Anda di halaman 1dari 22

ETIKA PENELITI (Lembaga

Ilmu Pengetahuan
Indonesia, 2007)

Kode Etika dalam


Penelitian
1.

Peneliti membaktikan diri


pada pencarian kebenaran ilmiah
untuk memajukan ilmu
pengetahuan, menemukan
teknologi, dan menghasilkan
inovasi bagi peningkatan
peradaban dan kesejahteraan
manusia.

Dalam

pencarian kebenaran ilmiah peneliti menjunjung


sikap ilmiah:
1) kritis, yaitu pencarian kebenaran yang terbuka untuk diuji;
2) logis, yaitu memiliki landasan berpikir yang masuk akal dan
betul, dan
3) empiris, yaitu memiliki bukti nyata dan absah.

Tantangan

dalam pencarian kebenaran ilmiah adalah:

1) kejujuran untuk terbuka diuji kehandalan karya penelitiannya


yang mungkin membawa kemajuan ilmu pengetahuan,
menemukan teknologi dan menghasilkan inovasi, dan
2) keterbukaan memberi semua informasi kepada orang lain
untuk memberi penilaian terhadap sumbangan dan/atau
penemuan ilmiah tanpa membatasi pada informasi yang
membawa ke penilaian dalam satu arah tertentu.

Dalam

menghasilkan sumbangan dan/atau penemuan


ilmiah yang bermanfaat bagi peningkatan
kesejahteraan manusia dan peradaban, peneliti harus
teguh hati untuk:
1) bebas dari persaingan kepentingan bagi keuntungan pribadi
agar hasil pencarian kebenaran dapat bermanfaat bagi
kepentingan umum;
2) menolak penelitian yang berpotensi tidak bermanfaat dan
merusak peradaban , seperti penelitian bersifat fiktif,
membahayakan kesehatan masyarakat, berisiko
penghancuran sumber daya bangsa, merusak keamanan
negara dan mengancam kepentingan bangsa; dan
3) arif tanpa mengorbankan integritas ilmiah dalam
berhadapan dengan kepekaan komunitas agama, budaya,
ekonomi, dan politik dalam melaksanakan kegiatan penelitian.

Kode Etika dalam


Penelitian

2. Peneliti melakukan
kegiatannya dalam cakupan dan
batasan yang diperkenankan oleh
hukum yang berlaku, bertindak
dengan mendahulukan
kepentingan dan keselamatan
semua pihak yang terkait dengan
penelitiannya, berlandaskan
tujuan mulia berupa penegakan
hak-hak asasi manusia dengan
kebebasan-kebebasan
mendasarnya.

Muatan

nilai dalam suatu penelitian dapat


dikembangkan pada tindakan yang mengikuti
aturan keemasan atau asas timbal-balik,
yaitu berlakulah kepada orang lain hanya
sepanjang Anda setuju diperlakukan serupa
dalam situasi yang sama.
Aturannya adalah:
1) peneliti bertanggung jawab untuk tidak
menyimpang dari metodologi penelitian yang ada,
dan
2) pelaksanaan penelitian mengikuti metode
ilmiah yang kurang lebih baku, dengan semua
perangkat pembenaran metode dan pembuktian
hasil yang diperoleh.

Dalam

mencapai tujuan mulia dengan segala kebebasan


yang mendasarnya, peneliti perlu:
1) menyusun pikiran dan konsep penelitian yang dikomunikasikan
sejak tahapan dini ke masyarakat luas, dalam bentuk diskusi
terbuka atau debat publik untuk mencari umpan balik atau
masukan;
2) memilih, merancang, dan menggunakan bahan dan alat secara
optimum, dalam arti penelitian dilakukan karena penelitian itu
merupakan langkah efektif untuk mencari jawab dari tantangan
yang dihadapi; tidak dilakukan bila tidak diperlukan, dan tidak
ditempuh sekadar untuk mencari informasi;
3) melakukan pendekatan, metode, teknik, dan prosedur yang
dan tepat sasaran; dan
4) menolak pelaksanaan penelitian yang terlibat pada perbuatan
tercela yang merendahkan martabat peneliti.

PRINSIP DASAR ETIKA


PENELITIAN

Menghormati orang lain (Respect for


person)
Peneliti harus mempertimbangkan secara
mendalam terhadap kemungkinan bahaya
dan penyalahgunaan penelitian
Terhadap subjek penelitian yang rentan
terhadap bahaya penelitian, perlu
perlindungan
Izin yang diperoleh dari subjek telah
diberitahu ttg : sifat penelitian, tujuan,
kerugian, keuntungan penelitian.
Izin diperoleh dari subjek langsung atau
walinya.

Manfaat (Benificience)
Keharusan

secara etik untuk mengusahakan


manfaat sebesar-besarnya dan memperkecil
kerugian atau risiko bagi subjek dan
memperkecil kesalahan penelitian.
Memperhatikan desain penelitian yang tepat
dan akurat
Subjek sifatnya sukarela yang harus
dihormati
Subjek terjaga keselamatan dan
kesehatannya
Imbalan tidak untuk merangsang partisipasi

Tidak membahayakan orang


lain (non-maleficience)
Mengurangi

bahaya terhadap

subjek
Melindungi subjek
Bila ada tanda-tanda bahaya,
penelitian harus dihentikan.
Kompensasi harus ada bila terjadi
kecelakaan

Keadilan (Justice)
Subjek

diperlakukan dengan baik


Ada keseimbangan manfaat dan resiko.
Resiko yang mungkin muncul mencakup:
FISIK
Manfaat penelitian dirasakan oleh subjek dan
masyarakat
Keuntungan secara fisik yang menjanjikan, misalnya
pengobatan gratis, pemberian susu, dll
PSIKOLOGIS
Kemungkinan timbulnya rasa malu, cemas pada subjek
ketika wawancara berlangsung (misalnya ketika
ditanyakan masalah hubungan intim pada penderita HIV)

SOSIAL
Apabila data subjek tidak
mendapat jaminan kerahasiaan,
maka subjek dapat mengalami :
Kehilangan pekerjaan
Isolasi dari masyarakat
Berselisih dengan suami / mertua
Dituntut melanggar hukum
(misalnya penelitian ttg alasan
abortus)

CARA MENILAI MANFAAT DAN


KERUGIAN
Hal ini sulit dilakukan, berbagai faktor
mempengaruhi keputusan ini. Sebagai dasar
untuk pengambilan keputusan ini ada beberapa
patokan yaitu :
Apakah riset ini memang dibutuhkan?
Seberapa penting (necessary) penelitian ini
dilakukan untuk masa depan?
Apakah riset didasari oleh alasan yang kuat?
(justifikasi) jika dilihat dari hasil riset
Apakah desain penelitian yang digunakan
untuk riset ini tepat?
Apakah riset dapat dilaksanakan ? dilihat dari
data dan sarana yang tersedia

UPAYA MENGECILKAN RISIKO


PENELITIAN
Desain

penelitian harus sesuai dengan


tujuan penelitian
Adanya kriteria inklusi dan eksklusi yang
lengkap sesuai dengan tujuan penelitian
Adanya kriteria untuk melakukan identifikasi
dalam upaya mengantisipasi situasi serta
cara untuk menanggulangi bahaya terhadap
subjek
Peneliti harus bebas dari keuntungan pribadi
Adanya sarana dan tenaga yang memadai
yang dapat menganggulangi akibat buruk
setelah penelitian selesai

YANG TERMASUK DALAM PESERTA


RISET RENTAN / BERESIKO
Adalah

: peserta riset yang mungkin


dirugikan secara fisik, emosional, spiritual,
ekonomi, sosial atau legal melalui
partisipasinya.
Individu yang terbatas kapasitasnya untuk
terlibat secara bebas dengan pemahaman
penuh akan konsekuensi yng mungkin
terjadi.
Individu yang terpaksa dalam berpartisipasi
karena ada rasa takut / sungkan
Individu yang kurang mampu membuat
keputusan yang jelas dan bebas

Kelompok
Rentan
Tahanan
Anak anak
Lansia
Pasien gangguan
jiwa
Anggota
Angakatan
Bersenjata
Mahasiswa

Alasan ikut sebagai subjek


penelitian
Takut akan hukuman dari sipir
penjara
Kesulitan memahami, belum
mengerti akibat dari penelitian
Takut akan hukuman dari
caregiver
Kesulitan memahami
Takut pada atasan

Takut pada penilaian dosen

PEMBERI PERSETUJUAN
Pasien

sendiri (usia 18 th atau lebih atau telah


menikah )
Pasien dewasa +gangguan mental diwakilkan
pada orangtua /saudara kandung/wali yang
sah
Pasien anak-anak diwakilkan orangtua kandung
/wali
Pasien gawat darurat diwakilkan keluarganya
,jika untuk kepentingan keselamatan pasien
bisa tanpa persetujuan pasien/klg.

SURAT USULAN DARI INSTITUSI


REKOMENDASI DARI PAN. ILMIAH SUATU LMBG.
PROTOKOL PENELITIAN,
DAFTAR TIM PENELITI,
CURRICULUM VITAE PENELITI UTAMA ATAU
KETUA PELAKSANA,
ETHICAL CLEARANCE DARI INSTITUSI LAIN (BILA
ADA).
PENJELASAN UNTUK PERSETUJUAN SUBYEK
KUESIONER / PEDOMAN WAWANCARA (BILA ADA)

19

FORM CHECK LIST


KELENGKAPAN BERKAS PENGAJUAN ETHICAL CLEARENCE
KOMISI ETIK PENELITIAN KESEHATAN BADAN LITBANGKES
No. urut
Hari/Tanggal
Institusi
Nama Peneliti
Judul Penelitian

:
:
:
:
:

No

Persyaratan

Surat permohonan dari institusi

Protokol Penelitian

3
4

Penjelasan terperinci tentang tata cara pengambilan sampel


(darah/urine/spesimen lainnya) dan tujuannya, serta manfaat bagi
responden
Daftar Tim Peneliti beserta keahliannya

CV peneliti utama

Rekomendasi dari scientific board / PPI

Informed Consent (fomulir persetujuan)

8
9

Naskah penjelasan untuk mendapatkan persetujuan dari subyek


penelitian
Ethical Clearence dari institusi lain (bila ada)

10

Kuesioner/ Pedoman Wawancara (bila ada)

Catt : Seluruh berkas dibuat rangkap 3 (tiga).

20

USULAN E.C

SEKRETARIAT

PPI
LIT. HUMAN SUBJECT

LENGKAP
Ka. K.E

PROSES
ETHICAL REVIEW
DITOLAK

OK

CEK KELENGKAPAN
BERKAS
TDK LENGKAP
PENELITI
PERBAIKAN/
KEKRGAN
K.E

E.C DITERBITKAN
21

22