Anda di halaman 1dari 31

SEMINAR

GANGGUAN CEMAS
Oleh:
Galih Dwiki Dharmawan
Hilwa Alfi Fauziyah
Pembimbing:
dr. Justina Evy Tyaswati , Sp. KJ
Dr. Alif Mardiijana, Sp.KJ
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER
SMF/LAB ILMU PSIKIATRI RSD dr.SOEBANDI JEMBER
2015

DEFINISI
“Anxietas adalah perasaan yang difus, sangat tidak
menyenangkan, agak tidak menentu dan kabur tentang
sesuatu yang akan terjadi. Perasaan ini biasanya disertai
dengan reaksi badaniah yang khas dan datang berulang
bagi seseorang. Perasaan ini dapat berupa rasa kosong di
perut, dada sesak, jantung berdebar, keringat berlebihan,
sakit kepala atau rasa mau kencing atau buang air besar.
Perasaan ini disertai dengan rasa ingin bergerak dan
gelisah. “

 Etiologi:

Tdk

diketahui dg pasti
Faktor genetik ditemukan berperan
Faktor non-genetik  kehidupan penuh
stres, dianggap lebih berperan
Bbrp sistem neurotransmitter terlibat,
spt noradrenergik, GABA, dan
serotonergik

sinyal yang menyadarkan ego untuk mengambil sikap defensif thd tekanan  Teori perilaku – kognitif  Teori eksistensial TEORI BIOLOGIS  SSO  Neurotransmiter Norepinefrin.  Genetika . Serotonin dan Gamma-aminobutyric acid.TEORI-TEORI CEMAS TEORI PSIKOLOGIS  Teori psikoanalitik.

Urutan kejadian: Ketakutan (cemas akut)  represi dan konflik (tak sadar)  cemas menahun  stress pencetus  penurunan daya tahan dan mekanisme untuk mengatasinya  nerosa cemas .

pada sesuatu yang tidak menyenangkan. Tegang terus menerus  Komponen fisik  hyperaurosal syndrome (jantung berdebar. ditandai perasaan kuatir. nafas cepat.ANXIETAS Gangguan anxietas  tegang yang berlebihan. Prihatin mengenai pikiran orang tentang dirinya. khawatir. tremor. tidak menentu. takut  Seringkali tidak berkaitan dengan ancaman yang nyata  Dicetuskan hanya/predominan oleh objek tertentu & jelas  Berasal dari luar individu  Menghindari scr khusus/menghadapi dengan perasaan terancam  Gx:  psikis/ mental  rasa was-was. kaki dan tangan dingin. dll)  Komponen .

tidak 2. gelisah Berkeringat banyak 7. Sistim tertentu Hiperventilasi Muskuloskeletal Tidak enak. gelisah. obyek. Respirasi bertindak.DIAGNOSA  ANAMNESIS DAN PEMERIKSAAN FISIK Keluhan fisik (somatik) Psikologik dan kognitif Tanda obyektif kecemasan 1. atau telapak tangan Merasa tegang dan kaki lembab Insomnia . Kardiovaskuler Ragu-ragu untuk dapat duduk santai 3. Suara bergetar. Kulit Takut mati. Genitourinarius situasi. keadaan Palpitasi 6. gugup. Penderita tampak Vaskuler khawatir.Neurologik dan Perasaan cemas. 4. Gastrointestinal Perasaan takut dalam gagap 5.

 .40 Anxietas dicetuskan oleh adanya situasi atau objek yang jelas ( dari luar individu itu sendiri ) yang sebenarnya pada saat kejadian itu tidak membahayakan.  Sebagai akibatnya.GANGGUAN ANXIETAS FOBIK F.  Anxietas fobik dapat dalam bentuk ringan sampai yang berat (serangan panik ). objek atau situasi tersebut dihindari atau dihadapi dengan rasa terancam.

40. Seringkali anxietas fobik ini bersamaan dengan depresi sehingga memperburuk keadaan anxietas. klaustrofobia. F. akrofobia. ailurofobia F 40.1 Fobia sosial F 40.2 Fobia khas .0 agorafobia.

tempat umum.GANGGUAN ANXIETAS FOBIK AGORAFOBIA FOBIA SOSIAL FOBIA KHAS -Gejala psikologis. perilaku. objek atau situasi fobik tertentu. dua dari situasi berikut: banyak orang/keramaian. bepergian ke luar rumah. dan bepergian sendiri situasi sosial tertentu.Menghindari situasi fobik harus sudah menjadi hal yang menonjol. . atau otonomik yang timbul harus merupakan manifestasi primer dari anxietasnya dan bukan sekunder dari gejala-gejala lain seperti misalnya waham atau pikiran obsesif. .

GANGGUAN CEMAS LAINNYA F 41 Gejala Utama: anxietas dalam jangka waktu panjang Tdk terbatas pd situasi lingkungan tertentu Dapat disertai :  Gejala depresif  Gejala obsesif  Beberapa unsur anxietas fobik  Bersifat sekunder. ringan .

.  Gangguan ini ditandai oleh serangan anxietas atau teror berkala. Setiap episode berlangsung sekitar 15-30 menit.0 GANGGUAN PANIC ( ANXIETAS PAROKSISMAL EPISODIC) Definisi  Serangan Panik atau Panic Disorder adalah perasaan teror yang datang menyerang secara tiba-tiba tanpa peringatan.F41.

PEDOMAN DIAGNOSTIC: Gangguan panik baru ditegakkan sebagai diagnosis utama bila tidak ditemukan adanya gangguan anxietas fobik  Untuk diagnosis pasti harus ditemukan adanya beberapa kali serangan anxietas berat (severe attacks of autonomic anxiety) dalam masa kira-kira satu bulan  Pada keadaan-keadaan dimana sebenarnya secara objektif tidak ada bahaya  Tidak terbatas pada situasi yang telah diketahui atau yang dapat diduga sebelumnya  Dengan keadaan yang relative bebas dari gejala-gejala anxietas pada periode diantara serangan-serangan panic (meskipun demikian umumnya dapat terjadi juga anxietas antisipatorik yaitu anxietas yang terjadi setelah membayangkan sesuatu yang mengkhawatirkan akan terjadi)  .

DIAGNOSIS BANDING Kondisi penyakit fisik yang dapat menimbulkan gejala anxietas  Penggunaan obat-obat tertentu  Gangguan mental dan perilaku akibat zat psikoaktif  Gangguan psikiatrik yang lain  Komorbiditas dengan gangguan anxietas lainnya harus dipertimbangkan. gangguan anxietas menyeluruh dan gangguan stres pasca trauma  . antara lain: gangguan anxietas fobik. gangguan obsesif kompulsif.

o sebelum tidur. . Dosis dinaikkan setiap 2 – 3 hari sampai dosis hari ke-7 mencapai 150 mg p. Setelah itu.o Antidepresan    Trisiklik : Imipramine Untuk keadaan akut 10 – 25 mg p. dosis diturunkan pelan-pelan sebelum dihentikan.o sebelum tidur malam. Sertralin 50 – 200 mg oral per hari pagi sesudah makan. Selective serotonin re-uptake inhibitor (SSRI): Fluoxetin 10 – 50 mg oral per hari pagi sesudah makan. Farmakoterapi dengan antidepresan pada awalnya diberikan 6 – 12 bulan.PENATALAKSANAAN  Benzodiazepin   Alprazolam 2-4mg/hr p. Reversible selective monoamine oxidase inhibitor A: Moclobemide 450 – 600 mg oral per hari pagi sesudah makan.

1 GANGGUAN ANXIETAS MENYELURUH PEDOMAN DIAGNOSTIC:  Penderita harus menunjukkan anxietas sebagai gejala primer yang berlangsung hampir setiap hari untuk beberapa minggu sampai beberapa bulan.F41. yang tidak terbatas atau hanya menonjol pada keadaan situasi khusus tertentu saja ( sifatnya “free floating” atau “ mengambang”) .

-) gangguan anxietas fobik ( f40. sesak nafas. tidak membatalkan diagnosis utama gangguan anxietas menyeluruh. mulut kering) 4. gangguan panic (f41.-). Ketegangan motorik (gelisah. keluhan lambung. 5.-). Pada anak-anak sering terlihat adanya kebutuhan berlebihan untuk ditenangkan serta keluhan-keluhan somatic berulang yang menonjol. selama hal tersebut tidak memenuhi kriteria lengkap dari episode depresif ( f32. merasa seperti di ujung tanduk. Adanya gejala-gejala lain yg sifatnya sementara ( untuk beberapa hari). Gejala-gejala tersebut biasanya mencakup unsur-unsur berikut: 1. berkeringat. khususnya depresi . Kecemasan (khawatir akan nasib buruk. atau gangguan obsesif. jantung berdebar-debar. Overaktivitas otonomik (kepala terasa ringan. sulit konsentrasi dsb) 2.kompulsif ( f42. sakit kepala. gemetaran) 3.-) .

antara lain:  Neurologis  Endokrinologis  Kardiovaskuler  Respiratorik  Lain-lain Gangguan mental organik Gangguan psikiatrik yang lain Komorbiditas dengan gangguan anxietas lainnya harus dipertimbangkan .DIAGNOSIS BANDING  • • • Pertimbangkan kondisi penyakit fisik.

dan suportif.  Golongan antidepresan.PENATALAKSANAAN Psikoterapi: psikodinamik.  Somatoterapi  Golongan anticemas: benzodiazepin dan nonbenzodiazepin.  Dapat ditambahkan golongan antagonis reseptor βadrenergik / β-blocker. • Manipulasi lingkungan  .

di mana masing-masing tidak menunjukkan rangkaian gejala yang cukup berat untuk menegakkan diagnosis tersendiri    Bila ditemukan anxietas berat disertai depresi yang lebih ringan.F41. maka harus digunakan kategori f43. maka kedua diagnosis tersebut harus dikemukakan. dan diagnosis gangguan campuran tidak dapat digunakan.2 GANGGUAN CAMPURAN ANXIETAS DAN DEPRESI Pedoman diagnostik  Terdapat gejala-gejala anxietas maupun depresi.2 gangguan penyesuaian . maka harus dipertimbangkan kategori gangguan anxietas lainnya atau gangguan anxietas fobik Bila dtemukan sindrom depresi dan anxietas yang cukup berat untuk menegakkan masing-masing diagnosis. Jika karena suatu hal hanya dapat dikemukakan satu diagnosis maka gangguan depresif harus diutamakan Bila gejala-gejala tersebut berkaitan erat denga stress kehidupan yg jelas.

maka dimasukkan dalam kategori F43. akan tetapi tidak memenuhi kriterianya secara lengkap.F41.2 gangguan penyesuaian  .  Bila gejala-gejala yang memenuh criteria dari kelompok gangguan ini terjadi dalam kaitan dengan perubahan atau stress kehidupan yang bermakna.3 GANGGUAN ANXIETAS CAMPURAN LAINNYA Memenuhi criteria gangguan anxietas menyeluruh dan juga menunjukkan ciri-ciri yang menonjol dari kategori F40-F49.

GANGGUAN OBSESIF-KOMPULSIF F42. ● Obsesi menunjuk pada suatu ide atau bayangan mental yang mendesak ke dalam pikiran secara berulang ● Kompulsi menunjuk pada dorongan atau impuls yang tidak dapat ditahan untuk melakukan sesuatu ● Suatu pikiran obsesif sering mengakibatkan suatu tindakan kompulsif .

● Persamaan antara obsesi dan kompulsi: 1. biarpun obsesi atau kompulsi itu sangat hebat Pasien merasakan suatu kebutuhan yang besar untuk melawan obsesi dan kompulsi itu . tidak disukai. tetapi tidak dapat dirasakan Pasien tetap sadar akan gangguan ini. 2. 3. ia tetap mengenal bahwa hal ini tidak wajar dan tidak rasional. 4. tidak dapat diterima. 5. Suatu pikiran atau dorongan mendesak ke alam sadar secara gigih dan terus menerus Timbul perasaan takut yang hebat dan penderita berusaha untuk menghilangkan pikiran atau dorongan itu Obsesi atau kompulsi itu dirasakan sebagai asing.

termasuk: Gangguan dismorfik tubuh  Trikhotilomania  Sindrom Tourettes  .Individu menghilangkan kecemasannya dengan melakukan perbuatan atau buah pikiran yang berulang-ulang Lebih dari separuh pasien gangguan obsesif kompulsif (OCD) mempunyai pikiran kompulsif tanpa perilaku kompulsif ya g ritualistik. OCD sering menyertai depresi atau gangguan anxietas lain Ada beberapa gangguan yang bisa dihubungkan dengan spektrum OCD.

3. kompulsi mencuci tangan berulang kali Keraguan patologis : obsesi keraguan diikuti kompulsi memeriksa Pikiran yang mengganggu : pikiran obsesif yang mengganggu tanpa suatu kompulsi Simetri : kebutuhan akan simetri menyebabkan kompulsi mengenai keterlambatan . 1. 4 pola gejala utama OCD : Kontaminasi : obsesi kontaminasi. 2. 4.

DIAGNOSIS BANDING Gangguan anxietas fobik  Skizofrenia  Gangguan Gilles de la Tourette  Gangguan mental organik  .

TATA LAKSANA ANXIETY DISORDER  Manajemen krisis  Farmakoterapi  Psikoterapi .

bahwa keluarga ikut didalam krisis  Pengembangan rencana dengan individu atau keluarga dalam krisis  Penerapan rencana dan penggambaran secara personal  Kelanjutan dari rencana (follow up)  Tujuan utama dari Manajemen Krisis adalah : Peredaaan gejala Pencegahan konsekuensi yang merugikan dari krisis tersebut untuk jangka pendek Suportif (dukungan)  .MANAJEMEN KRISIS Manajemen krisis adalah proses pendek yang di disain untuk menolong sesorang menyembuhkan problem akut kepada tingkat fungsional normal mereka melalui cara personal. social dan lingkungan. Langkah – langkah dalam manajemen krisis :  Pengukuran psikososial dari individu.

oxazolam.  Relaksasi otot : rasa lemah. kewaspadaan kurang. kemampuan kognitif melemah. clobazam  Non Benzodiazepin : buspiron dan sulpirit  Obat simptomatis: Beta bloker Mekanisme kerja : syndrome Acietas disebabkan oleh hiperaktifitas dari system limbik SSP yang terdiri dari “ dopaminergik. serotoniergik neurons “ yang dikendalikan oleh GABA – ergic neurons.FARMAKOTERAPI OBAT ANTI CEMAS ~ PSIKOLEPTIK~ ANXIOLITIK Benzodiazepin : diazepam. Ada beberapa efek samping obat dari golongan ini adalah :  Sedasi : mengantuk. noradrenergik. lorazepam. kinerja psikomotor menurun. cepat lelah dll.  .

PSIKOTERAPI Beberapa bentuk dasar dari psikoterapi :  Psikoterapi bentuk sugesti (supportive)  Psikoterapi jenis analisa (insight oriented)  Psikoterapi jenis prilaku (behaviour therapy) .

TERIMAKASIH .