Anda di halaman 1dari 27

FORMULA BAHAN MAKANAN CAMPURAN (BMC

)
BERUPA BUBUR BAYI INSTANT BERBAHAN DASAR
TEPUNG BERAS MERAH (ORYZA NIVARA), TEPUNG
BELUT (MONOPTERUS ALBUS ZUIEW) DAN TEPUNG
KACANG KEDELAI (GLYCINE MAX) SEBAGAI
MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI)
Oleh
YOKE KRISTANTI

LATAR BELAKANG
WHO :
50% kematian bayi dan anak terkait dengan gizi
kurang dan gizi buruk.
Riset Kesehatan Dasar tahun 2010 :
13% gizi kurang  4,9% berstatus gizi buruk.
13,3% anak kurus  6% anak sangat kurus dan 17,1% anak
sangat pendek

Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong Tahun 2012 :
21 balita gizi buruk (65,6%)
11 kasus balita gizi kurang (34,4%).
s balita gizi kurang (34,4%).

Salah satu usaha untuk menanggulangi masalah KEP adalah pemberian Bahan Makanan Campuran (BMC) .Anak balita termasuk golongan rawan gizi. yang mudah menderita Kurang Energi Protein (KEP).

TUJUAN Mengembangkan formulasi bahan makanan campuran (BMC) berupa bubur instant dengan penambahan tepung beras merah. tepung belut dan tepung kacang kedelai sebagai makanan pendamping ASI (MP-ASI) .

. Masyarakat Dapat membantu anak yang mengalami masalah susah makan agar tetap bisa memenuhi kebutuhan energi dan protein serta zat gizi lainnya.MANFAAT Institusi Tempat Bekerja Dapat digunakan sebagai makanan potensial untuk balita kurang energi protein.

maupun susu formula. Perlu alternatif sumber protein tinggi yang murah dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. . terutama kalangan menengah ke bawah  80% kasus KEP dilatar belakangi karena faktor kemiskinan. bubur instant.TINJAUAN PUSTAKA Upaya penanganan KEP  memberikan asupan gizi protein lebih pada balita melalui produk biskuit.

Keunggulan beras merah Kandungan vitamin dan mineral Zat besinya membantu bayi usia 6 bulan keatas yang asupan zat besinya dari ASI sudah tidak cukup lagi mencukupi kebutuhan tubuh. Nilai energi. . Selenium berpotensi mencegah penyakit kanker dan penyakit degenerative.

.  Vitamin dan Mineral Zat besi sangat  mencegah anemia gizi  ditandai mudah lemah. letih. lisin.Kandungan Zat Gizi Belut :  Protein Asam amino kualitas cukup baik  leusin. dan asam glutamat. asam aspartat. Leusin dan isoleusin  asam amino esensial  pertumbuhan anak dan menjaga keseimbangan nitrogen pada orang dewasa. dan lesu.

Manfaat Kacang Kedelai : Mengandung protein  membantu perkembangan sel otak pada anak  meningkatkan stamina dan produksi sel tubuh. .

Alat Pisau. garam. 5 gr minyak. dan kompor.METODOLOGI PENELITIAN Bahan 35 gr tepung beras merah. panci. talenan. loyang. panci pengukus. 15 gr tepung belut. sendok. blender. oven. 10 gr tepung gula. . kayu penggiling adonan. 15 gr tepung kacang kedelai. ayakan. 20 gr susu SGM 2. baskom.

CARA KERJA Tahap 1 Beras merah  kotoran-kotoran  perendaman  dikering anginkan  disangrai/dioven  digiling halus  diayak  tepung beras merah .

Tahap 2 Belut  dibersihkan  pengukusan  digiling  oven sampai kering  di blender  di ayak  tepung belut .

Tahap 3 Kacang kedelai  kotoran-kotoran  cuci sampai bersih  di rendam  di kering anginkan  di sangrai  di blender sampai halus  di ayak  tepung kacang kedelai .

Tahap 4 Penimbangan bahan-bahan  pencampuran  aduk rata  pemanasan di atas api kecil  mendidih  aduk sampai matang  Adonan bubur diangkat  ratakan diatas loyang sampai tipis dan rata  pengovenan  adonan kering  blender sampai halus .

Tahap 5 ANALISA ORGANOLEPTIK .

HASIL DAN PEMBAHASAN .

A VIT.3 84 7.1 48.8 4.6 2.3 0 0 0.6 0.6 Beras merah Kacang kedelai Belut Susu SGM 2 Tepung gula Minyak Jumlah .C Fe 35 125.2 0.4 0 0.6 10 38.4 0.8 10.3 2 1 1.2 2.1 90.H VIT.4 1.6 9.6 15 18.9 26.1 0 5 0 250 0 0 100 335 12.3 3.1 20 92.3 0 6.3 2.3 15 16.NILAI GIZI Nilai gizi/100 gram Berat Bahan Makanan (gram) Kal Protein Lemak K.8 3.1 11.3 0.7 0 0 10 0 0 0 5 43.

.UJI ORGANOLEPTIK Sukarto (1985): Uji organoleptik produk makanan  kegiatan penilaian dengan menggunakan alat pengindera  indera penglihat. pencicip. Hasil pengujian organoleptik  daya penerimaan panelis (konsumen) terhadap produk tersebut. dan pembau.

3 8 26.3 10 33.3 9 30 18 60 15 50 11 36.7 4 13.7 0 0 1 3.3 7 23.7 7 23.7 17 56.3 0 0 30 100 30 100 30 100 Sangat tidak suka Tidak suka Agak suka Suka Sangat suka Jumlah 30 100 .HASIL UJI ORGANOLEPTIK Uji Organoleptik Warna % Aroma % Tekstur % Rasa % 0 0 0 0 0 0 0 0 5 16.3 1 3.3 7 23.

TEPUNG BERAS MERAH 500 gr beras merah  300 gr tepung beras merah Aroma : khas beras merah Warna : merah muda rendemen 60 % .

TEPUNG BELUT 1000 gr belut  290 gr tepung belut rendemen 29 % Aroma : khas belut Warna : coklat gelap .

TEPUNG KEDELAI 500 gr beras merah  270 gr tepung beras merah rendemen 54 % Aroma : Khas kacang kedelai Warna : Krem .

Tepung Belut dan Tepung Kacang Kedelai Dalam bentuk bubuk .Bahan Makanan Campuran (BMC) Bubur Bayi Instant Tepung Beras Merah.

Dalam bentuk bubur instant .

1 gr . 1972 dan Codex Alimenta • Commission (1994) Tiap 100 gr produk yang akan dihasilkan paling sedikit mengandung energi sebesar 370 kalori dan 20 gr protein Formula bahan makanan campuran (BMC) berupa bubur bayi instant berbahan dasar tepung beras merah.KESIMPULAN PAG/WHO/UNU (Protein Advisory Group). tepung belut dan tepung kacang kedelai 100 gr produk dihasilkan mempunyai kandungan energi 335 kkal dan protein yang hanya 12.

SARAN Peningkatan kualitas sensori kesukaan Formula bahan makanan campuran (BMC) berupa bubur bayi instant berbahan dasar tepung beras merah. Pengembangan lanjutan atau modifikasi dalam pembuatan Formula bahan makanan campuran (BMC) berupa bubur bayi instant berbahan dasar tepung beras merah. . tepung belut dan tepung kacang kedelai ini agar lebih tercukupi kandungan energi dan proteinnya serta zat-zat gizi yang lainnya. tepung belut dan tepung kacang kedelai seperti mengurangi aroma amis yang terdapat pada tepung belut seperti menambahkan susu rasa vanila atau menambahkan perasa coklat alami sehingga dapat diterima panelis.

TERIMA KASIH .