
instruksional,
yaitu:
mengidentifikasi mengembangkan, dan mengevaluasi atau merevisi

C. DESAIN YANG TERBAIK ?


Mengikuti perbandingan kelima
desain
pendekatan sistem yang diterapkan dalam desain
instruksional mungkin ada orang yang ingin
memilih
salah
satu
yang
terbaik
dan
menganggapnya sebagai desain standar untuk
semua macam kegiatan instruksional.
Keinginan seperti itu sebaiknya dibatalkan, sebab
setiap model itu baik dan sesuai untuk kondisi
tertentu. Kondisi yang dimaksud adalah besarkecilnya atau kompleks tidaknya suatu lembaga
pendidikan, ruang lingkup tugas lembaga
pendidikan, serta kemampuan pengelola.

Setiap desain itu dimaksudkan untuk


menghasilkan suatu sistem instruksional.
Prosedur yang mirip digunakan antara satu
dengan yang lain, tetapi mereka menggunakan
penjelasan urutan dan bahasa yang tidak
selalu
sama.
Seorang
pengembang
instruksional dapat memilih salah satu
diantaranya yang dianggapnya sesuai, atau
mungkin pula mengkombinasikan beberapa
diantaranya untuk menyusun suatu model
baru.
Pertanyaan yang lebih mendasar adalah:
seberapa jauh desain itu dapat digunakan
secara efektif dan efisien?

KESIMPULAN
Di dunia pendidikan masih banyak lagi desain
pengembangan instruksional lain di luar yang telah
diperbandingkan di atas. Lima diantaranya adalah:
1. Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI)
yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia (1975)
2. Systems Approach Model for Designing Instruction
karangan Dick and Carey (1985)
3. Instructional Sistem Design, karangan Gagne (1979)
4. AT & T Instructional Development Model (1985)
5. Desain pengembangan instruksional yang digunakan
dalam materi ini ( Atwi Suparman :1987)

1. Model Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional


(PPSI)
I. PERUMUSAN TUJUAN
1. Menggunakan sistem yang
operasional
2. Berbentuk hasil belajar
3. Berbentuk tingkah laku
4. Hanya ada satu tingkah laku

III. KEGIATAN BELAJAR


1. Merumuskan semua kemungkinan
kegiatan belajar
2. Menetapkan kegiatan belajar tidak
tidak perlu ditempuh
3. Menetapkan kegiatan yang akan
ditempuh

II. PENGEMBANGAN ALAT


EVALUASI
1. Menentukan jenis tes untuk
menilai tercapainya tujuan
2. Menyusun tes untuk menilai
masing-masing tujuan

4.

IV. PENGEMBANGAN PROGRAM


KEGIATAN
Merumuskan materi pelajaran
Menetapkan metode yang dipakai
Memilih alat pelajaran dan sumber
yang dipakai
Menyusun jadwal

1.
2.
3.
4.

V. PELAKSANAAN
Mengadakan tes awal
Menyampaikan materi pelajaran
Mengadakan tes akhir
Perbaikan

1.
2.
3.

2. System Approach Model for Designing


Instruction (Dick and Carey 1985)
Revise
Instruction

Conduct
Instructional
Analysis

Identity
Instruction
Goals

Write
Performance
Objective

Develop
Criterion
Relarenced
Test Items

Develop
Instructional
Strategy

Develop and
Select
Instruction
Material

Design and
Conduct
Formative
Evolution

Identify Entry
Bahevior
Characteristic
Design and
Conduct
Summative
Evaluation

3. Instructional System Design (Gagne, 1979)


a. Tingkat Sistem
1. Analisis Kebutuhan, Tujuan Umum, dan
Prioritas
2. Analisis Sumber, Hambatan, dan Alternatif
Sistem Peluncuran
3. Penentuan Lingkup dan Urutan Kurikulum
dan
Mata
Pelajaran;
Desain
Sistem
Peluncuran
b. Tingkat Mata Pelajaran
1. Menentukan Struktur Mata Pelajaran
Urutan
2. Analisis Tujuan Mata Pelajaran

dan

c. Tingkat Mata Sajian


1. Pendefinisian Tujuan Penampilan
2. Mempersiapkan Rencana Matasajian (atau
Modul)
3. Mengembangkan, Memilih Bahan, Media;
4. Menilai
Penampilan
Siswa
(mengukur
Penampilan)
d. Tingkat Sistem
1. Persiapan Pengajaran
2. Evaluasi Formatif
3. Tes Lapangan, Revisi
4. Evaluasi Sumatif
5. Pelaksanaan dan Difusi

4. AT & T Instructional Development Model (1985)

Analisis
Kebutuhan

Analisis
Pekerjaan
Keterampilan

Pengembangan
Bahan

Menulis
Tujuan

Pelaksanaan

Desain
Instruksional

Evaluasi

1. TAHAP PERTAMA
Definisi Masalah dan Organisasi:
a. Identifikasi Masalah
b. Analisis Setting
c. Organisasi Pengelolaan
2. TAHAP KEDUA
Analisis dan Pengembangan Sistem :
a. Identifikasi Tujuan
b. Penentuan Metode
c. Penentuan Prototipe

3. TAHAP KETIGA
Evaluasi, meliputi:
a. Melaksanakan tes atau uji coba prototipe
b. Menganalisis hasil uji coba
c. Implementasi atau uji coba ulang