Anda di halaman 1dari 24

TELAAH JURNAL

PSIKOSOMATIK
Wendhy Pramana
Pembimbing: dr Agus Siswanto, Sp.PDKPsi

PENDAHULUAN
c

CDC memperkirakan 25,9% orang America > 65 th memiliki


penyakit DM
Individu dengan Diabetes menghabiskan > 2,3 kali lipat pengeluaran
kesehatan dibanding yang tanpa Diabetes
Kombinasi beban finansial, fisik, dan mental akibat hidup dengan
penyakit kronis gangguan emosional, dan gejala depresi
prevalensi lansia dengan Diabetes diperlukan investigasi
mengenai berbagai penyebab gejala depresi pada populasi tersebut

PENDAHULUAN
c

Sebelum dapat mengurangi atau pun mengelola faktor


stres Harus dapat memahami terlebih dahulu
bagaimana faktor pemicu stres diproses secara emosional
mau pun fisik pada suatu kasus penyakit kronis
Biopsychosocial
Model
c

- George Engel, 1977

Untuk memahami apa yang


mempengaruhi suatu penyakit
(penanganan dan pencegahan)
kita harus tudak hanya memeriksa
faktor biologis,namun juga faktor
sosial
Dengan teori ini memperoloeh
pemahaman mengenai penyakit,
rasa sakit, dan penderitaan
Dengan dasar teori ini studi ini
mencoba meneliti kaitan gejala

PENDAHULUAN
c
Stressor dan Kesehatan Mental

Hubungan antara adanya gangguan kesehatan (stroke,


penyakit jantung, masalah pernafasan, arthritis, dan
neuropati) dan timbulnya gejala depresi telah banyak
dilaporkan
Nyeri neuropati + kemandirian Efek negatif pada Mood
Stroke + fungsi kognisi + DM Eksaserbasi gangguan
c
psikologis
Masalah pernafasan (asthma) Efek negatif pada Mood
Gejaa depresi lebih sering dialami pada lansia dengan nyeri
Selain masalah kesehatan, gejala depresi juga
sendi
lebih sering dialami oleh lansia dengan tingkat
pendidikan rendah, wanita, dan/atau kaum
minoritas

PENDAHULUAN
c
Fungsi Kognisi, Diabetes, dan Gejala
Depresi
Gejala depresi seringkali muncul pada saat atau sebagai gejala
awal dari suatu kondisi penurunan kognisi dan demensia
begitu juga pada penderita DM
Suatu studi jangka panjang yang melibatkan 624 lansia
menyatakan bahwa menderita DM merupakan faktor prediktor
penurunan kognisi (terutama pada individu dengan kunjungan
Dokter yang minim, atau pada African-American yang mengalami
c
Perandiskriminasi
Distres
Diabetes
Distres diabetes adalah istilah yang digunakan untuk
meggamabarkan gangguan emosi yang berhubungan dengan
seseorang yang menderita DM
Studi terdahulu telah meneliti hubungan antara depresi
mayor,gejala depresi , distres diabetes, dan kontrol gula : distres
diabetes berbeda dengan depresi klinis, dan gejala depresi
(distres diabetes depresi lebih erat hubungannya dengan kendali
gula,dan pengelolaan penyakit.

TUJUAN & HIPOTESIS


c

Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti korelasi gejala


depresi pada lansia dengan DM, dan menerangkan bahwa stress
akibat diabetes dapat menjelaskan hubungan antara gejala
depresi dengan berbagai faktor yang sebelumnya dianggap
terkait.
Hipotesis penelitian ini adalah bahwa:
Lansia dengan DM yang disertai dengan adanya laporan
c
gangguan kesehatan lain gejala depresi lebih menonjol
Lansia dengan DM dan penurunan fungsi kognisi gejala
depresi lebih berat
Tingginya tingkat distres diabetes berhubungan dengan
tingginya tingkat gejala depresi

METODE PENELITIAN
c
Desain studi

Cross-sectional

Periode studi

Tidak disebutkan

Populasi studi
Pengumpulan
c Data
Analisis Statistik

246 Lansia (> 65 tahun) dengan diabetes


(melalui laporan pribadi atau diagnosis
klinisi)

Regresi univariat megenai


data demografis atau pun

berbagai faktor dengan


gejala depresi
Regresi multivariat

Daftar Lansia didapat dari UAB Roybal Center for


Translational Research on Agung and Mobility.
Informasi pasien diambil via wawancara telefon
Riwayat penyakit pasien diambil via wawancara
telefon
Penilian fungsi kognisi dengan modified Telephone
Interview for Cognitive Status (TICS-M) (Skor 20
mengindikasikan gangguan kognisi)
Penilaian gejala depresi dengan Geriatric
Depression Scale-Short Form (Skor 5
mengindikasikan peningkatan gejala depresi
Stress akibat Diabetes dinilai dengan Diabetes
Distress Screening Scale (DDSS) (Skor 6

TICS

Terdiri dari 4 domain :


Orientasi
Registrasi/Memori
Perhatian/Kalkulasi
Memori
semantik,komprehen
si, dan repetisi

GDS-Short Form

Skor Total 0-15; Skor 5


gejala depresi

DDSS2

Skala Respon mulai dari 1 (tidak ada masalah) hingga 6 (masalah

HASIL PENELITIAN
c
Data Deskriptif

Total sampel 246 , rerata usia


73,35 tahun
Waktu sejak diagnosis hingga
laporan bervariasi dari < 1
tahun hingga 58 tahun
65
(rerata
16 (26,42%)
th)
pasien
memiliki
Skor TICS 20 problem
kognisi
43 pasien (17,48%) memilki
Skor GDS 5 gejala
depresi
48 pasien (19,51%) mimiliki
Skor DDSS2 6 distres
sedang-berat

HASIL PENELITIAN
c
Data Hubungan antara gejala depresi, faktor demografis, dan
keshatan , dan distres diabetes

HASIL PENELITIAN
c

Model Regresi
Hirarkis

Pada Model 1, hubungan antara gejala depresi dan faktor demografis


dianalisa
Pada Model 2, masalah kesehatan, dan kognisi diikutsertakan sebagai
variabel

DISKUSI
c

Studi ini dilaksanakan untuk mengkaji


korelasi gejala depresi pada Lansia dengan
DM
1. Pada penelitian
hipotesis diperkirakan
bahwa seseorang
dengan
Hasil
ini konsisten
dengan
studipenambahan komorbid lain selain DM itu sendiri gejala depresi
studi
sebelumnya
:
semakin
meningkat. Pada
studi ini individu dengan Stroke
c
gejala
depresi
>> dibanding
tanpa
stroke gejala

Stroke
keterbatasan
mobilitas
permanen
depresi
Penurunan kognisi gejala depresi

2. Pada studi ini, adanya gangguan kognisi gejala depresi


(sesuai studi sebelumnya). Namun pada analisa lebih lanjut,
hubungannya
menjadi
tidakdimungkinkan
signifikan danberhubungan
berkurang ketika

Penurunan fungsi
kognisi
ditambahkan
faktordepresi
Distres
Diabetes
dengan gejala
karena
adanya kesulitan dalam
mengelola diabetes

DISKUSI
c

Adanya hubungan yang nyata antara Distres Diabetes dengan


gejala depresi dimungkinkan bahwa penilaian GDS akan
mengindentifikasi seseorang dengan peningkatan stress emosinal
yang spesifik terhadap DM, daripada sekedar gejala depresi saja
Sejalan dengan studi Fischer et al (2007) Semakin
tinggi skor pada skala GDS semakin tinggi Distres
Merupakan
temuan yang penting selama ini kondisi depresi
diabetes
c

pada pasien DM hanya diterapi sebagai klinis depresi, tidak


diperhitungkan bahwa hal tersebut terkait kondisi stress yang
spesifik pada diabetes
Distres Diabetes dapat dimodifikasi ; dan bahwasanya terdapat
korelasi yang kuat antara Distres Diabetes dengan Gejala Depresi
gejala depresi dapat dikurangi dengan menurunkan tingkat
Distres Diabetes

KETERBATASAN STUDI
c

1. Sebagian besar data didapat dengan laporan mandiri (via


Akan tetapi metode skoring sesuai standar
telefon)
Terdapat usaha untuk mempersilahkan pasien berada di tempat yang
tenang selama wawancara namun tidak ada jaminan situasi
mendukung
Melalui wawancara telefon juga tidak dapat memperoleh data HbA1c
pasien,karena sebagian pasien lupa atau tidak mengetahui

2. Tidak
Berdasar
ada akses
ke rekam medis
laporan
data diagnosis
studi sebelumnya
reliabilitas
mandiri suatuDM
kasus?

DM sangat tinggi dibandingkan dengan informasi dari Dokter mau pun


rekam medis
c Namun masalahnya adalah seringnya terjadi negatif-palsu, akan
teteapi pada studi ini hanya yang DM yang dimasukkan sampel,
sehingga
tak ada
masalahkesehatan mental sebelumnya
3. Tidak
terdapat
riwayat

4. Studi secara cross-sectional tak bisa menentukan


hubungan sebab-akibat atau mengkaji ada tidaknya
hubungan dua arah antar variabel
5. Studi ini hanya dapat digeneralisasikan pada populasi
yang mengerti akan kondisi DM-nya

KESIMPULAN
Hubungan antara masalah kesehatan dan gejala depresi dan
hubungannya dengan penurunan fungsi kognisi pada paien
Lansia dengan DM perlu investigasi lebih lanjut
Temuan dari studi ini membantu klinisi menemukan metode
intervensi yang cost-effective dalam menangani kasus depresi
pada DM
Caranya dengan edukasi yang berfokus dalam menurunkan
tingkat Distres Diabetes, dengan psikoedukasi (kaitan stresspenyakit), edukasi cara pengelolaan DM yang benar, dan
membekali berbagai keterampilan untuk menurukan stress
psikologis (latihan nafas dalam, menyadari berbagai faktor
stress pada hidup, dsb)

TELAAH KRITIS JURNA

TELAAH KRITIS JURNAL


Apakah sampel penelitian yang digunakan
menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang
tegas dan merupakan sampel yang representatif?

Tidak, pada jurnal ini kurang jelas menyebutkan


mengenai kriteria inklusi dan eksklusi, meskipun
sampel penelitian cukup representatif

TELAAH KRITIS JURNAL


2

Apakah follow-up cukup memadai dan tuntas ?

Masa Pengamatan tidak disebutkan


karena penelitian memiliki desain crosssectional

TELAAH KRITIS JURNAL


3

Apakah kriteria outcome yang digunakan obyektif


dan tanpa bias?
Ya, kriteria outcome pada penelitian ini menggunakan
sistem penilaian yang baku dan tervalidasi, namun
metode wawancara via telefon dapat mempengaruhi
akurasi

TELAAH KRITIS JURNAL


4

Bila ditemukan subgrup dengan prognosis yang


signifikan, apakahdilakukan adjustment untuk
faktor-faktor prognostik yang penting?

Ya, pada penilitian ini, dilakukan analisis


multivariat terhadap prognosis-prognosis
yang signifikan, dengan disertai adjustment

TELAAH KRITIS JURNAL


5

Apakah pengamatan sampel dilakukan pada


stadium penyakit yang sama (inception cohort)?

Pada studi tidak jelas diketahui apakah


sampel yang diambil pada stadium yang
sama, namun dimunkinkan diambil pada
stadium yang berbeda-beda, dengan
komorbid yang berbeda-beda

TERIMA KASIH
MOHON ASUPAN