Anda di halaman 1dari 41

KEDOKTERAN KELUARGA

DIARE PADA ANAK

Disusun oleh
Riahta Karina
1410221080
Rr. Pramita Ines 1410221086

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


PERIODE SEPTEMBER- NOVENBER 2016
FK UPN VETERAN JAKARTA

PENDAHULUAN
Di Indonesia,
WHO, diare
(RISKESDAS) pada
Penyakit diare
tahun 2013,
merupakan penyakit
sampai saat ini
kedua yang
prevalensi tertinggi
masih merupakan
menyebabkan
penyakit diare
salah satu penyebab
kematian pada anakdiderita oleh balita,
utama kesakitan dan
anak balita (bawah
terutama pada usia
kematian
<1 th (7%) dan 1-4
lima tahun)
tahun (6,7%)
Diperlukan adanya
Jawa Tengah tahun
dokter yang terlatih
2007 yaitu sebanyak
dan sanggup
625.022 penderita
memberikan
dengan IR 1,93%,
pelayanan di
sedangkan jumlah
berbagai bidang
kasus diare pada
ilmu kedokteran,
balita yaitu
dengan penekanan
sebanyak 269.483
utama pada kepada
penderita
keluarga sebagai
unit

TUJUAN UMUM
Mengaplikasikan dan
menerapkan konsep
kedokteran keluarga pada
seorang pasien yang
menderita penyakit diare.

TUJUAN KHUSUS
Mengidentifikasi masalah
kesehatan keluarga
Meningkatkan kualitas
kesehatan seluruh anggota
keluarga.
Membantu seluruh anggota
keluarga untuk mengenali
masalah yang ada di dalam
keluarga tersebut yang akan
mempengaruhi derajat
kesehatan anggota keluarga
Membantu keluarga untuk
memahami fungsi-fungsi
anggota keluarga
Membantu keluarga untuk
dapat memecahkan
permasalahan kesehatannya
secara mandiri.
Membentuk perilaku hidup
sehat di dalam keluarga.

MANFAAT
PENULIS

PASIEN
DAN
KELUARGA

TENAGA
KESEHATA
N

Menambah pengalaman bekerja sebagai dokter keluarga secara


langsung pada pasien diare akut anak

Keluarga menjadi lebih memahami mengenai masalah kesehatan


yang ada dalam lingkungan keluarga.
Keluarga mampu untuk mengatasi permasalahan kesehatan
keluarga secara mandiri.

bahan masukan kepada tenaga kesehatan agar dapat memberikan


pelayanan kepada pasien diare secara holistik dan komprehensif

TINJAUAN PUSTAKA
Kedokteran Keluarga

Dokter yang dapat memberikan pelayanan kesehatan yang


berorientasi komunitas dengan titik berat kepada keluarga, ia
tidak hanya memandang penderita sebagai individu yang sakit
tetapi sebagai bagian dari unit keluarga dan tidak hanya menanti
secara pasif tetapi bila perlu aktif mengunjungi penderita atau
available
keluarganya
Accesible

Aforrdable

Continue
Comprehens
ive
KRITERIA
Integrated

quality

Tinjauan Pustaka

Diare

Buang air besar lembek atau bahkan dapat berupa air


saja, dengan atau tanpa darah dan lendir, dengan
frekuensi tiga kali atau lebih sering dari biasanya dalam
24 jam, dan berlangsung kurang dari 14 hari

Infeksi

Etiologi

Diare

Diagnosi
s
Komplik
asi
Tata
laksana

Malabso
rbsi
Makana
n
Psikologi
s

Untuk menegakkan diagnosis diare,


dapat dilakukan melalui anamnesa,
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang.
1. Anamnesa
Cara mendiagnosis pasien diare
adalah dengan menentukan tiga hal
berikut : 1) Persistensinya; 2)
Etiologi; 3) Derajat dehidrasi. Hal-hal
ini dapat diketahui melalui

derajat dehidrasi
Penilaian

Baik, sadar.

*Gelisah, rewel

*Lesu, lunglai

Lihat :
Keadaan umum

atau tidak sadar


Mata

Normal

Cekung

Sangat cekung
dan kering.

Air mata

Ada

Tidak ada

Sangat kering

Mulut dan lidah

Basah

Kering

Sangat kering

Rasa haus

Minum biasa,

*Haus, ingin

*Malas minum

tidak haus

minum banyak

atau tidak bisa


minum

Periksa :
Turgor kulit
Hasil

Kembali cepat
Tanpa dehidrasi

pemeriksaan :

*Kembali

*Kembali sangat

lambat

lambat

Dengan

Dehidrasi berat

dehidrasi

bila ada1 tanda

ringan-sedang

* ditambah 1

bila ada 1 tanda

atau lebih tanda

* ditambah 1

lain.

atau lebih tanda


lain
Terapi :

Rencana Terapi

Rencana Terapi

Rencana Terapi

penatalaksanaan
RENCANA TERAPI A
UNTUK MENGOBATI DIARE DI RUMAH
(Pencegahan Dehidrasi)
GUNAKAN CARA INI UNTUK MENGAJARI IBU :
-

Teruskan mengobati anak diare di rumah.

Berikan terapi awal bila terkena diare.


MENERANGKAN EMPAT CARA TERAPI DIARE DI RUMAH
1. BERIKAN ANAK LEBIH BANYAK CAIRAN DARIPADA BIASANYA
UNTUK MENCEGAH DEHIDRASI

Gunakan cairan rumah tangga yang dianjurkan, seperti oralit, makanan yang cair
(seperti sup, air tajin) dan kalau tidak ada air matang gunakan larutan oralit untuk
anak, seperti dijelaskan di bawah ( Catatan : jika anak berusia kurang dari 6 bulan dan
belum makan makanan padat, lebih baik diberi oralit dan air matang daripada
makanan cair.

Berikan larutan ini sebanyak anak mau, berikan jumlah larutan oralit seperti di
bawah.

Teruskan pemberian larutan ini hingga diare berhenti.


2. BERI TABLET ZINC

Dosis zinc untuk anak-anak :


Anak di bawah umur 6 bulan : 10 mg (1/2 tablet) per hari.
Anak di atas umur 6 bulan : 20 mg (1 tablet) per hari.

Zinc diberikan selama 10-14 hari berturut-turut, meskipun anak telah sembuh dari
diare.

Cara pemberian tablet zinc :


Untuk bayi, tablet zinc dapat dilarutkan dengan air matang, ASI atau oralit. Untuk
anak-anak yang lebih besar, zinc dapat dikunyah atau dilarutkan di dalam air matang
atau oralit.
3. BERI ANAK MAKANAN UNTUK MENCEGAH KURANG GIZI

Teruskan ASI.

Tatalaksana Rehidrasi pada


Pasien Diare dengan Dehidrasi
Ringan-Sedang
RENCANA TERAPI B

UNTUK MENGOBATI DIARE DI RUMAH


( Pengobatan dehidrasi ringan-sedang)
Pada dehidrasi rinngan-sedang, Cairan Rehidrasi Oral diberikan dengan pemantauan
yang dilakukan di Pojok Upaya Rehidrasi Oral selama 4-6 jam. Ukur jumlah rehidrasi
oral yang akan diberikan selama 4 jam pertama.
umur

Lebih dari 4

4-12 bulan

bulan
Berat badan

< 6 Kg

12 bulan-2

2-5 tahun

tahun
6 - < 10 Kg

10 - < 12

12-19 Kg

Kg
Dalam ml

200-400

400-700

700-900

900-1400

Jika anak minta minum lagi, berikan.


-

Tunjukkan kepada orang tua bagaimana cara memberikan rehidrasi oral

Berikan minum sedikit demi sedikit.


Jika anak muntah, tunggu 10 menit lalu lanjutkan kembali rehidrasi oral pelan-pelan.
Lanjutkan ASI kapanpun anak meminta.
-

Setelah 4 jam :

Nilai ulang derajat dehidrasi anak.


Tentukan tatalaksana yang tepat untuk melanjutkan terapi.
Mulai beri makan anak di klinik.
-

Bila ibu harus pulang sebelum selesai rencana terapi B

Tunjukkan jumlah oralit yang harus dihabiskan dalam terapi 3 jam di rumah.
Berikan oralit untuk rehidrasi selama 2 hari lagi seperti dijelaskan dalam Rencana
Terapi A.
Jelaskan 4 cara dalam Rencana Terapi A untuk mengobati anak di rumah.

Bab 3

LAPORAN HASIL KUNJUNGAN


RUMAH
IDENTITAS PASIEN
Nama
: An. M
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur
: 1 tahun
Alamat
: Salaman, Magelang
Agama
: Islam
Suku Bangsa : Indonesia

DAFTAR ANGGOTA KELUARGA


SERUMAH
Kedudukan
No

Nama

Dalam

JK

Keluarga
1

Tn. Pujianto

Kepala

Umur
(th)

Pendidikan

31

SMA

40

SMP

Pekerjaan
Petani

Keluarga
2

Ny. Rusmiati

Istri

Ibu Rumah
Tangga

3.

Tn. Sopian

Bapak

60

Tidak tamat

Petani

SD
3.

4.

Ny. Rukiah

An. Meilani

Ibu

Anak

57

Tidak tamat

Tidak

SD

bekerja

Genogram

TANGGAL 5 Oktober 2016


PASIEN DATANG KE PUSKESMAS

Pasien datang diantar keluarga ke


Puskesmas Salaman I dengan keluhan
BAB cair lebih dari 5 kali sehari dan
sudah berlangsung selama 2 hari,
konsistensicair,
warna
kekuningan
berampas, lendir (-), darah (-). Keluarga
pasienmengatakan,
pasien
terlihat
lemas dan nafsu makanberkurang. Batuk
(-), pilek (-). BAK baik.

Riwayat
penyakit
sekarang

Riwayat
Penyakit
Keluarga

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat sakit yang serupa : disangkal
Riwayat alergi
: disangkal
Riwayat rawat inap
: disangkal
Riwayat kelahiran
: Pasien lahir SC, 2900gr
Riwayat tumbuh kembang : Pasien tidak
mengalami perhambatan dalam tumbuh
kembangnya.

Riwayat penyakit serupa : disangkal


Riwayat Alergi
: disangkal

Pemeriksaan fisik.
Keadaan umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Kompos mentis
BB
: 12 Kg
Tanda vital
: N : 100x/menit, T : 36,5o C, RR : 24x/menit
Status Generalis
Kepala : Normocephal
Mata : Conjungtiva palpebra anemis -/-, sklera ikterik -/-,
Mata cekung -/Hidung: Sekret (-), septum deviasi (-).
Mulut : Bibir kering (+), mukosa lembab (-), sianosis (-)
Telinga
: Serumen (-/-), sekret (-/-).
Leher : Pembesaran KGB (-), deviasi trakea (-)
Toraks : Normochest, jejas (-)

Jantung

Inspeksi : Iktus cordis tak tampak


Palpasi : Iktus cordis teraba di ICS V, 2
cm medial Linea Mid Clavikularis Sinistra
Perkusi : Dalam batas normal
Auskultasi : BJ I-II Normal, murmur (-),
gallop (-),
Paru

Inspeksi
: Normochest, Gerak dinding
dada simetris saat statis dan dinamis
Palpasi
: Fremitus kanan = kiri
Perkusi : Sonor di seluruh lapangan paru
Auskultasi : Suara napas vesikuler,
ronkhi (-/-), wheezing (-/-)

Abdomen

Inspeksi
: Datar
Palpasi
: Supel, hepar / lien tidak teraba
membesar, nyeri tekan abdomen (-), turgor <
2
Perkusi
: Timpani
Auskultasi : Bising usus (+) normal
Genitalia : Tidak dilakukan
Ekstremitas: Akral hangat, CRT < 2 detik, sianosis
(-), Edem (+).

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak dilakukan
DIAGNOSIS KERJA
Diare akut
RENCANA PENATALAKSANAAN
L-bio 3x cth
zyncsyr 1 x 10 mg
Dehidralit 150 ml/BAB
EDUKASI
- kepada orang tua pasien untuk tetap
memberikan nutrisi yang cukup (anak tidak
boleh dipuasakan)
- Menghindari makanan-makanan yang
memiliki kemungkinan besar menyebabkan
diare,
-Mengawasi anak dalam bermain dan makan

HASIL PENATALAKSANAAN
Dari hasilMEDIS
kunjungan ke

rumah pasien pada


tanggal 8 Oktober 2016 didapatkan keterangan
bahwa keadaan pasien membaik setelah
dilakukan pengobatan.
Faktor pendukung
: Pasien meminum obat
secara teratur sesuai anjuran dokter, pasien
banyak beristirahat.
Faktor penghambat : Pasien masih suka
bermain tanah di halaman rumah dan masih suka
memakan makanan yang jatuh.
Indikator keberhasilan: BAB yang tidak cair
lagi

Identifikasi Fungsi-Fungsi Keluarga


FUNGSI BIOLOGIS

BAB cair lebih dari 5 kali sehari dan


sudah berlangsung selama 2 hari,
konsistensi cair, warna kekuningan
berampas, lendir (-), darah (-). Nafsu
makan kurang baik.
FUNGSI PSIKOLOGIS
Pasien tinggal bersama kedua orang tua, Hubungan
antara ayah dan ibu pasien pasien terjalin baik dan
komunikasi lancar. Dalam menghadapi masalah eksternal
dan internal dalam keluarga proses pengambilan
keputusan berasal dari ayah pasien sebagai pembuat
keputusan akhir.

FUNGSI EKONOMI
Sumber penghasilan utama keluarga berasal dari
penghasilan ayah. Ayah pasien bekerja sebagai petani.
Uang tersebut dipakai untuk biaya makan dan kebutuhan
rumah tangga
FUNGSI
PENDIDIKAN
Ayah pasien tamat SMA dan ibu pasien tamat SMP.
FUNGSI RELIGIUS
Pasien berasal dari keluarga muslim yang taat dan rutin
menjalankan ibadahnya.
FUNGSI SOSIAL
BUDAYA
Tidak terdapat kepercayaan terhadap mitos atau hal-hal lain yang
berhubungan dengan kesehatan yang masih dipercaya oleh pasien.
.

POLA KONSUMSI MAKAN PASIEN DAN


KELUARGA

Frekuensi makan rata rata setiap harinya


3x/hari dengan variasi makanan sebagai berikut
: nasi, lauk (ikan/tempe/tahu/telur), sayur
(bayam, sayur asem, dan sayuran lainnya),
buah dan susu. Pasien jarang makan daging
(2 minggu sekali). Pasien juga masih
menyusui.

Identifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi


Kesehatan
Faktor Perilaku
Pasien sering bermain di halaman rumah. Bila
ada anggota keluarga yang sakit yang pertama
dilakukan adalah pergi ke puskesmas. Tersedia
pendanaan kesehatan berupa BPJS yang
dimiliki. Keluarga pasien yang masih belum
terlalu paham dengan cara mencuci tangan
dengan benar.
Faktor Non Perilaku
Sarana pelayanan kesehatan di sekitar rumah
cukup jauh. Adapun jarak antara rumah pasien
dengan Puskesmas Salaman I kira-kira 2 km.,
kebersihan sanitasi rumah yang masih kurang
baik.

Denah Rumah

Rumah pasien terletak


di pedusunan biasa
yang padat, dengan
bentuk bangunan
tidak bertingkat.

Fasilitas MCK dengan


model leher angsa,
saluran pembuangan
kotoran (septitank)
berjarak sekiar 1,5
meter dari sumber air.

Sumber air bersih


untuk keperluan
sehari-hari dari PAM

rumah terdiri dari 2


kamar tidur, 1 ruang
dapur, 1 kamar mandi,
1 ruang keluarga
merangkap ruang
tamu.

Kebersihan di dalam
rumah kurang baik
karena pada bagian
dapur barang-barang
masih belum tertata
rapih dan sampah
berserakan

Ibu pasien mengaku


membuang sampah di
tempat sampah
terbuka yang letaknya
di luar rumah rumah.

Lantai terbuat dari


semen, dinding
terbuat dari tembok
dan atap rumah
terbuat dari genteng.

Terdapat jendela
hanya pada ruang
tamu sebanyak 2
buah. Penerangan
dalam rumah kurang
terang,

Identifikasi Lingkungan
Rumah

Jarak tempuh rumah ke


puskesmas

DIAGNOSIS FUNGSI-FUNGSI
KELUARGA
Fungsi Biologis
BAB cair lebih dari 5 kali sehari dan sudah berlangsung
selama 2 hari, konsistensi cair, warna kekuningan
berampas, lendir (-), darah (-). Nafsu makan kurang baik.
Fungsi Psikologis
Hubungan dengan tiap anggota keluarga baik. Hubungan
dengan tetangga rumah baik.
Fungsi Ekonomi
Perekonomian keluarga cukup sehingga kebutuhan juga
dapat terpenuhi
Fungsi Pendidikan
Ayah tamat SMA, ibu tamatan SMP. Kakek dan enek pasien
tidak tamat SD.

DIAGNOSIS FUNGSI-FUNGSI
KELUARGA
Fungsi Religius dan Fungsi Sosial Budaya
Dapat bersosialisasi terhadap lingkungan sekitar dengan baik
Fungsi penguasaan masalah dan kemampuan beradaptasi
Masalah yang berhubungan dengan keluarga diselesaikan
dan musyawarah.
Faktor Perilaku
Pasien seringbermain di halaman rumah. Keluarga pasien
yang masih belum terlalu paham dengan cara mencuci
tangan dengan benar.
Faktor Non Perilaku
Sarana pelayanan kesehatan dekat dengan rumah.

DIAGNOSIS
HOLISTIK
Aspek Internal
Genetik :
Aspek
Tidak Personal
terdapat faktor genetik dalam keluhan yang dialami pasien.
Pola
Alasan
kedatangan
:
makan
:
Pasien
datangpasien
berobat
ke puskesmas
karena pola
pasien
mengeluhkan
Pola makan
yang
belum memenuhi
gizi
seimbang.
BAB
yang cair
Kebiasaan
: > 5 kali dalam sehari sehingga menyebabkan
dirinya
dan kebiasaan
tidak nafsubermain
makan. di halaman rumah dan
Pasienlemas
memiliki
mengambil makanan yang jatuh di lantai lalu memakannya.
Harapan :
Keluarga
pasien
memiliki harapan agar pasien dapat sembuh dan
Aspek
Eksternal
sehat
sehingga
dapat
bermain kembali
seperti
sebelumnya
dan
Faktor
pendukung
kesehatan
pasien yang
berasal
dari keluarga
perkembangan
anak tidakdari
terhambat
akibat
penyakit
diare ini.
ialah adanya dukungan
keluarga
dalam
mengupayakan
kesehatan pasien.
Aspek Klinis
Diagnosis
kerja
: Diare akut
Derajat
Fungsional
Diagnosis
: GEA
Menurutbanding
skala pasien
termasuk derajat 3 dimana pasien masih
mampu melakukan perawatan diri, tetapi mampu melakukan
kegiatan ringan.

ANALISIS
pasien adalah
MASALAH

Ibu
ibu rumah tangga. Biaya
kehidupan sehari-hari didapat dari ayah sebagai
petani, kakek bertani dan nenek pasien sebagai
ibu rumah tangga. Pasien tinggal di daerah
perkampungan, tetapi lingkungan sekitar rumah
tidak cukup bersih. Kondisi rumah pasien sendiri
masih kurang bersih terutama sanitasi. Sumber air
dengan septiktank yang berjarak 1,5 meter.
Perilaku ibu yang kurang memahami cara mencuci
tangan yang baik dan benar sehingga infeksi
dapat mudah terjadi pada pasien (infeksi terjadi
saat menyuapi anak ataupun saat memasak
makanan) dan perilaku anak yang masih sering
bermain tanah di halaman rumah dan mengambil
makanan yang jatuh lalu memakannya.

PERMASALAHAN PADA PASIEN DAN KELUARGANYA


No
1.

Risiko dan Masalah Kesehatan

Rencana Pembinaan

Perilaku ibu yang kurang memahami Diberikan pembinaan cara mencuci tangan yang
cara mencuci tangan yang baik dan baik dan benar.
benar sehingga infeksi dapat mudah
terjadi pada pasien (infeksi terjadi saat
menyuapi anak ataupun saat mengolah
makanan)

2.

Anak

masih

bermain

tanah

dan Pembinaan diberikan kepada orang tua pasien

memakan makanan yang sudah jatuh

diperhatikan dalam bermain dan memperhatikan


sesuatu yang dimasukan ke dalam mulut

3.

Sumber air dengan septiktank yang menyarankan untuk membuat septiktank yang
berjarak 1,5 meter

jaraknya 10 meter dari sumber air.

Pembinaan dan Hasil Kegiatan


Tanggal

Kegiatan yang dilakukan

Keluarga yang

Hasilkegiatan

terlibat
8
2016

Oktober Edukasi mengenai penyakit Orang tua pasien

Orang tua pasien

diare yang meliputi, faktor

memahami penjelasan

risiko, rencana pengobatan

yang diberikan.

komplikasi dan
pencegahan.
8
2016

Oktober Edukasi mengenai perilaku Orang tuapasien.

Orang tua pasien

hidup sehat diantaranya

memahami bagaimana

adalahtentang sanitasi,

cara mencuci tangan

pengolahan makanan yang

dengan benar.

sehat, dan menu makanan


seimbang

Komprehensive Pengelolaan Pasien dan Keluarga

PROMOTIF

PREVENTIF

KURATIF

REHABILITA
TIF

Edukasi dan penyuluhan mengenai diare kepada orang tua pasien,


mulai dari definisi, penyebab, faktor risiko, pencegahan, cara
mengobati, dan komplikasinya. Selain tentang diare dijelaskan juga
mengenai perilaku hidup bersih dan sehat
Pencegahan yang dilakukan terhadap pasien diberikan dalam
bentuk mengedukasi pasien agar rutin mencuci tangan pada saat
sebelum makan, sesudah makan, sesudah dari toilet, sebelum
memasak, sesudah memasak.
Pelayanan pengobatan yang dilakukan pasien ke puskesmas
merupakan upaya pasien untuk mengobati diare pada anak dan
pasien mengonsumsi obat-obatan dari puskesmas.

KESIMPULAN PEMBINAAN KELUARGA


Tingkat pemahaman
Pemahaman terhadap penyuluhan yang dilakukan cukup
baik
Faktor pendukung
Orangtua pasien dapat memahami dan menangkap
penjelasan yang diberikan
Kesadaran orangtua untuk hidup sehat, sehingga sangat
kooperatif untuk mengubah perilaku yang tidak baik bagi
kesehatan
Faktor penyulit : biaya yang masih kurang untuk
memperbaiki kondisi SPAL
Indikator keberhasilan
Pengetahuan meningkat mengenai penyakit
Kesadaran orangtua pasien untuk hidup sehat dengan
menerapkan indikator PHBS.
Kesadaran pasien untuk mengatur pola makan dengan gizi
seimbang tanpa harus mahal.

BAB IV
PENUTUP
K
E
S
I
M
P
U
L
A
N

Berdasarkan hasil pembinaan, gejala simptomatis


Kesimpulan dari hasil binaan keluarga ini adalah
sudah sepenuhnya teratasi, pasien sudah tidak
didapatkannya pemahaman terhadap pembinaan yang
mengalami diare, tidak mual, tidak muntah, tidak
dilakukan cukup baik, sikap seluruh anggota keluarga
lemas, tidak pusing, dan dapat beraktivitas seperti
yang kooperatif sehingga mempunyai keinginan untuk
biasanya dengan baik. Pasien juga sudah diberikan
mengubah perilaku yang tidak baik bagi kesehatan
terapi medika mentosa dan terapi non medika
dan tidak ditemukannya faktor penyulit yang dapat
mentosa. Ayah dan ibu pasien mengerti faktor-faktor
menghambat binaan yang diberikan.
yang menyebabkan keluhan yang dideritanya
sehingga berusaha untuk menghindari faktor
pencetus tersebut. Ayah dan ibu pasien mengerti dan
bersedia mengubah perilaku yang dapat
meningkatkan faktor resiko timbulnya penyakit
tersebut.

SARAN

Bagi keluarga binaan yaitu :


Agar dilakukan pemantauan dan
pembinaan yang berkesinambungan
terhadap pasien baik pada penyakitnya
maupun masalah-masalah dalam
keluarganya
Meningkatkan peran dari seluruh
anggota keluarga dalam
penatalaksanaan dan dukungan
terhadap pasien, terutama peran dari
suami
yang ikut serta bertanggung
Bagi
Puskesmas
jawabSistem
dalampenatalaksanaan
menjaga kondisi
pasien
pasien
secara
yang masih
anak-anak
agar
selalu
sehat
paripurna dengan pendekatan kedokteran
keluarga.
Tersedianya sarana yang memadai untuk
pengelolaan pasien dengan pendekatan
kedokteran keluarga
Sistem pemberian informasi yang jelas dan
komprehensif yang ditujukan pada pasien dan
keluarganya.

THANKYOU