Anda di halaman 1dari 26

Menerapkan K3 dan Konsep

Pengelolaan Tempat Kerja

Vector Stephen Dewangga, S.Si., M.Si.

KEAMANAN LABORATORIUM
Seiring dengan perkembangan
teknologi, peralatan kerja di
laboratorium sebagai sarana research
makin berkembang. Artinya kita harus
semakin hati-hati bekerja di
laboratorium, termasuk selalu
memperhatikan keselamatan bagi diri
kita dan orang lain yang bekerja di
laboratorium, sehingga dapat
melakukan pekerjaan dengan aman dan
nyaman.

Laboratorium yang baik harus


dilengkapi dengan peralatan
keselamatan kerja yang memadai
untuk dapat melindungi dan
menjamin keselamatan pekerja.
Fasilitas alat untuk melengkapi
ruang kerja di laboratorium antara
lain :
Fire extinguisher
Hidrant
Eye washer
Water shower

Sedang peralatan darurat dan pendukung


yang harus tersedia di laboratorium antara :
Kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan)
Tandu
Spill Kits
Pakaian pelindung and Respirators
Peralatan dekontaminasi
Disinfektan and peralatan pembersih
Peralatan lain (palu, obeng, tali, dll.)

Untuk kotak PPPK bisa dilengkapi dengan :


1. Obat luar
- Salep levertran (untuk luka bakar)
- Revanol
- Betadine
- Hansaplast
2. Obat ringan
- Obat-obat anti histamin
- Norit
3. Plester Pembalut
Ukuran kecil, sedang, besar
4. Kapas, kasa steril

APD (Alat Pelindung Diri)


Biasa disebut juga dengan PPE (Personal
Protective Equipment)
Alat yang memberikan perlindungan terhadap
bahaya yang mungkin timbul.
PPE merupakan peralatan ataupun pakaian
yang didesain untuk mengendalikan resiko
terhadap keselamatan dan kesehatan di
tempat kerja.
PPE harus dipilih dengan seksama sesuai
tingkat resiko tempat kerja.

Syarat-syarat APD
APD harus dapat memberikan perlindungan yang kuat terhadap
bahaya yang spesifik atau bahaya yang dihadapi oleh pekerja.
Bobot seringan mungkin dan tidak menyebabkan rasa
ketidaknyamanan yang berlebihan.
Alat harus dapat dipakai secara fleksibel.
Bentuknya harus cukup menarik.
Alat pelindung tahan untuk pemakaian yang lama.
Alat tidak menimbulkan bahaya tambahan bagi pemakainya
karena bentuk atau karena salah dalam menggunakannya.
Sudah sesuai dengan standar yang telah ada.
Alat tidak membatasi gerakan dan persepsi sensoris
pemakainya.
Suku cadang mudah didapat untuk mempermudah
pemeliharaannya

Resiko Kecelakaan di Laboratorium


Luka goresan, injeksi, dll.
Pemaparan aerosol (biasanya diluar
Biosafety Cabinet / BSC)
Tumpahan atau pecahan wadah biakan.
Kecelakaan centrifuge
Bencana alam, kebakaran dan banjir
Luka gigitan / cakaran hewan uji

KEAMANAN LABORATORIUM
a) Pedoman umum
b) Tata ruang dan fasilitas laboratorium
c) Peralatan keamanan laboratorium
d) Sterilisasi, disinfeksi, dekontaminasi
e) Pengelolaan specimen
f) Pengelolaan limbah
g) Pengamanan terhadap bahan kimia
h) Pengamanan terhadap bahan radioaktif
i) Pengamanan terhadap infeksi mikroorganisme

j) Pengamanan laboratorium dengan fasilitas


hewan percobaan
k)Pengamanan pada keadaan darurat
l) Petugas / tim keamanan laboratorium
m)Kesehatan petugas laboratorium
Setiap laboratorium sebaiknya membuat pokokpokok keamanan laboratorium yang penting
ditempatkan di lokasi yang mudah dibaca oleh
setiap petugas laboratorium.

Pedoman Umum
Berbagai tindakan yang dilakukan di
dalam laboratorium, baik akibat spesimen
maupun alat laboratorium dapat
menimbulkan bahaya bagi petugas. Untuk
mengurangi bahaya yang terjadi, setiap
petugas laboratorium harus melakukan
pekerja menurut praktek laboratorium
yang benar.

Jarum suntik, pipet pasteur dan pecahan kaca


dapat menyebabkan luka tusuk. Untuk
menghindarinya dapat dilakukan :
a. Bekerja dengan hati-hati
b. Mempergunakan jarum suntik sejarang
mungkin
c. Gunakan semprit dengan kanula tumpul
sebagai pengganti
d. Pilih pipet pasteur yang terbuat dari plastik

Pencegahan penyebaran bahan


infeksius
a. Jangan memipet dengan mulut, gunakan alat bantu
pipet
b. Jangan meniup maupun mencampur bahan infeksi
dengan cara menghisap dan meniup cairan lewat
pipet
c. Jangan keluarkan cairan dari dalam pipet secara
paksa
d. Sediakan kapas yang dibasahi disinfektan pada meja
kerja utk membersihkan meja jika terkena tetesan
cairan / bahan infeksi dari pipet. Kapas diotoklaf
setelah selesai digunakan

e.Gunakan pipet ukur karena cairan tidak perlu


dikeluarkan sampai tetes terakhir
f. Rendam pipet habis pakai dalam wadah berisi
disinfektan. Biarkan selama 18-24 jam
sebelum disterilisasi
g.Disamping kabinet keamanan biologis
keamanan biologis harus disediakan wadah
untuk membuang pipet
h.Jangan gunakan semprit dengan atau tanpa
jarum suntik untuk memipet

TATA RUANG DAN FASILITAS


LABORATORIUM
1. Ruang Laboratorium
a. Seluruh ruangan dalam laboratorium harus
mudah dibersihkan
b. Pertemuan antara dua dinding dibuat lengkung
c. Permukaan meja kerja harus tidak tembus air.
Juga tahan asam, alkali, larutan organik dan
panas yang sedang. Tepi meja dibuat
lengkung.
d. Perabotan yang digunakan harus terbuat dari
bahan yang kuat

e.Ada jarak antara meja kerja, lemari dan alat


sehingga mudah dibersihkan
f. Ada dinding pemisah antara ruang pasien dan
laboratorium
g.Penerangan dalam laboratorium harus cukup
h.Permukaan dinding, langit dan lantai harus rata
agar mudah dibersihkan, tidak tembus cairan
serta tahan terhadap infeksi
i. Tersedianya bak cuci tangan dengan air mengalir
dalam setiap ruangan laboratorium dekat pintu
keluar

j. Pintu laboratorium sebaiknya dilengkapi


dengan label KELUAR, alat penutup pintu
otomatis dan diberi label BAHAYA INFEKSI
(BIOHAZARD)
k.Denah ruang laboratorium yang lengkap
(termasuk telepon, alat pemadam kebakaran,
pintu keluar darurat) digantungkan di beberapa
tempat yang mudah dilihat.
l. Tempat sampah dilengkapi dengan kantong
plastik.
m.Tempat sampah kertas, sarung tangan karet
/plastik, dan tabung plastik harus dipisahkan
dari tempat sampah gelas / kaca / botol

2. Koridor, Gang, Lantai dan Tangga


a. Lantai laboratorium harus bersih, kering dan
licin
b. Koridor, tangga dan gang harus bebas dari
halangan
c. Tangga yang memiliki lebih dari 4 anak tangga
dilengkapi dengan pegangan tangan
d. Permukaan anak tangga rata dan tidak licin
e. Penerangan di koridor dan gang cukup

3. Sistem Ventilasi
a. Ventilasi laboratorium harus cukup
b. Jendela laboratorium yang dapat dibuka
harus dilengkapi kawat anti nyamuk/lalat
c. Udara dalam ruangan laboratorium dibuat
mengalir searah

4. Fasilitas Air dan Listrik


a. Tersedianya aliran listrik dan
generator dengan kapasitas yang
memadai
b. Tersedianya fasilitas air PAM /
pompa / sumur artesis dengan
kualitas air yang memadai sesuai
dengan kebutuhan laboratorium

Peralatan Keamanan Laboratorium


1. Baju khusus untuk bekerja
2. Sarung tangan
3. Wastafel yang dilengkapi dengan sabun (skin
disinfektan) dan air mengalir
4. Lemari asam (fume hood), dilengkapi dengan exhaust
ventilation system
5. Pipetting aid, rubber bulb
6. Kontainer khusus untuk insenerasi jarum, lanset
7. Pemancur air (emergency shower)
8. Kabinet keamanan biologis kelas I, II atau III
(tergantung dari jenis mikroorganisme yang ditangani
dan diperiksa di laboratorium).

Ada beberapa simbol sebagai tanda peringatan dan label


harus terpasang pada botol karena sangat penting untuk untuk
menghindari terjadinya kecelakaan. Contoh simbol seperti
ini :

terima kasih