Anda di halaman 1dari 36

MOLA HIDATIDOSA

Priscilia Lewerissa 102011093

Skenario
Seorang perempuan berusia 36 tahun
diantar suaminya ke unit gawat darurat RS
dengan keluhan keluar darah banyak dari
jalan lahir yang dirasakan sejak 1 jam
yang lalu. Menurut pasien dia sudah telat
haid 3 bulan namun saat memeriksa
sendiri di rumah dengan tes kehamilan
hasilnya negatif.

Anamnesis
Indentitas pasien
Keluhan utama + penyerta
Riwayat penyakit sekarang

Apakah ada perdarahan ?


Bagamana sifat perdarahan, warna darah?
Apakah ada rasa nyeri ?
Mual, muntah, pusing?
Apakah perut membesar?

Anamnesis

Aapakah ada rasa nyeri pda perut


bag bwah ?
Apakah sblmnya prnh hamil,
melahirkan, abortus ?
Apakah ada hipertensi selama
masa kehamilan?
Apakah ada riwayat operasi di
abdomen?

Anamnesis
Riwayat penyakit dahulu

Pernah merasakan keluhan yang sama ?


Pernah dirawat sebelumnya di RS ?

Riwayat keluarga
Riwayat sosial

Apakah mengkonsumsi rokok & alkohol ?


Pernah dirawat sebelumnya di RS ?

Riwayat pengobatan

Hasil Anamnesis

Perempuan usia 36 tahun


Keluarnya darah banyak dari jalan
lahir sjk 1 jam lalu, disertai kelaurnya
jar bulat-bulat sprti anggur SMRS
Mual muntah yg ckp brlbhn (5-6x
sehari)
Pertut bertambah besar

Hasil Anamnesis

Status obstetrikus
Pertut bertambah besar : G3P2A0
G1 2010 bayi laki-laki, 2800g, lahir
normal di RS tnpa komplikasi
G2 2013 bayi laki-laki, 2700g,
G3 hamil skrg

Pemeriksaan Fisik
KU : Tampak skit sdng , compos mentis
2. TTV : TD: 110/60 mmHg, N: 86x/menit,
R: 16x/menit, Suhu: 37,2C
3. Inspeksi
4. Palpasi
5. Perkusi
6. Auskultasi
1.

Inspeksi Palpasi Perkusi


Auskultasi

Konjungtiva anemis
Sklera non ikterik
Abdomen rata & tdk ada bekas luka
operasi

Pemeriksaan dalam :
Genetalia luar dlm bts normal
Cervix terbuka 1 jari , (-) nyeri goyang
cervix, corpus uteri membesar sebesar
usia kehamilan 18-20 mnggu,
Massa/ benjolan uteri (-), nyeri tekan
suprapubic (-), adnexa tdk trba,
Darah & jar bundar pd jari pmrksa (+)

Pemeriksaan penunjang

USG : Seperti badai salju (snow flake


pattern) & sarang lebah (honey comb)

Lab : hCG urin : 100.000 mlU/ml,


hCG serum : > 40.000 IU/ml

Pemeriksaan penunjang

PA : Mola hidatidosa komplit


(pembengkakan hidropik vili,
vaskularisasi vili yg tdk adekuat &
proliferasi trofoblastik), Mola parsial
(edema fokal & proliferasi trofoblastik
fokal).
Masukan sonde intrauteri
MRI

Diagnosis

Diagnosis banding :
Neoplasma trofoblastik
Abortus
Kehamilan ektopik
Diagnosis kerja :
Mola hidatidosa

Mola Hidatidosa

Mola hidatidosa adalah perdarahan


pervaginam (89-97%) dan bila sudah
berlangsung lama dapat menyebabkan
anemia & keluar jaringan vesikel hidatid
yang mirip anggur.
MHK : hiperemesis gravidarum yang
berkaitan dengan peningkatan kadar -hCG
dan besar uterus, hipertiroidisme, toksemia
MHP : tidak datang dengan gambaran klinis
yang khas seperti MHK, diagnosa MHP
biasanya ditegakkan setelah pemeriksaan
histologi, hipertiroidisme & kista teka
lutein jarang muncul, pembesaran uterus 411%& preeklampsia 1-4%.

Mola Hidatidosa
Mola Hidatidosa Komplit Mola Hidatidosa Parsial
Perdarahan pervagina
Perdarahan vagiinam
yang dapat berlangsung
lama mnyebabkan anemia.
Ukuran uterus besar
(80%)
Beta hCG

Abortus inkomplit
Ukuran uterus besar (411%)

Preklampsia (12-27%)

Preklampsia (1-4%)

Hipertirodisme (2-7%)

hipertiroidismej gjla klinis


jrg muncul

Mola Hidatidosa

Mola hidatidosa komplit


Gambaran pola vesikuler oleh
karena pembengkakkan dari vili
korionik
MHK trimester 1 gmbran khas
snow storm.
Mola hidatidosa parsial
MHP ruang kistik pda plasenta &
rasio transversal dngn
anteroposterior dari kantung
kehamilan.

Mola Invasif

Perdarahan mendadak & banyak

Bentuk uterus simetris

Pertmbhan berlebihan trofoblas disertai invasi


luas ke jaringan oleh sel trofoblastik & vili
keseluruhan .

Penetrasi jauh kdlm miometrium, kdng disertai


ktrlbatan peritoneum, parametrium sktr.

Hampir selalu timbul dari mola parsial/ mola


komplit

Koriokarsinoma Gestasional

Tumor sangat ganas (ca epitel kronik)

Massa tumbuh cepat menginvasi


miometrium & p. darah >> perdarahan &
nekrosis

Berwarna merah tua/ ungu & tdk beraturan.

Trias acosta sison (riwyt mola hidatidosa,


hamil aterm/abortus)

Klom-klom & lmbaran-lmbaran sel


trofoblastik mnmbus otot & p.darah

Pelunakan uterus

Metastase hematogen (paru & vagina)

Tumor Trofoblastik Tempat Plasenta

Varian neoplasiatrofoblastik muncul dari


tmpt implantasi plasenta ( kehamilan aterm
normal, abortus spontan/ KE)

Uterus sedikt membesar

Perdarahan persisten postpartum

Sel-sel trofoblastik intermidiate (prolaktin)

Beta hCG bebas

Resisten

trhdp kemopterapi & terapi baik

histerektoni

Tumor Trofoblastik Epiteloid

Terbentuk

dari transformasi neoplastik

trofoblastik intermediate tipe korion

Mikro : tumor ini mirip dengan tumor


trofoblastik tmpt plasenta ttpi sel selnya
lbh kcil & tdk mmprlhtkan polimorfisme
nukleus.

Makro : tmbuh lbh scara nodular dbndgkan


dengan

pola

infiltratif

trofoblastik letak plasenta.

pda

tumor

Abortus

Ancaman /pengeluaran hasil konsepsi


sebelum janin viable yaitu <20 mngg/
<500gr.
Etio : genetik, kelainan kongenital uterus,
infeksi, autoimun, defek fase luteal ,
hematologi & lingkungan
Abortus imines
Abortus sinsipien
Abortus inkomplit
Abortus komplit

Kehamilan Ektopik

KE : prtmbhn sel telur yg tlh dibuahi tdk


menempel dinding endometrium kavum uteri.
KET : abortus/ ruptur dinding tuba
Lok tuba : ampula , isthmus,fimbria, intertial,
pd ovarium, seviks &abdomen.
Etio: faktor tuba infeksi/radang, abnormalitas
zigot, hormon, IUD.
Gej : KE (gej hamil & sdkt nyeri pd prth bag
bwah), KET (amenore, perdarahan pervagina
& nyeri mendadak)

Patofisiologi

Trofoblastik gestasional
diferensiasi sel normal
blastokis berhenti & sel trofoblastik berproliferasi
beta hCG.
Teori missed abortion : mudigah mati kehamilan 3-5 mnggu
(missed abortion)
gangguan perdaran darah
penimbunan jar mesenkim dari vili
gelembunggelembung.
Teori Neoplasma dari Park : abnormal sel-sel trofoblasnya
fungsi yg abnormal (reabsorbsi cairan berlbhan ke dlm
vili)
timbul gelembung
Teori Sitogenetika : MHK (kromosom 46XX), MHP
(kromosom trisomi bersal dri 2 haploid partenal & 1haploid
martenal)

Gejala Klinik

Amenore, mual, muntah, pusing


Hiperemis gravidarum
Uterus sering bertambah besar
Nyeri tekan ovarium & ovarium
sering membesar
Tidak ada denyut janutung janin pd
auskultasi
Perdarahan tnpa nyeri yg tidak
teratur berwarna coklat
Preeklampsia sblm 24 minggu
Anemik sekunder

Mola Hidatidosa

Mola Hidatidosa

Molla hidatidosa komplit

Etiologi

Tidak diketahui secara jelas!


Faktor Risiko
Usia : 36-40 thn dan >40 tahun resiko 10 kali
lipat.
Riwayat kehamilan mola: 23% wanita mengalami
2 kali kehamilan mola akan memiliki mola ketiga.
Faktor risiko lain
Pemakaian kontrasepsi oral & durasinya serta
riwayat keguguran
kehamilan mola 2 kali lipat
Merokok, def vitamin, kekurangan protein & usia
ayah

Epidemiologi
Amerika serikat &
eropa relatif konstan 12 per 1000 kehamilan.
Spanyol & Indian
Amerika prev lbh tnggi.
Korea insiden 2 per
1000 kehamilan
Indonesia insiden 1 per
140 kehamilan.

Penatalaksanaan

Perdarahan & ekspulasi jar mola hidatidosa:


Perbaikan keadaan umum : pemasangan infus
& rncana transfusi
Lakukan curretage suction & kuretase tajam
Observasi tingginya fundus uteri , kontraksi &
perdarahan
Evaluasi lab
Kemoterapi profilaksis (wanita muda & hamil)
Evaluasi gejala klinik koriokarsinoma
Evaluasi konsentrasi beta hCG

Penatalaksanaan

Diagnosis mola hidatidosa sudah ditegakan tetapi


tidak terjadi perdarahan & ekspulsi jar mola:
Pemeriksaan lab dasar
Pemeriksaan hormon tiroid T4&T3, perhitungan
nadi ( tirotoksikosis)
Persiapan khusus untuk evakuasi : pasang infus &
rncana transfusi darah sblm, slma &sesudah
evakuasi (24-48 jam setelah diagnosis ditegakan)
Evakuasia MHP : curretegae suction biasa,
pengeluaran janin secara sederhana sampai
histerektomi

Penatalaksanaan

Komplikasi

Anemia, kekurangan nutrisi, syok


,toksemia ,infeksi, kematian bila
diagnosis dan penanganan terlambat.
Curretage suction : perforasi, emboli sel
trofoblas pd paru, penurunan tek darah
akbt tndkan, & berbah mnjdi trofoblast
gestasional ganas.

Prognosis
Pasien akan segra sehat
kembali setelah jar
dikeluarkan .
Sekelompok perempuan yg
kemudian menderita
degenerasi keganasan
menjadi koriokarsinoma.
Mola hidatidosa ditentukan
oleh cepatnya diagnosis,
penanganan yang cepat dan
tepat, dan komplikasi yang
menyertai.
Kadar beta hCG juga dpat

Pencegahan
Tidak ada rekomendasi yang
tepat!!!
Cukup protein & nutrisi lain selama
masa kehamilan
Memberikan kemoterapi pd kasus
kehamilan ektopik untuk mencegah
penyakit trofoblas
Bila titer beta hCG paksa mola tdk
trun-turun slma 3 minggu berturutturut/ malah naik dapat diberi

Kesimpulan
Dari tinjauan pustaka yang telah dilakukan maka
dapat dismpulkan bahwa pasien dengan keluhan
perdarahan tanpa mulas, amenorea 3 bulan, dan
ditemukannya di fundus uteri 3 jari di atas symphysis
dengan konsistensi uterus lunak kenyal dan keluar
darah kehitaman dari vagina tersbut menderita mola
hidatidosa. Selain itu terjadinya perdarahan
membuat pasien tersebut mengalami anemia. Oleh
sebab itu, perlu dilakukan tindakan segera berupa
perbaikan keadaan umum hingga kuretase apabila
terjadi penyakit trofoblas ganasyang jenis villium
shingga mendapatkan prognosis yang lebih baik
HIPOTESIS DITERIMA