Anda di halaman 1dari 38

KRITERIA PENILAIAN

& PEMBOBOTAN
BANGUNAN CAGAR
BUDAYA
TUGAS III

KRITERIA PENILAIAN BANGUNAN


CAGAR BUDAYA
KRITERIA PEMBOBOTAN BANGUNAN
CAGAR BUDAYA
KRITERIA PENANGANAN BANGUNAN
CAGAR BUDAYA

KRITERIA BANGUNAN PEMUGARAN

a) Nilai sejarah
b) Usia / Umur Lingkungan
c) Keaslian
d) Kelangkaan
e) Tengeran / Landmark
f) Arsitektur/ Arsitek


TOLOK UKUR KONSERVASI SECARA FISIK-VISUAL

ESTETIKA/ARSITEKTONIS: bentuk, gaya,


struktur, tata ruang, dan ornamen yang
memiliki nilai historis .
KESELAMATAN: pemeliharaan struktur
bangunan tua agar tidak membahayakan
KELANGKAAN: sisa dari peninggalan
KELUARBIASAAN/KEISTIMEWAAN: ciri
khusus suatu bangunan atau kawasan
yang memiliki nilai sejarah dan budaya

TOLOK UKUR NON FISIK


EKONOMI: menjadi daya tarik bagi
para wisatawan dan investor untuk
mengkembangkannya sehingga
dapat digali potensi ekonominya.
SOSIAL DAN BUDAYA: memiliki nilai
spiritual, budaya dan tradisi yang
penting bagi masyarakat

A. KRITERIA-KRITERIA FISIK-VISUAL,
1. ESTETIKA, berkaitan dengan nilai
keindahan arsitektural, khususnya
dalam hal penampakan luar
bangunan:
Bentuk, urutan nilai:
1) Sama sekali tidak sesuai dengan
fungsinya
2) Tidak sesuai dengan fungsinya
3) cukup sesuai dengan fungsinya
4) Sesuai dengan fungsinya

Struktur, urutan nilai:


1) Sama sekali tidak ditonjolkan sbg nilai
estetis
2) Tidak ditonjolkan sbg nilai estetis
3) Cukup ditonjolkan sbg nilai estetis
4) Ditonjolkan sebagai nilai estetis
5) Amat sangat ditonjolkan sbg nilai
estetis (sebagai Landmark fungsi)

Ornamen,urutan nilai :
1) Sama sekali tidak mendukung gaya
arsitektur
2) Tidak sesuai mendukung gaya arsitektur
3) Cukup sesuai gaya arsitektur
4) Sesuai dengan gaya arsitektur
5) Amat sesuai sekali gaya arsitektur (sbg
karakter khas gaya arsitektur)

2. KELUARBIASAAN, berkaitan
dengan nilai keistimewaan, keunikan,
dan kelangkaan bangunan:
Sebagai Landmark Lingkungan,
urutan nilai:
1) Sama sekali tidak sesuai sebagai
landmark lingkungan
2) Tidak sesuai sebagai landmark
lingkungan
3) Cukup sesuai sebagai landmark
lingkungan
4) Sesuai sebagai landmark lingkungan

Sebagai Landmark Kawasan, urutan nilai:


1) Sama sekali tidak sesuai sebagai
landmark kawasan
2) Tidak sesuai sebagai landmark kawasan
3) cukup sesuai sebagai landmark kawasan
4) Sesuai sebagai landmark kawasan
5) Amat sesuai sekali sebagai landmark
kawasan

Sebagai Landmark Kota, urutan nilai:


1) Sama sekali tidak sesuai sebagai
landmark kota
2) Tidak sesuai sebagai landmark kota
3) Cukup sesuai sebagai landmark kota
4) Sesuai sebagai landmark kota
5) Amat sesuai sekali sebagai
landmark kota

UMUR BANGUNAN
urutan nilai:
1) 21-30 th
2) 31-40 th
3) 41-50 th
4) 51-60 th
5) lebih dari 60 th

SKALA MONUMENTAL
i. Bangunan
urutan nilai:
1) Skala manusia
2) Tidak monumental (d/h<1)
3) Kurang monumental (2>d/h>1)
4) Monumental (d/h =2 dilihat dari luar pagar)
5) Sangat monumental (d/h=2 dilihat dari
dalam pagar)

ii. Ruang luar


urutan nilai:
1) Skala manusia
2) Tidak monumental (d/h<1)
3) Kurang monumental (2>d/h>1)
4) Monumental (d/h =2 dilihat dari luar
pagar)
5) Sangat monumental (d/h=2 dilihat dari
dalam pagar)

iii. Perletakan yang menonjol


urutan nilai:
1) Bangunan tertutup oleh bangunan lain
2) Sama dengan bangunan sekitarnya
3) Lebih maju/mundur dari bangunan
sekitarnya
4) Terletak di ujung jalan
5) Terletak di pertigaan/perempatan jalan

3. MEMPERKUAT CITRA KAWASAN,


berkaitan dengan pengaruh kehadiran suatu
obyek terhadap kawasan sekitarnya yang
sangat bermakna untuk meningkatkan atau
memperkuat kualitas dan citra lingkungan:
Kesesuaian dengan fungsi kawasan
urutan nilai:
1) Tidak sesuai dengan fungsi kawasan
2) Cukup sesuai dengan fungsi kawasan
3) Sesuai dengan fungsi penunjang kawasan
4) Sesuai dengan fungsi sekunder kawasan
5) Sesuai dengan fungsi primer kawasan

Kesatuan/kontinuitas
urutan nilai:
1) Tidak menciptakan kontinuitas pada kawasan
2) Kurang menciptakan kontinuitas pada kawasan
3) Cukup menciptakan kontinuitas pada kawasan
4) Menciptakan kontinuitas arsitektural pada
kawasan
5) Menciptakan kontinuitas arsitektural pada
kawasan shg menjadi landmark kawasan

Kekontrasan bangunan
urutan nilai:
1) Tidak menciptakan laras arsitektural pada
kawasan
2) Kurang menciptakan laras arsitektural pada
kawasan
3) Cukup menciptakan laras arsitektural pada
kawasan
4) Menciptakan laras arsitektural pada kawasan
5) Menciptakan laras arsitektural pada kawasan
shg menjadi landmark

4. KEASLIAN BENTUK, berkaitan dengan


tingkat perubahan bentuk fisik, baik
melalui penambahan atau pengurangan:
Jumlah Ruang
urutan nilai:
1) Ada perubahan rg utama
/rg.penunjang
2) Ada perubahan rg.penunjang
3) Tidak ada perubahan rg. utama

Element Struktur
urutan nilai:
1) Ada perubahan struktur rg.
Utama/ rg.penunjang
2) Ada perubahan struktur
rg.penunjang
3) Tidak ada perubahan struktur
rg.utama

Konstruksi
urutan nilai:
1) Ada perubahan konstruksi
rg.utama/ rg.penunjang
2) Ada perubahan konstruksi rg.
Penunjang
3) Tidak ada perubahan konstruksi
rg. Utama

Detail/Ornamen
urutan nilai:
1) Ada perubahan pada detail /ornamen
2) Ada perubahan pada detil/ornamen
tetapi tidak merubah karakter khasnya
3) Tidak ada perubahan pada
detil/ornamen dan merubah karakter
khasnya.

5. KETERAWATAN, berkaitan dengan


kondisi fisik bangunan:
Tingkat Kerusakan
urutan nilai:
1) Lebih dari sekitar 50%
2) Sekitar 50%
3) Sekitar 0- 49%

Prosentasi Sisa Bangunan


urutan nilai:
1) Sekitar 0- 49%
2) Sekitar 50%
3) Lebih dari sekitar 50%

Kebersihan
urutan nilai:
1) Kurang bersih
2) Cukup bersih
3) Bersih terawat

B. KRITERIA-KRITERIA NON FISIK


1. PERAN SEJARAH, berkaitan dengan nilai sejarah
yang dimiliki, peristiwa penting yang mencatat peran
ikatan simbolis suatu rangkaian sejarah dan babak
perkembangan suatu lokasi, sehingga merujuk pada:
Sejarah Perkembangan Arsitektur
urutan nilai:
1) Tidak berpengaruh dalam Sejarah Perkembangan
Arsitektur
2) Cukup berpengaruh dalam Sejarah Perkembangan
Arsitektur
3) Berpengaruh dalam Sejarah Perkembangan Arsitektur
4) Amat berpengaruh dalam Sejarah Perkembangan
Arsitektur
5) Penentu Sejarah Perkembangan Arsitektur

Sejarah Perkembangan Kota


urutan nilai:
1) Tidak berpengaruh dalam Sejarah
Perkembangan Kota
2) Cukup berpengaruh dalam Sejarah
Perkembangan Kota
3) Berpengaruh dalam Sejarah Perkembangan Kota
4) Amat berpengaruh dalam Sejarah
Perkembangan Kota
5) Penentu Sejarah Perkembangan Kota

Sejarah Perjuangan Bangsa


urutan nilai:
1) Tidak berpengaruh dalam Sejarah Perjuangan
Bangsa
2) Cukup berpengaruh dalam Sejarah Perjuangan
Bangsa
3) Berpengaruh dalam Sejarah Perjuangan Bangsa
4) Amat berpengaruh dalam Sejarah Perjuangan
Bangsa
5) Penentu Sejarah Perjuangan Bangsa

2. KOMERSIAL: Nilai ekonomi yang


berpotensi untuk dikembangkan:
Formal
urutan nilai:
1) Tidak bernilai ekonomi
2) Bernilai ekonomi kurang tinggi
3) Bernilai ekonomi cukup tinggi
4) Bernilai ekonomi tinggi
5) Bernilai ekonomi sangat tinggi

Informal
urutan nilai:
1) Tidak bernilai ekonomi
2) Bernilai ekonomi kurang tinggi
3) Bernilai ekonomi cukup tinggi
4) Bernilai ekonomi tinggi
5) Bernilai ekonomi sangat tinggi

3. SOSIAL-BUDAYA, berkaitan
dengan nilai-nilai social-budaya khas
kawasan yang masih terwujud dan
terwadahi :
Legenda (budaya oral)
urutan nilai:
1) Tidak Ada
2) Ada tapi tidak popular
3) Ada dan popular

Aktivitas social-budaya
urutan nilai:
1) Tidak Ada
2) Ada tapi tidak popular
3) Ada dan popular

KRITERIA PEMBOBOTAN BANGUNAN


CAGAR BUDAYA Tujuan utama dari

revitalisasi adalah
memberikan kontribusi
positif pada kehidupan
social-budaya, terutama
REVITALISASI, adalah
suatu upaya
untuk
kehidupan
ekonomi
kota.

menghidupkan kembali suatu kawasan atau


bagian kota yang dulunya pernah hidup
karena mengalami kemunduran/degradasi.
Revitalisasi tidak hanya berorientasi pada
penyelesaian keindahan fisik semata, tetapi
harus dilengkapi dengan peningkatan
ekonomi masyarakatnya serta pengenalan
budaya yang ada.

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka


ditentukan pembobotan bagi seluruh
kriteria revitalisasi yang ada.
Pembobotannya:
A. Kriteria-kriteria non fisik bobot 2
B. Kriteria-kriteria fisik-visual bobot 1

KRITERIA PENANGANAN BANGUNAN


CAGAR BUDAYA
Berdasarkan penilaian dan
pembobotan yang telah dilakukan,
maka pada akhirnya akan didapatkan
penggolongan bangunan yang akan
menjadi dasar penanganan
bangunan cagar budaya,yaitu:

1. Golongan A Skor : 121 175:


Bangunan dipertahankan 100 persen seperti
apa adanya atau jika harus dipugar
dikembalikan ke bentuk aslinya dengan
memanfaatkan bahan yang sama. Baik
bentuk luar, konstruksi maupun interiornya.
2. Golongan B Skor : 106 120:
Mempertahankan sebanyak-banyaknya
bagian bangunan. Bangunan baru atau
tambahan tetap mempertahankan bentuk
ketinggian bangunan aslinya atau bangunan
utamanya. Perubahan dapat dilakukan sejauh
tidak merusak atau mengganggu keserasian
bangunan dan lingkungan

3. Golongan C Skor : 36 105:


Mempertahankan ciri utama bangunan yang
berkaitan dengan nilai-nilai arsitekturnya,
dengan memungkinkan penambahan bangunan
baru tanpa mengurangi keserasian bangunan
dan lingkungan serta karakter dan ciri khas
bangunan utama.
4. Golongan D Skor : Sampai dengan 35
Membangun baru tetapi tetap meninggalkan
salah satu atau sebagian khas bangunan. Pada
kategori ini, hal-hal atau bagian bangunan yang
dipertahankan hanya sedikit dan dapat
dijadikan elemen ornamental.

TERIMA KASIH