Anda di halaman 1dari 10

Eka Hera A.

Eka Pionita
Laila Istiqomah
Norhayati
Rentilia Windri
Egianto
M. Noor Hidayat
Misbahul Munir
Teguh Satrio P.

Ular King Kobra

Definisi
Ular ini biasanya berwarna
coklat atau hitam dengan
cincin sabuk berwarna
kuning gading.

Karakteristik

Ular ini merupakan ular


beracun terbesar di dunia.
Namun begitu ular ini jarang
menggigit. Ular ini lebih suka
menghindari konfrontasi untuk
menghemat racun. Racun
mereka bersifat neurotoksin
dan jika tidak segera di
tangani dapat menyebabkan
kematian.

Berdasarkan sifatnya pada tubuh mangsa, bisa ular dapat dibedakan menjadi bisa

hemotoksik, yaitu bisa yang mempengaruhi jantung dan sistem pembuluh darah; bisa

neurotoksik, yaitu bisa yang mempengaruhi sistem saraf dan otak; dan bisa sitotoksik,

yaitu bisa yang hanya bekerja pada lokasi gigitan.

Tidak semua ular berbisa pada waktu menggigit menginjeksikan bisa pada

korbannya. Orang yang digigit ular, meskipun tidak ada bisa yang diinjeksikan ke

tubuhnya dapat menjadi panik, nafas menjadi cepat, tangan dan kaki menjadi kaku, dan

kepala menjadi pening. Gejala dan tanda-tanda gigitan ular akan bervariasi sesuai spesies

ular yang menggigit dan banyaknya bisa yang diinjeksikan pada korban. Gejala dan

tanda-tanda tersebut antara lain adalah tanda gigitan taring (fang marks), nyeri lokal,

pendarahan lokal, memar, pembengkakan kelenjar getah bening, radang, melepuh, infeksi

lokal, dan nekrosis jaringan (terutama akibat gigitan ular dari famili Viperidae).

Penatalaksanaan Penanganan

Pertolongan pertama, harus dilaksanakan secepatnya setelah terjadi


gigitan ular sebelum korban dibawa ke rumah sakit. Hal ini dapat
dilakukan oleh korban sendiri atau orang lain yang ada di tempat
kejadian.

Tujuan:

Menghambat penyerapan bisa, mempertahankan hidup korban dan


menghindari komplikasi sebelum mendapatkan perawatan medis di rumah
sakit serta mengawasi gejala dini yang membahayakan.

Korban harus segera dibawa ke rumah sakit secepatnya, dengan cara


yang aman dan senyaman mungkin.

Pengobatan Gigitan Ular

Metode penggunaan torniket (diikat dengan keras sehingga


menghambat peredaran darah), insisi (pengirisan dengan alat tajam),
pengisapan tempat gigitan, pendinginan daerah yang digigit, pemberian
antihistamin dan kortikosteroid harus dihindari karena tidak terbukti
manfaatnya.

Terapi yang dianjurkan

Bersihkan bagian yang terluka dengan cairan faal atau air steril.

Untuk efek lokal dianjurkan imobilisasi menggunakan perban katun


elastis dengan lebar + 10 cm, panjang 45 m, yang dibalutkan kuat di
sekeliling bagian tubuh yang tergigit.

Pemberian tindakan pendukung berupa stabilisasi yang meliputi


penatalaksanaan jalan nafas; penatalaksanaan fungsi pernafasan;
penatalaksanaan sirkulasi; penatalaksanaan resusitasi perlu
dilaksanakan bila kondisi klinis korban berupa hipotensi berat dan shock,
shock perdarahan, kelumpuhan saraf pernafasan, kondisi yang tiba-tiba
memburuk akibat terlepasnya penekanan perban, hiperkalaemia akibat
rusaknya otot rangka, serta kerusakan ginjal dan komplikasi nekrosis
lokal.

Pemberian suntikan antitetanus, atau bila korban pernah mendapatkan


toksoidmaka diberikan satu dosis toksoid tetanus.

Pemberian suntikan penisilin kristal.

Pemberian sedasi atau analgesik

Pemberian serum antibisa.

Serum antibisa ini hanya diindikasikan bila terdapatkerusakan jaringan


lokal yang luas.