Anda di halaman 1dari 71

METABOLO

MIK SEL
Anggota Kelompok :
Andrea Devina
(1406575393)
Nabila Hana Dhia
(1406573394)
Larasati Windiani
(1406533573)
Rizki Larasati
(1406533541)
Sangghadatu Abda M
(1406569913)

OUTLINE

Pengertian dan Konsep Dasar


Metabolomik
Gambar Metabolic Pathway
Teknik Analisis Metabolomik
Instrumentasi Analisis Metabolomik
Aplikasi Metabolomik

Pengertian Metabolomik
Metabolomik dapat diartikan sebagai suatu
analisis kuantitatif dan kualitatif secara
menyeluruh terhadap semua molekul kecil
yang ada di dalam suatu sel, jaringan, atau
organisme tertentu.
Metabolomik memiliki keterkaitan dengan
kuantifikasi semua atau pecahan besar dari
semua metabolit di dalam suatu sampel
biologi dan secara simultan mengidentifikasi
serta mengkuantifikasi kelas biomolekulnya
secara berturut-turut-mRNA, protein, dan

Pengertian Metabolomik
Pengukuran metabolit memberikan informasi dasar
tentang respon biologi terhadap perubahan fisiologi
dan lingkungan dan dengan demikian meningkatkan
pemahaman biokimia seluler sebagai jaringan arus
balik metabolit yang mengatur ekspresi gen dan
protein serta memediasi sinyal antar organisme.

Metabolomik berasal dari dua


kata: Metabolom (Metabolisme)
dan Omik (Teknik). Metabolomik
yang disebut sebagai kelompok
Molekul Kecil (Small Molecule
inventory atau SMI) dapat
didefenisikan
sebagai
keseluruhan
metabolit
nonpeptida dengan berat molekul
kecil yang ada di dalam suatu
sel atau organisme pada kondisi
fisiologi
tertentu
yang
dibutuhkanmerupakan hasil
untuk
Metabolit
interaksi sistem genom dengan
pemeliharaan, dan
pertumbuhan,
lingkungannya
tidaklah merupakan produk akhir dari
dan fungsigen
normal
ekspresi
tapi suatu
juga sel.
berasal dari bagian sistem regulasi
dalam suatu cara yang terintegrasi dan dengan demikian
menentukan sifat biokimia dan fenotip suatu sel atau

Konsep Dasar Metabolomik


Metabolomik memiliki sinonim metabolite profiling
atau penentuan metabolit-metabolit dengan
karakter tertentu terkait dengan penyakit, respon
pengobatan, metabolism obat, perlakuan kimiawi
dll.
Metabolomik dikembangkan ke arah analisis
kuantitatif metabolit sekunder total yang berperan
dalam aktivitas biologis-farmakologis tertentu
dalam suatu sampel obat herbal yang disebut
metabonomics.

Konsep Dasar Metabolomik


Metabolomik berkaitan
dengan mengukur dan
menganalisis
kadar
metabolit dalam sistem.
Informasi ini membantu
dengan
pemahaman
bagaimana
bahanbahan ini berperilaku
dalam kondisi
tubuh
yang
berbeda.
Hasil
penelitian
ini
memainkan
peran
dalam interdisipliner
menentukan
Metabolomik adalah bidang
obat
yang menggabungkan bagaimana
praktek dari bidang
dimetabolisme
dan
biologi,
kimia,
matematika
dan
ilmu
bagaimana
mereka

Jalur Total Metabolomik

Teknik Analisis Interpretasi Metabolomik


Dalam metabolomik diperlukan metode statistic yang
mengkover ratusan-ribuan data. Informasi nilai
chemical shift, berat molekul tertentu (BM) dan
intensitas puncak tidak bermakna jika tidak dilakukan
integrasi dengan data lain dan sangat sulit jika
menganalisis
perbedaan
antarsampel
dengan
mengobservasi range data dan perdata. Untuk itu
statistic harus dilibatkan. Statistik multivariate yang
sering digunakan adalah PCA (Principal Component
Analysis) yang menghasilkan luaran pemisahan data
tanpa supervise namun langsung karena sampel
masing-masing. Kemudian dilanjutkan dengan metode
supervise PLS (Partial Least Square) yang akan
memperlihatkan kontribusi dari komponen dalam
sampel (senyawa).

Teknik Analisis Interpretasi Metabolomik


Metode
Principa
l
Compon
ent
Analysis

Tujuan
Mereduksi dimensi data
dengan
cara
membangkitkan variabel
baru (komponen utama)
yang
merupakan
kombinasi linear dari
variabel asal sedemikan
hingga
varians
komponen
utama
menjadi maksimum dan
antar komponen utama
bersifat saling bebas

Model
Yi a' X var(Y )
maks
i
dan
corr(Yi,
Yj)=0

Metode PLS
Partial Least Square (PLS) menurut Wold merupakan
metode analisis yang powerful oleh karena tidak
didasarkan banyak asumsi. Metode PLS mempunyai
keunggulan tersendiri diantaranya: data tidak harus
berdistribusi normal multivariate (indikator dengan
skala kategori, ordinal, interval sampai rasio dapat
digunakan pada model yang sama) dan ukuran
sampel tidak harus besar. Walaupun PLS digunakan
untuk menkonfirmasi teori, tetapi dapat juga
digunakan untuk menjelaskan ada atau tidaknya
hubungan antara variabel laten. PLS dapat
menganalisis sekaligus konstruk yang dibentuk
dengan indikator refleksif dan indikator formatif dan
hal ini tidak mungkin dijalankan dalam Structural

Model Indikator Refleksif

Model Indikator Refleksif sering disebut juga principal factor model


dimana covariance pengukuran indikator dipengaruhi oleh konstruk
laten atau mencerminkan variasi dari konstruk laten. Pada Model
Refleksif konstruk unidimensional digambarkan dengan bentuk elips
dengan beberapa anak panah dari konstruk ke indikator, model ini
menghipotesiskan bahwa perubahan pada konstruk laten akan
mempengaruhi perubahan pada indikator. Model Indikator Refleksif
harus memiliki internal konsistensi oleh karena semua ukuran indikator
diasumsikan semuanya valid indikator yang mengukur suatu konstruk,
sehingga dua ukuran indikator yang sama reliabilitasnya dapat saling
dipertukarkan. Walaupun reliabilitas (cronbach alpha) suatu konstruk
akan rendah jika hanya ada sedikit indikator, tetapi validitas konstruk
tidak akan berubah jika satu indikator dihilangkan.

Model Indikator Formatif

Model Formatif tidak mengasumsikan bahwa indikator


dipengaruhi oleh konstruk tetapi mengasumsikan semua
indikator mempengaruhi single konstruk. Arah hubungan
kausalitas mengalir dari indikator ke konstruk laten dan
indikator sebagai grup secara bersama-sama menentukan
konsep atau makna empiris dari konstruk laten. Oleh karena
diasumsikan bahwa indikator mempengaruhi konstruk laten
maka ada kemungkinan antar indikator saling berkorelasi,
tetapi model formatif tidak mengasumsikan perlunya korelasi
antar indikator atau secara konsisten bahwa model formatif
berasumsi tidak adanya hubungan korelasi antar indikator,
karenanya ukuran internal konsistensi reliabilitas (cronbach
alpha) tidak diperlukan untuk menguji reliabilitas konstruk
formatif. Kausalitas hubungan antar indikator tidak menjadi
rendah nilai validitasnya hanya karena memiliki internal
konsistensi yang rendah (cronbach alpha), untuk menilai
validitas
konstruk
perlu
dilihat
variabel
lain
yang
mempengaruhi konstruk laten. Jadi untuk menguji validitas

Teknik Analisis Metabolomik

Metabolomik Sidik Jari


Metabolomik Penanda Kimia Bioindikator
Metabolomik Elektroforesis Kapiler MS

Metabolomik Sidik Jari


Mengekstrak bioindikator menggunakan
pelarut tertentu, misalnya metanol
Dianalisis
menggunakan
teknik
spektroskopi
Teknik spektroskopi massa dan protonNMR merupakan teknik yang paling sering
digunakan karena mampu mendeteksi
metabolit dalam wilayah yang lebar dan
memiliki reproduksibilitas yang baik

Massa

Vibrasio
nal

Karbon
13

NMR

UV-VIS

ESR

Spektros
kopi

Inframe
rah

Spektroskopi Resonansi Magnet Inti


(NMR = Nuclear Magnetic Resonance)
Memberikan gambaran mengenai jenis atom, jumlah,
maupun lingkungan atom hidrogen (1H NMR) serta karbon
(13C NMR).
Didasarkan pada penyerapan gelombang radio oleh inti-inti
tertentu dalam molekul organik, apabila molekul tersebut
berada dalam medan magnet yang kuat.
Inti-inti atom unsur-unsur dapat dikelompokkan sebagai
mempunyai spin atau tidak mempunyai spin. Suatu inti
berspin akan menimbulkan medan magnet kecil, yang
ditunjukkan oleh suatu momen magnet nuklir, berupa suatu
vektor.
Inti atom yang mempunyai nilai geseran kimia () daerah
rendah (dekat TMS) disebut high shielded field (daerah
medan magnet tinggi), sedangkan daerah makin jauh dari
TMS disebut low shielded field (daerah medan rendah).

Spektroskopi Resonansi Magnet Inti


(NMR = Nuclear Magnetic Resonance)
Langkah-langkah
cara
menginterpretasi
spektra NMR adalah tentukan/perhatikan :
Jumlah sinyal, menunjukkan ada berapa
macam perbedaan proton yang terdapat
dalam molekul.
Kedudukan
sinyal,
ditunjukkan
oleh
geseran kimia () ppm, menunjukkan jenis
proton.
Intensitas sinyal atau harga integrasi
masing-masing
sinyal,
perbandingan
harga integrasi menyatakan perbandingan
jumlah proton.
Pemecahan
(spliting),
menerangkan
tentang lingkungan dari sebuah proton
dengan proton lainnya yang berdekatan.
Cara penulisan data NMR: ppm (jumlah
H, m, J Hz), m = multiplisitas (singlet (s);
doublet (d); triplet (t), quartet (q); dan
multiplet (m).

Daerah geseran kimia proton bernilai antara


0 12 ppm
Sumber : https://www2.chemistry.msu.edu

Spektrum 1H-NMR (600 MHz, CDCl3)


Sumber : https://www2.chemistry.msu.edu

Spektroskopi Resonansi Magnet Inti


(NMR = Nuclear Magnetic Resonance)
Chemical shift adalah suatu senyawa kimia yang khas dan
tidak bisa disamai oleh senyawa lain. Senyawa apapun yang
terekam geseran kimia antara 0-15 ppm bisa kita identifikasi
tanpa melakukan pemurnian cukup melihat geseran kimia yang
terekam dan kadang NMR dua dimensi dilibatkan untuk lebih
mempertajam interpretasi. Kemudian disamakan antara
senyawa-senyawa didalam database dengan berbagai nilai
geseran kimia yang kita peroleh. Biasanya dalam analisis ini
chemical shift H1 dan C13 yang digunakan untuk analisis ini.
Sedangkan konstanta kopling hanya untuk H1.
Kelemahan metabolomik basis NMR adalah adanya deteksi
(Limit Of Detection, LOD) yang rendah biasanya sekitar 0,5 mg.
untuk itu preparasi sedemikian sehingga mampu menarik
berbagai komponen penting dengan jumlah yang cukup
memenuhi batas deteksi.

Spektroskopi Karbon-13 (13C NMR)


Menghasilkan informasi struktur mengenai karbon-karbon
dalam sebuah molekul organik.
Spektra 13C NMR hanya dapat diperoleh dengan spektrometer
yang sangat sensitif. Kelimpahan 13C yang rendah akan
mengurangi kerumitan spektra 13C dibandingkan spektra 1H
NMR.
Terdapat dua tipe utama spektrum 13C NMR. Tipe spektrum 13C
NMR of resonansi, interaksi antar karbon yang berdekatan
diabaikan, tetapi karbon dapat berinteraksi dengan proton
yang diikat oleh masing-masing karbon menyebabkan
terjadinya spliting.Spektrum 13C NMR of resonansi ini dapat
membedakan jenis-jenis karbon.
Tipe spektrum karbon yang kedua adalah spektrum
dekopling-proton 13C, adalah suatu spektrum dimana 13C tidak
terkopling dengan 1H, jadi tidak menunjukkan pemisahan
spin-spin. Dekopling dapat dicapai secara elektronis dengan
menggunakan suatu radio frekuensi kedua terhadap sampel.
Energi tambahan tersebut menyebabkan terjadinya

Spektroskopi Karbon-13 (13C NMR)

Spektrum 13C-NMR (600 MHz, CDCl3)


dengan teknik APT
Sumber : https://www2.chemistry.msu.edu

Daerah geseran kimia proton bernilai antara 0 200


ppm

Spektroskopi Massa
Prinsip dasar kerja spektroskopi massa,
spektroskopi massa berfungsi untuk:
Menghasilkan berkas sinar kation dari zat
Menghasilkan berkas kation menjadi
bentuk spektrum massa (m/z)
Mendeteksi dan mencatat nilai massa
relatif (m/z) dan kelimpahan isotopnya (%)
atau intensitasnya

Tahapan Spektroskopi Massa


Tahap pertama: Ionisasi
Atom di-ionisasi dengan mengambil satu atau lebih
elektron dari atom tersebut supaya terbentuk ion
positif. Spektrometer massa ini selalu bekerja hanya
dengan ion positif.
Tahap kedua : Percepatan
Ion-ion tersebut dipercepat supaya semuanya
mempunyai kinetik yang sama. Ion-ion positif yang
ditolak dari ruang ionisasi tersebut akan melewati 3
celah, dimana celah terakhir itu bermuatan 0 V.
Celah yang berada di tengah mempunyai voltase
menengah. Semua ion-ion tersebut dipercepat

Tahapan Spektroskopi Massa


Tahap ketiga : Pembelokan
Ion-ion tersebut dibelokkan dengan menggunakan medan
magnet, pembelokan yang terjadi tergantung pada massa
ion tersebut. Semakin ringan massanya, akan semakin
dibelokan. Semakin banyak elektron yang diambil pada
tahap 1, semakin besar muatan ion tersebut, pembelokan
yang terjadi akan semakin besar.

Tahap keempat : Pendeteksian


Sinar-sinar ion yang melintas dalam mesin tersebut
dideteksi dengan secara elektrik. Ketika sebuah ion
menubruk kotak logam, maka ion tersebut akan
dinetralisasi oleh elektron yang pindah dari logam ke ion
(gambar kanan). Hal ini akan menimbulkan ruang antara
elektron-elektron yang ada dalam logam tersebut, dan
elektron-elektron yang berada dalam kabel akan mengisi
ruang tersebut. Aliran elektron di dalam kabel itu dideteksi

Spektroskopi Vibrasional: IR dan Raman


Atom dalam padatan bervibrasi pada frekuensi
1012 hingga 1013 Hz. Gerak vibrasi ini
melibatkan pasangan atau satu kelompok atom
yang terikat dan dapat tereksitasi ke keadaan
energi lebih tinggi dengan menyerap radiasi
pada frekuensi yang sesuai.
Pada teknik IR, frekuensi radiasi yang diberikan,
Spektra Absorpsi IR (a) Calcite,
divariasikan kemudian kuantitas radiasi yang
CaCO3 (b) NaNO3 (c) gypsum,
terabsorpsi atau ditransmisikan diukur. Pada
CaSO4.2H2O
teknik Raman, sampel disinari dengan sinar
Sumber : www.chem.itb.ac.id
monokromatik hingga dihasilkan dua cahaya
sebaran.
Sebaran Rayleigh timbul dengan energi dan
panjang gelombang sama persis dengan sinar
awal.
Sebaran Raman biasanya memiliki intensitas
kurang dibanding Rayleigh dan muncul pada
panjang
gelombang
beda
(lebih Laser raman spectra (a) squartz (b)
kristabolit
panjang/pendek) dibanding sinar awal.
Sumber : www.chem.itb.ac.id

Spektroskopi Visible dan


Ultraviolet
Molekul
mempunyai
tingkat
energi
elektron yang analog dengan tingkat
energi elektron dalam atom. Tingkat
energi molekul ini disebut orbital molekul.
Orbital molekul timbul dari antaraksi
orbital
atom
daripada
atom
yang
membentuk molekul itu.

Spektroskopi Visible dan


Ultraviolet

Promosi elektron dari orbital


terlokalisasi pada satu atom
ketingkat energi lebih tinggi
pada
orbital
terlokalisasi
atom yang sama
Promosi elektron dari orbital
terlokalisasi satu atom ke
orbital terlokalisasi diatom
sebelahnya
Promosi elektron dari orbitalTransisi elektronik pada padatan
Sumber : www.sridanti.com
terlokalisasi satu atom ke
pita energi terdelokalisasi,
pita konduksi.
Promosi elektron dari pita

Spektroskopi ESR
Interaksi
spin-spin
antara
elektron
tak
berpasangan yang bertetangga, ini dapat diatasi
dengan menggunakan konsentrasi kecil elektron
tak berpasangan mis. 0,1 s.d. 1 persen ion logam
transisi paramagnetik dilarutkan dalam struktur
host diamagnetik.
Adanya keadaan tereksitasi yang terletak rendah
dekat dengan keadaan dasar ini menyebabkan
seringnya terjadi transisi elektron, waktu
relaksasi pendek dan puncak melebar. Untuk
mengatasinya dengan pengukuran pada suhu
rendah, biasanya dalam suhu helium liquid 4,2 K.

Spektroskopi ESR
Interpretasi ESR
Keadaan oksidasi, konfigurasi elektron dan
bilangan koordinasi ion paramagnetik.
Keadaan dasar konfigurasi orbital di ion
paramagnetik dan adanya distorsi struktural.
Besarnya kovalensi ikatan-ikatan antar ion
paramagnetik dan anion atau ligan disekelilingnya.

Grafik Spektroskopi ESR


Sumber : www.imlukimia.org

Spektroskopi Inframerah

Spektrum inframerah terletak pada daerah dengan panjang


gelombang 0,78 sampai 1000 m atau bilangan gelombang dari
12800 sampai 10 cm-1. Spektrum inframerah dapat dibagi menjadi
inframerah dekat, inframerah pertengahan, dan inframerah jauh
Penggunaan yang paling banyak adalah pada daerah pertengahan
dengan kisaran bilangan gelombang 4000 sampai 670 cm-1 at-au
dengan panjang gelombang 2.5 sampai 15 m. Kegunaan yang
paling penting adalah untuk identifikasi senyawa berikatan kovalen
karena spektrumnya sangat kompleks terdiri dari banyak puncakpuncak, radiasi akan diserap oleh molekul dan dikonversi ke dalam
energi vibrasi molekul.
Tabel Daerah spektrum inframerah
Sumber : www.ilmukimia.org

Spektroskopi Inframerah
Spektrum infra merah merupakan spektrum yang
menunjukkan
banyak
puncak
absorpsi
pada
frekuensi yang karakteristik. Untuk setiap ikatan
kimia yang berbeda mempunyai frekuensi vibrasi
yang berbeda sehingga kemungkinan dua senyawa
berbeda yang mempunyai spektrum absorpsi yang
sama adalah kecil sekali.
Untuk mengidentifikasi senyawa yang belum
diketahui perlu dibandingkan dengan spektrum
standar yang dibuat pada kondisi sama. Daerah
absorpsi pada kisaran frekuensi 1500 sampai 700
cm-1 atau panjang gelombang 6,7-14 m disebut
daerah sidik jari (jati diri). Senyawaan yang
mempunyai spektrum infra merah sama adalah
identik.

Spektroskopi Inframerah

Spektrum Absorbans Inframerah Asam Laktat


Sumber : chemistry.ugm.ac.id

Spektrum Transmitans Inframerah Asam


Laktat

Metabolomik Penanda Kimia


Bioindikator
Hanya akan menganalisis satu atau beberapa senyawa
target dari bioindikator.
Terdapat banyak senyawa yang dapat diaplikasikan
sebagai penanda kimia. Oleh karena itu, pengetahuan
mengenai fungsi dari penanda kimia terhadap
bioindikator penghasil menjadi hal yang sangat penting.
Proses awal analisis penanda kimia serupa dengan teknik
sidik jari, yaitu mengekstrak bioindikator menggunakan
pelarut tertentu. Selanjutnya, penanda kimia dipisahkan
dari metabolit lain menggunakan teknik kromatografi,
seperti High Performace Liquid Chromatography (HPLC)
atau Gas Chromatography (GC). Kadar dari penanda
kimia ditentukan berdasarkan luas area puncak
kromatogram hasil analisis kromatografi tersebut.

Metabolomik Penanda Kimia


Bioindikator
HPLC (High Performance Liquid Chromatography)

Adalah teknik pemisahan campuran didasarkan


atas perbedaan distribusi dari komponenkomponen campuran tersebut diantara dua
fase, yaitu fase diam (padat atau cair) dan fase
gerak (cair atau gas).
Bila fase diam berupa zat padat yang aktif,
maka dikenal istilah kromatografi penyerapan
(adsorption chromatography).
Bila fase diam berupa zat cair, maka teknik ini
disebut kromatografi pembagian (partition
chromatography).

Metabolomik Penanda Kimia


Bioindikator
HPLC (High Performance Liquid Chromatography)
Metode LC-MS memiliki ring kadar yang lebih lebar dibandingkan
GC-MS, dan mencakup hampir semua golongan metabolit
sekunder. Untuk analisis metabolit mikromolekul dibutuhkan
system terbalik yakni fase diam nonpolar. Adapun fase gerak
umumnya yakni fase gerak polar : air, asetonitril, methanol,
pengasaman dengan asam formiat dan asam fosfat untuk
menaikkan pemisahan.
Informasi yang diperoleh seperti GC-MS yakni puncak-puncak
dengan luas area tertentu beserta Rt dan BM informasi
fragmentasi. Keuntungan dari metode LC-MS adalah luas jumlah
sampel yang sangat kecil dan cukup dilarutkan dalam solven
organic tertentu.
Optimasi pemisahan yang terbaik adalah pekerjaan paling
awaldari system ini, sehingga fase diam isokratik sangatlah tidak
cukup. Ini bisa ditanggulangi dengan mengoperasikan LC dengan
kombinasi system gradient-isokratik-gradien dan seterusnya

Metabolomik Penanda Kimia


Bioindikator
Prinsip Kerja HPLC
Dengan bantuan pompa fase gerak dialirkan melalui kolom ke detektor.
Sampel yang dilarutkan dalam solvent, dimasukkan ke dalam aliran
fasa gerak dengan cara injeksi. Di dalam kolom terjadi pemisahan
komponen-komponen campuran berdasarkan perbedaan kekuatan
interaksi anatara analat (solut-solut) dengan stationary phase pada
kolom.
Solut-solut yang kurang kuat interaksinya dengan fase diam akan
keluar dari kolom terlebih dahulu. Sebaliknya, solut-solut yang kuat
berinteraksi dengan fasa diam maka solut-solut tersebut akan keluar
dari kolom lebih lama. Setiap komponen campuran yang keluar dari
kolom dideteksi oleh detektor kemudian direkam dalam bentuk
kromatogram.
Kromatogram HPLC serupa dengan kromatogram GC dengan jumlah
peak menyatakan jumlah komponen; luas area peak menyatakan
konsentrasi dalam campuran
Sisitim HPLC dapat dihubungkan dengan software pada komputer dan
dioperasikan secara computerize

Metabolomik Penanda Kimia


Bioindikator
Kromatografi Gas

Jenis kromatografi yang digunakan dalam kimia organik


untuk pemisahan dan analisis.
Oleh karena itu, senyawa-senyawa kimia yang akan
dipisahkan haruslah dalam bentuk gas pula.
GC dapat digunakan untuk menguji kemurnian dari bahan
tertentu, atau memisahkan berbagai komponen dari
campuran.
Kromatografi
gas
memisahkan
suatu
campuran
berdasarkan kecepatan migrasinya di dalam fase diam
yang dibawa oleh fase gerak. Sedangkan perbedaan
migrasi ini disebabkan oleh adanya perbedaan interaksi
diantara senyawa-senyawa kimia tersebut (di dalam
campuran) dengan fase diam dan fase geraknya. Interaksi
ini adalah adsorbsi, partisi, penukar ion dan jel permiasi.

Metabolomik Penanda Kimia


Bioindikator
Prinsip Kerja Kromatografi Gas
Pemisahan pada kromatografi gas didasarkan pada titik didih suatu
senyawa dikurangi dengan semua interaksi yang mungkin terjadi antara
solute dengan fase diam.
Salah satu fase ialah fase diam yang permukaannya nisbi luas dan fase
yang lain yaitu gas yang mengelusi fase diam. Fase gerak yang berupa
gas akan mengelusi solute dari ujung kolom lalu menghantarkannya ke
detector.
Gas pembawa (biasanya digunakan Helium, Argon atau Nitrogen)
dengan tekanan tertentu dialirkan secara konstan melalui kolom yang
berisi fase diam. Selanjutnya sampel di injeksikan kedalam injektor
(Injection Port) yang suhunya dapat diatur. Komponen- komponen dalam
sampel akan segera menjadi uap dan akan dibawa oleh aliran gas
pembawa menuju kolom. Komponen- komponen akan teradopsi oleh
fase diam pada kolom kemudian akan merambat dengan kecepatan
berbeda sesuai dengan nilai Kd masing- masing komponen sehingga
terjadi pemisahan.
Komponen yang terpisah menuju detektor dan akan terbakar
menghasilkan sinyal listrik yang besarnya proporsional dengan

Keunggulan Metode GC
Keunggulan metode ini adalah resolusi yang sangat baik dan
mudah dilakukan pemisahan antar komponen, sampel yang
dibuthkan hanya kurang dari 10 l. objek untuk metabolomik
berbasis GC-MS adalah senyawa volatile atau derivate yang
fase diam untuk kolom GC untuk analisis metabolomik adalah
yang terlapisi dari fenil 5 % dan siloksan 95 % (Fancy and
Rumpel, 2008).
Keunggulan dari metode GC-MS adalah resolusi yang sangat
baik dari komponen senyawa dalam analit. Metode ini sangat
baik untuk melakukan riset aspek farmakologi yang terkait
komponen terpenoid dan beberapa fenil propanoid missal,
aromaterapi, komponen herbal yang terkait obat syaraf.
Misalnya untuk melakukan analisis dalam hal farmasi sampel
ditimbang beberapa mg kemudian dilarutkan kedalam solven
yang cukup volatile. Untuk analisis mutu minyak atsiri harus
dilakukan ekstraksi terlebih dahulu melalui destilasi terlebih

Metabolomik Penanda Kimia


Bioindikator

Kromatogram tablet vitamin C


Sumber : www.faktailmiah.com

Instrumentasi Spektroskopi NMR


Tempat sampel
Tempat sampel berupa tabung gelas yang berbentuk
silindris, diletakkan diantara dua kutub magnet. Sampel
dilarutkan dalam pelarut tak mengandung proton seperti
CCl4, CDCl3, D2O atau acetonitril dan sejumlah kecil TMS
ditambahkan
sebagai
standar
internal,
kemudian
dimasukkan kedalam tempat sampel. Sampel kemudian
diputar sekitar sumbunya untuk mengusahakan agar
semua bagian dari larutan terkena medan magnet yang
sama.

Celah magnet
Magnet terdiri dari dua bagian, magnet pokok mempunyai
kekuatan sekitar 14.100 Gauss, dan ia ditutup oleh
potongan-potongan kecil kutub elektromagnet. Pada celah
magnet terdapat kumparan yang dihubungkan dengan

Instrumentasi Spektroskopi NMR


Ossilator frekuensi radio
Ossilator frekuensi radio akan memberikan tenaga
elektromagnetik sebesar 60 MHz melalui kumparan yang
dihubungkan pada celah sampel. Kumparan selanjutnya
memberikan tenaga elektromagnetik yang digunakan untuk
mengubah orientasi perputaran proton. Kebanyakan
spektrofotometer NMR menggunakan sinyal frekuensi RF
tetap dan mengubah-ubah kekuatan medan magnet untuk
membawa setiap proton mengalami resonansi.

Detektor radio frekuensi


Kumparan detektor berada tegak lurus dengan kumparan
ossilator RF. Bila ada tenaga yang diserap, kumparan
detektor tidak menangkap tenaga yang diberikan oleh
kumparan ossilator RF. Bila sampel menyerap tenaga, maka
putaran inti akan menghasilkan sinyal frekuensi rasio pada
bidang kumparan detektor, dan alat memberikan respon ke

Instrumentasi Spektroskopi NMR


Pencatat
Pencatat berfungsi untuk menangkap sinyal resonansi atau
puncak. Sebelum sinyal sampai ke pencatat biasanya
dilewatkan terlebih dahulu ke audio amplifier untuk
menggandakan sinyal, sehingga menjadi lebih nampak

Skema Instrumentasi Spektroskopi NMR


Sumber : www. Sridanti.com

Alat dalam Analisis Metabolomik


Instrumentasi Spektrofometer Massa
Dalam spektrofometer Massa terdapat
lima komponen utama yaitu :

Sistem Penanganan Cuplikan


Sistem
ini
meliputi
alat
untuk
memasukkan cuplikan, mikromanometer
untuk menentukan jumlah cuplikan yang
masuk, alat pengukur cuplikan yang
masuk ruang pengionan serta sistem
pemompaan. Cairan dimasukkan dengan
menyentuhkan pipet mikro ke piringan
gelas. Cuplikan selanjutnya diuapkan
sebelum masuk ke ruang pengionan.

Ruang Pengionan dan Pemercepat


Kamar pengion (serta instrumen keseluruhan)
dijaga agar tetap dalam keadaan vakum , untuk
meminimalkan tabrakan dan reaksi antara radikal,
molekul udara, dan lain-lain. Di dalam kamar ini
cuplikan melewati suatu aliran elektron berenergi
tinggi, yang menyebabkan ionisasi beberapa
molekul cuplikan menjadi ion-ion molekul.
Radikal-radikal ion dan partikel-partikel lain
terbentuk, mereka diumpankan melewati dua
elektroda,
lempeng
pemercepat
ion,
yang
mempercepat partikel bermuatan positif (partikel
bermuatan negatif dan netral tidak dipercepat dan
terus-menerus dibuang oleh pompa vakum).

Tabung Analisator
Tabung analisator berupa tabung logam yang
dihampakan, yang berbentuk lengkung, dan
dipasang elektromagnet yang tegak lurus bidang
bagan. Medan magnet yang digunakan harus
seragam.
Dalam tabung analisator partikel-partikel yang
bermuatan positif ini dibelokkan oleh medan magnet
sehingga lintasannya melengkung.
Jari-jari lintasan melengkung bergantung pada :

Pengumpul Ion dan Penguat


Pengumpul ion terdiri atas satu lubang
atau lebih lubang pengumpul, serta suatu
silinder faraday, berkas ion menumbuk
pengumpul dalam arah tegak lurus,
kemudian isyarat diperkuat (amplifikasi)
oleh suatu pengganda elektron.

Pencatat
Pencatat yang digunakan secara luas
memakai lima buah galvanometer terpisah
yang mencatat serentak. Tinggi puncak
sebanding dengan jumlah ion dari masingmasing massa, dan digandakan sesuai
dengan faktor kepekaan yang memadai

Instrumentasi Spektrofometer
Massa

Instrumentasi Spektometer Massa


Sumber : www.ilmukimia.org

Beberapa persyaratan HPLC antara lain :

Instrumentasi HPLC
Instrumentasi HPLC terdiri dari :

Instrumentasi HPLC

Instrumentasi HPLC

Instrumentasi HPLC

Instrumentasi HPLC
Sumber : www.ilmukimia.org

Instrumentasi Kromatografi Gas


Suatu kromatograf yang baik terdiri dari
komponen-komponen penting berikut,
yaitu :

Regulator Tekanan
Tekanan diatur pada sekitar 1-4 atmosfer, sedangkan aliran
diatur 1-1000 liter gas per menit.. Sebelum kolom, gas
pengemban dialirkan dulu pada suatu silinder berisi
molekular sieve untuk menyaring adanya kontaminasi
pengotor.
Persyaratan
dari
gas
pembawa
adalah
kemurniannya yang tinggi, sebagai contoh helium dengan
kemurnian 99,995%.
Aliran gas pembawa ini harus tetap selama operasional dan
laju aliran gas sebelum masuk ke dalam kolom bersama uap
sample. Gas pembawa yang digunakan umumnya He, N 2, H2,
Ar.Tekanan gas pembawa bervariasi disesuaikan dengan
kondisi kebutuhan analisis, biasanya tekanan 10-50 psi (di
atas tekanan kamar) dengan laju aliran 25-150 ml/menit.

Sistem Injeksi Sampel


Yang terpenting dari sistem injeksi sampel
adalah program temperatur pada sistem
injeksi sampel. Umumnya temperatur di
atur 500C di atas titik didih komponen
yang
dianalisis.
Sampel
diinjeksikan
dengan suatu macro syringe melalui suatu
septum karte silikon ke dalam kotak logam
yang panas. Kotak logam tersebut
dipanaskan
dengan
pemanas
listrik.
Banyaknya sampel berkisar antara 0,5-10
l.

Kolom Kromatografi
Terbuat dari tabung yang dibuat berbentuk spiral terbuka.
Diameter kolom bervariasi dari 1/16 sampai 3/16. Panjang
umumnya adalah 2 meter (Khopkar S. M, 2008). Kolom pada
gas kromatografi yang biasa digunakan ada dua jenis kolom
yaitu Packed Column dan Open Tubular Column.
Packed column terbuat dari stainless steel atau gelas dengan
garis tengah 3-6 mm dan panjang 1-5 m. Kolom diisi dengan
serbuk zat padat halus atau zat padat sebagai zat pendukung
yang dilapisi zat cair kental yang sukar menguap sebagai fasa
diam.
Kolom terbuka (kolom kapiler) lebih kecil dan lebih panjang dari
kolom packed. Diameter kolom terbuka berkisar antara 0,1-0,7
mm dan panjangnya berkisar antara 15-100 m. Dengan
panjangnya kolom diharapkan kolom akan lebih efisien.

Penunjang Stasioner
Struktur dan sifat permukaan memegang
peranan penting. Struktur berperanan
pada efisiensi kolom, sedangkan sifat
permukaan
menentukan
tingkat
pemisahan. Permukaan penunjang akan
terselimuti oleh fase cair stasioner berupa
lapisan film tipis. Penunjang yang sering
digunakan adalah tanah diatomaeus dan
kieselguhr.

Fase Stasioner
Salah satu keunggulan kromatografi gas cair
terletak pada variasi fase cair untuk partisi yang
dapat tersedia dalam jumlah tidak terbatas.
Pembatasnya adalah penguapan, kestabilan termal
dan kemampuannya membasahi penunjang fase
cair dapat dikelompokkan pada cairan nonpolar,
cairan dengan kepolaran menengah, karbowax
yang bersifat polar dan senyawa-senyawa yang
berikatan hidrogen seperti glikol. Temperatur
maksimum yang didapat diperlukan terhadap suatu
kolom ditentukan oleh penguapan fase stasioner.

Detektor
Peka terhadap komponen-komponen yang terpisahkan di dalam
kolom serta mengubah kepekaannya menjadi sinyal listrik. Kuat
lemahnya sinyal bergantung pada laju alir massa sampel dan
bukan pada konsentrasi sampel gas penunjang.
Untuk kolom berpenunjang (packed column) detektor TCD
(thermal conductivity detector) paling cocok tetapi untuk kolom
terbuka (tanpa penunjang), FID merupakan detektor yang tepat.
TCD terdiri atas empat komponen thermal sensing yang tebuat
dari thermistor atau kawat tahanan yang dapat dibuat tetap
kencang selama pemanasan. Thermistor adalah semikonduktor
elektronik yang terbuat dari lelehan oksida suatu logam yang
tahanan listriknya bervariasi terhadap temperatur.
Detektor ini bermanfaat terutama pada volume sel yang kecil
dan tidak ada kontak langsung dengan aliran gas.

Pencatat Sinyal
Akurasi suatu kromatogram pada suatu daerah
pembacaan ditentukan oleh pemilihan pencatat
sinyalnya. Kadangkala sinyal perlu diperkuat.
Respons melewati skala penuh haruslah 1
detik. Kepekaan perekam adalah 10 mV dan
berjangkauan dari 1-10 mV. Kadangkala mutlak
diperlukan penguatan sinyal. Dalam operasi
saluran langsung dua elektrometer dibangun
menjadi satuan sinyal (Khopkar S. M, 2008).

Instrumentasi Kromatografi Gas

Instrumentasi Kromatografi Gas


Sumber : www.chem-is-try.org

Aplikasi Metabolomik
Metabolomik di Bidang Pertanian

Metabolomik dapat digunakan dalam aplikasi skala


besar, termasuk menentukan fenotip terhadap
tanaman
hasil
rekayasa
genetic
dan
pengelompokkan tanaman
Metabolomik dapat menjadi jembatan antara
genotip dan fenotip dari sebuah organisme,
menyediakan informasi mengenai fungsi sel secara
lebih lengkap, sebagaimana mengidentifikasi
perubahan baru pada metabolit spesifik.

Metabolomik di Bidang Pangan


dan Nutrisi
Nutrigenomik adalah istilah umum yang
menghubungkan genomic, proteomic, dan
metabolomik dalam studi nutrisi bagi
manusia.
metabolom
dalam
cairan
tubuh
dipengaruhi oleh faktor endogen seperti
usia, kelamin, komposisi tubuh, dan
genetika serta patologi
faktor eksogen yang mempengaruhi
adalah program diet dan obat-obatan. Diet
dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu

Metabolomik di Bidang Kesehatan dan


Farmasi

Profil metabolomik (terutama urin dan


plasma
darah)
digunakan
untuk
mendeteksi perubahan fisiologis yang
disebabkan oleh kontaminasi zat kimia
beracun yang berbahaya bagi suatu
organisme
Metode ini banyak dimanfaatkan oleh
perusahan
farmasi
untuk
menguji
toksisitas obat yang akan dipasarkan.

Metabolomik Lingkungan
Metabolomik lingkungan adalah aplikasi
metabolomik untuk mengetahui karateristik
interaksi organisme dengan lingkungannya.
Metabolomik
dapat
menemukan
peningkatan jumlah aplikasi dalam ilmu
lingkungan, mulai dari memahami respon
organisme terhadap tekanan lingkungan
abiotic, serta menyelidiki respon organisme
yang satu terhadap organisme lainnya.

THANK YOU

Daftar
Pustaka

Cara Kerja Spektroskopi Massa | Ilmu Kimia. 2015. Cara Kerja Spektroskopi Massa | Ilmu Kimia.
[ONLINE]
Tersedia:
http://www.ilmukimia.org/2013/07/cara-kerja-spektroskopi-massa.html.
[Diakses 23 November 2015].
Dasli Nurdin. (1986). Eludasi Struktur Senyawa Organik. Bandung : Angkasa.
Garry D. Christian. (1971). Analitical Chemistry 2nd Edition. New York : John Wileys & Sons.
Kealey, D. and Haines, P.J. (2002). Analytical Chemistry. Oxford, UK: BIOS Scientific Publishers Ltd.
KEGG PATHWAY: Metabolic pathways - Reference pathway . 2015. KEGG PATHWAY: Metabolic
pathways - Reference pathway . [ONLINE] Tersedia: http://www.genome.jp/keggbin/show_pathway?map01100. [Diakses 24 November 2015].
Khopkar SM. (1990). Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta : UI Press.
Kopka, J., 2006. Current Challenges and Developments in GCMS Based Metabolite Profiling
Technology, Journal of Biotechnology, 124 : 312322
Larry G Hargis. (1988). Analytical Chemistry. Principles And Technigues. New Jersey : Prentice Hall
Inc.
Lin CY, Viant MR, Tjeerdema RS. 2006. Metabolomics: methodologies and application in the
environmental sciences. Journal of Pesticides Science. 31 (3): 245251.
Metabolism
Analysis
.
2015.
Metabolism
Analysis
.
[ONLINE]
Tersedia:
http://bodyologypps.com.au/metabolism-analysis/. [Diakses 25 November 2015].
Metabolite Profiling - Metabolomic Discoveries. 2015. Metabolite Profiling - Metabolomic
Discoveries. [ONLINE] Tersedia: http://www.metabolomicdiscoveries.com/. [Diakses 25
November 2015].
Metabolomics . 2015. Metabolomics . [ONLINE] Tersedia: http://metabolomics.chem.agilent.com/.
[Diakses 23 November 2015].
Mursyidi, A., 1989. Analisis Metabolite Sekunder. Yogyakarta: PAU Bioteknologi Universitas Gajah
Mada,.