Anda di halaman 1dari 12

SOSIOLOGI

BAB 3
INTERAKSI SOSIAL

Disusun Oleh :
Thesa Nur Adi P.
(7111131124)
Ogionso
(7111131125)
Mellta Ro Innah
(7111141078)
Prabaning Dyah Sawitri(7111141097)

Pengertian :
Interaksi berasal dari kata inter yang
berarti antar, dan aksi yang berarti
tindakan.
Interaksi sosial merupakan suatu
fondasi dari hubungan yang berupa
tindakan-tindakan (aksi dan reaksi),
yang berdasarkan norma dan nilai
sosial yang berlaku dan diterapkan di
dalam masyarakat.

Menurut Weber (1991) tindakan sosial


dibedakan menjadi :
1. Rasionalitas instrumental (zwerk
rational)
2. Rasionalitas berorientasi nilai
(wertrational)
3. Tindakan afektif (affectual)
4. Tindakan tradisional

Kontak dan Komunikasi Sosial


1. Kontak sosial
Dalam kehidupan sehari-hari manusia
senantiasa melakukan kontak dengan
manusia lainnya, wujud kontak tidak
selamanya harus terjadi sentuhan fisik
tapi juga dapat secara verbal
2. Komunikasi Sosial
komunikasi artinya berhubungan, tujuan
berkomunikasi adalah untuk
menyampaikan pesan supaya
dimengerti oleh orang lain.

Pola Interaksi Sosial :


1. Pola interaksi sosial antara
individu dengan individu
2. Pola interaksi sosial antara
individu dengan kelompok
3. Pola interaksi sosial antar
kelompok

Faktor-faktor yang mendasari


interaksi sosial :
1. Imitasi (Imitation)
2. Sugesti (Suggestion)
3. Identifikasi (Identification)
4. Simpati (Sympathy)
5. Empati (Empathy)
6. Motivasi (Motivation)

Bentuk Interaksi Sosial


1. Proses asosiatif, hubungan yang bersifat
positif. Artinya hubungan ini dapat
mempererat jalinan atau solidaritas
kelompok.
2. Proses sosial yang dissosiatif, prosesnya
bertolak belakang dengan asosiatif.
Dissosiatif cenderung menyebabkan
ketidak teraturan kehidupan
masyarakat, yang memberi akses
terjadinya perpecahan kelompok sosial.

Proses Asosiatif

Bentuk proses asosiatif :


1. Kerjasama (cooperation)
a. Tawar menawar (bargaining)
b. Kooptasi (cooptation)
c. Koalisi (coalition)
d. Usaha patungan (join venture)
2. Akomodasi (acomodation)
a. Kompromi (compromise)
b. Toleransi (tolerance)
c. Konsiliasi (konsiliation)
d. Koersi (coercion)
e. Arbitrasi (arbitration)
f. Mediasi (mediation)
g. Ajudikasi (adjudication)
h. Buntu (stalemate)
i. Konversi
j. Gencatan senjata (cease-fire)
k. Segregation
3. Asimilasi (assimilation)

Proses Sosial yang Dissosiatif


Bentuk dissosiatif :
1. Kompetisi (competition) atau
persaingan, merupakan proses sosial
yang interaksi sosialnya ditandai
dengan adanya persaingan untuk
mencari keuntungan tertentu.
2. Kontraversi (contravention),
merupakan suatu sikap mental yang
tersembunyi terhadap orang lain atau
terhadap unsur kebudayaan suatu
golongan tertentu.

3. Konflik (conflict), merupakan proses


sosial seperti halnya kompetisi atau
persaingan namun seringkali disertai
ancaman ataupun kekerasan baik fisik
maupun nonfisik.
4. Diferensiasi (differentiation),
merupakan suatu proses individu di
dalam masyarakat yang memperoleh
hak dan kewajiban yang berbeda dalam
masyarakat.

Status dan Peranan Sosial dalam


Interaksi Sosial
1. Kedudukan (status), adalah posisi
sosial yang merupakan tempat dimana
seseorang menjalankan kewajibankewajiban dan berbagai aktivitas lain.
2. Peranan (role), tiap individu miliki
status yang mencerminkan
kedudukannya, juga miliki peranan
tertentu sesuai dengan status yang
melekat dalam dirinya.

Sekian dan Terima Kasih....