Anda di halaman 1dari 30

GANGGUAN

BIPOLAR
Stefen Andrean
112011101071

Pembimbing:
dr. Justina Evy Tyaswati, Sp. KJ

SMF/Lab PSIKIATRI
RSD dr. Soebandi JEMBER
2015

DEFINISI
bipolar merupakan gangguan mood yang kronis
dan berat bersifat episodik dan ditandai oleh
gejala-gejala manik, hipomanik, depresi dan
campuran.

EPIDEMIOLOGI
Menurut American Psychiatric Association

GB I mencapai 0.8% dari populasi

GB II mempengaruhi sekitar 0,5% dari populasi

GB II lebih umum pada wanita

ETIOLOGI Faktor biologi Faktor genetik Faktor psikososial .

Perkembangan episode gangguan bipolar Mania Subsyndromal Mania (Hypomania) Mania Maintenance Subsyndromal Depression (Dysthymia) Depression 5 .

Macam-macam tipe gangguan bipolar (menurut DSM IV)  Gangguan bipolar tipe I  Gangguan bipolar tipe II  Syclothymia  Gangguan bipolar tidak spesifik 6 .

MENURUT PPDGJ III F 30 Episode Manik F 31 Gangguan afektif bipolar:  Gangguan afektif bipolar. episode kini manik (dengan gejala psikotik/ tanpa gejala psikotik)  Gangguan afektif bipolar. episode kini depresif berat (dengan gejala psikotik/ tanpa gejala psikotik) F 32 Episode Depresif F 33 Gangguan Depresif berulang F 34 Gangguan suasana perasaan menetap F 38 Gangguan suasana perasaan lainnya F 39 Gangguan suasana perasaan YTT 7 .

tindih Gangguan dengan waham. skizofrenia. B. . Hanya mengalami satu kali episode manik dan tidak ada riwayat depresi mayor sebelumnya.KRITERIA DIAGNOSIS DSM-IV Gangguan mood bipolar I Gangguan mood bipolar I. episode manik tunggal A. atau dengan Gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan. Tidak bertumpang skizoafektif.

c. . pekerjaan dan aspek fungsi penting lainnya. Gejala-gejala tidak disebabkan efek fisiologik langsung zat atau kondisi medik umum d. Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan hendaya dalam sosial.

atau campuran. Saat ini dalam episode manik B. C. . skizofreniform. depresi. Episode mood pada kriteria A dan B bukan skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia. paling sedikit pernah mengalami satu kali episode manik.GANGGUAN MOOD BIPOLAR I. Gangguan waham. atau dengan Gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan. EPISODE MANIK SEKARANG INI A. Sebelumnya.

e. Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan hendaya dalam sosial. . pekerjaan dan aspek fungsi penting lainnya. Gejala-gejala tidak disebabkan oleh efek fisiologik langsung zat atau kondisi medik umum.d.

depresi atau campuran C. EPISODE CAMPURAN SAAT INI A. skizifreniform. Saat ini dalam episode campuran B. Sebelumnya. Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia.GANGGUAN MOOD BIPOLAR I. atau Gangguan psikotik yang tidak diklasifikasikan . paling sedikit pernah mengalami episode manik. Gangguan waham.

d. pekerjaan. Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan hendaya dalam social. Gejala-gejala tidak disebabkan efek oleh fisiologik langsung zat atau kondisi medik umum e. atau aspek fungsi penting lainnya .

Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan sebagai skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia. . skizofreniform. Gangguan waham.GANGGUAN MOOD BIPOLAR I. paling sedikit pernah mengalami satu episode manik atau campuran C. Saat ini dalam episode hipomanik B. Sebelumnya. EPISODE HIPOMANIK SAAT INI A. Gejala mood menyebabkan penderita yang secara klinik cukup bermakna atau hendaya social. pekerjaan atau aspek fungsi penting lainnya D. dan dengan Gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan.

Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan sebagai skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia. paling sedikit pernah mengalami episode manik dan campuran C. skizofreniform.GANGGUAN MOOD BIPOLAR I. Sebelumnya. Saat ini dalam episode depresi mayor B. Gangguan waham. EPISODE DEPRESI SAAT INI A. dan dengan Gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan. .

atau aspek fungsi penting lainnya. pekerjaan.d. . Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan hendaya dalam social. Gejala-gejala tidak disebabkan efek fisiologik langsung zat atau kondisi medik umum e.

kecuali durasi saat ini. C. D. hipomanik. atau aspek fungsi penting lainnya. pekerjaan. Kriteria. campuran atau episode depresi. atau dengan Gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain. memenuhi kriteria untuk manik. Gangguan waham. Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan hendaya dalam social. skizofreniform. EPISODE YANG TIDAK DAPAT DIKLASIFIKASIKAN SAAT INI A. B.GANGGUAN MOOD BIPOLAR I. paling sedikit pernah mengalami satu episode manik atau campuran. Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan sebagai skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia. . Sebelumnya.

GANGGGUAN BIPOLAR II A. Satu atau lebih episode depresi mayor yang disertai dengan paling sedikit satu episode hipomanik. .

episode manik. Paling sedikit selama dua tahun. Tidak ada episode depresi mayor. Selama periode dua tahun di atas penderita tidak pernah bebas dari gejala-gejala pada kriteria A lebih dari dua bulan pada suatu waktu.GANGGUAN SIKLOTIMIA A. episode campuran. terdapat beberapa periode dengan gejala-gejala hipomania dan beberapa periode dengan gejala-gejala depresi yang tidak memenuhi kriteria untuk Gangguan depresi mayor. B. C. Untuk anak-anak dan remaja durasinya paling sedikit satu tahun. selama dua tahun Gangguan tersebut .

DIFFERENSIAL DIAGNOSIS  Skizofrenia  Depresi berat  Intoksikasi obat  Skizoafektif .

TERAPI PADA BIPOLAR DISORDER Farmakoterapi Terapi Gangguan Bipolar Psikoterapi 2 Electroconvulsive Therapy (ECT) .

FARMAKOTERAPI Episode mania atau hipomania    Mood Stabilizer Antipsikotik atipikal Mood stabilizer + antipsikotik atipikal Episode depresi      Antidepresan Mood stabilizer Antipsikotik atipikal Mood stabilizer + antidepresan Antipsikotik atipikal + antidepresan .

Table 1 Penatalaksanaan kedaruratan agitasi akut Lini I 1.. Injeksi lorazepam 2 mg/injeksi. Dosis maksimum Lorazepam 4 mg/hari. 2. Berespons dalam 45-60 menit. Injeksi IM Olanzapin efektif untuk agitasi pada pasien dengan episode mania atau campuran akut. Injeksi IM Aripiprazol efektif untuk pengobatan agitasi pada pasien dengan episode mania atau campuran akut. • Dosis 10mg/ injeksi. Dosis maksimum adalah 30mg/hari.75mg/injeksi.25mg/hari (tiga kali injeksi per hari dengan interval dua jam). Dapat diberikan bersamaan dengan injeksi IM Aripiprazol atau Olanzapin. 3. Jangan dicampur dalam satu jarum suntik karena mengganggu stabilitas antipsikotika . • Dosis adalah 9. • Dosis maksimum adalah 29. Berespons dalam 15-30 menit.

Dapat diberikan bersamaan dengan injeksi haloperidol IM. . Dapat diulang setelah 30 menit. • Injeksi IM Diazepam yaitu 10 mg/kali injeksi.Lini II • Injeksi IM Haloperidol yaitu 5 mg/kali injeksi. Jangan dicampur dalam satu jarum suntik. Dosis maksimum adalah 15 mg/hari.

paliperidon Lini III Haloperidol.REKOMENDASI TERAPI PADA MANIA AKUT Lini I Litium. litium + karbamazepin. klorpromazin. risperidon direkomendasikan + karbamazepin. litium atau divalproat + quetiapin. litium atau divalproat haloperidol. divalproat. quetiapin XR. lamotrigin. olanzapin + karbamazepin . quetiapin. aripiprazol. olanzapin. topiramat. ECT. litium atau divalproat + aripiprazol Lini II Karbamazepin. klozapin Tidak Gabapentin. litium atau divalproat + risperidon. litium atau divalproat + olanzapin. litium + divalproat. risperidon.

ECT. litium atau divalproat + venlafaksin. litium + MAOI.PENATALAKSANAAN PADA EPISODE DEPRESI AKUT. litium atau divalproat + Lini III lamotrigin Karbamazepin. penambahan topiramat Tidak direkomendasikan Gabapentin monoterapi. aripiprazol monoterapi . divalproat. litium atau divalproat + SSRI. olanzapin + SSRI. litium + karbamazepin. lamotrigin. quetiapin XR. litium + divalproat Lini II Quetiapin + SSRI. litium atau divalproat atau AA + TCA. GB I Lini I Litium. olanzapin. litium atau divalproat atau karbamazepin + SSRI + lamotrigin. quetiapin.

litium + divalproat.REKOMENDASI TERAPI RUMATAN PADA GB I Lini I Litium. aripirazol Lini II Karbamazepin. penambahan asam lemak omega-3. litium + risperidon. litium + lamotrigin. penambahan okskarbazepin Tidak direkomendasikan Gabapentin. divalproat. litium + karbamazepin. quetiapin. litium atau divalproat + quetiapin. penambahan olanzapin. risperidon injeksi jangka panjang (RIJP). olanzapin + fluoksetin Lini III Penambahan fenitoin. penambahan ECT. lamotrigin monoterapi. penambahan RIJP. topiramat atau antidepresan monoterapi . olanzapin. litium atau divalproat + olanzapin. penambahan topiramat.

litium + divalproat. lamotrigin. litium atau divalproat + antidepresan. divalproat. antipsikotika atipik + antidepresan Lini III Antidepresan monoterapi (terutama untuk pasien yang jarang mengalami hipomania) .REKOMENDASI TERAPI AKUT DEPRESI. GB II Lini I Quetiapin Lini II Litium.

litium atau divalproat atau antipsikotika atipik + antidepresan kombinasi dua dari: litium. atau antipsikotika atipik Lini III Karbamazepin. lamotrigin Lini II Divalproat.REKOMENDASI TERAPI RUMATAN GB II Lini I Litium. antipsikotika atipik. divalproat. lamotrigin. ECT Tidak Gabapentin direkomendasikan .

 TERIMAKASIH .