Anda di halaman 1dari 20

TEORI KEPRIBADIAN EKSISTENSIAL

ROLLO MAY

Kelompok 5
Abdul Malik Saharuddin
(
Muhammad Irfan Bahrun
(
Alifia Ainun Rizky
(1571041015)
Asnita Elfadri
(1571041006)
Delila Ayutami
(1571041022)
Husnul Khotimah
(1571041031)
Dina Nur Oktaviana
(1571041014)
Wirtanti
(1511415003)
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

BIOGRAF
I

lahir 21 April 1909 di Ada,


Ohio
Kedua orangtuanya tidak ada
yang terdidik dengan baik,
sehingga kondisi pendukung
intektual Rollo May tidak
pernah ada
Masa kecilnya tidak terlalu
menyenangkan. Orang tuanya
tidak
akur dan akhirnya
bercerai, dan ia memiliki kakak
perempuan yang mengalami
gangguan psikotik.

Tahun 1946, May membuka


praktik privatnya sendiri dan
dua tahun sebagai pengajar di
Insitut Wlliam Allason White.
Tahun
1949,
kira-kira
diusianya 40 tahun, dia
mendapat gelar Ph.D dalam
psikologi
klinis
dari
University
of
Columbia.
Sebelum menerima gelarnya,
May terkena TBC di awal
usia
30
tahun
dan
menghabiskan waktu 3 tahun
di Sanitarium Saranac New
York
Selama
sakit
dan
penyembuhannya,
May

EKSTENSIALI
SME

menjadi atau
mengada
lmu pengetahuan
yang
mempelajari
usaha perilaku
manusia untuk
memahami
manusia dengan
mengatasi jurang
pemisah antara
subjek dan
objek

KONSEP

Mengada-dalam-Dunia(Being in the-World)
EKSTENSIAL
Menunjukkan kemenyatuan subjek dan objek,
ISMEpribadi dan dunia. Perasaan terisolasi dan

keterasingan-diri daridunia diderita tidak hanya


oleh individu yang terganggu secara patologis,
tetapi juga oleh banyak idividu di masyarakat
wilayah modern
Ketidakmengadaan(Non-being)
Mengada-dalam-dunia mensyaratkan kesadaran
diri sebagai makhluk yang hidup dan ksis.
Namun kesadaran ini pada gilirannya juga
dapat membawa manusia pada kesadaran
akan sesuatu yang menakutkan: yaitu
ketidakmengadaan(non-beig)atau ketiadaan
(nothingness)

KONSEP TEORI
EKSTENSIALISM
Umwelt adalahE
dunia kebutuhan biologis, yaitu dunia objekobjek di sekitar manusia yang bisa mempengaruhi manusia,
membuat manusia sakit, menderita, dan tidak berdaya. Umwelt
biasa disebut dengan lingkungan (environment).
Mitwelt adalah hubungan manusia dengan manusia lain dalam
rangka kebersamaan. Kebersamaan ini berlangsung dalam
suatu interaksi yang jauh lebih kompleks, komunikasi yang
penuh kebersamaan, dan makna orang lain juga ditentukan oleh
hubungan sesama.
Eigentwelt adalah hubungan individu dengan dirinya sendiri,
pusat bagi dunia manusia sendiri, dan dari pusat itulah manusia
menjalani hubungannya dengan orang lain atau sesama
manusia lain. Dalam dunia ini, manusia menjalin keberadaan
sebagai subjek yang merefleksikan, mengevaluasi, menilai atau
menghakimi dirinya sendiri.

KOMSEP TEORI ROLLO MAY


KECEMASA
Nperilaku manusia memiliki motivasi dari
landasan rasa takut dan kecemasan,
kegagalan untuk menghadapi kematian
hingga akhirnya bertindak menghindar
sebagai bentuk pelarian.
Manusia mengalami kecemasan saat
mereka sadar bahwa eksistensinya atau
beberapa nilai yang mereka anut
terancam rusak atau hancur.

6 PRINSIP ONTOLOGICAL : Mrs. Hutchen


1. Fenomenal Keterpusatan
Setiap orang ingin berada dalam keterpusatan, oleh karena itu kehidupan, cinta,
kebencian, apakah itu bersifat membangun atau merusak, fleksibel atau kaku, buta
atau tanggap, semua itu karena keterpusatan.
2. Keberanian untuk pengakuan diri
Setiap keberadaan seseorang memiliki karakter untuk pengakuan diri, yang mana
itu membutuhkan pertahanan keterpusatan mereka dan dapat mengarahkan
keberanian untuk melakukannya.
3. Berpartisipasi dengan orang lain
Setiap keberadaan seseorang harus memungkinkan untuk keluar dari keterpusatan
mereka agar berpartisipasi dengan orang lain.
4. Kesadaran
Sisi subjektif dari keterpusatan adalah kesadaran. Kesadaran berarti tentang
kesiap-siagaan atau kewaspadaan. Orang-orang waspada akan bahaya akan
identitas mereka.
5. Kesadaran diri
Merupakan bagian unik dalam kesadaran seseorang. Orang-orang dapat sadar
tentang pikiran mereka seperti seseorang yang berpikir dan merasakan.
6. Kecemasan dan ketiadaan
Kecemasan merupkan bagian dari tindak perjuangan mereka tentang apa yang
dapat menghancurkan perasaan menjadi sesuatu yang berarti bagi mereka.

Rasa Bersalah
1. muncul saat manusia menyangkal
potensinya, gagal melihat secara akurat
kebutuhan dari sesamanya atau lupa akan
ketergantungannya pada alam.
2. Rasa bersalah bersifat ontologis yaitu
merujuk pada sifat alamiah dari suatu
keadaan dan bukan perasaan yang
muncul dari situasi atau pelanggaran
yang spesifik
3. dapat mempunyai dampak positif dan
negative pada kepribadian seseorang.

INTENSIONAL
ITAS
suatu kemampuan untuk membuat pilihan
mengimplikasikan suatu landasan terstruktur
ketika pilihan tersebut dibuat. Struktur yang
memberikan arti pada pengalaman dan
membuat manusia dapat mengambil
keputusan tentang masa depannya. Tanpa
intensionalitas, manusia tidak dapat memilih
atau bertindak berdasarkan pilihan mereka.
May menggunakan istilah intensionalitas
untuk menjembatani jarak antara subjek dan
objek.

Kepedulian, cinta dan


Kepedulian (care) adalah suatu proses
keinginan
aktif, kebalikan dari apatis. Kepedulian
adalah kondisi ketika sesuatu benarbenar berarti
Cinta (love) sebagai perasaan bahagia
terhadap kehadiran orang lain dan
menegaskan nilai serta perkembangan
(dari orang lain tersebut) seperti milik
kita sendiri
Keinginan (will) sebagai kapasitas
untuk mengatur diri seseorang supaya
pergerakan dalam arah tertentu atau
menuju suatu sasaran tertentu dapat

Seks Merupakan fungsi biologis yang dapat dipuaskan


BENTUK-BENTU
melalui hubungan seksual. May yakin bahwa pada zaman
dulu LOVE
seks merupakan sesuatu yang diabaikan namun pada
masa sekarang seks adalah sesuatu yang menjadi sebuah
permasalahan.
Eros adalah hasrat psikologis yang mencari untuk
menghasilkan keturunan atau persatuan dalam sebuah
hubungan dengan orang yang dicintai. Eros lebih kepada
sebuah harapan untuk mengukuhkan suatu persatuan yang
bertahan lama. Eros dibangun atas kepedulian dan
kelembutan.
Philia adalah suatu hubungan yang terjalin dengan intim,
namun nonseksual. Philia tidak dapat dibangun dengan
terburu buru serta membutuhkan waktu untuk tumbuh,
berkembang dan mengakar di diri seorang manusia.
Agape merupakan penghargaan untuk orang lain,
kepedulian atas kesejahteraan orang lain yang melebihi
keuntungan apapun yang dapat diperoleh seseorang dari hal
tersebut; cinta yang tidak terkecuali, seperti cinta tuhan

Kebebasan adalah
Kebebasan
dankemungkinan untuk berubah
walaupun kita tidak tahu apa saja perubahan yang
Takdir

dapat terjadi. May sendiri mengenal dua bentuk


kebebasan, antara lain
1. Kebebasan Eksistensial, Kebebasan ini
merupakan kebebasan untuk bertindak,
kebebasan untuk melakukan.
2. Kebebasan esensial, Kebesan ini merupakan
kebebasan untuk menjadi. Kenyataannya
kebebasan eksistensial sering membuat
kebebasan esensial menjadi lebih sulit
Takdir sebagai rancangan dari alam semesta yang
berbicara lewat rancangan dari kita masing-masing.
May berpendapat bahwa kebebasan dan takdir,
seperti rasa cinta-benci atau kehidupan-kematian,

Mitos adalah cerita-cerita yang


menyatukan
masyarakat,
sangat
penting
Kekuatan Mitos
dalam proses menjaga jiwa kita agar
tetap hidup serta membawa kita kepada
makna-makna baru didalam dunia yang
sulit dan seringnya, tidak berarti
May percaya bahwa menusia
berkomunikasi satu sam lain dalam dua
level.
Pertama adalah melalui bahasa
rasionalisme, dan dalam level ini
kebenaran lebih penting dari pada pihakpihak yang saling berkomunikasi.
Kedua adalah melalui mitos dan simbol

kurangnya komunikasi atau


PSIKOPATOLOGI

ketidakmampuan untuk mengetahui


orang lain dan untuk membagi diri kita
dengan mereka
Mereka mengembangkan gejala-gejala
neurotic, tidak untuk mendapatkan
kebebasan mereka, tetapi untuk
melepaskannya
Orang yang kompulsif mengadopsi
rutinitas yang ketat, sehingga membuat
pilihan-pilihan baru menjadi tidak
penting atau tidak dibutuhkan.

PSIKOTERAP
TujuanI psikoterapi adalah untuk

membebaskan manusi
Terapis yang berkonsentrasi pada
gejala-gejal yang dimiliki pasien,
kehilangan gambaran yang lebih
penting.
Gejala-gejala neurotic hanyalah cara
untuk melarikan diri dari kebebasan
dan induksi bahwa kemungkinankemungkinan internal yang dimiliki
oleh pasien yang tidak digunakan

Destiny
Destiny adalah pola batas dan bakat yang merupakan kodrat dalam hidup.
Destiny memiliki banyak tingkatan dan masing-masing tingkat berbeda. Ada empat
tingkatan yang disampaikan May yaitu :
1. Takdir kosmik : kadang-kadang disebut "tindakan Tuhan" termasuk di sini adalah
kelahiran, kematian, gunung berapi, dan bencana alam yang relatif tak terduga
lainnya yang mempengaruhi kehidupan kitatanpa mampu melakukan apa-apa.
2. Takdir genetik : kita mewarisi, yang mengatur banyak ciri-ciri fisik saat kita
dilahirkan, termasuk warna mata atau kulit dan gender kita. genetika
juga mungkin memainkan peran dalam bakat yang kita miliki untuk seni, musik,
matematika, dan sebagainya. Kita bisa meningkatkan atau bekerja sama dengan
genetik yang dimiliki akan tetapi ada hal yang tidak dapat kita ruba dengan halhal yang kita warisi.
3. Takdir budaya : yang meliputi keluarga, masyarakat, dan kebudayaan di mana
kita dilahirkan.
4. Takdir mendalam, yang mencakup peristiwa manusia di mana kita secara individu
tidak memiliki kontrol, seperti naik turunnya pasar saham, atau aksi teroris.

APLIKASI
Kesadaran akan Kematian/kefanaan (Mortality) dan

Penyangkalan
Manusia telah
lama Sifat
mempercayai
bahwa mereka
terhadap
Hewani (Animal
Natur)
tidak hanya sekedar tubuh tetapi mereka
Kita.
mempunyai jiwa, semangat, dan pikiran.
Penelitian berdasarkan teori manajemen terror
dan sensitivitas rasa jijik telah kerkembang
menjadi hasil kerja yang mengagumkan, yang
menunjukkan pada kesimpulan umum bahwa
rasa jijik yang dimiliki manusia, terutama rasa
jijik yang berhubungan dengan atribut-atribut
manusia yang mengingatkan kita pada dasar
kebinatangan kita (seperti menyusui), berfungsi

Menjadi sehat sebagai bentuk Pertahanan Diri


(Defense) terhadap kesadaran akan
Kematian/Kefanaan (Mortality)

Pertahanan Proksimal (pembelaan diri dengan cara


menyangkal dan mengalihkan) yang mengambil bentuk
bukan aku, bukan sekarang dan akan tampak sangat
jelas dalam supresi aktif terhadap pikiran-pikiran tentang
dalam perjalanan (Distancing) dan penyangkalan terhadap
kerapuhan dirinya (One`s Vulnerability).
Ketika pikiran kematian diaktifkan secara bawah sadar,
maka Pertahan Distal (pembelaan diri dengan cara
berlindung kepada sesuatu) menjadi aktif juga. Bentuknya
adalah mengidentifikasian diri dengan keyakinan-keyakinan
cultural dan ideology demi menaikkan penghargaan
terhadap dirinya.

Hassan, Fuad. 2005. Berkenalan Dengan


Eksistensialisme. Jakarta: Pustaka Jaya.
Lathief, SupaatI.2008. Psikologi Fenomenologi
Eksistensialisme. Lamongan:Pustaka Ilalang.
Feist and feist. 2006.Theories of Personality. Boston:
McGraw Hill.
Boeree, C. George. (2005). Personality Theories.
Jogjakarta: Prisma Sophie.
Abidi, Zaenal.
2002.AnalisisEksistensialUntukPsikologidanPsikiatri.Ri
fekaAditamA: Bandung
Winkel, W.S. 1991.BK di
InstitusiPendidikan.GramediaWidiasarana Indonesia:
Jakarta.
Sastrowardoyo,Ina.Teori Kepribadian Rollo
May.Perpustakaan Universitas Indonesia.

Anda mungkin juga menyukai