Anda di halaman 1dari 27

Obat Anti Neoplastik

Kelompok 5
Anisah (NPM 2016000013)
Anisa Rismayanti
(NPM 2016000014)
Anrelita Rachmadhiscka O (NPM 2016000015)
Dita Arum K (NPM 2016000000)
Dwita Merlina (NPM 2016000000)
Ema Liani Putri (NPM 2016000000)

Pengertian
kanker

Handing
Cytostatic

Penyebab
kanker

Pengobatan
kanker

Mekanisme
terjadinya
kanker
Tingkat
perkembang
an kanker

NEOPLASMA?
Neoplasma/ tumor adalah massa jaringan abnormal, tumbuh
berlebihan, tidak terkoordinasi dengan jaringan normal dan bersifat
parasitik.
Hubungan tumor dan kanker?
Tumor dapat dibagi menjadi 2 yaitu tumor jinak (benign) dan tumor
ganas (maligna)
1. Tumor jinak = tidak menginvasi, tidak menyebar ke jaringan lain
2. Tumor ganas = menginvasi jaringan lain, bermetastasis, resisten
terhadap apoptosis, terus berproliferasi . Tumor ganas biasa
disebut dengan kanker.

Umumny
a
berbentu
k tumor

Memiliki
hereditas
bawaan

Bersifat
metastat
ik

Sifat
kank
er

Ganggua
n
diferensi
asi sel

Bersifat
invasif

Penyebab :
Terganggunya siklus sel akibat mutasi dari gen
yang mengatur pertumbuhan.
Baha
n
Kimi
a
Gene
tik

Lingk
unga
n

Golon
gan
penye
bab
kanke
r
Agen
Biolo
gi

Virus

Radi
asi

Mekanisme Kanker :
1. Teori Nurture and Luck
Nurture yang dimaksud adalah bawaan genetika dari individu
semenjak lahir, misalnya orang kulit putih lebih berkemungkinan
menderita kanker kulit daripada orang kulit berwarna.
2. Teori promotion and initiation
a. Tahap initiation
Tahap permulaan atau inisiasi, sel terpapar karsinogen bereaksi
dengan DNA, menyebabkan amplifikasi gen dan produksi copy
multipel gen.
b. Tahap promotion
Promoter adalah zat non mutagen tetapi dapat meningkatkan
reaksi dan tidak menimbulkan amplikasi gen
c. Tahap progression
Pada progresi ini terjadi aktivitasi, mutasi atau hilangnya gen
yang ditandai dengan pertumbuhan sel secara drastis, kemudian
terjadi angiogenesis dan metastasis.

Stadium O
Gejala awal, ditunjukkan dengan adanya ketidaknormalan sel
pada bagian tubuh tertentu.

Tingkat
Perkemban
gan Kanker
:

Stadium 1
Pada stadium I, sel-sel yang tidak normal mulai berkumpul
membentuk jaringan yang bersifat kanker
Stadium 2
Kanker stadium II ditandai dengan adanya jaringan yang
berkembang menjadi tumor kecil namun belum menyebar
pada organ di tubuh pasien
Stadium 3
Pada tahap ini, sel kanker telah dapat memasuki aliran darah
yang dapat mengarah pada deteksi sistem getah bening
karena sel kanker dapat berjalan sampai ke nodus limfe.
Stadium 4
Stadium akhir pada kanker yang ditandai dengan beberapa
bagian organ dalam tubuh yang telah terserang sel kanker.

Non Farmakologi

Pembedahan,
radiasi, pola
hidup sehat

Farmakologi

Obat neoplastik

Penanganan
Medis

Golongan obat kanker

Alkilator

Antimetab
olit

Produk
alamiah

Antibiotik

Hormonal

ALKILATOR
Mekanisme kerja :
Memiliki 2 gugus pengalkil yang menyebabkan cross-link
kovalen antara rantai-rantai asam nukleat yang berdekatan,
mencegah pemisahan rantai ganda DNA saat siklus
pembelahan sel.
Sub Golongan
Mustar Nitrogen

Etilenamin
Metilhidrazin
Alkil sulfonat
Nitrosourea

platinum

Obat
Mekloretamin
Siklofosfamid
Ifosfamid
Melfalan
Klorambusil
Trietilen melamim (TEM)
Thiopeta
Prokarbazin
Busulfan
Karmustin (BCNU)
Lomustin (CCNU)
Semustin (metil CCNU)
Streptozotozin
Sisplatin
Karboplatin
Oksaloplatin

ANTIMETABOLIT
Mekanisme Kerja :
Mengganggu sintesa DNA dengan jalan
antagonisme.
Sub Golongan

Obat

ANALOG PIRIMIDIN

5-Fluorourasil
Sitarabin
6-azauridin
Floksuridin
Gemsitabin

ANALOG PURIN

6 merkaptopurin
6 tioguanid
Fludarabin, pentostatin

ANTAGONIS FOLAT

Metotreksat
pemetreksed

PRODUK ALAMIAH
Umumnya produk alamiah berupa alkaloid yang
memiliki aktivitas antikanker dengan mekanisme
yang beragam. Salah satu mekanisme kerjanya
yaitu
dengan
menghindari
pembelahanpembelahan sel pada metafase, dan merintangi
pembelahan inti sel.
Sub Golongan
ALKALOID VINKA
TAKSAN
EPIPODOFILOTOKSIN
KAMPTOTESIN
ENZIM

Obat
Vinblastin
Vinkristin
Vinorelbin
Plaktitaksel
Dosetaksel
Etoposid
Teniposid
Irinoteksan
Topotekan
L-asparaginase

ANTIBIOTIK
Mekanisme kerja :
Berinteraksi dalam proses pembelahan sel yaitu
dengan mengikat DNA secara kompleks.
Sub Golongan

Obat

ANTIBIOTIK

Daktinomisin
Antrasiklin
aktimiosin

HORMONAL
Mekanisme kerja :
Memodifikasi hormon dalam tubuh dapat digunakan
karena dapat mempengaruhi aktivitas pembelahan
beberapa jenis sel dalam tubuh.
Sub Golongan
Adrenokortikosteroid
Progestin
Estrogen
Anti estrogen
Androgen
Anti androgen

Obat
Prednison
Hidrokortison
Hidroksiprogesteron kaproat
Megestrol asetat
Dietilstilbestrol
Etinil estradiol
Tamoksifen, teromifen
Testosteron propinat
Flutamid

Golongan
Obat
(contoh)

Indikasi

Kontra
indikasi

Efek Samping

Dosis & Cara


Penggunaan

Alkilator
(klorambusin)

Leukimia limfositik
kronik, penyakit hodgkin,
dan limfoma non hodgkin,
makroglonbulinemia

Porfiria, wanita
hamil dan
menyusui

Depresi sumsum tulang,


sindrom Stevens-Johnson atau
nekrolisis epidermal toksik

Sediaan : tablet 2mg. Untuk


leukemia limfosit kronik,
limfoma hodgkin dan non
hodgkin diberikan 1-3
mg/m2/hari sebagai dosis
tunggal.

Alkilator
(siklofosfamid)

Tumor ganas seperti


kanker paru, payudara &
ovarium, limfosarium,
leukemia, mioloma
multipel
Kanker paru, pankreas dan
ovarium

Hipersensitivitas,
kelainan sumsum
tulang, hamil,
laktasi

Depresi sumsum tulang, mual


& muntah, kerontokan rambut,
amenore, alopesia, anoreksia,
hiperpigmentasi, ulkus pada
mulut
Saluran pencernaan ringan dan
ruam kulit, gangguan ginjal,
toksisitas pada paru dan gejala
influenza

IV
:
500-1500
mg/m2,
interval2-4 minggu
Oral : 60-120 mg/m2/hari

Antimetabolit
Metotreksat
Nama dagang :
MTX, Farmitrexat,
lederrexat

Koriokarsinoma,
korioadenoma, profilaksis
leukimia meningeal,
kanker payudara, kanker
paru stadium lanjut

Hamil, laktasi,
Stomatitis ulseratif, leukopenia,
pasien dengan
mual, muntah, tidak enak badan
psoriasis, peny hati, ,lelah, pusing
alkoholisme

Koriokarsinoma & peny


trofoblastik sejenis 15-30mg/
hari secara IM selama 5 hari,
ulangi 3-5x dengan periode
istirahat selama > 1 minggu
Oral : 2,5-5 mg/hari , 10 mg,
intratekal 1-2 kali seminggu

Produk alamiah
Etoposid
Nama dagang:
Dbl etoposide
Etoposide ebewe
Etopul

Karsinoma sel kecil di


bronkus, limfoma, dan
kanker testikular

Gangguan fungsi
hati berat, ibu
hamil dan
menyusui

Oral dan intravena dengan dosis


oral sebesar dua kali dosis
intravena

Antimetabolit
Gemsitabin
Nama dagang:
Abingem 1000
Cytogem
Gemcikal

Wanita hamil dan


menyusui

alopesia, mielosupresi, mual


dan muntah, mengiritasi
jaringan

Larutan infus 1-1,2g/m2


Kanker pankreas: 1000 mg/m2
secara infus intravena selama 30
menit satu kali seminggu untuk 7
minggu berturut-turut dan diikuti
1 minggu periode istirahat

Nama
Obat
(golonga
n)

Indikasi

Kontra
indikas
i

Efek
Samping

Produk alamiah
Vinkristin sulfat
Nama dagang :
Vinkristin kalbe
Antibiotik
Doksorubisin HCl
Nama dagang:
Naprodox 50
Rubidox
Sandobicin

Leukemia akut, limfoma


maligna, neuroblastoma,
karsinoma payudara, serviks,
paru
Pengobatan leukemia akut,
sarcoma jaringan lunak dan
tulang, karsinoma payudara dan
ovarium

Neuropati perifer, gangguan


pada saluran kemih, depresi,
agitasi, insomnia, konvulsi,
koma, mual & muntah
Mielosupresi,
kardiotoksisitas, mual,
muntah, kebotakan, urin
berwarna merah

Antibiotik

Remisi induksi pada leukemia


non limfositik akut pada
dewasa dan leukemia limfositik
akut pada anak

Terapi radiasi
pada bagian
tubuh yang
meliputi hati
Mielosupresi
yang nyata,
sebelumnya
dengan dosis
kumulatif
komplit dari
doksorubisin
atau antrasiklin
yang lain
Mielosupresi
yang diinduksi
oleh terapi
sebelumnya
dengan zat
antitumor lain,
gangguan fungsi
jantung, hamil,
lanjut usia
Penggunaan
bentuk sediaan
enema atau
foam pada
obstruksi usus,
perforasi usus
besar dan fistula
yang ekstensif

Daunorubisin HCl

prednison
(Hormonal)
Nama dagang:
Dellacorta
Kokosone
Trifacort

Leukemia limfositik akut dan


kronik, limfoma hodgkin dan
non-hodgkin, tumor payudara

Gangguan KV dan depresi


sumsum tulang, gangguan
fungsi hati & ginjal,
mukositis, mual & muntah,
diare & nyeri perut, ruam
kulit, selulitis berat

dyspepsia, tukak lambung


(dengan
perforasi), abdominal
distention, pankreatitis akut,
ulserasi esophageal

Dosis & Cara


Penggunaan

1x

seminggu

0,05-

0,15mg/kg
IV dewasa dan anak
monoterapi dosis anjuran: 2
mg/m2 tiap minggu.
Berdasarkan luas permukaan
tubuh: 60-75 mg/m2 tiap 3
minggu, dapat diturunkan
hingga 30-40 mg/m2 tiap 3
minggu.
30-60 mg/m2/selama 3 hari,
ulangi selang 3-6 minggu

Tablet 5mg dan kaptab 5mg

Nama
Obat
(golonga
n)
Hormonal
Medroksi
progesteron asetat
100 mg
Nama dagang :
provera

Hormonal
Anastrazol
Nama dagang :
Arimidex
Gol lain
(Karboplatin)

Indikasi

Terapi tambahan dan/atau


paliatif pada karsinoma
endometrium atau karsinoma
ginjal kambuh (recurrent)
dan/atau metastatik; dan
pengobatan karsinoma mamae
yang kambuh pada wanita
menopause

Kontra
indikasi

Hipersensitif,
pendarahan di vagina
dan saluran kemih
yang tidak diketahui
penyebabnya,
patologi pada
payudara yang tidak
diketahui
penyebabnya dan
untuk diagnosa atau
terapi
Pengobatan kanker payudara
Wanita hamil,
lanjut pada wanita pasca
menyusui, penyakit
menopause dengan reseptor
hati, tidak untuk
estrogen positif.
wanita premenopaus,
penderita kerusakan
ginjal
Kanker ovarium yang
Mielosupresi berat
bermetastasis, kanker payudara, dan gangguan ginjal
kanker bronkial, kanker
berat, hipersensitif,
serviks, kanker kandung kemih, wanita hamil dan
tumor testis, kanker paru
menyusui,
perdarahan tumor

Efek
Samping

Dosis & Cara


Penggunaan

Karsinoma
atau

endometrium

ginjal;

200-400

mg/hari; kanker payudara,


paling sedikit 400 mg/hari

Pendarahan vagina,
vagina kering, rambut
rontok, anoreksia, sakit
kepala, muntah, mual,
diare.

Dewasa :1 mg/ hari (MIMS


2008)

Trombositopenia,
leukoopenia,
mielosupresi, gangguan
fungsi ginjal dan
pendengaran

1 dd 300-400 mg/m2 setiap 4


minggu

Bahaya Paparan Obat Antineoplastik


pada petugas kesehatan
Petugas kesehatan

Tindakan pencegahan
untuk pemberian obat
kemoterapi yang aman
Peralatan yang
digunakan petugas
kesehatan dalam
penanganan obat
kemoterapi

HANDLING CYTOSTATIC
Efek paparan obat sitostatik :

Efek
akut
Efek
Jangka
Panjang

Nausea
Vomiting
Headache
Hair loss
Liver damage

Reproduksi
Mutasi genetik
Kerusakan organ

Cara terjadinya paparan :

Standar Prosedur Kerja


1. Fasilitas fisik yang dibutuhkan untuk melindungi
operator dan produk
2. Pakaian pelindung yang melindungi operator dan
produk
3. Prosedur pelatihan untuk personal
4. Teknik khusus yang diperlukan untuk safe
handling cytotoxic
5. Prosedur pembersihan tumpahan obat
6. Prosedur pemberian label, pengemasan,
transportasi dan pembuangan limbah cytotoxic

Fasilitas Fisik

Perlengkapan
Pelindung
Pakaian / Baju
Pelindung
Tutup Kepala
Masker dan Kaca
Mata
Sarung tangan
Penutup Kaki dan
Sepatu

Personalia
Personal yang akan terlibat dalam preparasi obat sitostatika
harus mendapatkan pelatihan yang memadai tentang teknik
aseptic dan penanganan obat sitostatika.
Petugas wanita yang sedang hamil atau merencanakan
untuk hamil tidak dianjurkan untuk terlibat dalam
rekonstitusi obat sitistatika
Petugas wanita yang sedang menyusui tidak dianjurkan
terlibat dalam rekonstitusi obat sitostatika
Petugas yang sedang sakit atau mengalami infeksi pada
kulit harus diistirahatkan dari tugas ini.
Setiap petugas yang akan terlibat dalam rekonstitusi obat
sitostatika seminggu sebelumnya harus mendapat
pemeriksaan laboratorium

Preparasi Obat Sitostatika


Oral
Jika akan memecah tablet harus menggunakan
kantong plastik
Gunakan sendok atau syringe untuk memberikan
obat, jangan dengan tangan tanpa pelindung
Jika tablet harus digerus atau kapsul harus dibuka,
lakukan didalam CDSC dan petugas menggunakan
PPE

Kesimpulan
Obat antineoplastik berperan penting dalam
pengobatan penyakit kanker, namun juga perlu
disadari bahwa obat antineoplastik memiliki
toksisitas yang sangat tinggi sehingga perlu
perhatian lebih terhadap petugas kesehatan yang
berkaitan
langsung
dengan
obat-obatan
antineoplastik agar resiko akibat paparan obat
neoplastik dapat dihindari.

TERIMA KASIH