Anda di halaman 1dari 38

MENUJU KOTA LAYAK HUNI

DAN BERKELANJUTAN

Benny Supriyadi - Team Leader OSP 10 ACEH

1
Disampaikan dalam acara : Sosialisasi KOTAKU
Banda Aceh, 26 Meil 2016

Program KOTAKU

Konsep Penanganan Kumuh


NATIONAL SLUM UPGRADING PROGRAM /
PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU)
2016-2019

Optimalisasi Aset Untuk


Percepatan Program KOTAKU Aceh
ASSET KELEMBAGAAN
2016 - 2019 LINGKUP PROGRAM & TARGET NSU
MASYARAKAT
ASET P2KP &
- 426
BKM tkt
Kelurahan
PNPM
PERKOTAAN
- 1.234 Kelompok Swadaya
Masyarakat (KSM)

ASSET PERENCANAAN
MASYARAKAT
- 426 PJM Nangkis responsif
Gender
- 426 Profil Permukiman
- 32 RPLP/RTPLP

2016-2019
TARGET 1: Dukungan Penanganan Kumuh
tahun 2016-2019
- Dilaksanakan di seluruh kawasan kumuh (426
kel/ds);
- Perencanaan Partisipatif berorientasi Penanganan
Kumuh
- Partisipasi dan keswadayaan masyarakat dalam
kegiatan penanganan kumuh di wilayahnya

ASSET SDM DI MASYARAKAT


- 8.005 Relawan Masyarakat yg
terlatih
- 4.682 Anggota BKM/LKM yg
terlatih
- 46.000 Anggota KSM yg
terorganisir

TARGET 2: Gerakan 100-0-100 di Perkotaan


Tahun 2016-2019
- Dilaksanakan di seluruh kelurahan dan atau
kawasan/ kecamatan perkotaan (426 kel/ds);
- Perencanaan Partisipatif Gerakan 100-0-100 di
Perkotaan;
- Partisipasi dan keswadayaan masyarakat dalam
kegiatan optimalisasi gerakan 100-0-100 di
wilayahnya

ASSET PENDAMPING:
252 Fasilitator Pendamping
Masyarakat
68 Pendamping Pemda
(Koordinator Kota & Assisten
Korkot)

TARGET 3: Peningkatan Peran Pemda dalam


membangun Kolaborasi Optimalisasi Gerakan
100-0-100 Tahun 2016-2019
- Kolaborasi masyarakat dan Pemda serta
stakeholder Kota dalam percepatan penanganan
kumuh di perkotaan

Program Kota Tanpa Kumuh


(KOTAKU)

Program Kota Tanpa Kumuh merupakan upaya strategis


Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman, Ditjen
Cipta Karya, dalam rangka meningkatkan peran
masyarakat dan memperkuat peran Pemerintah
Daerah dalam percepatan penanganan kawasan kumuh
dan mendukung gerakan 100-0-100 di perkotaan pada
tahun 2016-2019.

KOTAKU menggunakan sinergi platform kolaborasi antara


Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan lainnya di
Kabupaten/Kota
serta
Pembangunan
Infrastruktur
Berbasis Masyarakat untuk mempercepat penanganan
kumuh perkotaan dan gerakan 100-0-100 dalam rangka
mewujudkan permukiman yang layak huni, produktif dan
berkelanjutan.

TUJUAN PROGRAM
Meningkatkan akses masyarakat terhadap infrastruktur
dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk
mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang
layak huni, produktif dan berkelanjutan.
Tujuan tersebut dicapai melalui Tujuan Antara sebagai berikut:
1. Menurunnya luas kawasan permukiman kumuh menjadi 0 Ha;
2. Terbentuknya Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan
Permukiman (Pokja PKP) di kota/kab. dalam penanganan kumuh
yang berfungsi dengan baik;
3. Tersusunnya rencana penanganan kumuh tingkat kota/kab dan
masyarakat
yang
terlembagakan
melalui
Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD);
4. Meningkatnya penghasilan Masyarakat Berpenghasilan Rendah
(MBR) melalui penyediaan infrastruktur dan
kegiatan
peningkatan penghidupan masyarakat yang mendukung
pencegahan dan peningkatan kualitas kawasan permukiman
kumuh.
5. Terlaksananya aturan bersama sebagai upaya perubahan

INDIKATOR OUT COME

1. Meningkatnya
akses
masyarakat
terhadap
infrastruktur dan pelayanan perkotaan pada kawasan
kumuh sesuai dengan kriteria kumuh yang ditetapkan.
2. Menurunnya luasan kawasan kumuh karena akses
infrastruktur dan pelayanan perkotaan yang lebih baik;
3. Terbentuk dan berfungsinya kelembagaan yaitu Pokja
PKP di tingkat kota/kabupaten.
4. Penerima manfaat puas dengan kualitas infrastruktur
dan pelayanan perkotaan di kawasan kumuh.

LOKASI KERJA KOTAKU OSP 10

Wilayah
No

Kota_Kab

1 Kota Sabang
2

Kota Banda
Aceh
Kab. Aceh
Besar
Kab. Pidie
Kota
Lhokseumawe
Kab. Aceh
Tamiang
Kota Langsa
Kab. Aceh
Selatan
Kab. Aceh
Barat
Kab. Aceh

Kec. Kel.

Keterangan
Supervisor dan Intervensi Program

18

Askot
Mandiri

P2KP-3 2006,

89

Korkot

P2KP-3 2006, 1 kel mulai 2009

12

15

Askot
Mandiri
Korkot

68

Korkot

66

15

20

18

PNPM 2008,
Mulai 2008,
P2KP-3 2006,

Askot
Mandiri
Korkot
Askot
Mandiri

P2KP-3 2006,

Korkot

P2KP-3 2006,

Askot

Mulai 2008,

Mulai 2008,

Mulai 2008,

STRUKTUR ORGANISASI PELAKU

Prinsip Dasar Program


KOTAKU
Pemda Sebagai Nahkkoda
Perencanaan Yang Komprehensif
Sinkronisasi Perencanaan & Penganggaran

Prinsip
Dasar

Partisipatif, Kreatif dan Inovatif


Tatakelola Program Yang Baik
Investasi Penanganan Kumuh

Revitalisasi Peran BKM/LKM

Pendekatan Program
KOTAKU

1. Kolaborasi Sinergis, terutama membangun kerjasama


dan kolaborasi antara masyarakat dengan pemda dan
swasta (CSR), termasuk penguatan City Changer dan
Pokja Permukiman Kota.
2. Pembangunan Infrastruktur berbasis Masyarakat,
dalam rangka Perubahan sikap dan perilaku
masyarakat dan Revitalisasi Peran BKM yang
mendukung
partisipasi
aktif
masyarakat
dalam
percepatan penanganan kumuh di wilayahnya;
3. Tridaya,
kegiatan
penanganan
kumuh
maupun
pencegahan meluasnya kumuh di perkotaan dilakukan
secara komprehensif, melalui sinergi penanganan
fisik/infrastruktur, pengembangan ekonomi lokal (Local
Economic Development) dan penanganan sosial (aturan
bersama, perubahan sikap & perilaku, PHBS, dll);

Komponen Program

Lingkup Program
2016

LOKASI
PENANGAN
AN KUMUH/
PENINGKAT
AN
KUALITAS

2017-2019
PROGRAM PENANGANAN
KUMUH
Pelaksanaan
Kegiatan ND/PLPBK

Pemetaan
Swadaya
utk Profil
Kumuh &
Perencana
an
Partisipati
f
Penangan
an kumuh

untuk Investasi Infrastruktur


Penanganan Kumuh di ? Kel/Desa
Investasi Infrastruktur
Penanganan Kumuh di (..?/12)
Kota/Kab
Kegiatan Pengelolaan untuk
mencegah menjadi kumuh kembali

PROGRAM PENCEGAHAN KUMUH

LOKASI
PENCEGAHA
N KUMUH

Pemetaan
Swadaya
&
Perencana
an
Partisipatif

Pelaksanaan Kegiatan Kolaborasi


Kota
di (..? / 12) Kota/Kab
Pengembangan Kapasitas
Sustainable Livelihood di 426
Kel/Desa

Sinergi Program Penanganan


Kumuh

PENDATAAN PROFIL KUMUH

NSUP/KOTAKU
Pemda & Konsultan
Pemda & Dit. PKP

Pendataan Partisipatif oleh Masyarakat


Survey dan Finalisasi Data Kumuh hasil Masy. Oleh Konsultan & Pemda

SK Walikota/Bupati ttg Profil Kumuh

PERENCANAAN
NSUP/KOTAKU
Kon.RKP & Pemda
Pemda & Dit. PKP

Perencanaan Partisipatif oleh Masyarakat


Perencanaan Kota (RP2KP-KP/SIAP), oleh konsultan RP2KP-KP &
Pemda
SK Walikota/Bupati ttg Perencanaan RP2KP-KP/SIAP

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR
NSUP/KOTAKU

Sosialisasi, Penyadaran, Penyiapan Masy. & Kelembagaan

Kontraktor & Pemda

Pekerjaan Fisik/Konstruksi

Masyarakat & Pemda

Monitoring dan Pengendalian

Kontraktor & Masy


Kotaku+Pemda+Masy

Serah terima hasil pekerjaan/asset


Pemanfaatan dan Pemeliharaan

PENCEGAHAN & PENGELOLAAN KUMUH


NSUP/KOTAKU
Kotaku+Pemda+Masy

Penyediaan Infrastruktur 100-0-100 berbasis masyarakat


Meningkatkan kualitas kehidupan Masyarakat (ekonomi, sosial, dll)
untuk mandiri memenuhi akses 100-0-100

Peran dan Dukungan Pemda


1. Penerbitan berbagai peraturan daerah
dan Surat Keputusan Walikota/ Bupati yang
terkait dengan peningkatan kualitas
permukiman, seperti Perda Tata Ruang,
Perda BG, SK Kumuh, Pokja PKP,
Memorandum Program, dll
3. Memfasilitasi upaya revitalisasi peran BKM
untuk mendukung percepatan peningkatan
kualitas permukiman di wilayahnya
5. Penyusunan SIAP/RP2KP-KP, Master Plan,
dan DED tepat waktu sesuai ketentuan,
dengan basis Tata Ruang, kebijakan
pembangunan kota dan perencanaan
permukiman yang disusun masyarakat;
7. Melakukan pengendalian dan pengawasan
intensif agar kinerja program Kotaku dapat
tercapai secara maksimal;

2. Mendukung penguatan peran dan fungsi


Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan
Permukiman (Pokja PKP) serta Pokja
Pengadaan;
4. Penyediaan profil permukiman kumuh
yang dilengkapi dengan peta dasar digital
berskala dan drone untuk keakuratan data
Kumuh, dengan basis baseline profil wilayah
yg disusun masyarakat;
6. Mendukung kontribusi kemitraan program
dan pendanaan sesuai ketentuan Program
Kotaku;
8. Pengaturan pemanfaatan dan fasilitasi
pemeliharaan infrastruktur yang sudah
dibangun;

9. Serta bentuk peran, dukungan dan kontribusi lain yang ditetapkan dalam
Pedoman dan petunjuk teknis Program KOTAKU

Direktorat Jenderal Cipta Karya


Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat

Kebijakan Revitalisasi Peran


BKM untuk Mendukung
Percepatan Penanganan
Kumuh 2016-2019

LATAR BELAKANG DAN DASAR


HUKUM
UU No.1 Tahun
Amanat UUD45 Pasal 28H
Ayat 1 :
Setiap orang berhak untuk
hidup sejahtera lahir dan
batin, bertempat tinggal, dan
mendapatkan lingkungan
hidup yang baik dan sehat,
serta berhak memperoleh
pelayanan kesehatan

Membang
un Sistem

2011 :
Penanganan
permukiman
kumuh wajib
dilakukan oleh
Pemerintah,
Pemerintah
Daerah dan atau
setiap orang

Fasilitasi
Pemda

RPJMN 20152019 :
tercapainya
pengentasan
permukiman
kumuh
perkotaan
menjadi 0
persen

Fasilitasi
Komunitas
(berbasis
Masyarakat)

TUSI Dit.PKP : Permen PUPR No 15 Tahun


2015

Strategi Pelaksanaan
Kebijakan
Implementasi Percepatan
Penanganan Kumuh Perkotaan
2016-2019

Revitalisasi
BKM
Peningkata
n Peran
Pemda sbg
Nakhoda

REVITALISASI BKM
1. Tersebar di 426 kel ; 32 Kec dan 12 kab/kota
2. Berpengalaman dalam menjalankan
pembangunan dalam program penanggulangan
kemiskinan melalui pendekatan SosialEkonomi-Lingkungan (SEL)
Program Nangkis Penanganan Kawasan Permukiman
Kumuh/KOTAKU

MENDUKUNG
PERCEPATAN
PENGURANGAN
KAWASAN PERMUKIMAN
KUMUH PERKOTAAN
MENJADI 0 %

Badan
Keswadayaan
Masyarakat

3. Berpengalaman dalam melakukan


Peningkatan Kapasitas :
kemitraan dengan stakeholder
Kegiatan
Output
4. Telah memiliki data baseline 7 indikator
Penyusunan Dok. Perencanaan
Modul
kumuh
Pelaksanaan Kegiatan
perencanaan,
Penanganan Kawasan
pelaksanaan
Permukiman
Kumuh
Memperluas Jejaring Kemitraan dan kolaborasi

REVITALISASI PERAN BKM

BKM orientasi pada


Penanggulangan
Kemiskinan
BKM hanya mengelola
dana BLM (open menu)
Menyusun PJM Pronangkis
Melaksanakan kegiatan
infrastruktur, sosial dan
ekonomi (dana bergulir)

KOTAKU

INTERVENS
I

Kondisi Awal BKM

Untuk perubahan peran BKM perlu dukungan :


1. Kemampuan
Revitalisasi BKM
:
Kemampuan Hardskills :
softskills
:
-Pelatihan perencanaan
-Pembelajaran
spasial
pengetahuan
- Pembangunan integritas - Pelatihan perencanan
teknis
- Komunikasi, Relasi &
- Pelatihan IT Baseline
negosiasi
kumuh
2. SE
Dirjen CK&tentang
peran BKM
- Berkreasi
inovasi perubahan
18 peningkatan kualitas permukiman kumuh
3. Pilot

Kondisi yang
diinginkan

BKM orientasi pada


Penanganan kumuh
Menyusun Rencana
Penataan Lingkungan
Permukiman (RPLP)
Membangun infrastruktur
permukiman yang berskala
lingkungan
Menjaga kualitas
lingkungan permukiman
yang didukung oleh
perubahan prilaku
masyarakat

Sebaran Lokasi Kumuh

PERAN STRATEGIS BKM DALAM


PENANGANAN KUMUH
Percepatan
Penangan
Kumuh

0%
35.29
***
1 Ha***
38.43
**
1 Ha**

Apabila
ditangani
melalui BKM,
akan
memberikan
kontribusi
66,5%

2019

2015

2014
57.
800
Ha**
2009

Baseline
Kumuh

Luas kumuh di 32
Kec 11 Kab yang
memiliki BKM

1,324,3 Ha

Luas kumuh yang belum


memiliki BKM sebesar 4,218
Ha
Dilaksanakan melalui Satker
Provinsi & Satker Strategis

Peran Pemda dalam KOTAKU


Sebagai
Regulator
yang
mengakomodasi
berbagai
aspirasi
pelaku
pembangunan
permukiman
Memfasilitasi masyarakat untuk berperan aktif
dalam penanganan permukiman kumuh skala
lingkungan
Membangun kolaborasi antar pelaku, program
dan pendanaan
Membangun
atau
menguatkan
peran
Kelompok
Kerja
Perumahan
dan
Kawasan
Mensinergikan
perencanaan
penanganan
Permukiman (Pokja PKP)
permukiman kumuh skala lingkungan dengan
skala kota/kawasan
Revitalisasi
peran
BKM/LKM
dari
orientasi
penangulangan kemiskinan menuju orientasi
penanganan permukiman kumuh

Teurimong
Geunaseh

OVERSIGHT SERVICE PROVIDER (OSP) 10


Jl. T Iskandar No 46, Lamteh, Ulee Kareng, Banda Aceh
23118
Telp/Fax. 0651 35944, 6

Email : osp10.aceh @gmail.com

www.p2kp.org - www.ospaceh.com

Perencanaan dan Pemrograman


Pembangunan Permukiman untuk
Perkotaan Berkelanjutan
Direktur Permukiman dan
Perumahan, Kementerian
PPN/Bappenas
Jakarta, 27 April 2016

Kebutuhan Dasar
Dalam Amanat Konstitusi Uud
1945

PENDIDIKAN

KESEHATAN

AMANAH KONSTITUSI
Pasal 31 Ayat 1
Setiap warga negara
berhak mendapat
pendidikan

REALITA
Memperoleh sekurangkurangnya 20% APBN
dan APBD untuk
penyelenggaraan
pendidikan

Pasal 28 H Ayat 1
Setiap orang berhak hidup
sejahtera lahir dan batin ,
bertempat tinggal, dan
mendapatkan lingkungan
hidup yang baik dan sehat,
dan pelayanan kesehatan
Pasal 34 Ayat 3
Negara bertanggungjawab
atas penyediaan fasilitas
pelayanan kesehatan....

Diupayakan
memperoleh
alokasi sebesar 5%
dari total APBN
2016 atau kurang

PERUMAHAN
DAN PERMUKIMAN
Pasal 28 H Ayat 1
Setiap orang
berhak hidup
sejahtera lahir dan
batin, bertempat
tinggal, dan
mendapatkan
lingkungan hidup
yang baik dan
sehat .....

Perumahan
hanya
mendapatkan
kurang dari 1% 24

Menuju Pencapaian Target


Sustainable Development Goals
(SDGs)
200
5

201
5

202
0

202
5

203
0

SDGs

Perumahan dan
pelayanan dasar layak,
RPJMN
aman, dan terjangkau
KOTA TANPA KUMUH
untuk semua, termausuk
2015-2019
2025
peningkatan kualitas
100 Akses Air MinumPenyelenggaraan
permukiman kumuh.
pembangunan perumahan
%
0% Kumuh Perkotaan
Manajemen
yang berkelanjutan,
perencanaan
memadai, layak, dan
Akses
100
terjangkau oleh daya beli
permukiman yang
Sanitasi
masyarakat serta
%
inklusif, terintegrasi, dan
didukung oleh prasarana
berkelanjutan dengan
dan sarana permukiman
mengedepankan partsipasi
yang mencukupi dan
masyarakat;
berkualitas yang dikelola
secara profesional,
Akses universal dan
kredibel, mandiri, dan
pemerataan terhadap air
efisien;
minum yang terjangkau.
Akses universal dan

RPJPN
2005-2025

Jalan Menuju 100-0-100 (2019)

Target yang Perlu ditangani

70,97%
62,14%
38.431 Ha

AKSES AIR MINUM LAYAK

AKSES SANITASI LAYAK

menuju
100-0-100 (2019)
Air Minum:
95,6 Juta
Jiwa
Sanitasi:
117 Juta Jiwa

KUMUH PERKOTAAN

Kumuh:
38.431 Ha

3,4 Juta

RUMAH TANGGA TINGGAL DI


RUMAH TIDAK LAYAK HUNI
(RTLH)

Sumber Data: BPS 2014, MDGs 2015, dan


berbagai publikasi

RTLH:
3,4 Juta Jiwa

Potret Kekumuhan

Jakarta
Sumber:
http://www.antaranews.com/berita/394765/kementerianpu-tangani-171-kawasan-kumuh-2013

Banjarmasin
Sumber:https://hasanzainuddin.wordpress.com/2012/09/
07/banjarbakula-solusi-atasi-keruwetan-kota-

Permukiman kumuh
merupakan gejala dari:
a. Ketimpangan desa dan
kota, mengakibatkan
terjadinya urbanisasi dari
Unskilled Labor
b. Kurangnya akses MBR
terhadap
ruang/lahan/rumah yang
layak & terjangkau
(sewa/milik)
c. Ketidakmampuan
penyediaan infrastruktur
dasar
d. Ketidakpahaman/ketidakpat
uhan pada standar
e. Lemahnya Perilaku Hidup
Bersih & Sehat
f. Lemahnya penegakan
Kekumuhan
adalah
hukum
akumulasi
faktorg. Pembiaran
dalam
jangka
waktu lama
faktor
di atas, bukan

hanya persoalan fisik

Aceh

Sumber:http://rri.co.id/post/berita/225092/daerah/t
ahun_2019_provinsi_aceh_ditargetkan_bebas_da
ri_kawasan_kumuh.html

Palembang
Sumber:http://p2kpsumsel.blogspot.co.id/2015/10/kelurahan-kemang-

Contoh Penataan Pekumuhan

Kelurahan Sukun,
kota Malang

Karangwaru,
Kota Yogyakarta

Kampung Deret,
Kelurahan
Jakarta
Lapulu, Kendari
Intervensi Fisik Perbaikan visual yang langsung
terlihat hasilnya
Intervensi Non-Fisik Keberlanjutan kondisi bebas
kumuh

Program KOTAKU
Memberdayakan partisipasi multistakeholder dalam penyediaan rumah
layak dan terjangkau bagi masyarakat
berpenghasilan rendah

LESSON
LEARNED
Kunci
Keberhasilan
Penanganan
Kumuh
(UN-HABITAT)

Mengatasi kondisi eksisting seperti


penanganan permukiman kumuh eksisting
dan penguatan perencanaan yang dapat
merespon kebutuhan pembangunan

Mencegah permukiman kumuh dengan


memperkuat integrasi pembangunan
spasial dan sosial-ekonomi

Mengidentifikasi dan menangani persoalan


lahan yang menjadi penghambat dalam
penyediaan rumah layak dan terjangkau
bagi masyarakat di perkotaan
Menguatkan institusi terkait penanganan
permukiman kumuh untuk menjamin
keberlanjutan penanganan

4
5

Tantangan Pengentasan Kumuh


1

Komitmen politik jangka panjang terhadap penanganan kumuh

Reformasi kebijakan terhadap lahan dan pembangunan


perumahan yang pro-poor

Integrasi housing markets, housing production, dan land supply

Penguatan Kemitraan dengan berbagai stakeholders

5
6

Penguatan kapasitas stakeholders dalam perencanaan,


implementasi dan manajemen
Penguatan mekanisme koordinasi, perencanaan, dan
manajemen.

Penyediaan dan pembiayaan layanan dasar secara bertahap


namun berkelanjutan

Penguatan mekanisme tabungan perumahan dan tabungan


komunitas untuk perumahan

Prinsip Dasar Pengentasan Permukiman


Kumuh
Pemerintah Daerah sebagai Nakhoda

Pemda bertanggung jawab dalam perencanaan dan pelaksanaan


program penanganan permukiman kumuh
Pemerintah Pusat berperan sebagai pendamping Daerah dan
menciptakan
kondisi yang kondusif Terintegrasi dengan Sistem Kota
Partisipasi
Masyarakat

Pelibatan masyarakat melalui


proses partisipatif mulai dari
perencanaan, pelaksanaan, hingga
proses pengawasan
Kolaborasi dan Komprehensif
Menyelesaikan berbagai persoalan
kumuh dari berbagai sektor, baik
fisik maupun non-fisik melalui
kolaborasi antar para pemangku
kepentingan dalam perencanaan
yang terpadu. (Tidak bisa
diselesaikan sendirian oleh
satu pihak)
FOKUS
PADA KESEHATAN PUBLIK

(LAHIR DAN BATIN)

Keterpaduan rencana
penanganan kumuh dengan
rencana pembangunan kota
Keterpaduan prasarana kota
dan kawasan permukiman
Menjamin Keamanan Bermukim

Perumahan merupakan hak dasar


manusia, dan penduduk yang
tinggal dan menghuni rumah, baik
legal maupun ilegal, memperoleh
perlindungan dari penggusuran
yang sewenang-wenang

BERHIMPITAN TAPI SEHAT,


AMAN DAN NYAMAN

Kebijakan Nasional Pengentasan


Permukiman Kumuh
Strategi Pokok

Arah Kebijakan

Menciptakan
lingkungan yang
memampukan
(enabling
environment)
Meningkatkan
kualitas lingkungan
permukiman kumuh
Mencegah
pembentukan
kumuh baru atau
kembali kumuh

Mengalokasikan ruang dan


lahan perumahan untuk MBR
Meningkatkan kapasitas
Pemerintah Daerah
Fasilitasi pembangunan
perumahan swadaya
Menangani permukiman
kumuh yang komprehensif
dan terpadu dengan Rencana
Kota
Memperluas akses
pembiayaan perumahan bagi
MBR

Target 0% Permukiman Kumuh


2015

2016

38.431 Ha

2017

2018

RPJMN

2019

Daerah Tipologi 2

Daerah Tipologi 3

2021

2022

2023

2024 2025

0 Ha

Transisi
menuju 0 Ha

2019
Daerah Tipologi 1

2020

Sudah melaksanakan
seluruh program
penanganan kumuh

Sedang melaksanakan
seluruh program
penanganan kumuh

Selesai menyusun
perencanaan

2020-2024

2025

Pemeliharaan dan
Penguatan

Penyelesaian
Pelaksanaan

Pelaksanaan

CITIES
WITHOUT
SLUM 2025

PLATFORM PROGRAM NASIONAL


SEBAGAI PENDEKATAN

Implementasi

Pilot

Menyelur
uh

Dana Desa

APBD

Masyarakat

APBN

DAK

CSR

Program Nasional
Perncanaan
0%

Cakupan
(Area)/Coverage

100%

BUSINESS PROCESS PROGRAM


NASIONAL PENANGANAN KUMUH
(Kerja Sama Program PusatDaerah)
Mainstreami
Pelaksanaan dilakukan
berdasarkan
perencanaan daerah
sebagai wujud Pemda
sebagai Nakhoda

Provinsi

Pendampingan
dan Pelatihan

ng target
nasional ke
dalam
RPJMD

Penyusuna
n Program
5 Tahun
dan
Tahunan

Kab/Kota
Mainstreami Penyusuna
n Rencana
ng target
nasional ke Penangana
n Kumuh
dalam
Skala
RPJMD
Kab/Kota

Channelli Pelaksana
ng Fund
an
(APBD,
DAK,
CSR, dll)

Penyusunan Sosialisa Persiapan


EnablinSkema Program si Prov
dan
Nasional
g
Kab/Kota
Agency
-Pusat

Sosialisasi K/L dan


pihak terkait di lingkup
pusat

Channelling Fund
(APBN, DAK, CSR,
DLL)

Ilustrasi Penanganan Multi


Sektor, Multi Aktor
(Pemda sebagai Nakhoda)
CSR

APB
D

PHLN
Komitme
n
Pimpinan
Daerah
Visi Misi
Mandat
Political
Supports
Tupoksi
Dukungan
Dana
RPJMD

Pokja
PKP
Daerah

Capacity
Building
Housing

Strategi
Pengenta
san
Kumuh
Kab/Kota

Minimum
requirements:
1.Dari,oleh, dan untuk
kota ybs.
2.Berdasarkan strategi
pembangunan kota
3.Skala kota dengan
kejelasan prioritas
penanganan
4.Demand responsive
approach (top-down

Land
consolidation

Bank/
LKNB
Dan
a
Des
a

Water &
Sanitation
Urban
Renewal

DAK

APB
N

Swad
aya

Strategi Pengentasan Kumuh


Kab/Kota
Visi Misi
Kab/Kota

Visi Misi
Permukiman
dan
Perumahan

Permukiman dan perumahan harus menjadi


bagian dari visi misi kota, tertuang dalam
dokumen resmi perencanaan daerah.

Visi Misi Pengentasan


Kumuh

Permasalah
an
Mendesak

Tujuan

Sasaran

Strategi

Indikasi
Program

Indikasi
Kegiatan

Kegiatan harus mampu menyelesaikan permasalahan,


terutama menangani hal-hal yang menyebabkan tumbuhnya
kekumuhan, bukan hanya sebatas upgrading.

Organisasi Pengendali Pelaksana


Program
(Kolaborasi Vertikal-Horizontal)
Pokja PKP
Nasional/Tim
Pengendali Nasional

Menetapkan arah
kebijakan dan strategi
pemberdayaan
Sikronisasi anggaran di
masing-masing level

Pokja PKP
Provinsi/Tim
Pengendali Provinsi

Pokja PKP
Kota/Kab/Tim
Pengendali Kota/Kab

Melaksanakan perencanaan, pendataan,


hingga penanganan yang bersifat
konvensional dengan pendampingan
fasiilitaor/tenaga ahli dari pem
kab/kota

Central Collaboration
Management Unit (CCMU)

Sekretariat Pokja PKP Provinsi


sbg Provincial Collaboration
Management Unit (PCMU)

Sekretariat Pokja PKP


Kota/Kab sbg Local
Collaboration Management Unit
(LCMU)

Lembaga Masyarakat/Dewan
Amanah/BKM/LKM

Mengelola dan
melaksanakan program
Mengkolaborasikan
pelaku di tingkat nasional

Membentuk dan
menguatkan kelembagaan
Konsolidasi perencanaan,
pendanaan, dan
pendataan

Pelaksanaan program di
tingka kab/kota
Konsolidasi
perencanaan, hingga
penanganan