Anda di halaman 1dari 75

PERENCANAAN DIMENSI

HIDROLIS BENDUNG

Tetap.

Gambar Komponen Bendung


Mercu Bendung
(menaikkan elevasi muka air)

Kolam olak

meredam energi yang


jatuh dari mercu
sehingga tidak
merusak sungai
Lantai lindung
hilir/local scouring.

Konsolidasi
dasar sungai

Lantai
Lindung
(beton
bertulang),
perlindungan
Koperan terhadap
Pelat pancang baja
(dari beton)
Untuk memperpanjang
gerusan/scouring
perkuatan
. creep line sehingga
lantai
mengurangi up lift
muka
pressure. Juga untuk

Endsill
Untuk melindungi
dasar
sungai bagian hilir
dan untuk

Komponen-komponen bendung
tetap sbb. :
1.DATA-DATA
Tubuh bendung tetap :
Tubuh bendung pada umumnya
dibuat dari
beton atau pasangan batu dan
konstruksi yang solid, serta harus aman
merupakan
terhadap guling dan gelincir.

Bentuk penampang bendung tetap


hampir menyerupai trapesium dengan
bentuk hidrolis yang menguntungkan.
Penampang melintang bendung tetap
mempunyai
bidang vertikal atau hampir vertikal
pada bagian
ulunya,
& pada bagian hilirnya, bidang denga
kemiringan landai sesuai syarat stabilitas.

Sebaliknya, sungai yang


membawa batu & kerikil bagian
hulunya dibuat lebih landai dan
lereng
hilirnyatubuh
curam,
sehingga
kerusakan
bendung
akibat tempaan batu dan kerikil
dapat dihindarkan. \

Bagian hulu mercu bendung pada


umumnya
berbentuk
ellips
atau setengah
Mercu
hilirnya
berbentuk
parabola,
lingkaran.
disambung dengan
permukaan lereng
hilir
bendungpada
kemudian
dibuat
cekungan
kaki lereng
tersebut,
dengan dengan
jari-jari 1/3
- 1/2
tinggihilir
bendung
ersambung
lantai
lindung
bendun

Ellips atau
lingkaran

Parabola

Paling berat terima


gerusan beton

( lantai hilir)1.
Arah aliran air
tegak lurus bendung

Koperan
(beton)
Cekungan
Cek
ungan : :R=1/3-1/2

R=1/3-1/2
tinggi bendung
tinggi bendung

2.

3.

(matras,
hamparan batu
pecah,
lapisan
Fungsinya
:
menenangkan
blok beton aliran
supaya tidak tergerus).

Tubuh bendung diletakkan tegak lurus aliran sungai & pilar


pembilas, agar aliran menuju & keluar bendung terbagi mera
shg. tidak menimbulkan pusaran di hulu pembilas & intake.

Gambar : Penampang memanjang bendung teta

2. Lantai lindung.

Bagian yang paling berat menerima gerusan


adalah di bagian hilir bendung, sehingga
lantai lindung
beton (apron) yg
diperlukan
merupakan bangunan yang penting untuk
melindungi tubuh bendung dari
gerusan/scouring yang terjadi.
Lantai lindung pada umumnya dibuat dari beto
bertulang yang panjangnya sangat bervariasi,
ditentukan berdasarkan perhitungan hidrolika
atau pengujian model hidrolika/model test.
Pada umumnya panjang lantai
lindung hulu =
0,5 panjang lantai lindung hilir.

3. Konsolidasi dasar sungai.


Konsolidasi dasar sungai berfungsi untuk

menenangkan
aliranair
air agar
karena kembali
kondisi aliran
tidak setelah melewati mercu bendung adalah
ungai
dakmenimbulkan
tenang, untukgerusan,
itu diperlukan upaya guna
mengembalikan aliran pada kondisi normal.

Konsolidasi dasar sungai dibuat dari material


ang lebih fleksibel jika dibandingkan dengan
antai lindung, misalnya :
Matras balok kayu, matras anyaman ranting
hamparan batu pecah, lapisan blok beton
biasanya dipilih secara khusus sesuai denga
karakteristik tanah dan bentuk dasar sunga

4. Tirai kedap air :

Tirai kedap air pada tubuh bendung berfungsi


untuk
menurunkan gradien air rembesan (seepage)
melalui
& serta
tanggul,
karena
adanya
dihulutanah
& hilirpondasi
bendung
untuk
mencegah
tinggi
muka air
terbawanyaperbedaan
butiran tanah
pondasi
akibat adanya
rembesan.
a umumnya tirai kedap air dibuat dari dinding pancan
on atau tiang sekat pancang baja yang dipasang di ba
ai bendung, lantai lindung, tubuh bendung dan sayap
endung lihat gambar slide berikut

ng dibuat dari beton disebut dengan istilah koperan.


engan adanya tirai kedap air maka akan dapat
mengurangi tebal lantai bendung dan lantai lindung

Hal tersebut karena gaya angkat yg terjadi berkurang,


akibat makin panjangnya lintasan air rembesan.

makin panjang
gaya angkat berkurang tebal
lantai bendung dan lantai lindung
berkurang.

Gambar
:
Aliran
air/seepage.

rembesan

TAMPAK DEPAN BENDUNG

TAMPAK DEPAN BENDUNG DENGAN KOLAM


OLAK.

Gambar Tampak Depan Bendung Tetap.

Perencanaan dimensi hidrolis bendung


/
Perencanaan hidrolis bendung
pelimpah untuk
tipe
tetap
danOgee dan tipe
bulat.
pelimpah pada
dasarnya sama,
yang
Perencanaannya
dapat
dibagi
membedakan
adalah
menjadi ketinggiannya.
beberapa langkah sebagai
berikut :
A. Perencanaan elevasi mercu
bendung.
C. Perencanaan
hidrolis
mercu
bendung.
B. Perencanaan
lebar
efektif
D. Perencanaan
bendung. saluran peluncur.
E. Perencanaan kolam olak.

A.Perencanaan Elevasi Mercu


Bendung Tetap :
Elevasi mercu bendung tetap ditentukan
berdasarkan elevasi yang diperlukan agar
air dapat mengalir secara gravitasi :
direncanakan = elevasi muka air rencana di

depan pengambilan/MAN + 0,2 m, slide beriku


(untuk mencegah kehilangan air pada
bendung akibat gelombang).

Elevasi mercu pelimpah ditentukan berdasarka


besarnya volume air yang akan
ditampung di dalam waduk.
Fungsi mercu : mengatur tinggi air minimum,
melewatkan debit banjir & membatasi genangan

Sedangkan Elevasi muka air rencana di depan


ngunan pengambilan ditentukan berdasarkan

Elevasi muka air yang diperlukan untuk eksploitasi


normal, dengan mempertimbangkan :
- Elevasi tertinggi/maksimum daerah layanan misal
sawah, kawasan industri, perumahan dll A.
- Kedalaman air di sawah untuk daerah irigasi (10-15
Kehilangan tinggi energi di saluran dan bangunan sep
saluran tersier, saluran sekunder, saluran primer

a tinggi energi pada kantong lumpur yang diperlukan


mbilas sedimen dari kolam.

da tinggi energi pada bangunan pembilas yang diperlu


untuk membilas sedimen dekat pintu pengambilan.
4. Beda tinggi energi yang diperlukan untuk meredam
energi
pada kolam olak.

ariasi tinggi ma==0,18 h100

~5cm

~10 cm =ixL
~5-15cm

~5cm

~10 cm

h100 = kedalaman muka air


pada muka air normal 100 %
(KP 05)

Elevasi
tertinggi
daerah
layanan

si muka air yang diperlukan di saluran primer/sekund


u bangunan sadap tersier ditentukan dengan rumus :

= A + a + b + n.c + d + m.e + f + (m
g&
+nh
+ Z box)
= jumlah

+n.c+d+ m.e+f+g+h+Z = HEAD yang diperlukan unt

Di mana :
P = muka air di saluran primer/sekunder.
A = elevasi air tertinggi di sawah.
a = tebal lapisan air di sawah ~ 10 cm

angan tinggi energi di sal. kuarter ke sawah ~ 5 cm.

angan tinggi energi di box bagi kuarter ~5 - 15 cm/box.

langan tinggi energi selama pengaliran di saluran iri

langan tinggi energi di box bagi tersier ~ 10 cm.

langan tinggi energi di gorong-gorong ~ 5 cm.

kehilangan tinggi energi di bangunan sadap tersier.

= variasi tinggi muka air 0,18 h100 (h100 = kedalaman muk


pada muka air normal/MAN 100 %).

kehilangan tinggi energi di bangunan tersier yg lain (jembat

(K.Lumpur)

Elevasi sawah
Tinggi air sawah

Sketsa penentuan elevasi mercu bendung.

A1. Contoh Perkiraan Penentuan


Elevasi Mercu Bendung
No

URAIAN

Elevasi sawah yang akan diairi

Tinggi air di sawah

3 Kehilangan tinggi
energi/tekanan
:
- Dari
saluran sekunder
ke tersier
- Dari saluran tersier ke sawah
- Dari saluran primer ke sekunder
- Akibat kemiringan saluran

- Akibat bangunan ukur


- Dari intake ke sal.primer/kantong lumpur
- Bangunan lain antara lain kantong
lumpur

KETINGGIAN
(m)
A
0,10
0,10
0,10
0,10
0,15
0,40
0,20
0,25

4
- Eksploitasi
0,10

Jumlah = 1,50 m
A=
+ 1,50 m
Jadi elevasi mercu bendung

Tinggi untuk bangunan bendung (p) irigasi dapat


dihitung sbb. :
1. Elevasi sawah
(Lihat gambar, misal)
+ 15,00
m
2. Tinggi genangan
0,15 m
3. Kehilangan tekanan dibangunan Box Tersier
0,10 m
Ketinggian air di saluran tersier
+15,25 m
4. Kehilangan tekanan di sal tersier ( L x i ters)
0,10 m
5. Kehilangan tekanan di bangunan Sadap
0,10
m
Ketinggian air di saluran Sekunder
+ 15,45
m
6. Kehilangan tekanan di sal sekunder( L x i sek)
0,10 m
7. Kehilangan tekanan di bangunan Bagi
0,10
m
Ketinggian air di saluran Induk
+ 15,65
m
8. Kehilangan tekanan di saluran induk( L x i induk)
0,10 m

Yang utama dalam perencanaan konstruksi bendung


adalah tinggi mercu (p) dan lebar bendung. Tinggi
mercu
ditentukan
dengan
mempertimbangkan
ketinggian/elevasi lahan yang membutuhkan air dan
kehilangan saat penyaluran air.

Gambar
1

TINGGI MERCU BENDUNG p :


YAITU KETINGGIAN ANTARA ELEVASI LANTAI
HULU/
DASAR SUNGAI DI HULU DAN ELEVASI
MERCU
ADA RUMUS YANG PASTI, HARUS
BELUM
DIPERTIMBANGKAN STABILITAS
BENDUNG.
JIKA BENDUNG UNTUK KEPERLUAN IRIGASI
MAKA TINGGI MERCU DIANJURKAN 4 m,
MINIMUM 0,5 H.
JIKA p > 4 m (MISAL BENDUNG DI LOKASI
SUDETAN/SHORT
CUT),
MAKA ELEVASI
DASAR LANTAI HULU
DILETAKKAN
LEBIH
TINGGI DARI DASAR SUNGAI GAMBAR

Lantai hulu
Dasar sungai

Sudetan/Short cut : Keuntungan bendung di


sudetan :

2.
aliran menuju
bendung
1. Arah
Pelaksanaan
tidak terganggu
lebih
aliranbaik.
sungai.
3. Penempatan lokasi intake dan
sand trap lebih baik.

Kerugian :

Harus dibuat tanggul penutup


sungai yang dalam pelaksanaannya
diperlukan bangunan
pengelak
khusus.
Jika bendung pada palung sungai,
pelaksanaan terganggu aliran air,
perlu pekerjaan pengeringan, perlu
pengarah arus, tapi tidak perlu
tanggul penutup.
Sudetan terjadi pada sungai ber-meander dan kapasitas
debitnya tidak memadai fungsi sudetan untuk
memperbesar
kemiringan
sungai (i).
memperpendek
aliran
sungai dan
muka air akan lebih rendah tapi kecepatan akan lebih bes
dan terjadi scouring serta mempersulit pelayaran.

UNTUK MEMPERBAIKI ARAH, LOKASI ALUR DAN


PENGENDALIAN BANJIR SERING DIBUAT SUDETAN
/SHORTCUT PADA SUNGAI YG BERMEANDER
HARUS HATI-HATI KARENA ARAH ALUR SUNGAI
CENDERUNG AKAN KEMBALI KE KONDISI AWAL.

DENGAN SUDETAN KEMIRINGAN DASAR SUNGAI


PADA SUDETAN > KEMIRINGAN SEMULA SEHINGGA
MENGAKIBATKAN DAYA ANGKUT SEDIMEN
MENINGKAT AKAN TERJADI EROSI DASAR ALUR
DI HULU SUNGAI & SEDIMENTASI DIHILIR SUDETAN.
SETELAH SEIMBANG, KEMIRINGAN DASAR
SUNGAI MENJADI = SEMULA, DENGAN
ELEVASI DASAR SUNGAI DI BAGIAN HULU
SUDETAN < DARI ELEVASI SEMULA.

Bendung Idrapura di sudetan sungai Indrapura, Sumatra Barat.

SHORT CUT

NIJMEGEN

SUNGAI WAAL

THE PRINCIPLE OF
BOTTOM

agradasi
Dangkal dan sempit

degradasi

KONDISI SUNGAI DI INDONESIA PADA UMUMNYA


MEMPUNYAI KANDUNGAN SEDIMEN YANG TINGGI,
SEHINGGA
BAGIAN
HILIR
SUNGAI
MENGALAMI
AGRADASI, YG MENGAKIBATKAN
ALUR SUNGAI JADI DANGKAL & SEMPIT. Untuk
ini,
dilakukan
mengatasi
halpengerukan (dredging), yg hanya bersifat
sementara, jadi perlu kegiatan yg bersifat rutin.

B. Perenc. Lebar Efektif Bendung &


DATA-DATA
Pelimpah
Lebar bendung/pelimpah adalah
jarak antara pangkal2 abutment,
sebaiknya
dibuat
= lebar
rata-rata sungai pada
bagian yg stabil,
maksimum
= 1,2 kali
lebarlebar
-Di ruas
sungai bagian
bawah,
rata-rata
sungai.
rata-rata
sungai
dapat diambil pada saat
-debit
penuh
Di ruas
sungai atas agak sulit untuk
(bankfull discharge).
menentukan
sehinggasungai
untuk diambi
ung,debit
makapenuh,
lebar rata-rata
menentukan
lebartahunan.
ebit
banjir rata-rata

Dalam
perencanaan, diperlukan
DATA-DATA
lebar efektif bendung /pelimpah
(yaitu lebar
bendung yg efektif
bentang
melewatkan debit banjir
disain)
=
bendung/pelimpah
dikurangi
dengan
kontraksi yang terjadi, dihitung dgn.
B :B 2(nK K ) H
persamaan sbb.
e
p
a 1

= lebar efektif bendung.


= lebar bendung/jarak antara pangkal bendung

= jumlah pilar .
= koefisien kontraksi pilar.
= koefisien kontraksi pangkal bendung (abutm
= tinggi energi, m.

Kehilangan
tg energi

II

Pembilas

H1

Abutment

B1
B3
B1e

II
H1= tinggi
energi

B2
B2e

Bs

Lebar efektif
pembilas :
Bs = 0,80 B3

Pilar
Ka
H1

KpH
1

KaH
1

Lebar bendung = B = B1 + B2 + B3
Be = B1e + B2e + Bs
Lebar efektif bendung : Be = B - 2(n.Kp + Ka) H1

Besarnya koefisien kontraksi abutment dan pil


ergantung dari bentuk pilar dan abutment :
- Semakin besar penyimpangan
(divergence) dari
garis aliran (streamline), semakin
(mis.
Kp untuk ujung pilar bulat
besar
pula
koefisien
h besar
dari Kpkontraksinya
ujung pilar yang runcing), seh
makin kecil lebar efektif mercu bendung/pelimp
- Nilai koefisien kontraksi pilar Kp dan
koefisien kontraksi
pangkal bendung Ka dapat dilihat pada tabel
berikut

mbuatan bangunan peredam energi tidak terla


iran per satuan lebar dibatasi sekitar 12 14 m
memberikan tinggi energi maksimum H1 = 3,5

Tabel Nilai Kp (koefisien kontraksi pilar).


No
.

Bentuk Pilar

1.

Ujung pilar segiempat dengan


sudut dibulatkan pada jari-jari yang
hampir = 0,1 dari tebal pilar.
Ujung pilar segiempat dengan
sudut tanpa pembulatan.

2.

Kp
0,02
0,10

3.

Ujung pilar bulat.

0,01

4.

Ujung pilar runcing.

0,00

Tabel Nilai Ka (koefisien kontraksi pangkal bendung).


No
Bentuk Pangkal Tembok
Ka
.
1.

2.
3.

Abutment/pangkal tembok
segiempat dengan dinding hulu
pada 90 ke arah aliran.
Abutment bulat dengan tembok
hulu pada 90 ke arah aliran
dengan 0,5 H1 > r > 0,15 H1.

0,20
0,10
0,00

C. perencanaan hidrolis mercu


bendung :
Bentuk mercu yang banyak dipakai di
Indonesia adalah tipe Ogee
dan mercu bulat (mercu Vlugter dan
Schoklitsch) dapat dipakai
untuk konstruksi beton, pasangan batu atau
1. Mercu keduanya.
Bulat :
kombinasi

Bendung dengan mercu bulat, koefisien


debitnya
jauh lebih tinggi (44%) dibanding dengan
mbangbendung
lebar karena lengkungnya streamline dan tek
gatif pada mercu lihat Gambar di bawah

Keuntungannya adalah bangunan


tersebut akan mengurangi tinggi
muka air hulu selama banjir.

Mercu Schoklitsch
Mercu Vlugte
(2 jari-jari)
(1 jari-jari)

Ada 4
jenis
Mercu
Ogee

R2 yang dipakai
untuk menentukan
koefisien debit
(nilai C).

Tipe Mercu Bulat


Kehilangan
tinggi energi =

hd=
hd

Vlugter

Karakteristik mercu bulat :


1.Debit yang dihasilkan
lebih besar : Q 2 C B

2
1
,
5
H
g
d
eff
1
3
3

2. Dapat mengurangi tinggi muka air di hulu saat banj

ercu bulat ada dua tipe yaitu :

Mercu bulat dengan satu jari-jari (mercu Vlugt


R = (0,5 s/d 1,0) H1
tidak dianjurkan jika

debit
fluktuatif, misal
bendung disungai,
rcu bulat dengan dua jari-jari
Schoklits
better(mercu
pakai tipe
bak
tenggelam.
0,5 H1
;
R2 = (1,0
s/d 1,5) H1

ang digunakan untuk menentukan nilai C adala


H1 = tinggi energi di atas mercu.
Jari-jari mercu bendung :
- pasangan batu : r = 0,3 s/d 0,7
H1maks.
- untuk bendung beton : r = 0,1 s/d
0,7 H1maks.

DATA-DATA
Hd=

Tipe
Vlugter

inggi mercu, m.
h1+V/2g = tinggi energi di atas mercu (energy head), m.
Hd = tinggi air rencana di atas mercu, r = jari-jari mercu.

2
ersamaan tinggi energi debit
:
Q C xBefxH 3 / 2
1
3 d

2
g
3

oefisien debit = C0 x C1 x C2 :
= koefisien debit, fungsi H1/r Gambar 4.5.
= koefisien debit, fungsi p/H1 Gambar 4.6.
= fungsi p/H1, faktor koreksi utk permukaan hulu bendung, Gambar. 4.7

Contoh soal no.1


1,3

1,84

C0 maksimum = 1,49 jika H1/r > 5


r = jari-jari mercu.

Valid jika mercu bendung cukup tinggi di atas dasar


rata-rata alur pengarah (p/H1 1,5).

am tahap perencanaan, p dapat diambil 0,5 jarak mer


ampai dasar rata-rata sungai sebelum bendung dibua

Contoh soal no.1

0,91

0,46

gunakan jika : p/H1 < 1,5

p = tinggi mercu bendu

1,006

(Kemiringan hulu)

0,46

Contoh soal no.1

ambar di atas Harga koefisien koreksi untuk penga


emiringan muka bendung bagian hulu terhadap debit.
Koefisien koreksi C2 untuk mercu bulat
diandaikan
kurang lebih = harga faktor koreksi untuk

Kavitasi adalah terjadinya tekanan


< 1 atm yang mengakibatkan
gelembung udara dipermukaan
bendung menimbulkan
lubang
badan
karena terlepasnya butiran
agregat dari permukaan
konstruksi.

Untuk menghindari bahaya kavitasi


lokal, maka tekanan pada mercu
dibatasi :
> - 4 m tekanan air jika mercu
dibuat
dari terhadap
beton.
ya lebih
aman
bahaya kavitasi, maka
>-1m
tekanan
jika mercu
komendasikan
agar
tidak air
melebihi
nilai dari
:
pasangan batu.

Hmaks 1,65 Hd , dengan : Cd 0,81

Lihat Contoh soal 1


-0,2

Tekanan air pada mercu

1,94

anan pada mercu adalah fungsi perbandingan antara


H1 dan r (H1/r).

uk bendung dengan 2 jari-jari (Schoklitsch), jari-jari hi


g digunakan untuk menentukan harga koefisien debit

CONTOH SOAL 1.
Direncanakan bendung pasangan batu dengan
mercu bulat.
Jari-jari
mercuBe
r=
m,
Qlebar
= 800antar
m/det.
Lebar
efektif
= 1,75
62,40
m,
tumpu
(abutment)
71,40
mercu pair
= 1,50
Hitung
tinggi !
mercu
H1 m,
dantinggi
cek tekanan
padam.
mercu
(kavitasi)
energi di
elesaian :
msi awal, diambil Cd = 1,3.
2
2
1
,
5
Q C BefxH
g
1
3 d
3

2
2
1
,
5
800 x1,30 x62,40 xH x
x9,81 H 1,5 5,79.
1
1
3
3
Jadi : H 1 3,22m.
H 1 3,22
C0 diperkirakan dari Gambar 4.5

1,84
r
1,75
diperoleh C0 = 1,30.

p
1,50
harus dikoreksi dengan

0,46 1Maka
,50
H 1 3,22
koefisien C1 dengan Gambar 4.6

diperoleh C1 = 0,91.
aktor koreksi C2 diperoleh dari Gambar 4.7 :
p
0,46 C 2 1,006 maka :
H1
C d C 0 C1C 2 1,3 x0,91x1,006 1,19
Harga Cd berbeda dari asumsi awal : Cd = 1,30
maka harus dihitung ulang dengan Cd =
1,19 yaitu sbb.2:
2
1
,
5
Q C BefxH
g
d
1
3
3
2
2
1
,
5
800 x1,19 x 62,40 xH
x
x9,81
1
3
3

1
,
5
H
6,337 diperoleh : H 3,40m.
1
1

dung dibuat dari pasangan batu


aratnya : besar tekanan > -1,0 m tekanan air
ggunakan Gambar 4.4, dengan perbandingan :

H 1 3,40

1,94
r 1,75

maka diperoleh tekanan air pada mercu sbb

p / g

0,2
H1

0,2 H1 0,2 x3,4 0,68 1,0 ok


g
Kesimpulan : tidak terjadi kavitasi aman !.

Perhitungan Debit melalui mercu Vlugter


sbb. :
1
z H1
a. Untuk aliran sempurna bila3 :
Q CBeff d gd
{r = (0,5 s/d 1) He}
2

h
2

C 1,49 0,018 5 ; d H 1
r
3

Mercu Vlugter
H1=He Hd

Q = debit.
C
=
koefisien
debit.
Bef = lebar efektif
Hd = bendung.
tinggi air diatas mer
H1 = He = tinggi
z = beda
tinggi energi d
energi.
hulu dan hilir mercu
d = kedalaman kritis.

Aliran moduler : aliran melalui bang. pengontrol


(bendung/ambang) di mana aliran di hulu tidak

1:
Untuk aliran tidak sempurna bila
z H1
3

Q CBef H 1 2 gz

hd
C 0,43 t 0,43
Hd

Garis energi
He

Ha

Hd

hd

Koefisien t, slide berikut

1:1 s/d
3:4

Z = perbedaan tinggi energi di hulu & hilir


H1 = He = tinggi energi di atas mercu.
hd = tinggi air bagian hilir di atas mercu.
Hd = tinggi air bagian hulu di
h = p = atas
tinggi
mercu bendung.
mercu.
C = koefisien debit ; r = jari-jari mercu

hd
t = koefisien yang tergantung dari nilai
Hd
dalam tabel berikut ini :

hd
Hd

, seperti

0,0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9
5
0,3 0,3 0,4 0,5 0,5 0,5 0,5 0,6 0,6 0,6
1
9
8
4
7
9
9
1
4
9

Hd = tinggi muka air di atas mercu di bagian hulu.


hd = tinggi muka air di atas mercu di bagian hilir .

Mercu Vlugter

k = kehilangan tinggi energi.


Tinggi energi = 2,7 m.

Tinggi air di atas mercu adalah : Hd = 2,7 0,68 = 2,0

Jari-jari mercu bulat tipe Flugter (r) dipakai r = 0,4 x

MERCU
MERCU
BULAT
TIPE
(Mercu
Bulat
).
SCHOKLITSCH

He = H1 = tinggi energi total di atas mercu.

2. Mercu Ogee :

Aerasi : pemasukan
udara,
utk menghindari
sub at
Mercu Ogee berbentuk
tirai
luapan
bawah tek.
(flow
nappe)
dari bendung ambang tajam aerasi oleh
karena itu, air
tidak akan memberi tek. sub atmosfir pd
waktu bendung mengalirkan air dengan debit rencana
permukaan mercu
Tetapi jika debitnya lebih rendah, air akan memberi
tekanan kebawah pada mercu.

Permukaan mercu Ogee bagian hulu mempunyai 4 bentuk


yaitu : vertikal, miring dengan kemiringan 3 : 2, 3 : 1, 1 : 1.

Bentuk baku permukaan mercu Ogee bagian


hilir dapat dinyatakan dengan rumus nsbb. :

X
Y
1
Xn K h n 1Y

d
h
K h
d
d

n Y = koordinat permukaan hilir Gambar 4.9 Lihat P.Novak


Equation 4.18a
= tinggi air rencana di atas mercu bendung.
= parameter yang besarnya tergantung pada faktor kemiringan
mukaan bendung bagian hulu lihat tabel slide berikut

Kemiringan
permukaan hulu
mercu

Vertikal

2,000

1,850

3 : 2 atau (1 : 0,67)

1,939

1,810

3 : 1 atau (1 : 0,33)

1,936

1,836

1:1

1,873

1,776

Tabel harga
K dan n :

flow

Fig. 4.5 : Overfall Spillway


shape derivation

(tirai luapan)

0,124 Hd

Tinggi energi
di atas mercu.
hd = tinggi air
rencana
di atas
mercu.

Bagian
hulu mercu
Ogee
bervariasi
sesuai
dengan
kemiringan
permukaan
hilir.

R = 0,5 Hd Jarak dari sumbu Y = 0,175 Hd


Note : Hd = hd

(tinggi air di atas mercu)

TIPE OGEE
HULU TEGAK LURUS

ZOO
M

ari rumus Ogee di atas


engan K=2 & n=1,85 maka :

Y
1 X

H
K H
d
d

Y
1 X

H
2 H
d
d

1,85

H d

Fig. 4.6 : Standard


Spillway Crest
Hydraulic Structure,

1,85

Y
2
X 1,85 2h 0,85Y
d
H
d

Note : Hd = hd
(tinggi air di atas
mercu).

Debit melalui pelimpah Ogee dapat

dihitung dengan rumus


sbb. :

2
2
1
,
5
1
,
5
Q CB H atau : Q C B H
g
e 1
3 d e 1
3
(lihat Hydraulic Structures,
P.Novak et al., page 155)

Debit, m/detik.
Tinggi energi/tinggi tekanan air di atas mercu.
Bentang efektif bendung .
koefisien debit
; Cd = koefisien debit = C0 C1 C2
C0 = konstanta = 1,30.
C1 = fungsi p/hd dan H1/hd Faktor
koreksi C1 disajikan pada
Gambar 4.10, untuk hulu vertikal.
= faktor koreksi untuk permukaan hulu miring Gbr

p
h
d

Harga C1 berlaku untuk tipe Ogee permukaan hulu vertikal.

permukaan hulu miring harus pakai koefisien koreksi C2, Gbr

Besarnya koefisien debit C


pada rumus
di atas tergantung pada beberapa
faktor :
a. b.
Pengaruh
kecepatan
awal.
Pengaruh
kemiringan
permukaan
hulu mercu.
c. Pengaruh efek aliran tenggelam
di
bagian hilir.

a. Pengaruh kecepatan awal :


Besarnya koefisien debit tergantung
dari ketinggian
bendung/pelimpah Ogee (p atau h) dan
tinggi rencana
(design head) di atas mercu
bendung/pelimpah
(Hd) :
- Bila ketinggian bendung/pelimpah
> 1,33 kali tinggi
rencana, maka efek kecepatan awal dapat diabaikan
yaitu sbb. :

p 1,33H(H1 = Tinggi energi di atas mercu,


d
Hd = Tinggi air di atas mercu.)

ketinggian bendung/pelimpah < 1,33 kali tinggi rencan


maka efek kecepatan masuk tidak dapat diabaikan.
disi tsb. biasanya terjadi pada bendung yang rendah d

p 1,33H

Kecepatan masuk akan mempunyai efek


yang cukup besar terhadap
debit/koefisien debit.
Gambar grafik dibawah yang dibuat oleh
Waterways Experimental Station (WES) ,
dapat dipakai untuk mengetahui
besarnya efek kecepatan masuk.

Grafik tersebut merupakan


H
fungsi
untuk suatuH mercu
bendung/pelimpah yang
direncanakan dengan bentuk
WES dengan kemiringan hulu
vertikal/ tegak lurus.
1

b. Pengaruh kemiringan
permukaan
hulu mercu.
Koefisien debit
bendung/pelimpah Ogee juga
dipengaruhi
oleh kemiringan
Untuk
permukaan
hulu yang
permukaan
hulu.
miring,
nilai C harus
dikoreksi dengan efek kemiringan
hulu tersebut, yaitu dengan
mengalikan nilai C2 dengan suatu
faktor koreksi yang diambil dari
Grafik
tersebut
dibuat
grafik
4.7 di atas.
berdasarkan data dari
U.S.B.R (United States Bureau
of Reclamation).

c. Efek aliran tenggelam di


Bendung/pelimpah
disebut
bagian hilir
:

tenggelam
(submerged) apabila elevasi
air di hilir
lebih tinggi dari mercu
Terbenamnya
pelimpah / bendung
bendung.
akan memperkecil koefisien debit.
Hasil percobaan USBR (United States
Bureau of Reclamation) terhadap
pengurangan tersebut
dinyatakan dalam prosentase
koefisien debit
untuk aliran tenggelam dan

Bendung tenggelam :
Muka air di hilir lebih
tinggi dari mercu.
H1=tinggi energi
hulu.
H2=tinggi energi
hilir.

FAKTOR PENGURANGAN
ALIRAN TENGGELAM f.

Dua perbandingan

Satu perbandingan

mbar di atas dapat diperoleh harga faktor penguranga


gelam f sebagai fungsi perbandingan aliran tenggelam

Menghitung Kecepatan
Aliran Va :

Q
Q
Va
= Debit (m /dtk).
A b( H 1 p )
= Luas penampang basah (m ).

3
Q
2
A
b = Lebar mercu bendung (m) ; H1 = Tinggi energi
diatas mercu (m).
p = Tinggi muka air dari dasar saluran sampai mercu
tinggi bendung (m).

Menghitung Tinggi Kedalaman


Kritis (Yc) :
2

q
Yc 3 Yc = Kedalaman kritis (m).
g
Q

q = Debit per satuan lebar


(
b

,m

CONTOH SOAL 2 :

Diketahui lebar sungai 29,2 m. Rencanakan


bendung tipe Ogee, bagian hulu miring 1 : 0,67
dengan
tinggi
mercu+p214.50
= 3 m, dan
lebar
saluran
Elevasi
mercu
bendung
debit
Q100 = 321,
pembilas
endung
mempunyai 1 pilar bulat dengan tebal 1,2 m.
Hitung lebar efektif bendung, tinggi energi H1,
kedalaman kritis, kecep. aliran, tinggi air di atas
mercu
& gambar
potongan melintang bendung !.
Penyelesaian
:
a. Menentukan lebar efektif bendung :
Be = B - 2(n Kp + Ka) H1
B = Lebar bendung (m) = 1,2 x lebar sungai = 1,2 x
29,2 = 35,04 m.
Kp = Koefisien kontraksi pilar (untuk pilar bulat) = 0,01.
Ka =Jadi
Koefisien
pangkal bendung
(abutment
lebar kontraksi
efektif bendung
:
bulat) = 0,1.

Be = 35,04 2(1 x 0,01 + 0.1) H1


Be = 35,04 0,22 H1 m.

b. Tinggi energi H1 di atas mercu dihitung


dengan
rumus debit tipe Ogee sbb. : asumsi Cd =
2
2
1,3. Q C BefxH 1,5
g
1
3 d
3 ( Konstanta ).
C0 = 1,3
2
2
321,7 x1,30 x 35,04 0,22 H xH 1,5 x
x9,81 H 2,61m
1
1
1
3
3
Koefisien debit C1 diambil = 1,0. (kalau hulu

tegak, Gbr.4.10).

p/H1=1,15, dari Gambar 4-7 didapat nilai C2


di Koefisien debit Cd = C0 x C1 x C2
= 1,004.
1,3 x1,0 x 1,004 = 1,31 1,3
hitung kembali :

2
3/ 2 2
321,7 1,31 35,04 0,22 H 1 H 1
9,81.
3
3
Diperoleh : H1 = 2,60 m (tinggi energi).
Be = 35,04 0,22 x 2,60 = 34,47 m 34,5 m.

1,004

(Kemiringan hulu)

1,15

ambar di atas Harga koefisien koreksi untuk penga


emiringan muka bendung bagian hulu terhadap debit.

c. Kedalaman kritis hc :
Debit satuan (q100)
q100 = Q100/Be = 321,7 : 34,5 = 9,33 m2/dtk.
2
2
Kedalaman kritis (Q100)
q
9
,
33
hc 3 100 3
2,1m.
9.81
9,81
d. Kecepatan aliran Va :
Q
Q
321,7
Va

1,67 m / det .
A Bef .( H 1 p ) 34,5 (2,60 3)

q
9,33
Atau : Va

1,67 m / det .
H 1 P 2,60 3

Va 2
1,67 2
0,14m.
Kehilangan tinggi energi =
2 g 2 9,81

e. Tinggi air di atas mercu Hd :

Va 2
H d H1
2,60 0,14 2,46m 2,50 m.
2g
Elevasi muka air di hulu bendung =
= elevasi mercu bendung + Hd = +214.50 +
2,5 = +217.00

Diasumsikan terdapat kehilangan tinggi


tekanan sebesar
Va 2 10 %, maka tinggi
H e Hefektif
2,60 :0,10 0,14 2,59m.
energi
1 0,10 sebesar

2g

Elevasi muka air di hilir bendung


= elevasi mercu bendung + He Hd
= + 214.50 + 2,59 2,50 = + 214.59 m.

f. Gambar potongan melintang bendung.


DATA-DATA
Perencanaan
permukaan mercu Ogee
bagian hilir :
bagian hulu 1 : 0,67 n =H1,810
; K = 1,939
d
Y
X
Xn K Hd n 1Y
(m)
2,5
0,25 1,07
X 1,810 1,939 2,5 (1,81 1) Y
X 1,810 4,529Y
X 1,810 4,529 Y

Koordinat
permukaan
bagian hilir mercu

2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5

0,50
0,75
1,00
1,25
1,50
1,75
2,00
2,25
2,50
2,75
3,00

1,57
1,97
2,30
2,61
2,88
3,14
3,38
3,61
3,82
4,03
4,23

85

Perencanaan bendung tipe


Ogee
dengan penampang mercu
sbb. :
3 - 4 h1 maks

X
H1

hd

0.214 hd
0.115 hd

R=0.22 hd

0.67
1
R=0.48 hd

X
y

1.810

0.810

= 1.939 hd

Perhitungan mercu bagian hulu :

R1 = 0,48 x Hd = 0,48 x 2,5 = 1,2 m


X1 = 0,115 x Hd = 0,115 x 2,5 = 0,29 m
R2 = 0,22 x Hd = 0,22 x 2,5 = 0,55 m
X2 = 0,214 x Hd = 0,214 x 2,5 = 0,55 m
Bagian upstream 1 :
x 3 = 2,00 m.
X0,67
= 0,67
Y = 1 x P = 1 x 3 = 3,00 m

Bagian
downstream
1,0 ; 2,3

1:0,67