Anda di halaman 1dari 40

Taman Nasional

Komodo
Bersama untuk Manfaat Hari ini, Esok, dan Akan
Datang

Status Taman Nasional Komodo


Ditetapkan sebagai Taman Nasional melalui Pengumuman
Menteri Pertanian tanggal 6 Maret 1980 dalam rangka
menyongsong Kongres Taman Nasional Sedunia III di Bali.
Ditetapkan sebagai Man and Biosphere Reserve atau
Cagar Biosfer oleh UNESCO pada tahun 1986.
Ditetapkan sebagai Kawasan Warisan Dunia (World
Heritage Site) oleh UNESCO pada tahun 1991.
Satwa Komodo ditetapkan sebagai Satwa Nasional oleh
Presiden RI tahun 1992.
Sebagai Kawasan Pelestarian Alam Perairan tahun 2000.
Sebagai salah satu TN Model di Indonesia tahun 2006.

Tujuan Pengelolaan TNK


Melindungi
keanekaragaman hayati
(terutama satwa
komodo) dan tempat
pemijahan ikan
komersial untuk
kesinambungan
persediaan sumber daya
ikan di perairan Taman
Nasional Komodo dan
sekelilingnya.

Prinsip Pengelolaan Taman


Nasional Komodo
1.

2.
3.
4.
5.

Pendayagunaan potensi untuk penelitian dan


pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan,
menunjang budidaya, pariwisata alam dan
rekreasi, dengan tidak merusak dan mengurangi
luas kawasan, tidak menyebabkan berubahnya
fungsi.
Dikelola dengan sistem zonasi sesuai kebutuhan.
Peran serta masyarakat.
Jika ada kerusakan habitat dan/atau penurunan
populasi, dikaji, diupayakan rehabilitasi,
pembinaan habitat dan populasi.
Tidak diperkenankan kegiatan eksploitasi
ekstraktif dan bertentangan dengan prinsip
konservasi.

Kawasan Taman Nasional Komodo


Meliputi kawasan
Darat 40.728 Ha
Laut 132.572 Ha
Keragaman hayati darat
dan laut yang tinggi
1,000 jenis ikan
270 jenis terumbu
karang
250 jenis tumbuhan
bunga
111 jenis burung
111 jenis mamalia

Zonasi Taman Nasional Komodo

Zonasi Taman Nasional Komodo


Zona

IUCN
Categ
ory

Ha

Cum
%

NotGo

NoTake

Ex.
Use

Inti

II

32,773

18

18

Rimba

II

24,670

14

32

Bahari

II

36,291

20

52

Wisata Daratan

II

1,217

52

Wisata Bahari

II

1,738

53

Penelitian

II

1,202

54

Pemanf. Tradisional Daratan

VI

1,166

55

Pemanf. Tradisional Bahari

VI

16,648

64

Pemanf. Masy. Tradisional

VI

391

64

Pelagis

VI

65,603

36

100

PERMASALAHAN PENGELOLAAN
Perburuan liar
Penangkapan hasil laut menggunakan alat
tangkap yang tidak ramah lingkungan;
Kebakaran Hutan
Pertumbuhan jumlah penduduk di kawasan;
Conflict of Interest

Data Kasus Pelanggaran

Periode 1998 2006 (Selain Pemboman Ikan)

Peta Kerawanan

1
6
1

4
6
5

3
5

2
7

Bom Ikan

2.

Perburuan Liar

3.

Tangkap telur
penyu

4.

Kebakaran

5.

Pukat Cincin

6.

Rawai

7.

Bubu

1.

6
8
1

Inisiatif Pengelolaan
Kolaborasi Komodo
Komodo Collaborative Management Initiative
(KCMI)

2001 Ide Kolaborasi


Pemerintah Pusat:
Departemen Kehutanan,
Direktorat Jenderal
Perlindungan Hutan dan
Konservasi Alam (PHKA)
Pemerintah Daerah:
Pemerintah Kabupaten
Manggarai Barat (PEMKAB
MABAR)
Unit Pelaksana Teknis:
Balai Taman Nasional
Komodo (BTNK)
Swasta: PT. Putri Naga
Komodo

Pemerintah Pusat

Pemerintah Daerah

Masyarakat

Swasta

Kronologis Kolaborasi Komodo


1980

Penetapan Taman Nasional Komodo

Keputusan Menteri Pertanian


6 Maret 1980

1998

The Nature Conservancy (TNC) Indonesia Program mulai


operasional di Taman Nasional Komodo

MoU 20 April 1998

2001

Ide Inisiatif Pengelolaan Kolaborasi di Taman Nasional


Komodo

2002

PT. Putri Naga Komodo, perusahaan patungan antara TNC


dan Jaytasha Putrindo Utama (JPU) terbentuk

Akta Notaris I 16 April 2002 &


Akta Notaris II 28 Mei 2002

2003

Kesepakatan Pengelolaan Kolaborasi di Taman Nasional


Komodo antara Balai Taman Nasional Komodo dan PT.
Putri Naga Komodo

MoU 1 November 2003

2004

PNK memperoleh Ijin Pengusahaan Pariwisata Alam (IPPA)


di Taman Nasional Komodo

SK Menhut 195/MenhutII/2004

2005

PNK operasional 1 September 2005

(Lihat Tabel Dasar Hukum)

Pilar Utama Kolaborasi Komodo

Peningkatan pengelolaan TNK dengan pendekatan


pengelolaan kolaborasi antara para pemangku kepentingan
termasuk PHKA, Pemda, PNK, dan berbagai masukan dari
masyarakat setempat, lembaga pemerintah dan swasta.

Dukungan konservasi sumber daya alam TNK

melalui pengelolaan adaptif yang tanggap terhadap perubahan


tantangan.
Pembangunan struktur dan panduan untuk
mendorong pengembangan ekowisata, serta strategi penggunaan
pemasukan dari TNK untuk menjamin kemandirian pendanaan
jangka panjang dan manfaat sinambung bagi masyarakat sekitar.
Memperkenalkan sistem insentif yang tepat untuk
mendorong mata pencaharian alternatif yang menunjang upaya
konservasi dan merangsang pertumbuhan ekonomi setempat
melalui pemanfaatan sumber daya alam yang lestari.

Kebutuhan Pendanaan
Mandiri
Manfaat langsung:
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Retribusi Daerah

Manfaat tidak langsung:


Kebanggaan daerah
Lapangan pekerjaan baru (memperluas
kesempatan)
Multiplier Effect (dampak dari
pengembangan pariwisata)

Mekanisme Pendanaan Mandiri


TNC, donor
lain
GEF
Pendapatan
TNK
Sumber

T-1

T-2

IFC/GEF
Grant

1.50
0

TNC
Pendapatan
TNK
Total

T-3

T-4

T-5

T-6

T-7

Total

1.250

750

500

500

300

200

5.000

1.10
7

1.000

782

850

540

450

70

4.800

105

467

709

998

1.30
2

1.67
5

2.062

7.322

2.71
3

2.717

2.24
2

2.34
8

2.34
2

2.42
5

2.332

17.12
2

X 1.000

PENGEMBANGAN EKOTURISME
1. Perencanaan Pengembangan Pariwisata Alam secara
partisipatif, kerjasama dengan UNESCO/UNEP/UNF/
RARE/TNC termasuk identifikasi 31 ODTWA
2. Kampanye Kebanggaan TN Komodo
3. Pengembangan pelayanan yang berkualitas
4. Self financing, melalui sistem manajemen Kolaborasi
5. Nature Guide Training 2007
6. Peningkatan sarpras
7. Promosi
8. Analisa Pasar 2006
9. Pemasangan Tambat Kapal (Mooring Buoy: 65 buah)

16

Jumlah Pengunjung TN Komodo

17

Prediksi Pengunjung TNK s/d th 2010 (asumsi +


15%/th)

18

PENERIMAAN RETRIBUSI DAERAH


MEI06 S/D MARET07

19

Perkiraan Penerimaan Kotor dari 15.000


Pengunjung TNK Setiap Jenis Usaha Th. 2004

Total: 19 Milyar

20

Fokus Program Kolaborasi Komodo


,
Peningkatan
Kapasitas Pengelolaan

Konservasi

Pemberdayaan
Masyarakat

Ekowisata

Komodo Collaborative Management Initiative (KCMI)

Struktur Kolaborasi Komodo

Dirjen PHKA

.
Komite Pengelolaan
Kolaboratif (KPK)
SK Dirjen PHKA
PHKA (3)
Pemda Mabar (2)
Masyarakat/KKM (3)
PNK (3)

Forum Konsultatif
Masyarakat (FKM)
disahkan melalui SK
Bupati
- Masyarakat
- Pemangku
kepentingan

Pengelola
Kolaborasi
(BTNK & PT PNK)

Forum Konsultasi Masyarakat (FKM)

Bertugas untuk:

Menghimpun aspirasi masyarakat


Bersidang sekurang-kurangnya sekali dalam
setahun
Menyalurkan aspirasi tersebut melalui wakilwakil yang duduk di Komite Pengelolaan
Kolaborasi (KPK)
Mengusulkan kegiatan program pengembangan
masyarakat dan kesadaran lingkungan

Dewan Kolaborasi Komodo (DKK)


Bertugas untuk:
Merumuskan arahan kebijakan umum dan program
pengelolaan kolaboratif Taman Nasional Komodo;
menampung aspirasi para pihak yang terkait
merumuskan kriteria, stndar dan panduan kerja
merumuskan langkah-langkah penggalian sumber
pendapatan
mengkoordinasikan semua kegiatan kerjasama
melakukan pengawasan dan evaluasi

PT. Putri Naga Komodo


Perusahaan patungan antara The Nature Conservancy dan
Jaytasha Putrindo Utama, beroperasi sejak 1 September 2005

Landasan Hukum
PP No.18 /1994 - Pengusahaan Pariwisata Alam
Persetujuan prinsip Pengusahaan Pariwisata Alam Menhut
Nomor 381/Menhut-II/2003 kepada PT Putri Naga Komodo
Keputusan Menhut Nomor SK 195/Menhut-II/2004 Pemberian Izin Pengusahaan Pariwisata Alam kepada PT
Putri Naga Komodo
SK Menhut 202/menhut-II/2004 tentang Penetapan kawasan
konsesi pariwisata alam PT. Putri Naga Komodo
PP 19/Menhut-II/2004 tentang Pengelolaan Kolaborasi di
Kawasan Konservasi
SK Dirjen PHKA Nomor SK 30/IV-WA/2005 - Pengesahan RKL
Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.19/Menhut-II/2004
tentang Kolaborasi
Kesepakatan BTNK dan PNK tanggal 1 November 2003
PERDA No. 22 Tahun 2005 Retribusi Daerah

Visi & Misi


Keindahan alami daratan dan lautan
Taman Nasional Komodo terlindungi
dengan baik, dihargai secara luas, dan
dimanfaatkan secara bijaksana untuk
memberikan manfaat jangka panjang
bagi anak dari anak kita.
Mencapai kemandirian finansial jangka
panjang dan pengelolaan Taman Nasional
Komodo yang efektif untuk melindungi
keanekaragaman hayati, pemberdayaan
masyarakat yang sesuai dan berwawasan
konservasi

Program Pemberdayaan
Masyarakat
Pengembangan mata
pencaharian alternatif untuk
masyarakat

Bantuan sampan, pukat, kambing


Budidaya lebah madu
Simpan pinjam bergulir dan UMK di 3 desa
(Rinca, Komodo, Papagaran)
Kerajinan patung Komodo
Kerajinan Gelang Komodo
Budidaya rumput laut
Budidaya ikan kerapu
Penangkapan ikan pelagis
Pemandu wisata alam
Pemanfaatan buah asam
Kerajinan tenun dan pembuatan kue
Kader konservasi

Program Pemberdayaan
Masyarakat
Peningkatan pelayanan
umum

Perbaikan fasilitas kesehatan


masyarakat (MCK Umum, Sumur),
Perbaikan fasilitas lingkungan
(Tempat Sampah)
Perbaikan sarana pendidikan di 5
desa di dalam dan sekitar
kawasan (Renovasi Sekolah,
Rumah Guru, Seragam Sekolah,
Buku, Meja Kursi) dan rumah
ibadah (Musholla), pembuatan
jalan setapak menuju sekolah di
Kukusan

Program Pemberdayaan
Masyarakat
Pendidikan dan kesadaran
konservasi alam
pemanduan dan interpretasi
sosialisasi TNK sebagai bank
ikan
peragaan melalui specimen,
audio visual, booklet, leaflet
pemberdayaan kader
konservasi dan generasi muda
pendidikan karya wisata
pembinaan pramuka
saka wana bhakti
kunjungan dan pertemuan di
sekolah, desa, klpk masyarakat

Program Konservasi
Pemantauan sumber daya
alam:
Kesehatan terumbu karang
Daerah pemijahan ikan
ekonomis penting
Pemanfaatan sumber daya
alam
Pemantauan persepsi umum
masyarakat setempat
Pelatihan keterampilan dan
peningkatan pengetahuan
staf

Program Konservasi
Penelitian satwa Komodo
bersama dengan San Diego
Zoo
Pemantauan mamalia besar
Inventarisasi tumbuhan
Inventarisasi jenis burung

Program Konservasi
Pengadaan kapal
patroli apung
Kingfisher
Penetapan protokol
patroli dan metode
pencatatan kasus
Peningkatan kapasitas
11 orang Pendamping
Masyarakat untuk
kampanye
penyadartahuan dan
penjangkauan

Program Konservasi
Pendugaan secara cepat
tentang sumber daya laut
Taman Nasional:
Keragaman karang (336
jenis, 110 jenis diantaranya
baru ditemukan)
Komunitas karang
Kesehatan karang (sehat
dan ikan berlimpah)
Keragaman ikan (623 jenis)
Komunitas ikan
Pemasangan 32 pelampung
tambat baru untuk kapal
ukuran besar dan kecil

Program Ekowisata dan


Pemasaran
Pengumpulan Dana Bantuan
Konservasi sejak 1 Mei 2007
dari seluruh pengunjung ke
Taman Nasional Komodo (TNK)
Pengumpulan dan
penganalisaan data pengunjung
TNK

Program Ekowisata dan


Pemasaran
Pelatihan untuk 18
pemandu pariwisata
alam untuk peningkatan
pelayanan pengunjung.
Pembuatan film untuk
jaringan tv internasional
(BBC, NHK)
Peliputan berita untuk
media nasional (RCTI,
ANTV)

Program Ekowisata dan


Pemasaran
Lokakarya Konsep Rencana
Induk pengembangan kawasan
konsesi
Koordinasi kunjungan 8 kapal
pesiar mewah ke Komodo
Mendukung penerbitan majalah
lokal Embong Komodo bersama
organisasi setempat Forum
Peduli Lingkungan Hidup
Komodo (FPLHK)
Liputan berita skala nasional
(The Jakarta Post), regional
(Island Life), dan internasional
(ABC, Fins, National
Geographic)

Program Ekowisata dan


Pemasaran
Perbaikan dan
pembuatan dermaga
labuh dan jembatan
apung sementara bagi
pengunjung
Perombakkan
bangunan yang sudah
rusak total sesuai
rancangan area
penerimaan tamu

Terima Kasih atas Perhatian


Anda