Anda di halaman 1dari 48

LAPORAN KASUS

CHRONIC KIDNEY DISEASE


RSUD NAIBONAT
DESEMBER 2016

LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN
Nama

: Tn MB
Usia
: 50 tahun
Jenis Kelamin
: Laki- laki
Pekerjaan
: Petani
Alamat
: Desa Sillu
Suku bangsa
: Timor
Agama
: Kristen Prostestan
No.MR
: 035290
Masuk IGD
: 11/12/2015

ANAMNESIS
Autoanamnesis, 11 Desember 2015
Keluhan Utama: Sesak nafas sejak 3 hari SMRS
Riwayat Penyakit Sekarang:

Pasien datang dengan keluhan sesak nafas sejak 3 hari SMRS


dan di rasakan semakin memberat sejak kemarin. Sesak di rasakan
terus menerus, tidak berkurang saat istirahat, dirasakan saat
berbaring dan tidak berkurang dengan posisi duduk. Kadang sesak di
rasakan lebih berat pada malam hari sehingga pasien tidak bisa tidur,
semakin memberat bila pasien batuk. Keluhan sesak nafas ini tidak
dipengaruhi oleh cuaca sekitar, tidak disertai dengan bunyi mengi
dan sudah berulang kali dirasakan oleh pasien.

ANAMNESIS
Sejak 1 minggu yang lalu pasien merasa bengkak pada

kedua kaki, bengkak dirasakan terutama pada saat


bangun tidur dan agak berkurang pada siang dan sore
hari. Nyeri tidak dirasakan pada tangan dan kaki yang
bengkak.
Keluhan disertai nyeri ulu hati, yang dirasakan menjalar
hingga ke pungung. Badan lemah. Mual yang tidak
disertai muntah dan hilang timbul sejak 1 minggu terakhir
dan membuat nafsu makannya menurun. Berat badan
menurun.

ANAMNESIS
Buang air kecil sedikit, tidak ada nyeri, warna

kekuningan,tidak merasa keluar seperti batu atau


menetes. Buang air besar tidak ada kelainan.
Riwayat penyakit dahulu:
Riw. HT (+)
Riw. DM (-) disangkal oleh pasien
Riw. Jantung (-)

ANAMNESIS
Riwayat penyakit keluarga

:
Tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan
atau penyakit seperti yang dialami oleh pasien.
Riwayat Alergi
: (-)
Pasien tidak mempunyai alergi terhadap makanan, udara
atau obat-obatan tertentu.

PEMERIKSAAN FISIK
KEADAAN UMUM
Keadaan Umum: Tampak sakit sedang
Kesadaran

: compos mentis
TANDA-TANDA VITAL
TD
: 200/140 mmHg
Nadi
: 84 x/menit reguler, isi cukup
Respirasi
: 21 x/menit dangkal
Suhu
: 36,4 C
JVP
: 5+5 cm dengan posisi 30 derajat

PEMERIKSAAN FISIK
KELENJAR GETAH BENING

Submandibula, leher, supraklavikula, ketiak dan paha : Tidak ada


pembesaran

PEMERIKSAAN FISIK
Mata

: Konjungtiva anemis
Sklera tidak ikterik

Telinga
Hidung
Mulut
Tenggorokan
Leher

: tidak ada kelainan


: Pernapasan cuping hidung (-)
: sianosis per oral (-)
: tidak ada kelainan
: KGB tidak teraba membesar
Tidak ada deviasi trakea

PEMERIKSAAN FISIK
DADA
Bentuk

: Simetris kanan dan kiri

PARU
Inspeksi : bentuk dan gerak nafas simetris hemithoraks kanan dan kiri
Palpasi

: Fremitus taktil dan fremitus vokal simetris hemitorak kanan dan kiri.
Perkusi
: Sonor pada hemitorak kanan-kiri depan-belakang

Batas paru hati di ICS VI linea midklavikula dekstra


Auskultasi
: Vesikuler breathing sound Kanan = kiri, Ronkhi basah halus +/+,
Wheezing -/-

PEMERIKSAAN FISIK
JANTUNG
Inspeksi

: Iktus kordis tidak terlihat


Palpasi : Iktus kordis teraba di linea axilari line
dextra
ICS VI
Perkusi : Batas atas : ICS IV linea parasternalis
sinistra
Batas kiri
: ICS VI linea midaxillaris sinistra
Batas kanan : ICS VI linea midclavicularis
dextra
Auskultasi : Bunyi jantung I dan bunyi jantung II regular, murmur
sistolik (-), gallop (-)

PEMERIKSAAN FISIK
ABDOMEN
Inspeks : cembung, lembut, tidak ada benjolan, tidak ada

sikatrik
Auskultasi : Bising Usus (+) normal
Perkusi : Timpani di ke 4 kuadran abdomen, undulasi (-),
shifting dullness (-)
Palpasi : Nyeri tekan (+) epigastrium, nyeri lepas (-).
Hati
: Tidak teraba membesar
Limpa : Tidak teraba membesar
Ginjal : Tidak teraba, ballotment (-), CVA -/-

PEMERIKSAAN FISIK
Ekstremitas
tungkai bawah edema pitting (+)
Kekuatan : +5 / +5

PEMERIKSAAN PENUNJANG
HEMATOLOGI
Darah Rutin
Haemoglobin : 7,3 gr/dl
MCV

: 65,7 fL
MCH
:17,6
MCHC : 26,8 g/dl
Hematokrit : 27,2%
Leukosit
: 9700/mm3
Trombosit : 211000/mm3

(12,0 16,0 )

(35-47)
(3.800 10.600)
(150.000-440.000)

PEMERIKSAAN
PENUNJANG

KIMIA KLINIK
Ureum
: 77 mg/dL
( 15 50 )
GDP : 95 mg/dL ( 70 -110)

Albumin dan Kreatinin tidak dapat dilakukan pemeriksaan karena

reagen habis
UL :
Blood +3
Protein +3
Eritrosite Penuh
Epitel 1-3 LP
Leukosit 5-10
Silinder granular +

Radiologi

EKG

RESUME
Pasien laki-laki usia 50 tahun datang dengan sesak nafas

sejak 3 hari smrs dan memberat sejak 1 hari smrs.


Lemah badan. Edema ekstremitas bawah (+), nokturi (-),
oliguri (-), mual, lemas, pusing. Riwayat pernah menderita
penyakit serupa (+), hipertensi (+), asma (-), hepatitis (-),
penyakit jantung (-) diabetes (-), alergi (-).

RESUME
Pemeriksaan fisik: tampak sakit sedang, CM, TD

200/140 mm/Hg, Nadi: 84 x/menit, Respirasi: 21


x/menit, Suhu: 36,4 0C, JVP: 5+5 cmH2O,
konjungtiva anemis (+)/(+), pulmo: rhonki +/+
basah halus, NT abdomen (+) di epigastrium, NK
CVA (-)/(-).
Laboratorium: Anemia mikrositik hipokromik.
EKG : kesan LVH
Thorax : Cardiomegali

MASALAH
Chronic Kidney Disease ec Hipertensi Renal Disease
DD : Neprolithiasis
HHD
Hipertensi Stage II

TERAPI
Bed Rest
Diet Lunak 1.500 kKal/hari
IVFD NaCL 0,9% 1.500/hari
Amlodipine 10mg 1x1
Captoprile 25mg 3x1 (valsartan tidak tersedia)
furosemide 2x20mg
Batugin Elixir 3 x 30cc
Inj.Ranitidine 2x1 amp IV
PCT 3 x 1 tab kalau perlu

FOLLOW UP
Tanggal Subjektif
13/12/15 Sakit
Kepala (+)

Objektif
Ku : ss

Ks : Cm

T: 190/120 mmHg

Sesak

N: 100 x/menit

Napas
berkurang

R: 20 x/menit

Bed Rest
Diet Lunak 1.500 kkal/hari
IVFD

NaCL

0,9%

Captopril 25 mg 3 x 1 tab
Mata : CA +/+, SI -/-

Nyeri Ulu
hati (+)

Th/

Amlodipine 10 mg 1-0-0

S: 36,4 o C

berkurang
Batuk (+)

Planning

1.500cc/hari

Edema
Pretibial

Assesment
CKD ec HHD
DD :
Neprolithiasis
HT St. II
Anemia Sedang

Furosemide 2x20mg
Batugin Elixir 3 x 30

Pulmo: VBS ka=ki,


rhonki -/- ,

wheezing

-/Cor: BJ I-II regular,


murmur -, gallop Abd: BU (+) N , NT
(+) epigastrium
Ekst:

Akral: hangat

Ranitidine 2 x 1 amp IV
PCT 3x1 tab K/P

FOLLOW UP
Tanggal

Subjektif

Objektif
Ks : Cm

Assesment
CKD ec HHD
DD :
Neprolithiasis
HT St. II
Anemia Sedang

Planning

14/12/201 Sakit Kepala

Ku : ss

Th/

(-)

T: 180/120 mmHg

Batuk (+)

N: 80 x/menit

Sesak (-)

R: 20 x/menit

Nyeri ulu

S: 36,5 o C

1.500cc/hari

hati (-)

Mata : CA +/+, SI -/-

Amlodipine 10 mg 1-0-0

Bed Rest
Diet Lunak 1.500 kkal/hari
IVFD

NaCL

0,9%

Kaki

Captopril 25 mg 3 x 1 tab

Bengkak (-) Pulmo: VBS ka=ki, rhonki


-/- ,
wheezing -/-

Furosemide 2x20mg
Batugin Elixir 3 x 30
Ranitidine 2 x 1 amp IV

Cor: BJ I-II regular,

PCT 3x1 tab K/P

murmur , gallop
Abd: BU (+) N, NT (-)
epigastrium
Ekst:

Acc Rawat Jalan

CHRONIC KIDNEY
DISEASE

FUNGSI GINJAL

DEFINISI
Chronic Kidney Disease is defined as a slow lose of

renal function over time. This leads to a decreased


ability to remove waste products from the body
and perform homeostatic functions.

KRITERIA
1. Kerusakan ginjal yang terjadi lebih dari 3 bulan, berupa kelainan

stuktural atau fungsional, dengan atau tanpa penurunan laju fitrasi


glomerolus (LFG), dengan manifestasi:
Kelainan patologis
Terdapat tanda kelainan ginjal, termasuk kelainan dalam komposisi darah
atau urin, atau kelaian dalam tes pencitraan
2. LFG kurang dari 60 ml/menit/1,73m, selama 3 bulan, dengan atau
tanpa kerusakan ginjal.

FAKTOR RESIKO

ETIOLOGI

KLASIFIKASI BERDASARKAN ETIOLOGI

PATOFISIOLOGI

MANIFESTASI KLINIS

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Temukan underlying disease : Gula darah, hepatitis B, HIV
Darah
Elektrolit serum, BUN, Creatinin
Diff. count (normokromik-normositik)
Serum albumin
Profil lipid
Serum kalsium, fosfat, vitamin D, dan hormon paratiroid utuh (PTH)
Urine
Urine lengkap
UACR
Urine 24 jam

Imaging
Foto polos abdomen
USG ginjal
USG abdomen
CT Scan Abdomen
MRI abdomen
Renal Biopsi

PENATALAKSANAAN
Rencana Tatalaksanaan Penyakit GGK sesuai dengan derajatnya
Derajat

LFG(ml/mnt/1,73m Rencana tatalaksana


)

> 90

terapi penyakit dasar, kondisi komorbid,


evaluasi pemburukan (progession)
fungsi ginjal, memperkecil resiko
kardiovaskuler

60-89

menghambat pemburukan (progession)


fungsi ginjal

30-59

evaluasi dan terapi komplikasi

15-29

persiapan untuk terapi pengganti ginjal

<15

terapi pengganti ginjal

PENATALAKSANAAN
HIPERTENSI
ACE-Inhibitor
Diuretik

KOLESTEROL
Statin

ANEMIA
Suplemen hormon erythropoietin
Iron
Transfusi darah (bila perlu)

RELIEVE SWELLING
diuretik

PROTECT BONES
Calcium
Vitamin D

DIET RENDAH PROTEIN


GANGGUAN KESEIMBANGAN ASAM DAN BASA
Hiperkalemia
Hiperuricemia allopurinol

HIPERKALEMIA
Hiperkalemia dapat menyebabkan aritmia kordis yang
fatal. Untuk mengatasi ini, dapat diberikan :
Kalsium glukonas 10% 10 ml dalam 10 menit IV
Bikarbonas natrikus 50-150 IV dalam 15-30 menit
Insulin dan glukosa 6U insulin dan glukosa 50g dalam
waktu 1 jam
Bila hiperkalemia tidak dapat diatasi, maka sudah
merupakan indikasi untuk dialisis

Inisiasi dialisis
Penatalaksanaan konservatif dihentikan bila pasien sudah

memerlukan dialisi tetap atau transplantasi. Pada tahap ini biasanya


GFR sekitar 5-10 ml/mnt. Dialisis juga diiperlukan bila :
Asidosis metabolik yang tidak dapat diatasi dengan obat-obatan
Hiperkalemia yang tidak dapat diatasi dengan obat-obatan
Overload cairan (edema paru)
Ensefalopati uremic, penurunan kesadaran
Efusi perikardial
Sindrom uremia ( mual,muntah, anoreksia, neuropati) yang
memburuk.

TERIMA KASIH