Anda di halaman 1dari 19

o Rheumatic fever

o Rheumatic Heart diseases

BAGIAN ANAK -F.K UNISSULA
2008

DEMAM REMATIK  Merupakan penyakit autoimun yaitu radang akut yang menyertai faringitis streptokokus beta hemolitikus grup A  insiden terjadi 0.3 – 3 % kasus faringitis streptokokus  tidak menyertai kuman lain maupun infeksi streptokus di tempat lain tidak tepat untuk digolongkan sebagai penyakit infeksi timbul pada hospes yang rentan pasca infeksi streptokokus. setelah periode laten 3 minggu tanpa gejala .

streptolisin O  Juga penglepasan enzim streptokokus ke dalam hospes  selama infeksi merangsang pembentukan antibodi .ETIOLOGI  Kuman streptokokus yang menginfeksi bukan sekedar mengoloni menghasilkan enzim hialurinidase. streptolisin S.

EPIDEMIOLOGI  pengobatan tak adekuat infenksi streptokokus meningkatkan risiko  serangan pertama sering pada usia 6 sd 15 tahun  jarang ditemukan pada anak < 5 tahun  insiden lebih tinggi di negara berkembang  diduga dipengaruhi sosioekonomi. kepadatan lingkungan  sulit membedakan penderita arthritis reumatoid juvenile dean penderita demam reumatik tanpa karditis .

Faktor risiko      Lingkungan kehidupan yang jelek. kondisi tinggal yang berdesakan akses kesehatan yang kurang Variasi cuaca juga mempunyai peran yang besar dalam terjadinya infeksi streptokokkus untuk terjadi DR Kurang gizi .

Demam reumatik akut ditandai oleh : demam berkepanjangan jantung berdebar keras kadang cepat lelah Puncak insiden demam rematik usia 5-15 tahun. kronik. subakut. .DEMAM REMATIK     Demam rematik merupakan suatu penyakit sistemik yang dapat bersifat akut. jarang dijumpai pada anak dibawah usia 4 tahun dan penduduk di atas 50 tahun. dan dapat terjadi setelah infeksi Streptococcus beta hemolyticus group A pada saluran pernafasan bagian atas. atau fulminan.

Perjalanan penyakit demam rematik Infeksi streptokokus berulang yang tidak diobati secara benar respon antigen antibodi demam rematikbila berulangkerusakan katup jantung kekakuan Penyakit Jantung Rematikrep Sebenarnya DR tak tepat disebut sbg peny infeksi lebih kearah perusakan jaringan oleh komplek antibodi kuman tubuh sendiri Periode laten pasca infeksi streptokokus sekitar 3 minggu .

atau menebal dan mengkerut menutup tidak sempurna lagi dan terjadi kebocoran .Patofisiologi demam rematik– PJR (Penyakit jantung rematik) Infeksi oleh kuman Streptococcus Beta Hemolyticus group A peradangan pada saluran tenggorokan pengobatannya yang kurah terarah racun/toxin dari kuman ini menyebar melalui sirkulasi darah peradangan katup jantung daun-daun katup mengalami perlengketan menyempit.

.

Lokasi yang sering terkena Predileksi : katup mitral •Katup aortal •Katup pulmonal Pada Anak sering terjadi • MS (mitral stenosis) • MI (mitral insufisiensi .

KRITERIA JONES Mayor :  PoliArthritis  Carditis  Chorea  Erythema marginatum  Erythema nodosum Minor :  Demam  Artralgia  Laborat :  Peningkatan reaksi fase akut (CRP) (LED meningkat dan atau C reactive protein  Perubahan pola EKG : interval PR memanjangisokong Ditambah bukti inf streptokokus sebelumnya dari swab tenggorok atau peningkatan titer ASTO ) Diagnosis Demam Rematik ditegakkan apabila ditemukan minimal 2 kriteria mayor atau satu mayor disertai 2 minor .

tanda perikarditis Bising MI pm apeks pansistolik halus nada tingi dijalarkan ke aksila Bisa disertai MS relatif yi bising Carey-Combs (bising middiastolik sd akhir nada rendah . gagal jantung. kardiomegali.KARDITIS REMATIK      50% dari kasus DR Muncul dalam 2-3 minggu pasca serangan DR Timbul bising MI.

PENATALAKSANAAN Pengobatan Kausal  Pengobatan eradikasi kuman Streptokokus  Pencegahan sekunder demam reumatik Pengobatan suportif Pengobatan simptomatis .

Amoksisilin Satu kali 4 x/hari selama 10 hari 4x/hari selama 10 hari .Pengobatan eradikasi kuman Streptokokus Jenis antibiotik Dosis Penisilin Benzatin BB > 30 kg 1. Nafsilin.2 juta BB< 30 kg 600. Klindamisin.000/250 mg -Eritromisin 50 mg/kgBB/hari -Yang lain Dosis bervariasi seperti Sefalosporin.000 Frekuensi Pemberian Intramuskul er Oral -Penisilin V 400.

2 juta BB<30 kg 600.000 unit 250 mg 250 mg BB > 30 kg 1gr BB< 30 kg 0.Pencegahan sekunder demam reumatik Pemberian Jenis Antibiotik Intramusku Penisilin ler Benzatin Oral Penisilin V Eritromisin Sulfadiazin Dosis BB>30 kg 1.5 gr Frekuensi Setiap 4 minggu 2 kali sehari 2 kali sehari Sekali sehari Sekali sehari .

Durasi pencegahan sekunder demam reumatik Durasi Kategori -Demam rematik dengan karditis dan kelainan menetap 10 th sejak episode terakhir sampai usia 40 th. Kadang seumur hidup 10 th atau sampai berusia 25 th •Demam rematik dengan karditis tanpa kelainan katub yang menetap •Demam rematik tanpa 5 th atau sampai berusia 18 karditis th - .

Pedoman umum tirah baring dan rawat jalan pada pasien demam reumatik Penatalaksanaan Status karditis Derajat 1 (tanpa karditis) Derajat 2 (Karditis kardiomegali) Derajat 3 (Karditis kardiomegali) Derajat 4 ( Karditis jantung) - Tirah baring selama 2 minggu dan sedikit demi sedikit rawat jalan selama 2 minggu dengan salisilat Tirah baring selama 4 tanpa minggu dan sedikit demi sedikit rawat jalan selama 4 minggu Tirah baring selama 6 dengan minggu dan sedikit demi sedikit rawat jalan selama 6 minggu Tirah baring ketat selama masih ada gejala gagal dengan gagal jantung dan sedikit demi sedikit rawat jalan selama 12 minggu .

• diet rendah garam 2-3 gram perhari . lemak sedang 2 dari kebutuhan energi total (10% berasal dari lemak jenuh dan 15% lemak tidak jenuh • Vitamin dan mineral cukup.8 gram/kgBB.DIET • energi yang cukup untuk mencapai dan mempertahankan berat badan normal. • protein yang cukup yaitu 0.

   tapering of 2 minggu. dianjurkan selama 6 minggu . salisilat 75 mg/kg/BB/hari pada minggu kedua.Pengobatan simptomatis Obat anti radang yang dianjurkan pada demam reumatik8 Artralgia                              Hanya analgesik (mis: asetaminofen) Artritis                 Salisilat 100 mg/kgBB/hari selama 2 minggu dan25 mg/kgB selama 4-6 minggu Karditis                                Prednison 2 mg/kgBB/hari selama 2 minggu.