Anda di halaman 1dari 19

Tujuan:

Menggambarkan perubahan-perubahan
yang terjadi sehubungan dengan
pertambahan usia yang mempengaruhi
proses berkemih.
Mendiskusikan konsekuensi perubahan
yang terjadi terhadap masalah
inkontinensia urin.
Melakukan pengkajian fungsi berkemih
lansia.
Mengidentifikasi rencana intervensi.

Sistim kemih ; perubahan dan


konsekuensi
Anatomi ginjal.
- Ukuran dan massa menurun; usia 80 tahun
, massa menurun 25 %.
- Aliran darah menurun.
Fungsi menurun (terjadi > 40 thn)
- Variasi individu.
- Fungsi menurun 1 % pertahun.
- Konsentrasi urin Menurun

Perubahan lain yang


mempengaruhi fungsi berkemih
Menurunya penglihatan.
Menurunnya fungsi mobilisasi.
Menurunya kemampuan berfikir.

Pengkajian :

1.
2.
3.
4.

Mengidentifikasi faktor resiko yang


mempengaruhi fungsi berkemih secara umum :
Kondisi patologis.
Perubahan persepsi haus.
Medikasi.
Fungsi berfikir.lingkungan.
Tanda dan gejala gangguan fungsi berkemih.
Riwayat dan faktor resiko
inkontinensia.kecemasan
laboratorium

Rencana Keperawatan.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Masalah keperawatan:
Perubahan atau gangguan pola
eliminasi.
Kurang pengetahuan tentang fungsi
normal sistim kemih.
Cemas.
Gangguan harga diri.
Perubahan pola tidur.
Resiko tinggi infeksi dan kerusakan kulit.

Tujuan
Mencegah atau meminimalkan atau
mengkompensasi efek akibat proses
menua.
Mencegah terjadinya inkontinensia
urin
Mengatsi inkontinesia
Mencegah dan mengatasi masalah
psikososial.
Meningkatkan harga diri klien.

Intervensi
Menurunkan faktor resiko.
Mempertahankan homeostasis.
Mengendalikan berkemih.(mngatasi
Masalah Inkontinesia urin)
Meningkatkan kwalitas hidup.

Modifikasi lingkungan
Warna toilet berbeda dengan sekitarnya.
Berikan pencahayaan yang cukup.
Jarak kamar mandi dan kamar tidur
dekat.
Kamar mandi dilengkapi dengan grap bar
Berikan atau anjurkan klien menggunakan
pakaian yang mudah dibuka.

Pembalut.
Dalam menentukan jenis pembalut
pertimbangkan kemampuan finansial klien.
Perhatikan jumlah urine yang keluar.
Menentukan jenis pembalut.
Dalam pemakaian pembalut perhatikan
yang berplastik tidak langsung menempel
pada kulit.
KATETERISASI.

Perubahan-perubahan mengikuti
proses
penuaan.
Ginjal ;
struktur: ukuran menurun-
menurunya massa kortikal karena
nefron dan jumlah glomerulus.
Fungsi : menurunya
mengkonsentrasikan urin , menurnya
aliran darah, respon terhadap Na,
menurunanya renin dan aldosteron.

Kandung kemih
Menurunya elastisitas dan kekuatan , kemampuan
mengeluarkan urin lengkap , atropi otot pevis
spingter melemah

Statis urin
Menurunya kapasitas menampung urin.
Retensio urin
Menurunnya kemampuan menahan keinginan miksi
Pemendekan uretra
Meningkatkan resiko refluk.

Prostat-- hipertropi (>40 th)


Obstruktive
Decreased force
Bleeding
UTI

Menopause
Atropi genitalia: vagina memendek
dan kering, lemak menurun,
elastisitas menurun

Vaginitis atropi

Masalah-masalah yang sering


terjadi
1. ARF/CRF
a. akut : filtrasi ginjal menurun
mendadak karena
tromboemboli, CHF, obstukri
karena tumor,
batu ginjal.
b. Kronik; Karena diabetik nefropati.

Lanjutan
2. Batu ginjal : penyebab multifaktorial PH
urine meningkat, urine statis,
hiperkalsemia.
3. UTI : penyebab , intake cairan kurang,
kateterisasi, PH meningkat, urine pekat.
4. Ca kandung kemih , terjadi karena
terekspose karsinogen dilingkungan :
karet, kulit , zat kimia, rokok dll.

lanjutan
5. Retensio urin
terjadi karena obstruksi, etiologi batu, PH, prolap
uterin, impaksi fecal, neurologis dll
6. Vaginitis
7. Prostat hipertropi
a. penambahan jumlah sel yang
menyebabkan pembesaran kelenjar .
b. Penyebab :
- internet : infeksi
- Diperkirakan adalah hormon
8 Inkontinsensia urine

Definition
A condition in which involuntary urine
loss is a social or hygienic problem
and is objectively demonstrable.
Sering ditemui pada wanita
etiologi