Anda di halaman 1dari 12

Termodinamika

Disusun oleh :
Zahrotul Muvvidah (14030184001)
Melisa Diana Putri
(14030184008)
Veni Nur Saputri
(14030184012)
Shinta Sulistyo Y.P
(14030184017)
Aruna Irani
(14030184018)
PENDIDIKAN FISIKA A 2014

Tekanan. Maka N diasumsikan sebagai nilai yang sangat besar untuk sistem makroskopik sehingga sering digunakan pengali bilangan Avogadro . kita menentukan banyaknya zat dengan jumlah partikel N. Unit massa atom u tepat sekali untuk menentukan massa dari sebuah partikel sehingga didefinisikan sebagai : . Usaha dan Potensial Kimia  Pada umumnya.

. Nn partikel dari n jenisnya maka fraksi molar X adalah .Tekanan..... Usaha dan Potensial Kimia  Bilangan Avogadro merupakan jumlah partikel dengan massa 1 gram per satuan u sehingga Kuantitas partikel NA disebut juga dengan 1 mol partikel. Jika sistem terdiri dari beberapa partikel yaitu N1. N2..

Untuk gas ideal. Sebenarnya tekanan memiliki dimensi yang sama dengan massa jenis energi. .Tekanan. tekanan adalah produk dari massa jenis energi dan energi kinetik partikel sehingga p=2/3 e dimana e=ρ (Ekin) adalah massa jenis energi dari gas ideal. Usaha dan Potensial Kimia  Tekanan dalam mekanika didefinisikan sebagai gaya yang bekerja tegak lurus dalam suatu area A Dimana satuan p adalah =Pa.

Tekanan. Usaha dan Potensial Kimia Perhatikan gambar berikut ! .

Termodinamika tidak berbicara tentang energi total yang terdistribusi melalui pertikel individu.Tekanan. Usaha dan Potensial Kimia Dalam termodinamika hanya energi total saja yang berperan sedangkan energi sebuah partikel tidak. Sebagai contoh akan digunakan konsep usaha dalam mekanika ke dalam masalah termodinamika . Akan tetapi ratarata energi per partikel E/N sangat penting.

Usaha dan Potensial Kimia Dinyatakan bahwa perubahan usaha yang terjadi adalah Dengan maka dimana sehingga .Tekanan.

menambahkan dipol yang lain ke sistem akan memerlukan usaha Disini kuantitas medan intensifnya adalah medan listrik dan magnet (). .  Dimisalkan jika sistem mengandung muatan listrik q. dimana d menunjukkan perubahan jumlah momen dipol yang merupakan kuantitas ekstensif. maka ditunjukkan dengan kerja berikut Jika sistem termodinamika terdiri dari momen dipol listrik atau magnet. maka muatan ini akan meningkatkan potensial listrik ф. Jika salah satunya ingin ingin menambahkan muatan dq dengan cara yang sama pada sistem.

harus ada energy yang sebanding dengan rata-rata energi dari semua partikel dan dinyatakan dengan Oleh karena itu usaha mengubah jumlah partikel dari dN partikel. . Sehingga.  Untuk melengkapi realisasi usaha. kita anggap usaha yang ada ditambahkan dengan partikel lain ke sistem termodinamika. Kuantitas medan intensif ini disebut dengan potensial kimia dan menunjukkan hambatan sistem yang melawan penambahan partikel. Sistem harus setimbang setelah partikel ditambahkan tetapi kita tidak dapat sesederhana itu meletakkan partikel ke dalam sistem.

184 J usaha mekanik. Percobaan yang dilakukan Joule menunjukkan bahwa satu kalori dari kalor equivalen dengan 4. Konstanta C yang sebanding disebut dengan jumlah kapasitas kalor sistem. kalor adalah salah satu bentuk khusus dari energi. . setelah pertimbangan fundamental dari Earl Rumfort dan Davy. Dalam kehidupan sehari-hari. usaha yang ditunjukkan oleh sistem seringkali meningkatkan suhu dan dapat dinyatakan oleh sejumlaah kalor sebesar Dimana adalah sebagian kecil kalor yang menyebabkan naiknya dT pada suhu sistem. Satuan SI untuk kapasitas kalor adalah J/K.Kalor dan Kapasitas Kalor   Menurut pandangan R. Kalori merupakan satuan dari kalor.J mayer (1842).

.Perhatikan gambar berikut ini ! Perbedaan kualitatif prinsip diantara usaha dan kalor sangat mudah dijelaskan didalam gambar mikroskopik. Berdasarkan gambar tersebut kalor adalah energi yang statis dan menyebar melalui semua partikel.

. Sebenarnya. akan tetapi temperatur/ suhu merupakan variabel intensif. kalor jenis c adalah C = mc Dengan m adalah massa. sejumlah kalor adalah kuantitas ekstensif begitu pula jumlah kapasitas kalor merupakan kuantitas ekstensif. Sehingga dapat ditanyatakan kuantitas ekstensif.