Anda di halaman 1dari 7

Pengendalian Proses

Kelompok 3 :
Nurul Ismi
/
Siti Sarah
/
Dida Amalia
/
Sri Mulyani
/
Fitriani Verantika

1304103010028
1304103010031
1304103010033
1304103010034
/ 1304103010036

pH Measurement
pH adalah ukuran konsentrasi ion hidrogen
dari larutan. Pengukuran pH (potensial
Hidrogen) akan mengungkapkan jika larutan
bersifat asam atau alkali (atau basa). Jika
larutan tersebut memiliki jumlah molekul
asam dan basa yang sama, pH dianggap
netral. Skala pH bersifat logaritmik dan ada
dalam kisaran 0,0-14,0 sampai 7,0 dianggap
netral. Pembacaan kurang dari 7,0
mengindikasikan bahwa larutan bersifat asam,
sementara angka lebih besar menunjukkan
larutan bersifat alkali atau basa.

yang digunakan adalah kertas lakmus


yang berubah menjadi merah bila
keasamannya tinggi dan biru bila
keasamannya rendah. Selain
menggunakan kertas lakmus, indikator
asam basa dapat diukur dengan pH meter
yang bekerja berdasarkan prinsip
elektrolit / konduktivitas suatu larutan.

Konsep Dasar pH meter

Penambahan zat yang


bersifat asam dan basa
dapat mempengaruhi nilai
pH

Introduction to pH Control Loops

Poses
Pengolahan
Air Limbah
Nilai pH air limbah
dipertahankan
pada pH 9.
Reagent yang
digunakan adalah
karbon dioksida.
Air limbah masuk
melalui pipa
influent. pH
transmitter akan
mendeteksi nilai
pH dalam tangki,
sehingga pH dapat
dilihat pada
monitor control.

Click icon to add picture

Poses
Pengolahan
Air Limbah
Jika nilai pH yang
diperoleh melebihi
dari pH yang telah
diatur, controller akan
megirim sinyal ke
control valve untuk
meningkatkan laju alir
reagent ke tangki
sehingga lebih bnyak
karbon dioksida yang
kontak dengan air
limbah , pengontakan
reagent bertujuan
untuk menurunkan
nilai pH sampai pH air
sesuai dengan yang
diinginkan.