Anda di halaman 1dari 3

N

Permasalahan
yang didapat

Teori

1.

Pasien datang ke IGD RSU HKBP Balige

Pneumothorax adalah suatu kondisi dimana


terdapat gas dirongga pleura. Hal ini dapat
terjadi dibeberapa kondisi yaitu terbentuknya
hubungan antara rongga alveolar dengan
pleura, terbentuknya hubungan langsung
maupun tidak langsung antara rongga pleura
dengan udara diluar paru atau akibat dari
aktivitas mikroorganisme dirongga pleura
misalnya dijumpai pada pasien yang
mengalami TB paru.
Pada kasus pneumothorax yang terjadi sering
berujung pada kondisi tertumpuknya cairan
(efusi pleura) sekaligus udara didalam paruparu yang disebut sebagai
hydropneumothroax.
Sesak napas pada efusi pleura berhubungan
dengan posisi duduk dan tidur. Pada saat
posisi duduk cairan akan berpidah sesuai
gravitasi. Pada saat posisi tidur, pasien
dengan efusi pleura akan lebih nyaman tidur
ke arah yang sakit karena memang paru yang
sakit telah kolaps.

tanggal 14 September 2016 dengan keluhan


sesak napas. Hal ini dialami pasien sejak 1
minggu sebelum masuk rumah sakit. Sesak
napas dirasakan saat beraktifitas ataupun
istirahat. Sesak napas berkurang ketika posisi
duduk atau saat berbaring ke sebelah kiri.
Sesak napas tidak berhubungan dengan cuaca.
Pasien juga merasakan nyeri dada, seperti
tertimpa beban berat, tidak menjalar. Batuk
berulang (+) sejak >2 minggu, dahak (+),
warna putih, darah (-). Keringat malam (+),
penurunan BB (+), dan nafsu makan menurun.
Nyeri ulu hati (+), perut kembung (+), mual
(+), muntah (+) setiap kali makan, BAK (+) N,
BAB (+) N. RPK (-), RPT: TB Paru. RPO:
OAT.

2.

Dari pemeriksaan dijumpai:


THORAKS
Inspeksi :
Bentuk thoraks asimetris (kanan > kiri)
Palpasi :
SF : ki<ka (kesan melemah pada paru kiri)
Perkusi:
Hipersonor pada lapangan paru kiri atas
sampai tengah. Beda pada lapangan paru
bawah.
Auskultasi:
SP: Vesikuler melemah.
ST: Wheezing pada lapangan paru kiri atas.
ABDOMEN
Inspeksi :
Simetris, dbn.
Palpasi :
Nyeri tekan epigastrium (+)
Perkusi :
Hipertimpani
Auskultasi:
Peristaltik 5x/I, dbn
RADIOLOGI
FOTO THORAKS
Efusi minimal pada paru kiri
Jantung terdorong ke kanan
Hiperlusen pada lapangan bawah paru
kanan

Dari pemeriksaan ditemukan


THORAKS
Inspeksi
Bentuk thoraks asimetris (kanan>kiri)
Palpasi
Stem fremitus melemah/ menghilang
Perkusi
Suara bedah pada daerah efusi, beda
pada daerah pneumothoraks.
Auskultasi
suara pernapasan melamah/ manghilang
suara tambahan tidak ada
RADIOLOGI
FOTO THORAKS
Pada pneumothorax akan terlihat tepi dari
pleura viseral yang terlihat tipis dan
berwarna putih, tidak adanya tanda-tanda
radiolucent dan tidak tampaknya pembuluh
darah atau cabang bronkus pada peripheral.
Beberapa sumber mengatakan bahwa hanya
akan bergeser apabila terbentuk tension
pneumothorax

Penatalaksanaan yang diberikan


pada pasien ini adalah
O2 2-4 L/i
IVFD NaCl 0,9% 10 gtt/I
Inj ceftriaxone 1 gr/ 12 jam
Inj ranitidine 1 amp/ 12 jam
Codein 3 x 10 mg
Alprazolam 2 x 0,5 mg
OAT 450/300/1000/1000
WSD: cairan keruh, buble (+)

Penatalaksanaan yang dilakukan pada


Piopneumothoraks + TB paru relaps
adalah:
Pada piopneumothoraks dipasang WSD
dan diberi antibiotik serta analgetik.
Pada TB paru kasus kambuh minimal
menggunakan 4
macam OAT pada fase intensif selama 3
bulan (bila ada hasil uji resistensi dapat
diberikan obat sesuai hasil uji resistensi).
Lama pengobatan fase lanjutan 6 bulan
atau lebih lama dari pengobatan
sebelumnya, sehingga paduan obat yang
diberikan : 3 RHZE / 6 RH Bila tidak ada /
tidak dilakukan uji resistensi, mak
alternatif diberikan paduan obat : 2
RHZES/1 RHZE/5 R3H3E3 (Program
P2TB)
WSD: cairan keruh, buble (+). Adanya
cairan keruh karena adanya infeksi dalam
paru dan adanya buble dikarenakan
terdapat hubungan paru dengan dunia luar.