Anda di halaman 1dari 14

Mioma Uteri

Epidemiologi • Wanita premenopaus : rata-rata 76% Wanita postmenopaus : rata-rata 42% • Random sampling pada wanita berusia 35 49 tahun yang menjalani pemeriksaan rutin. hasil rekam medis dan pemeriksaan sonografi didapatkan pada usia 35 tahun insidensi terjadinya mioma uteri adalah sebanyak 60% . . insidensi ini meningkat sehingga 80% pada usia 50 tahun.

Mioma intramural: mioma terdapat di dinding uterus di antara serabut miometrium 3. Mioma submukosum : berada di bawah endometrium dan menonjol ke dalam rongga uterus.Klasifikasi 1. Mioma subserosum: apabila tumbuh keluar dinding uterus sehingga menonjol pada permukaan uterus. . diliputi oleh serosa. 2.

.

Usia penderita 2. Diet 7. Kehamilan dan paritas 8. Hormon endogen (Endogenous Hormonal) 3. Etnik 5. Riwayat keluarga 4. Berat badan 6.Faktor Risiko 1. kebiasaan merokok .

maka lebih banyak dinding endometrium yang terhakis ketika menstruasi dan ini menyebabkan perdarahan abnormal. • Miometrium tidak dapat berkontraksi optimal karena adanya sarang mioma di antara serabut miometrium. sehingga tidak dapat menjepit pembuluh darah yang melaluinya dengan baik • Disebabkan permukaan endometrium yang menjadi lebih luas akibat pertumbuhan mioma.Manifestasi Klinis 1. . Perdarahan abnormal • Permukaan endometrium yang lebih luas dari biasa • Atrofi endometrium di atas mioma submukosum.

T umor yang besar dapat mengisi rongga pelvik dan menekan bagian tulang pelvik yang dapat menekan saraf sehingga menyebabkan rasa nyeri yang menyebar ke bagian punggung dan ekstremitas posterior . Nyeri • Rasa nyeri bukanlah gejala yang khas tetapi dapat timbul kerana gangguan sirkulasi darah pada sarang mioma. .2. yang disertai nekrosis setempat dan peradangan. infeksi. torsi dari mioma yang bertangkai maupun akibat kontraksi miometrium yang disebabkan mioma subserosum. • Nyeri panggul yang disebabkan mioma uteri bisa juga disebabkan degenerasi akibat oklusi vaskuler.

Gejala tanda penekanan • Penekanan pada kandung kemih akan menyebabkan poliuri • Pada uretra dapat menyebabkan retensio urin. pada ureter dapat menyebabkan hidroureter dan hidronefrosis • Pada rektum dapat menyebabkan obstipasi dan tenesmia • Pada pembuluh darah dan pembuluh limfe di panggul dapat menyebabkan edema tungkai dan nyeri panggul .3.

2. seringkali teraba terbenjol-benjol. kadang mempunyai gangguan haid dan ada nyeri. . yang umumnya terletak di garis tengah atau pun agak ke samping. Pemeriksaan fisik • Pemeriksaan bimanual akan mengungkap tumor pada uterus. Mioma subserosum dapat mempunyai tangkai yang berhubung dengan uterus.Diagnosis 1. Anamnesis: • Keluhan rasa berat dan adanya benjolan pada perut bagian bawah.

berbatas tegas. Pemeriksaan Penunjang • Ultra Sonografi (USG) : mioma uteri yang besar paling bagus didiagnosis dengan kombinasi transabdominal dan transvaginal sonografi. hypoechoic dan degenerasi kistik menunjukkan anechoic. MRI mampu menentukan ukuran.3. Gambaran sonografi mioma kebiasaanya adalah simetrikal. lokasi dan bilangan mioma uteri serta bisa mengevaluasi jarak penembusan mioma submukosa di dalam dinding miometrium . • Magnetic Resonance Imagine (MRI) : lebih baik daripada USG tetapi mahal.

. Terapi medisinal (hormonal) • Saat ini pemakaian Gonadotropin-releasing hormone (GnRH) agonis memberikan hasil yang baik memperbaiki gejala klinis mioma uteri dengan mengurangi ukuran mioma melalui penekanan produksi estrogen dari ovarium. Pemberian GnRH agonis sebelum dilakukan tindakan pembedahan akan mengurangi vaskularisasi pada tumor sehingga akan memudahkan tindakan pembedahan.Tatalaksana 1.

Gangguan miksi maupun obstruksi traktus urinarius g. Infertilitas akibat gangguan pada uterus e. Pertumbuhan mioma pada masa menopause d. Nyeri dan penekanan yang sangat menganggu f. Terapi pembedahan Indikasi terapi bedah untuk mioma uteri menurut American College of obstetricians and Gyneclogist (ACOG) dan American Society of Reproductive Medicine (ASRM) : a. Perdarahan uterus yang tidak respon terhadap terapi konservatif b. Anemia akibat perdarahan . Dugaan adanya keganasan c.2.

Tindakan ini dapat dikerjakan misalnya pada mioma submukosum .Jenis-jenis terapi bedah : Miomektomi • Miomektomi adalah pengambilan sarang mioma saja tanpa pengangkatan uterus. Dilakukan pada wanita yang ingin mempertahankan fungsi reproduksinya dan tidak ingin dilakukan histerektomi. .

Tindakan histerektomi pada mioma uteri sebesar 30% dari seluruh kasus. . yang umumnya adalah tindakan terpilih. keluhan obstruksi pada traktus urinarius dan ukuran uterus sebesar usia kehamilan 1214 minggu. dijalankan apabila didapati keluhan menorrhagia. metrorrhagia.Histerektomi • Histerektomi adalah pengangkatan uterus.