Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN

KEPERAWATAN
KELUARGA
OLEH: KELOMPOK

PENDAHULUAN
Respirasi merupakan proses ganda, yaitu
terjadinya pertukaran gas di dalam jaringan
(penafasan dalam) dan yang terjadi di dalam
paru-paru
(pernafasan
luar).
Dengan
bernafas setiap sel dalam tubuh menerima
persediaan oksigennya dan pada saat yang
sama melepaskan produk oksidasinya.
Oksigen yang bersenyawa dengan karbon dan
hidrogen dari jaringan, memungkinkan setiap
sel sendiri-sendiri melangsungkan proses
metabolismenya, yang berarti pekerjaan
selesai dan hasil buangan dalam bentuk
karbon dioksida dan air dihilangkan (Pearce,
2008).

Sistem respirasi pada manusia terdiri dari


jaringan dan organ tubuh yang merupakan
parameter kesehatan manusia. Jika salah
satu system respirasi terganggu maka secara
system lain yang bekerja dalam tubuh akan
terganggu. Hal ini dapat menimbulkan
terganggunya proses homeostasis tubuh dan
dalam jangka panjang dapat menimbulkan
berbagai macam penyakit

PEMBAHASAN

1. SISTEM PERNAFASAN
Secara garis besar pernapasan dibagi
menjadi dua yaitu sebagai berikut:
a. Pernapasan dalam (internal) yaitu
Pertukaran gas antara organel
sel
(mitokondria) dan medium cairnya.
b.Pernapasan luar (eksternal) yaitu
Absorpsi O2 dan pembuangan CO2 dari
tubuh secara keseluruhan ke lingkungan
luar.

Saluran pernapasan digolongkan menjadi dua


berdasarkan letaknya, yaitu :
Saluran

nafas bagian atas


Saluran nafas bagian atas

2. MEKANISME PERNAFASAN
Agar terjadi pertukaran sejumlah gas untuk
metabolisme tubuh diperlukan
usaha
keras pernafasan yang tergantung pada
Tekanan Intrapleural

3. PROSES KEPERAWATAN
Proses keperawatan adalah suatu
pendekatan untukpemecahan masalah
yang
memampukan perawat untuk mengatur dan
memberikan asuhan keperawatan.
Dalam proses keperawatan terdapat 5
tahapan yaitu:
A. Pengkajian
Pengkajian yaitu mengumpulkan data
objektif dan subjektif dari klien.Adapun
data yang terkumpul mencakup klien,
keluarga, masyarakat, lingkungan, atau
kebudayaan.

Secara umum pengkajian yang dilakukan pada


pasien dengan gangguan pernafasan dimulai dengan
mengumpulkan data tentang :
1. Biodata Pasien (umur, sex, pekerjaan, pendidikan).
2. Riwayat Kesehatan
Meliputi :
- Keluhan Utama
- Riwayat penyakit sekarang
- Riwayat penyakit terdahulu
- Riwayat penyakit keluarga
3. Data Bio-Psiko-Sosial-Spiritual
Pengkajian bio-psiko-sosial-spiritual meliputi
kajian
tentang aspek kebiasaan hidup pasien
yang
secara signifikan berpengaruh terhadap
fungsi
respirasi.
4. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan dengan cara Inspeksi,
Palpasi, Perkusi dan Auskultasi

5. Data Penunjang
Data Penunjang merupakan data tambahan
yang di dapat dari hasil pemeriksaan
penunjang
seperti:
a. Penilaian ventilasi dan oksigenasi : uji
fungsi paru, pemeriksaan gas darah
arteri,
oksimetri serta pemeriksaan darah
lengkap.
b. Tes struktur sistem pernafasan : sinar-x
dada , bronkoskopi , scan paru
c. Deteksi abnormalitas sel dan infeksi
saluran pernafasan: kultur kerongkongan,
sputum ,
uji kulit,
torakentesis.

B. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan yang lazim terjadi pada
pasien dengan gangguan
pemenuhan
kebutuhan
oksigenasi diantaranya adalah :
1. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas
Yaitu ketidak mampuan untuk membersihkan
sekresi atau obstruksi saluran pernapasan
guna
mempertahankan jalan napas yang
bersih.
Tanda-tandanya :
- Bunyi napas yang abnormal
- Batuk produktif atau non produktif
- Cianosis
- Dispnea
- Perubahan kecepatan dan kedalaman
pernapasan

Kemungkinan faktor penyebab :


- Sekresi yang kental atau benda asing yang
menyebabkan
obstruksi
- Kecelakaan atau trauma (trakheostomi)
- Nyeri abdomen atau nyeri dada yang mengurangi
pergerakan
dada
- Obat-obat yang menekan refleks batuk dan pusat pernapasan
- Hilangnya kesadaran akibat anasthesi
- Hidrasi yang tidak adekuat, pembentukan sekresi yang kental
dan sulit untuk di expektoran
- Immobilisasi
- Penyakit paru menahun yang memudahkan
penumpukan
sekres

2. Ketidakefektifan Pola Nafas


Ketidakefektifan pola nafas merupakan kondisi ketika individu
mengalami penurunan ventilasi yang adekuat, actual atau
potensial, karena perubahan pola nafas.

Tanda-tandanya :
-

Dispnea
Peningkatan kecepatan pernapasan
Napas dangkal atau lambat
Retraksi dada
Pembesaran jari (clubbing finger)
Pernapasan melalui mulut
Penambahan diameter antero-posterior
Cianosis, flail chest, ortopnea
Vomitus
Ekspansi paru tidak simetris

Kemungkinan faktor penyebab :


- Tidak adekuatnya pengembangan paru akibat
obesitas, nyeri

immobilisasi,

- Gangguan neuromuskuler seperti : tetraplegia, trauma


keracunan obat anasthesi
- Gangguan muskuloskeletal seperti : fraktur dada, trauma
menyebabkan kolaps paru

kepala,
yang

3. Gangguan Pertukaran Gas


Tanda-tandanya :
Dispnea,
Abnormal

gas darah arteri

Hipoksia
Gelisah
Takikardia
Sianosis
Hipoksemia
Tingkat

kedalaman irama pernafasan abnormal


Kemungkinan penyebab :
Penumpukan cairan dalam paru
Gangguan pasokan oksigen
Obstruksi saluran pernapasan
Bronkhospasme
Edema paru
Pembedahan paru

INTERVENSI KEPERAWATAN