Anda di halaman 1dari 28

CASE REPORT

AMPUTASI

Perceptor:
dr. Eddy Marudut S., Sp.OT
Oleh:
Devita Wulan Permatasari
Hambali Humam Macan
Ika Agustin Putri H

KEPANITERAAN KLINIK SMF BEDAH


RUMAH SAKIT DR.H. ABDUL MOELOEK LAMPUNG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
2016

IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn. H
JK
: Laki-laki
Umur : 41 thun
Alamat : Baradatu
Pekerjaan
: Petani
Bangsa : Lampung
Agama : Islam
No. MR : 470771

ANAMNESIS
Keluhan Utama
Nyeri pada luka di punggung kaki

Keluhan Tambahan
Luka berwarna hitam pada punggung kaki

ANAMNESIS
Riwayat Penyakit
Pasien datang dengan keluhan nyeri pada luka di punggung kaki disertai
dengan luka berwarna hitam pada bagian punggung kaki kiri. Awalnya
(sekitar tahun 2006) jempol kaki tertusuk kayu didaerah kukunya pada saat
pasien pergi kesawah. Kemudian luka dibiarkan saja, setelah 3 tahun
dibiarkan jempol kaki berubah warnanya menjadi kehitaman. Lalu pasien
berobat kedokter terdekat kemudian disuruh untuk mengompres setiap hari
pada jempol kakinya dan minum obat. Beberapa minggu kemudian jempol
kaki tersebut lepas tanpa ada rasa sakit. Setelah itu 2,5 tahun setelahnya
jari ke 3 mengalami gatal dan pedih tiba-tiba, lalu digaruk oleh pasien lama
kelamaan jari tersebut menghitam, pasien tidak kedokter namun
diperlakukan sama dengan jempol kakinya yaitu dikompres dengan rivanol.
Tetapi tidak membaik karna jari kaki ke 3 juga lepas. 2 tahun setelahnya
pasien mengeluhkan hal yang sama pada jari ke 5 sehingga jari ke 5 juga
terlepas. Pada tahun 2015 pasien mengeluhkan nyeri dan gatal pada
punggung kaki media, lalu kulitnya mengelupas. Tidak lama setelah itu
bagian punggung kaki lateral terasa gatal kemudian digaruk dan
mengelupas lagi, namun pasien hanya mengobati dengan mengkompresnya
saja, kemudian lukanya berwarna merah dan bengkak, lalu menghitam dan
keras (dari 3 bulan yang lalu) kemudian lama kelamaan hitamnya menjalar
ke seluruh bagian punggung kaki. Pasien lalu berobat ke dokter terdekat dan
dirujuk ke RSAM.

Status Present
STATUS UMUM
Keadaan umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : compos mentis
Keadaan gizi : ideal
Kulit : sawo matang

PEMERIKSAAN FISIK
Tanda vital
Tekanan Darah : 130/80 mmHg
Pernapasan : 24x/menit
Nadi : 70x/menit
Suhu : 36,70C

Status Present
KEPALA DAN MUKA
Bentuk dan ukuran :
Normal, simetris
Mata : Normal
Konjungtiva : anemis -/Sklera : iktreik -/Refleks Cahaya : normal
Pupil : normal
Telinga : normal
Hidung : normal
Tenggorokan : normal
Mulut : normal
Gigi : normal

LEHER
Kelenjar getah bening : tidak
membesar
Kelenjar Gondok
membesar

: tidak

JVP

: 5 2 cmH20

DADA (THORAX)
Inspeksi : Simetris, retraksi (-)
Palpasi
: Gerakan dinding
dada
simetris,
Fremitus (+)
Perkusi
: Sonor
Auskultasi : Ves +/+ Rh -/- Wh
-/BJ I/II reguler
murmur (-)

PERUT (ABDOMEN)
Inspeksi
: Datar, lemas
Palpasi : NT (-)
Perkusi : Timpani
Auskultasi : BU (+) 8x/menit

REGIO LUMBAL (FLANK AREA)


Inspeksi
: simetris
Palpasi : NT (-)
EKSTREMITAS
Superior: akral hangat, sianosis
(-), edema tungkai (-/-)
Inferior : akral hangat, sianosis
(-), edema tungkai (-/-)
GENITALIA : tidak dilkukan
pemeriksaan
PERIANAL : tidak dilakukan
pemeriksaan
NEUROVASKULAR : + Normal

Status Lokalis
Look :
Jari 1,3 dan 5 tidak ada. Luka berukuran 15x10cm yang
disertai dengan pus dan jaringan nekrosis.
Deformitas
: tidak ada
Edema
: tidak ada
Luka
: luka bewarna hitam pada daerah punggung kaki
Pemendekan : tidak ada
Feel
Nyeri tekan

: + 1/4 distal os femur sinistra

Move
Nyeri gerak aktif (+)
Nyeri gerak pasif (-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium Rutin
Darah Rutin
Hb : 12,9 g/dl
Leukosit : 21.700 /ul
Eritrosit : 4,4 juta /ul
Ht : 37 %
Trobosit : 520.000 /ul
LED : 65 mm/jam
GDS : 97 mg/dl

DIAGNOSIS BANDING
Osteomyelitis pedis sinistra + gangren pedis sinistra
Ulkus Diabetikum

DIAGNOSIS KERJA
Osteomyelitis pedis sinistra + gangren pedis sinistra

PENATALAKSANAAN DAN PENGOBATAN


Non farmakologi
Ganti balutan setiap 2 hari
Operatif
AMPUTASI

Farmakologi
IVFD RL gtt 20/mnt
Ceftriaxon 2 x 1gr
Ketorolac 3 x 1

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Radiologi

Rontgen PA pedis

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
Amputasi berasal dari kata : amputare
(latin) atau apocope (yunani), yang berarti :
" pancung " (to cut away,.,to cut of).
Pemancungan dalam arti tindakan bedah"
membuang anggota gerak (ekstremitas)
seluruh/bagian dalam saja, sesuatu yang
menonjol/tonjolan, atau alat (organ) tubuh

McAnelly, RD., & Virgil W. Faulker. 1996. Lower Limb Prostheses. Randall
L. Braddom, et al (Eds.). Physical Medicine & Rehabilitation. Philadelphia:
W.B Saunders Company. P.289-297.

Etiologi
Penyakit pemb.darah (mis : Ganggren o.k DM)
Trauma (kerusakan yg hebat)
Infeksi
Keganasan
Trauma pada syaraf
Kelainan kongenital.

Indikasi amputasi
Life saving (menyelamatkan jiwa), contoh
trauma disertai keadaan yang mengancam
jiwa (perdarahan dan infeksi).

Limb saving (memanfaatkan kembali


kegagalan fungsi ekstremitas secara
maksimal), seperti pada kelainan kongenital
dan keganasan.

Indikasi amputasi
adalah tiga D, yaitu
1. Dead
Penyakit vaskuler perifer meliputi hampir 90
persen dari seluruh penyebab amputasi.
Penyebab lain dari kematian ekstremitas
adalah trauma berat, luka bakar, frostbite.
2. Dangerous
maksudnya meliputi tumor ganas, sepsis yang
berpotensi kematian tinggi, dan crush injury.
Pada crush injury, dapat menyebabkan gagal
ginjal (the crush syndrome).
3. Damned Nuisance

Skor kurang dari 7 menandakan bahwa ekstremitas


dapat dipertahankan dan skor 7 atau lebih
mengindikasikan amputasi ekstremitas.

Metode amputasi
Metode

terbuka

(guillotine
amputasi).

Metode ini digunakan


apabila

didapatkan

infeksi

berat.

Bentuknya

benar-

benar

terbuka

dipasang

dan

drainage

agar luka bersih, dan


luka

dapat

ditutup

setelah tidak terinfeksi.

Metode tertutup (flap amputation)


Pada metode ini, kulit tepi ditarik pada atas ujung tulang
dan dijahit pada daerah yang diamputasi.

Tingkatan Amputasi
Ekstremitas atas
Amputasi

pada

ekstremitas

atas

dapat

mengenai tangan kanan


atau kiri. Hal ini berkaitan
dengan aktivitas seharihari

seperti

minum,

makan,
mandi,

berpakaian dan aktivitas


yang

lainnya

yang

Ekstremitas bawah

Amputasi dibawah lutut (below knee amputation).


Ada2 metode pada amputasi jenis ini yaitu amputasi
pada
nonischemic limb dan ischemic limb.

Amputasi diatas lutut


Amputasi ini memegang angka penyembuhan
tertinggi pada pasien dengan penyakit vaskuler
perifer.

Komplikasi Amputasi

Masalah Kulit
Infeksi
Neuroma
Phantom Sensation
Phantom Pain
Edema
Kontraktur sendi/deformitas

Nekrosis

Kontraktur

Neuroma

Phantom
Sensation
-Hampir
selalu
terjadi
dimana
penderita
merasakan masih
utuhnya
ekstremitas
tersebut
disertai
rasa nyeri. Hal ini
dapat
diatasi
dengan
obatobatan,
stimulasi
terhadap saraf dan
juga dengan cara

Rehabilitasi Prostetik

Keberhasilan rehabilitasi prostetik tergantung dari banyak faktor. Satu yang


paling penting dan sering diperhatikan adalah semangat dan motivasi pasien.
Hal ini tidak membuat perbedaan

sesederhana atau seberpengalaman

prostesis jika pasien tidak memiliki usaha untuk menggunakannya.

Prognosis
Kelangsungan hidup 5 tahun untuk amputasi
nondiabetic hampir normal sekitar 75%,
sedangkan kelangsungan hidup 5 tahun
untuk amputasi diabetes hanya 39%.

Laporan lainnya tingkat kematian 30%, 50%


dan, 70%, setelah 5, 10, dan 15 tahun,
masing-masing,
pada
mereka
dengan
ekstremitas kritis iskemia.

Terima kasih