Anda di halaman 1dari 46

Resume Manajemen Strategi:

Judul Buku: Strategy Maps: Converting Intangible Assets into Tangible Outcomes
Pengarang: Robert S. Kaplan, David P Norton
Penerbit: Harvard Business School Publication Corporation, 2004

If you can measure it, you can manage it

Kelompok 10
Putri

Permata Jaya
041411331180
Damar Sasi Elsza P
041411331190
Danik Astutik
041411331220
Imas Ayu Nur Rahmawati
041411331239
Zakiyyah Riris Merbaka
041411333028

Bagian 1: Overview

Chapter 1: Introduction
Tren

mulai menjauh dari product-driven economy berdasarkan


aset berwujud ke knowledge and service economy berdasarkan
aset tidak berwujud.
Aset tak berwujud menggerakkan penciptaan nilai jangka
panjang, baik pada tingkat ekonomi skala makro (makroekonomi) maupun skala mikro (mikro-ekonomi).
Strategi perusahaan mendeskripsikan bagaimana menciptakan
nilai bagi pemegang saham, pelanggan dan masyarakat dan
menciptakan nilai yang berkelanjutan (sustainable). Pandangan
setiap organisasi dalam mendeskripsikan strategi mereka yang
berbeda-beda di sebut dengan dimensi, misalnya menurut
rencana keuangan untuk pertumbuhan laba dan pendapatan
atau berdasarkan produk dan layanan mereka

Cara Mendeskripsikan Strategy


Balance
Scorecard
Peta Strategi
( Strategy
Map)

Kerangka yang
mendeskripsikan
strategi strategi bagi
penciptaan nilai
Representasi visual dari
hubungan sebab akibat
diantara komponen
komponen strategi
perusahaan

Contoh Balance Scorecard

Strategy Map
Peta

strategy yang umum terdiri atas 4 perspektif dari balance


scorecard ditambah dengan rincian strategy dan pengembangan
fokus
Peta strategi didasarkan pada 7 prinsip:
1. Strategy balances contradictory forces
2. Strategy is based on a differentiated value proportion
3. Value is created through internal business process
4. Processes in the internal and learning and growth perspectives
drives the strategy
5. Stratgey consists of simultaneous, complementary themes
6. Strategy alignment determines the value of intangible assets
7. Aligning intangible assets to enterprise stratgey

Production
strategy

Financial
perspecti
ve
Customer
s
perspecti
ve
Internal
perspecti
ve

Improve
cost
structure

Growth strategy

Long-term
shareholders
value

Increase
asstes
utilization

Expand
revenue
opportunities

Enhance
customer
value

Customer value proposition


pric
e

functionabil
qualit
availabili
selectio
servic
partnershi
brand
ity
y
ty
n
e
p
Product/service atributes
realtionships
image
Regulatory and social
Operation management
Customer management
Inovation processes
processes
process
proces
Supply
Selection
Opportunity ID
Environment
Production
Acquisition
R&D Portofolio
Saftey and health
Distribution
Retention
Design/develop
Employment
Risk management
growth
launch
community

Human capital

Learning
and
growth
perspecti
ve
culture

leadershi
p

Information
capital
Organization
capital

alignmen
t

teamwor
k

Chapter 2 : Peta Strategi


Konsep:

Menciptakan nilai atas aset aset tidak berwujud


dalam beberapa hal lebih penting daripaa penciptaan nilai
melalui pengolahan aset berwujud dan keuangan karena:
Value creation Is Indirect
Value is Contextual
Value is Potentian
Asset are Bundled

Strategi adalah sebuah langkah yang berangkaian (strategy is step in a continuum). Strategi bukan
proses manajemen yang berdiri sendiri. Strategi adalah serangkaian cara dalam langkah-langkah logis
yang menggerakkan organisasi dari misi pada level atas hingga ke pekerja yang berada di frontline

Mission

Gambaran Proses
penciptan nilai

Why we exist?

Values
Whats important to us

Vision
What we want to be

Strategy
Our game plan

Stratgey map
Translate the stratgey

Balance scorecard
Measure and focus

Targets and initiatives


What we need to do

Personal objectives
What I need to do

Strategic outcomes
Satisfied
shareholde
rs

Deighted
customers

Efficient and
effective
processes

Proses penciptaan untuk pelanggan dan


shareholders

Satisfied
shareholde
rs

Perspektif Internal
Proses manajemen operasi
Memperoleh bahan baku dari
pemasok
Mengubah bahan baku ke
barang jadi
Mendistribusikan barang jadi
ke konsumen
Mengelola resiko

Proses manajemen
pelanggan
Menentukan target pelanggan
Mendapatkan target
pelanggan
Mempertahankan pelanggan
Mengemangkan usaha
bersama pelanggan

Proses inovasi
Mengidentifikasi peluang
untuk produk dan jasa baru
Mengelola portofoilo R&D
Membawa produk baru ke
pasar

Proses regulasi dan sosial


Lingkungan
Kesehatan dan keselamatan
Pelatihan kerja
Investasi komunitas

Contoh Strategy Map Garuda


Indonesia

Penjelasan
Dari

strategic mapping yang terlihat di atas, pada perspektif Pembelajaran dan


Pertumbuhan terdapat strategi peningkatan kualitas kerja yang lebih baik.
Peningkatan kualitas kerja ini merupakan dasar dari pelaksanaan balanced scorecard.
Kualitas kerja merupakan fondasi dari keberhasilan perusahaan. Karena perusahaan
yang berhasil tidak terlepas dari kinerja para pegawai yang baik.
Kualitas kerja yang baik ini akan medorong peningkatan pendapatan, peningkatan
kualitas produk dan operasional yang unggul terdapat pada perspektif proses bisnis
internal. Dengan kompetensi dan budaya kerja yang baik dari semua insan Garuda
maka strategi yang terdapat pada perspektif Proses Bisnis Internal akan lebih mudah
dicapai.
Setelah strategi dalam perspektif tersebut tercapai, perusahaan dapat memfokuskan
kegiatan usahanya kepada pelanggan yaitu dengan menjaga konsistensi produk dan
layanan yang prima. Hal ini akan membuat Garuda Indonesia semakin dipercaya oleh
masyarakat sehingga pada akhirnya nanti Garuda Indonesia akan terus dipakai
jasanya oleh masyarakat karena sudah mendapatkan image yang baik.
Secara tidak langsung akan berdampak pada pertumbuhan keuangan perusahaan
yang terus lebih baik di masa yang akan datang.

Bagian 2: Value creating Processes

Chapter 3: Operation Management Process

Operation Management
Process merupakan proses
operasi yang dilakukan untuk
memproduksi dan
menyediakan barang dan jasa
kepada pelanggan. Mengelolan
kegiatan operasi menjadi
prioritas bagi semua organisasi

4 Proses penting Manajemen


operasi
Mengembangkan dan
mempertahankan hubungan dengan
pemasok
Menghasilkan Produk dan Jasa
Mendistribusikan dan memberikan
produk dan jasa pada pelanggan
Mengelola resiko

Hubungan MO dan Tujuan dalam perspektif


pelanggan
Harga yang kompetitif dan total
biaya penawaran yang rendah
Kualitas yang sempurna
Kecepatan dan ketepatan
berbelanja
Seleksi yang bermutu

Mengukur kinerja untuk peningkatan


berkelanjutan
Manajer

dapat menentukan penggerak yang


dapat menjelaskan kuantitas sumber daya
dan biaya yang diperlukan untuk melakukan
suatu kegiatan. Untuk perbaikan secara terus
menerus atas karyawan dapat dilakukan
dengan motivasi dan evaluasi setiap hari.

Chapter 4: customer Management


Process
4

proses manajemen pelanggan


Memilih Pelanggan
Mengakuisisi pelanggan
Mempertahankan pelanggan
Mengembangkan hubungan dengn
pelanggan

Chapter
5
:
Inovation
Process
Perusahaan harus mempertahankan

keunggulan kompetitif, untuk itu


perusahaan dituntut untuk melakukan
inovasi secara berkelanjutan untuk
membuat produk, jasa, dan proses
yang baru. Inovasi yang berhasil akan
menggerakan akuisisi dan
pertumbuhan pelanggan,
meningkatkan margin dan loyalitas
pelanggan. Tanpa adanya inovasi, core
competence perusahaan akhirnya akan
ditiru pesaing.

4 Innovation Process
Mengidentfikasi peluang untuk produk
dan jasa baru
Mengelola Riset dan pengembangan
Portofolio
Mendesign dan mengembangkan produk
dan jasa baru
Memasarkan produk Baru ke dalam Pasar

Chapter 6: Regulatory and Social


Process
Perusahaan

bertanggung jawab pada


karyawan, masyarakat, dan komunitas
mereka. Kegagalan perusahaan dalam
menyajikan proses regulasi dan sosial yang
baik akan membawa resiko pada
pertumbuhan dan penyampaian nilai pada
shareholdesrs.

4 Dimensi dalam mengelola Proses regulasi


dan sosial
Environment Performance
Safety and health
Employment Practices
Community investment

Bagian 3: Intangible Asset

Chapter 7: Aligning Intangible Asset To


Enterprise strategy
Aset

tidak berwujud: Pengetahuan yang ada dalam sebuah organisasi untuk


menciptakan keunggulan diferensiasi atau kemampuan karyawan perusahaan
untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Contoh : paten, copy right, pengetahuan karyawan, kepemimpinan, sistem, dll
3

komponen aktiva tidak berwujud yang penting untuk penerapan strategi:


1. Human Capital
2. Information Capital
3. Organizational capital
. Poin penting:
1. Keselarasan (Alignment) : aktiva berwujud harus selaras dengan strategi, dan
dapat menciptakan nilai lain.
2. Integrasi. Peran strategis aset tak berwujud tidak dapat diatasi sendiri.
Program terpadu digunakan untuk mendukung semua aset tidak berwujud
dalam organisasi

Menyelaraskan dan mengintegrasikan Aset tidak


berwujud dengan penciptaan nilai internal
3

Teknik membngun hubungan Strategy map


dan Intangible Asset
Untuk setiap strategi, satu atau

Job Families
Strategy

IT portofolio
strategy
Organizatio
n Change
Agenda

2 job families akan memiliki


dampak terbesar dalam strategi

Untuk setiap proses strategi


terdapat sistem TI yang spsifik
dan implementasi dengan
dukungan infrastuktur
Strategi membutuhkan
perubahan dalam nilai nilai
budaya, baik internal maupun
eksternal

Chapter 8: HUMAN CAPITAL READINESS


Perusahaan

perlu mengukur kesiapan sumber


daya manusia, yaitu ketersediaan karyawan,
bakat, dan pengetahuan untuk melakukan
proses internal yang penting untuk
kesuksesan strategi.
Proses mengukur kesiapan sumber daya
manusia:

Mendeskripsikan persyaratan-persyaratan
pekerjaan yang telah diidentifiksi oleh
strategy job families secara rinci. Profil
kompetensi mendeskripsikan :
Pengetahuan, Keahlian, dan Nilai-nilai

Posisi di mana karyawan dengan


kompetensi-kompetensi ini dapat
memberikan dampak terbesar dalam
meningkatkan proses internal yang penting

Membangun
Profil
Kompetensi

Mengidentifika
si Strategy Job
Families

Dibutuhkan dua pendekatan untuk mengilimanasi competency


gap.
The Srategy job family model
The Strategic Value Model

Penilai dapat menarik dari berbagai pendekatan untuk


mengealuasi kinerja individu dan potensi. Misalnya semua
karyawan melakukan selft assesstment reatif terhadap
persyaratan pekerjaan yang kemudiaan dibahas dengan mentor
atau manajer karir atau penilaian meminta umpan balik dari
rekan-rekan, atasan, bawahan, tentang berbagai topik yang
berkaitan dengan kinerja karyawan

Program
Pengembangan
Sumber Daya
Manusia

Kesiapan manusia

Chapter 9: Information Capital Readiness


Sumber

daya informasi merupakan bahan


dasar bagi penciptaan nilai di era ekonomi
baru. Kerangka umum untuk menjelaskan
kesiapan sumber daya informasi ini dimulai
dari :
1. Mendeskripsikan Smber Daya Informasi
2. Menghubungkan sumber daya informasi
pada strategi
3. Mengukur kesiapan sumber daya Informasi

Chapter 10: Organizational Capital


Readliness
Organizational capital

memberikan kemampuan untuk


integrasi aset manusia dan
modal informasi sama seperti
barang berwujud dan aset
finansial yang selaras dengan
strategi sekaligus terintegrasi
secara keseluruhan untuk
mencapai tujuan strategis
organisasi

4 komponen Capital Organization

Culture
Leadershi
p
Alignmen
t
Teamwor
k

Kesadaran dan proses internalisasi dari


visi, misi, nilai inti yang dibutuhkan untuk
mengeksekusi strategi
Ketersediaan pemimpin yang
terkualifikasi di semua level untuk
menggerakkan organisasi menuju
strategi
Tujuan dan insentif individu, tim, dan
departemen terikat dengan pemcapaian
tujuan strategis.
Pengetahuan tentang potensial strategis
dibagi bersama-sama dalam organisasi

Strategy map mendeskripsikan perubahan


yang diminta oleh strategi, seperti produk baru,
proses baru, atau pelanggan baru. Perubahan
ini juga mendeskripsikan perilaku dan nilai baru
(new behavior and values) yang diperlukan
dalam angkatan kerja. Tiga jenis perubahan
perilaku yang konsisten dengan value creation
yaitu :
Fokus untuk Pelnggan
Kreatif dan Inovatif

Bagian 4: Building Strategies and strategy


Map

Chapter 11: Customizing Your Strategy Map


to Your Strategy

Your Own Specific Strategy will determine your


organizations strategic thrust

Ketika

perusahaan bersaing dengan Product


Leadership Strategy, maka perusahaan akan
menyoroti INOVASI, sedangkan jika
perusahaan berorientasi pada Low Total Cost
Strategy, maka perusahaan akan menyoroti
MANAJEMEN OPERASI.
Terlepas dari strategi dalam sebuah
perusahaan, perusahaan yang sukses adalah
perusahaan yang mampu menciptakan nilai
bagi pemasok, karyawan, pelanggan, dan
masyarakat.

Tipe- Tipe strategy


Low Total Cost strategy
( Air Asia)
Product Leadership Strategy
( Apple)
Complete Customer Solution
( Nestle)
Lock-in strategy
( Microsoft)

Chapter 12: Planning The


Campaign
Terdapat

3 unsur yang perrlu ditambahkan


pada strategy map untuk menciptakan
dinamika strategi, antara lain:
Mengukur
Time line
Memilih inisiatif

Mengidentifikasi dan mendanai strategi inisiatif yang diperlukan untuk


melaksanakan strategi
Mengidentifikasi dan menyelaraskan aset tak berwujud
Mengidentifikasi tema strategi
Menetapkan waktu untuk hasil yang berkelanjutan
Menyesuaikan proporsi nilai pelanggan
Menentukan shareholder/ stakholder gap

Menggunakan strategy map untuk plan the


campaign

Kesimpulan
Lebih

dari 75 % nilai pasar rata rata perusahaan


berasal dari aset tak berwujud yang secara
pengukuran tradisional tidak dapat diukur. Balance
Scorecard adalah suatu inovasi sistem pengukuran
kinerja yang membuat perusahaan dapat
mengkuantitatifkan aset tak berwujud yang penting.
Seperti SDM, Informasi, dan budaya.
Kini, Orang yang pertama kali mengembangkan
balance scorecard, Robert S Kaplan dan David P
Norton , menciptkan alat baru yang didasarkan pada
penelitian mereka yang sekarang sedang berjalan

Strategy

Map membuat perusahaan dapat


mendeskripsikan hubungan antara aset tak
berwujud dengan proses penciptaan nilai ,
sehingga semua aspek strategi dapat
diimplementasikan sehingga tercipta
penciptaan nilai yang stabil.
Strategy map membuat manajer dapat
menghubungkan investasi dengan SDM,
teknologi, dan modal organisasional yang
dapat menghasilkan dampak yang besar bagi
perusahaan

Dengan

memperhatikan proses
pengembangan internal seperti operasi,
hubungan konsumen, inovasi, dan budaya
dan membuat Investasi yang tepat pada aset
tak berwujud( Modal SDM, Modal Informasi,
dan manajemen modal organisasional) dapat
diimplementasikan suatu rencana terstruktur
untuk mencapai kesuksesan strategi.

Pertanyaan: