Anda di halaman 1dari 17

Company

LOGO

HUMAN RESOURCES MANAGEMENT


(TRANSFORMASI PEMBELAJARAN
BERBASIS ACTIVE LEARNING PADA
MAHASISWA UNIVERSITAS FAJAR)

Andi Farisnah Anwar

Latar Belakang
Misi dari proses pembelajaran.
Menyerap pengetahuan semaksimal,
Namun tidak tercapai.

Masalah
1. Kesalahan metodologis pembelajaran.
2. Proses belajar tidak menyenangkan, tidak
berkesan, tidak nyaman dan meninggalkan
beban bagi mahasiswa.
3. Minimnya internalisasi pendidikan karakter.
4. Model pembelajaran tidak kreatif & monoton.

Problematika Dalam Proses Perkuliahan

Problematika Dalam Pemberian Tugas

BUDAYA
PLAGIARISME

Problematika Dalam Pemberian Tugas

KESENJANGAN
yang nyata
mahasiswa yang
cerdas =
SEMAKIN
CERDAS

Mahasiswa kurang
cerdas =
SEMAKIN
TERTINGGAL.

Solusi
Optimalisasi potensi peserta
didik, dalam mencapai hasil
belajar yang memuaskan
berbasis karakter.

ACTIVE LEARNING

Metode Pembelajaran Inovatif Melalui


Active Learning

Active Learning
(Miles Hiberman, 2001)

90%
Of what you
learn with
many
sensory
learning
activities

You remember...

60%
50%
40%
30%
20%
Of what you
READ only

Of what you
HEAR only

Of what you
SEE only

Of whay
you SAY
only

Of what you
DO only

READ
HEAR
SEE
SAY
DO

Alur Metode Pembelajaran


KARAKTER (PRINSIPIL)
ACTIVE LEARNING
(STRATEGI BELAJAR AKTIF)

BUDAYA ILMIAH
METODE
PEMBELAJARAN

SISTEM PEMBELAJARAN

OUTPUT

Landasan Teoritis Transformasi


Pembelajaran Active Learning
Penelitian Pollio (1984) menunjukkan
bahwa anak didik dalam ruang kelas hanya
memperhatikan pelajaran sekitar 40% dari
waktu pembelajaran yang tersedia.
Mc Keachie (1986) menyebutkan bahwa
dalam sepuluh menit pertama perhatian
anak didik dapat mencapai 70%, dan
berkurang sampai menjadi 20% pada
(Win Wenger, 2003:12-13). Dosen
waktu 20 menit terakhir.
berbicara sekitar 100-200 kata per menit,
sementara mahasiswa hanya mampu
mendengarkan 50-100 kata per menitnya
perhatian tidak dapat tertuju pada stimulus
secara menyeluruh. Proses mental jauh
lebih cepat dibanding pengalaman atau
L. Dee Fink (1999) mengemukakan model
pemikiran sadar seseorang.
active learning (belajar aktif) sebagai
berikut. Dialog dengan diri sendiri adalah
proses di mana anak didik mulai berpikir
secara reflektif mengenai topik yang
dipelajari.

Tujuan Active Learning

MEMPERLANCAR
STIMULUS
RESPON
MAHASISWA

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
INOVATIF
(Mel Silberman, 2001)
1. QUESTION STUDENT HAVE (PERTANYAAN MAHASISWA)
2. RECONNECTING
Metode ini menggunakan
(MENGHUBUNGKAN
sebuah teknik
KEMBALI)
untuk mendapatkan
partisipasi
mahasiswa
melalui
tulisan. Hal
ini sangat
3. PENGAJARAN
Metode reconnecting
SINERGETIK
(menghubungkan
(SYNERGETIC
kembali)
TEACHING)
ini baik
digunakan
pada mahasiswa
yang kurang
berani
digunakan
untuk
mengembalikan
perhatian
mahasiswa
pada kepada
4. KARTU
Metode
SORTIR
ini
dimaksudkan
(CARD
SORT)
untuk
memberi
kesempatan
mengungkapkan
pertanyaan,
keinginan
dan
harapanpelajaran setelah
beberapa saat
tidak melakukan aktivitas (yang telah
mahasiswa
membandingkan
pengalaman-pengalaman
melalui
percakapan.
Metode iniharapannya
merupakan
kegiatan
tersebut.
mereka peroleh dengan
teknik berbeda) yang mereka miliki.
kolaboratif yang bisa digunakan untuk
mengajarkan konsep, penggolongan
sifat, fakta tentang suatu objek, atau
mengulangi informasi.

IMPLEMENTASI TRANSFORMASI PEMBELAJARAN


BERBASIS ACTIVE LEARNING PADA TINGKATAN
MAHASISWA UNIVERSITAS FAJAR

TRANSFORMASI PEMBELAJARAN ACTIVE


LEARNING

COMPETITIVE ADVANTAGE

(VISI) :Universitas Fajar terdepan dalam dunia


pendidikan yang berbasis Entrepreuner.

Gambaran Pembelajaran
Active Learning

Company

LOGO

JIKA INGIN BERMIMPI


MAKA CEPATLAH
TIDUR
TAPI BILA INGIN
MEMBUAT
MIMPI ITU MENJADI
KENYATAAN MAKA
CEPATLAH BANGUN
Andi Farisnah
Anwar S.AP,M,Si