Anda di halaman 1dari 15

ASSALAMUALAIKUM

WARAHMATULAHI WABARAKATU

SMA NEGERI 1 TAPA

Kompetensi Dasar
3.5. Membandingkan ikatan ion, ikatan
kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan
ikatan logam serta kaitannya dengan
sifat zat.

Tujuan
Setelah diskusi siswa diharapkan
dapat:
Membedakan ikatan ion dan ikatan
kovalen.

IKATAN KIMIA
Ikatan Ion
Ikatan Kovalen

Susunan Elektron
Stabil
Teori Oktet Dan Duplet
Menurut Kossel dan Lewis, suatu atom punya kecenderungan
untuk membentuk konfigurasi elektron yang stabil yaitu
konfigurasi elektron seperti gas mulia (unsur golongan VIII A).

KESTABILAN KONFIGURASI GAS MULIA


Kulit

n=1

n=2

n=3

n=4

n=5

He

Ne

Ar

Kr

18

Xe

18

18

Rn

18

32

18

n=6

Konfigurasi elektron gas mulia


tergolong konfigurasi penuh dan
merupakan
bentuk
konfigurasi
elektron yang paling stabil dengan
elektron valensi berjumlah 8 (oktet)
kecuali He berjumlah 2 (duplet).
8

Dengan demikian dalam pembentukan ikatan, atomatom akan membentuk konfigurasi gas mulia. Ikatan
yang terjadi tergantung dari elektron valensi dari
unsur-unsurnya.

Untuk atom-atom dengan elektron valensi kecil (1,2,3)


mempunyai
kecenderungan
melepaskan
elektron
untuk
membentuk konfigurasi gas mulia. Sedangkan atom dengan
elektron valensi besar (5,6,7) mempunyai kecenderungan untuk
menerima elektron membentuk konfigurasi gas mulia.

Lambang Lewis
Lambang lewis digunakan untuk menjelaskan ikatan kimia
antaratom, terutama ikatan kovalen. Meskipun demikian,
lambang lewis juga digunakan untuk menggambarkan ikatan
ion.

Metode ini menggunakan titik ( ) atau silang (x)


untuk menggambarkan jumlah elektron valensi.
Golongan
Lambang
Lewis

IA

IIA

IIIA

IVA

VA

VIA

VIIA

VIIIA

Contoh: 5B, golongan IIIA

5B
=

1S2 2S2
2p1

IKATAN ION
Syarat-syarat terjadinya ikatan ion:

Terjadi antara unsur logam dan nonlogam

Terjadi serah terima elektron

Antara ion positif dan ion negatif

Terbentuk dari unsur golongan IA/IIA


dengan VIA/VIIA

11Na dan
17Cl
11Na = 2 8 1

Transfer elektron

Contoh
:

2 8 1

Na

11

17Cl = 2
7

2 8 7

17

Na ( 2 8 1 ) Na+ ( 2 8 ) + eCl ( 2 8 7 ) + e- Cl- ( 2 8 8 )


Na + Cl Na+ Cl- atau NaCl

Cl

IKATAN KOVALEN
Syarat-syarat terjadinya ikatan kovalen:
Pemakaian
Terjadi

sesama unsur nonlogam

Adanya

kecil

bersama elektron

perbedaan keelektronegatifan yang

Contoh
Pembentukan senyawa CCl4

C = 1S2 2S2 2p2 (ada 4 elektron


valensi)
2
2
6
2
5
=
1S

2S

2p

3S

3p
(ada 7 elektron
Cl
valensi)
Buat struktur lewis:

6
17

Untuk membentuk kaidah oktet (8 elektron) maka 1 atom C akan


berikatan dengan 4 atom Cl, dimana 1 elektron dari Cl akan
menempel pada masing-masing elektron dari C.

Cl

Cl
x

Cl

Cl C Cl

Cl C Cl

Cl

Cl

Ikatan Kovalen Rangkap Dua


Contoh
Pembentukan molekul O2

O = 1S2 2S2 2p4 (ada 6 elektron


valensi)
2
2
4
=
1S

2S

2p
(ada 6 elektron valensi)
O
8
8

Buat struktur lewis:

xx

O O
x
x

xx

x
x

O
x

x
x

Ikatan Kovalen Rangkap Tiga


Contoh
Pembentukan molekul N2

N = 1S2 2S2 2p3 (ada 5 elektron


valensi)
2
2
3
=
1S

2S

2p
(ada 5 elektron valensi)
N
7
7

Buat struktur lewis:

N
xx
x

x
N
x

x
x
x

N Nxx

N N

IKATAN KOVALEN KOORDINASI


Ikatan yang terjadi jika hanya satu atom yang
menyumbangkan pasangan elektron, dan hanya terjadi
pada unsur nonlogam-nonlogam.

Misal : Pembentukan ikatan kovalen koordinasi dari NH4+


NH4+

.
... .
H

,,H
,
N

PEB

.
... .

NH3 + H+

H+

N
,
,H
,

H
H

N
H

TERIMA KASIH