Anda di halaman 1dari 24

SEMINAR

GANGGUAN SOMATOFORM
Oleh :
Galih Dwiki Dharmawan
Hilwa Alfi Fauziyah
Pembimbing:
dr. Justina Evy Tyaswati, Sp. KJ
SMF PSIKIATRI RSD DR.SOEBANDI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JEMBER
2015

DEFINISI

Somatoform berasal dari kata soma yang
artinya tubuh.
Gangguan somatoform adalah kelompok
besar dari gangguan yang komponen utama
dari tanda dan gejalanya adalah tubuh.
gangguan ini mencakup interaksi tubuh dan
pikiran.

meskipun sudah berkalikali terbukti hasilnya negatif dan sudah dijleaskan dokter.  Ciri utama: keluhan-keluhan fisik yang berulang-ulang disertai dengan permintaan pemeriksaan medik. Pasien menolak jika keluhan fisiknya dikaitkan dengan masalah kehidupannya. meskipun didapatkan anxietas dan depresi .

ETIOLOGI     Faktor biologis Faktor lingkungan sosial Faktor prilaku Faktor emosi dan kognitif .

0-F45.KLASIFIKASI (F45.9)       gangguan somatisasi gangguan somatoform tak terperinci gangguan hipokondriasis disfungsi otonomik somatoform gangguan nyeri somatoform menetap gangguan somatoform lainnya .

. berlangsung sedikitnya 2 tahun Dibedakan dari gangguan somatoform yang lain karena banyaknya keluhan dan melibatkan sistem organ yang multipel. Terdapar disabiltas dalam fungsinya di masyarakat dan keluarga.0)    Banyak gejala somatik yang tidak dapat dijelaskan secara adekuat berdasarkan pemeriksaan fisik dan laboratorium.GANGGUAN SOMATISASI (F45.

Faktor biologis data mengindikasikan adanya transmisi genetik. . Pada kembar monozigot 29% dan dizigot 10%. mengekspresikan emosi atau menyimbolkan perasaan. 10-20% pada wanita turunan pertama.ETIOLOGI   Faktor Psikososial gejala-gejala gangguan ini merupakan bentuk komunikasi sosial yang bertujuan untuk menghindari kewajiban.

perut. yang berkaitan dengan sifat keluhan-keluhannya dan dampak dari perilakunya Keluhan fisik dimulai sebelum usia 30 tahun. yang sudah berlangsung sedikitnya 2 tahun Tidak mau menerima nasehat atau penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak ada kelainan fisik yang dapat menjelaskan keluhankeluhannya Terdapat disabilitas dalam fungsinya di masyarakat dan keluarga.KRITERIA DIAGNOSTIK      Adanya banyak keluhan-keluhan fisik yang bermacam-macam yang tidak dapat dijelaskan atas dasar adanya kelainan fisik. punggung. rektum. anggota gerak. selama menstruasi. atau selama miksi) . dada.  4 gejala nyeri: sekurangnya empat tempat atau fungsi yang berlainan (misalnya kepala. sendi. selama hubungan seksual. terjadi selama periode beberapa tahun Tiap kriteria berikut ini harus ditemukan.

. muntah sepanjang kehamilan). ketulian. diare. paralisis. perdarahan menstruasi berlebihan. atau hilangnya kesadaran selain pingsan).   2 gejala gastrointestinal: sekurangnya dua gejala selain nyeri (misalnya mual. menstruasi tidak teratur. atau intoleransi terhadap beberapa jenis makanan) 1 gejala seksual: sekurangnya satu gejala selain dari nyeri (misalnya indiferensi seksual. gejala disosiatif seperti amnesia. 1 gejala pseudoneurologis: sekurangnya satu gejala atau defisit yang mengarahkan pada kondisi neurologis yang tidak terbatas pada nyeri (gangguan koordinasi atau keseimbangan. retensi urin. sulit menelan. disfungsi erektil atau ejakulasi. kebutaan. hilangnya sensasi atau nyeri. halusinasi. kejang. muntah selain dari selama kehamilan. kembung. pandangan ganda.

TERAPI  Psikoterapi     Pengobatan yang konsisten. ditangani oleh dokter yang sama Buat jadwal regular dengan interval waktu kedatangan yang memadai Memfokuskan terapi secara gradual dari gejala ke personal dan kemasalah sosial Psikofarmakological    Diberikan hanya bila indikasinya jelas Hindari obat-obatan yang bersifat adiksi Anti anxietas dan antidepressan .

1)  Etiologi :tidak diketahui secara pasti .GANGGUAN SOMATOFORM TAK TERPERINCI (F45.

keluhan gastrointestinal atau saluran kemih) . akan tetapi tidak boleh ada penyebab fisik dari keluhan-keluhannya atau :  Satu atau lebih keluhan fisik (misalnya kelelahan.KRITERIA DIAGNOSTIK    Keluhan-keluhan fisik bersifat multipel. akan tetapi gambaran klinis yang khas dan lengkap dari gangguan somatisasi tidak terpenuhi Kemungkinan ada ataupun tidak faktor penyebab psikologis belum jelas. hilangnya nafsu makan. bervariasi dan menetap.

disfungsi seksual. Durasi gangguan sekurangnya enam bulan Gangguan tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mental lain (misalnya gangguan somatoform. atau fungsi penting lainnya. atau gangguan psikotik) Gejala tidak ditimbulkan dengan sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpura-pura) . gangguan tidur. pekerjaan.   Gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial. gangguan mood. gangguan kecemasan.

TERAPI  Psikoterapi     Pengobatan yang konsisten. ditangani oleh dokter yang sama Buat jadwal regular dengan interval waktu kedatangan yang memadai Memfokuskan terapi secara gradual dari gejala ke personal dan kemasalah sosial Psikofarmakological    Diberikan hanya bila indikasinya jelas Hindari obat-obatan yang bersifat adiksi Anti anxietas dan antidepressan .

atau keyakinan bahwa seseorang memiliki penyakit medis yang serius.GANGGUAN HIPOKONDRIASIS (F45. seperti kanker atau masalah jantung . meski tidak ada dasar medis untuk keluhan yang dapat ditemukan Ciri utama dari hipokondriasis adalah fokus atau ketakutan bahwa simptom fisik yang dialami seseorang merupakan akibat dari suatu penyakit serius yang mendasarinya.2)   Hipokondriasis adalah keterpakuan (preokupasi) pada ketakutan menderita.

membesarkan sensasi somatiknya. yang menyatakan bahwa harapan agresif dan permusuhan terhadap orang lain dipindahkan kepada keluhan fisik. .ETIOLOGI     Teori 1: misinterpretasi gejala tubuh. ambang toleransi lebih rendah dari umumnya terhadap gangguan fisik Teori 2 keinginan mendapat peran sakit yang menghadapi masalah yang tampak erat dan tidak dapat dipecahkan Teori 3 bentuk varian dari gangguan mental lain (depresi dan kecemasan) Teori 4 psikodinamika.

meskipun pemeriksaan yang berulang-ulang tidak menunjang adanya alasan fisik yang memadai. ataupun adanya preokupasi yang menetap kemungkinan deformitas atau perubahan bentuk penampakan fisiknya (tidak sampai waham) Tidak mau menerima nasehat atau dukungan penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak ditemukan penyakit atau abnormalitas fisik yang melandasi keluhan-keluhannya .KRITERIA DIAGNOSTIK   Keyakinan yang menetap adanya sekurangkurangnya satu penyakit fisik yang serius yang melandasi keluhan-keluhannya.

TERAPI  Strategi dan teknik psikoterapi dan psikososial      Pengobatan yang konsisten. ditangani oleh dokter yang sama Buat jadwal regular dengan interval waktu kedatangan yang memadai Memfokuskan terapi secara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah sosial Therapi kognitif-behaviour Strategi dan teknik farmakologikal dan fisik    Hindari obat-obatan yang bersifat adiksi Usahakan untuk mengurangi gejala hipokondriasis dengan SSRI Fluoxetine 60-80 mg/ hari .

DISFUNGSI OTONOMIK SOMATOFORM (F45. yang tidak terpengaruh oleh hasil pemeriksaan maupun penjelasan dari dokter Tidak terbukti adanya gangguan yang cukup berarti pada struktur/fungsi dari sistem/organ yang dimaksud . tremor.3)     Ada gejala bangkitan otonomik seperti palpitasi. berkeringat. yang sifatnya menetap dan mengganggu Gejala subjektif tambahan mengacu pada sistem atau organ tertentu (tidak khas) Preokupasi dengan penderitaan mengenai kemungkinan adanya gangguan yang serius yang menimpanya. muka panas.

GANGGUAN NYERI SOMATOFORM MENETAP (F45.4)  Gangguan nyeri ditandai oleh gejala nyeri yang semata-mata berhubungan dengan faktor psikologis atau secara bermakna dieksaserbasi oleh faktor psikologis .

untuk yang bersangkutan. . baik dari personal maupun medis.KRITERIA DIAGNOSTIK    Keluhan utama adalah nyeri bert. menyiksa dan menetap. Dampaknya adalah meningkatnya perhatian dan dukungan. yang tidak dapat dijelaskan sepenuhnya atas dasar proses fisiologi maupun adanya gangguan fisik. Nyeri timbul dalam hubungan dengan adanya konflik emosional atau problem psikososial yang cukup jelas untukdapat dijadikan alasan dalam mempengaruhi terjadinya gangguan tersebut.

TERAPI  Strategi dan teknik psikoterapi dan psikososial      Pengobatan yang konsisten. serta terapi kognitif-behavioural Strategi dan teknik farmakologikal dan fisik     Diberikan hanya bila indikasinya jelas Hindari obat-obatan yang bersifat adiksi Akut: acetaminophen dan NSAIDS (tidak dicampur) atau sebagai tambahan pada opioid Kronik: Trisiklik anti depresan. acetaminophen dan NSAID . ditangani oleh dokter yang sama Buat jadwal regular dengan interval waktu kedatangan yang memadai Memfokuskan terapi secara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah sosial Nyeri kronik: pertimbangkan terapi fisik dan pekerjaan.

8)    Keluhan yang ada tidak melalui saraf otonom. ”globus histericus”(perasaan ada benjolan di kerongkongan>>>disfagia) dan dismenore psikogenik . terbatas secara spesifik pada bagian tubuh/sistem tertentu Tidak ada kaitan dengan adanya kerusakan jaringan Termasuk didalamnya.GANGGUAN SOMATOFORM LAINNYA (F.45. pruritus psikogenik.

TERIMA KASIH .