Anda di halaman 1dari 21

Maturasi,

fisiologi, dan
Siklus Eritrosit

Presented
by
O Anggie Herdianti
O Mirna Mufida
O Yuli Yulianti

Eritropoiesis
Merupakan proses
pembentukkan eritrosit muda
yang terjadi di sumsum
tulang sampai terbentuknya
eritrosit matang didalam
darah tepi yang dipengaruhi
dan dirangsang oleh
hormone eritropoietin.

Pada eritropoiesis berjalan dari sel induk melalui :


O Sel progenitor CFU GEMM (COLONY Forming Unit
Granulocyte erythoid, monocyte and
megakaryocyte/unit pembentukkan koloni granulosit,
eritroid, monosit, megakariosit.
O BFUE (Burst-forming unit erythroid/unit pembentuk
letusan eritroid)
O CFU eritroid (CFUE)
O Prekursor eritrosit yang dapat dikenali pertama kali di
sumsum tulang yaitu pronormoblas
Normoblas
basophil Normoblas polikromatofil
Normoblast
ortokromatik
retikulosit, beredar didarah tepi 1-2
hari sebelum menjadi matur setelah itu menjadi
eritrosit cakram bikonkaf tak berinti.

1
6

1. Pronormoblast
Memiliki ukuran diameter sekitar 12-19 m, ratio N:C 4:1
bentuknya besar, inti bulat atau sedikit oval, kromatin halus ,
Nukleoli(anak inti)0-2. Sitoplasma sedikit sangat basofilik
(biru).

2. Basophilic Normoblast (Prorubricyte)


Memiliki ukuran diameter 12- 17 m sedikit lebih kecil dari
pronormoblast, ratio N:C 4:1, inti bentuknya bulat agak
eksentrik, kromatin kasar dan gelap, nucleolus biasanya tidak
lagi jelas dan hanya berkisar 0-1, sitoplasma lebih banyak
biru tua sampai sedang, sel ini tidak mengandung warna
pink/merah yang menunjukan perkembangan hemoglobin.

3. Polychromatophilic Normoblast
(Rubricyte)Hemoglobin mulai muncul dalam tahap
pematangan ketiga ini, memiliki ukuran diameter 11-15
m sedikit lebih kecil dari basophilic normoblast, ratio
N:C 1:1, kromatin kasar dan gelap, sitoplasma lebih
banyak warna pink karena ada hemoglobin tetapi masih
mengandung warna biru.
4.Orthochromic Normoblast (Metarubricyte)
Memiliki ukuran diameter 8-12 m,kromatin kental,
inti kecil dan padat,sitoplasma orange kemerahan.

5. Polychromatophilic Erythrocyte
(Reticulocyte)
Memiliki
ukuran
diameter
7-10
m,keseluruhan sitoplasma berwarna biru.
Tahap retikulosit adalah tahap pematangan
berikutnya,sebagian proses ini berlangsung
terjadi di dalam sumsum tulang dan sebagian
lagi berada didalam darah tepi.Pada stadium ini
eritrosit disebut retikulosit atau eritrosit
polikrom.Retikulum yang terdapat di dalam sel
ini hanya dapat dilihat dengan pewarnaan
supravital. Tetapi sebenarnya retikulum ini juga
dapat terlihat segai bintik-bintik abnormal
dalam eritrosit pada sediaan apus biasa.

6. Mature Red Blood Cell (Mature Erythrocyte)


Eritrosit normal merupakan sel berbentuk cakram
bikonkav dengan diameter rata-rata 6-8 m.
Eritrosit sangat lentur dan sangat berubah bentuk
selama beredar dalam sirkulasi. Umur eritrosit
adalah sekitar 120 hari.Eritrosit dapat bertahan
hidup dengan menggunakan kromium radioaktif
(51Cr).

Eritropoieti
n
Hormone glikoprotein ini dengan berat
molekul
46.000.Eritropoietin
90%
dihasilkan sel-sel interstisium peritubulus
ginjal, dan 10-15% berasal dari hati. Fungsi
ginjal dan kadar oksigen mengontrol
pengeluaran
eritropoietin.
Hipoksia
jaringan : penurunan penyaluran oksigen
ke jaringan akan meningkatkan kadar
eritropoietin(ginjal berfungsi normal).

en
eritrosit
:
:
1. Membran Eritrosit
2. Sistem

enzim
yang
terpenting dalam embden
meyerhoff
pathway,pyruvate kinase,
enzim G6PD( Glukose 6phosphate dehydrogenase)
3. Hemoglobin

Membran Eritrosit
O Membran eritrosit terdiri atas

lipid dua lapis (lipid bilayer),


protein membran integral, dan
suatu rangka membran. Sekitar
50% membran adalah protein,
40%
lemak,
dan
10%
karbohidrat. Karbohidrat hanya
terdapat pada permukaan luar
sedangkan protein dapat di
perifer
atau
integral,
menembus lipid dua lapis

Hemoglobin
protein globular yang mengangkut oksigen
yang diperlukan untuk kehidupan manusia,
yang
secara
biokimia
dipelajari
lebih
mendalam.

Fungsi Hemoglobin
O Hemoglobin

pada
eritrosit
vertebrata
berperan penting dalam :
O pengangkutan oksigen dari organ respirasi ke
jaringan perifer
O pengangkutan karbon dioksida dan berbagai
proton dari jaringan perifer ke organ respirasi
untuk selanjutnya diekskresikan ke luar
O menentukan kapasitas penyangga darah.

Mekanisme Biosintesis Hemoglobin

O Hemoglobin disintesis selama

sebagian besar dari


erythrocytic yang proses
pematangan. Sekitar 65% dari
sitoplasma hemoglobin
disintesis sebelum inti
diekstrusi, dan sisanya 35%
disintesis di retikulosit awal.
Komponen utama dari
hemoglobin adalah globin.

Sintesis globin
O Dua rantai globin yang berbeda (masing-

masing dengan molekul heme individu)


bergabung untuk membentuk hemoglobin.
Salah satu rantai alfa ditunjuk. Rantai
kedua
disebut
non-alpha.
Dengan
pengecualian dari minggu-minggu pertama
dari embriogenesis, salah satu rantai globin
selalu
alfa.
Sejumlah
variabel
mempengaruhi sifat rantai non-alfa di
molekul hemoglobin. Janin memiliki rantai
non-alpha yang berbeda disebut gamma.
Setelah lahir, sebuah rantai globin alpha
non-berbeda,
yang
disebut
beta,
berpasangan dengan rantai alfa.

Gangguan yang
berhubungan dengan
biosintesis hemoglobin

Macam-macam hemoglobin normal

Indeks eritrosit
Batasan untuk ukuran
dan
isi
hemoglobin
eritrosit. Istilah lain untuk
indeks eritrosit adalah
indeks
kospouskuler.
Indeks eritrosit terdiri atas

VER( Volume eritrosit rata-rata) atau

MCV(mean corpuscular volume)


MCV = (hematokrit x10) : hitung eritrosit
HER (Hemoglobin eritrosit rata-rata atau MCH
mean corpuscular hemoglobin)
MCH = (Hemoglobinx10) : hitung eritrosit
O KHER (Kadar hemoglobin eritrosit rata-rata
atau MCHC mean corpuscular hemoglobin
concentration)
O MCHC=(MCH :MCV) X 100% ATAU (hb:hmt)x
100%

Siklus Hidup
Proses dimana eritrosit diproduksi dinamakan
eritropoiesis. Secara terus-menerus, eritrosit
diproduksi di sumsum tulang merah, dengan laju
produksi sekitar 2 juta eritrosit per detik (Pada embrio,
hati berperan sebagai pusat produksi eritrosit utama).
Produksi dapat distimulasi oleh hormon eritropoietin
(EPO) yang disintesa oleh ginjal. Saat sebelum dan
sesudah meninggalkan sumsum tulang belakang, sel
yang berkembang ini dinamai retikulosit dan
jumlahnya sekitar 1% dari seluruh darah yang beredar.
Eritrosit dikembangkan dari sel induk melalui
retikulosit untuk mendewasakan eritrosit dalam waktu
sekitar 7 hari dan eritrosit dewasa akan hidup selama
100-120 hari.

THANKS YOU