Anda di halaman 1dari 21

FT INTEGUMENT

LESI KULIT AKIBAT


INFEKSI VIRUS
( HERPES ZOOSTER)
Disusun oleh :

Arshinta Widyastuti
(P27266013164)
Dimas Satrio Putro(P27226013169)
Nor Azizah (P27226013186)

APA ITU HERPES


ZOOSTER ?

DEFINISI
Herper Zooster disebut juga shingles atau

lebih dikenal dengan dampa atau cacar


air merupakan infeksi virus yang akut pada
bagian dermatome (terutama dada dan
leher) dan saraf yang disebabkan oleh virus
varicella
zoster
(virus
yang
juga
menyebabkan penyakit varicella atau cacar
chickenpox). Penyakit ini biasanya dibawa
oleh kondisi menurunnya sistem kekebalan
tubuh seperti yang terjadi pada tumor
ganas atau AIDS.

GAMBARAN KLINIS
Sistem kekebalan

AIDS
HERPES ZOSTER

Gejala sistemik
(demam, pusing,
malaise)

Gejala lokal
(nyeri otot&tulang,
pegal, tidak enak
badan)
Eritema

Vesikel

Pustula

Krusta

TANDA DAN GEJALA

Gejala yang mempengaruhi tubuh : demam,


sakit kepala, fatige, malaise, nusea, rash,
kemerahan, sensitive, sore skin ( penekanan
kulit), neri, (rasa terbakar atau tertusuk), gatal
dan kesemutan.
Nyeri bersifat segmental dan dapat berlangsung
terus menerus atau hilang timbul.Nyeri juga bisa
terjadi selama erupsi kulit.
Gejala yang mempengaruhi mata : Berupa
kemerahan,
sensitive
terhadap
cahaya,pembengkakan
kelopak
mata.
kekeringan
mata,
pandangan
kabur,
penurunansensasi penglihatan dan lainlain.

HERPES ZOOSTER MENURUT


LOKASINYA

Herpes zoster oftalmikus


Herpes zoster oftalmikus merupakan infeksi virus
herpes zoster yang mengenai bagian ganglion
gasseri yang menerima serabut saraf dari cabang
ophtalmicus saraf trigeminus (N.V), ditandai
erupsi
herpetik
unilateral
pada
kulit.
Infeksi diawali dengan nyeri kulit pada satu sisi
kepala dan wajah disertai gejala konstitusi
seperti lesu, demam ringan. Gejala prodromal
berlangsug 1-4 hari sebelum kelainan kulit
timbul. Fotofobia, banyak kelar air mata, kelopak
mata bengkak dan sukar dibuka.

Herpes zoster brakialis

Herpes zoster brakialis merupakan infeksi virus yang mengenai pleksus


brakialis yang ditandai erupsi herpetik unilateral pada kulit.

Herpes zoster fasialis


Herpes zoster fasialis merupakan infeksi
virus yang mengenai bagian ganglion gasseri
yang menerima serabut saraf fasialis (N.VII),
ditandai erupsi herpetik unilateral pada kulit.

Herpes zoster torakalis


Herpes zoster torakalis merupakan infeksi
virus herpes zoster yang mengenai pleksus
torakalis yang ditandai erupsi herpetik
unilateral pada kulit.

Herpes zoster sakralis


Herpes zoster sakralis merupakan infeksi
virus herpes zoster yang mengenai pleksus
sakralis yang ditandai erupsi herpetik unilateral
pada kulit.

CARA PENULARAN
Beberapa cara penularan pada penyakit
herpes zooster dapat melalui :
Semua barang yang sudah disentuh oleh
penderita
Melalui kulit yang bersentuhan pada
daerah lesi
memakai pakaian yang terkena gelembung
herpes yang sudah pecah
Pada penyakit herpes genetalia penularan
biasanya terjadi melalui hubungan seksual.

MEDICA MENTOSA
Obat Antivirus
Asiklovir dapat diberikan peroral ataupun
intravena. Asiklovir Sebaiknya pada 3 hari pertama
sejak lesi muncul. Dosis asiklovir peroral yang
dianjurkan adalah 5800 mg/hari selama 7 hari,
sedangkan melalui intravena biasanya hanya
digunakan pada pasien yang imunokompromise atau
penderita yang tidak bisa minum obat.
Valasiklovir diberikan 31000 mg/hari selama 7
hari
Famsiklovir diberikan 3200 mg/hari selama 7
hari.

LANJUTAN.

Analgetik
Obat yang biasa digunakan adalah asam
mefenamat. Dosisnya adalah 1500 mg/hari diberikan
sebanyak 3 kali, atau dapat juga dipakai seperlunya
ketika nyeri muncul.
Pengobatan topikal
Pengobatan topikal bergantung pada stadiumnya.
Jika masih stadium vesikel diberikan bedak salicyl
2% atau bedak kocok kalamin dengan tujuan
protektif untuk mencegah pecahnya vesikel agar
tidak terjadi infeksi sekunder.

LANJUTAN
Bila vesikel pecah dan basah atau erosif
diberikan kompres terbuka dengan larutan
antiseptik atau kompres dingin dengan larutan
burrow 3x sehari selama 20 menit.
Apabila lesi berkrusta dan agak basah dapat
diberikan
salep
antibiotik
(basitrasin
/
polysporin) untuk mencegah infeksi sekunder
selama 3x sehari.
Neuralgia pasca herpes zooster
Bila nyeri masih terasa meskipun sudah
diberikan acyclovir pada fase akut , maka dapat
diberikan anti depresan trsiklik ( misalnya :
amitriptilin 10-75mg/hari).

IMPLIKASI FISIOTERAPI
Kemampuan penularan virus terjadi 2 sampai 3 hari
sebelum gejala-gejala muncul sampai seluruh lesi menjadi
kerak (mengeras) di atas kulit.bahwa seseorang yang mendapat
pengobatan dari seorang fisioterapis mungkin akan menjadi
asimptomatik dalam tubuh selama masa penularan; terkena
penularan dengan sendirinya dan penularan yang lebih jauh ke
orang lain dapat terjadi tanpa disadari fisioterapis.
Pusat kontrol dan pencegahan penyakit (CDC= Centers of
Disease Control) telah menyediakan petunjuk untuk perawatan
bagi semua klien yang menyangkut tindakan pencegahan untuk
transmisi penyakit-penyakit kulit yang menular.Tindakan
pencegahan yang universal harus digunakan oleh semua klien
tanpa status penyakit. Semua penyakit kulit sangat berpotensi
cepat menyebar dan harus ditangani.pada setiap rumah sakit
yang mempunyai ruang pencegahan yang terisolasi dan
terorganisir sesuai dengan kategori penyakit dapat mencegah
penyebaran penyakit menular ke orang lain.

PENCEGAHAN
Pencegahan terhadap infeksi varisela zoster virus dilakukan dengan cara
imunisasi pasif atau aktif.(Elizabeth, 2008)
Imunisasi aktif
Dilakukan dengan memberikan vaksin varisela yang dilemahkan (live
attenuated) yang berasal dari OKA Strain dengan efek imunogenisitas dan
tingkat proteksi cukup tinggi berkisar 71-100% serta mungkin lebih lama.
Dapat diberikan pada anak sehat ataupun penderita leukemia,
imunodefisiensi. Untuk penderita pascakontak dapat diberikan vaksin
dalam waktu 72 jam sebagai preventif atau mengurangi gejala
penyakit.Dosis 0,5 mL subkutan dan dapat diberikan bersamaan dengan
MMR dengan daya proteksi yang sama dan efek samping hanya berupa
rash yang ringan.
Imunisasi pasif
Dilakukan dengan memberikan Zoster Imun Globulin (ZIG) dan Zoster
Imun Plasma (ZIP).Zoster Imun Globulin (ZIG) adalah suatu globulin-gama
dengan titer antibody yang tinggi dan yang didapatkan dari penderita
yang telah sembuh dari infeksi herpes zoster. Dosis Zoster Imuno Globulin
(ZIG): 0,6 mL/kg BB intramuscular diberikan sebanyak 5mL dalam 72 jam
setelah kontak.

EDUKASI

pasien diingatkan untuk menjaga kebersihan lesi agar


tidak terjadi infeksi sekunder.
larangan menggaruk karena garukan dapat menyebabkan
lesi lebih sulit untuk sembuh atau terbentuk skar jaringan
parut, serta berisiko terjadi infeksi sekunder.
pasien tetap dianjurkan mandi yang dapat meredakan
gatal atau dengan menggunakan losio kalamin.
Untuk menjaga lesi dari kontak dapat menggunakan
pakaian yang bersih
Selama fase akut, pasien dianjurkan tidak keluar rumah,
karena dapat menularkan kepada orang lain yang belum
pernah terinfeksi varisela dan orang dengan defisiensi
imun.

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI
Pada penatalaksaan terapi dengan laser yang
energy densitasnya 0,05 Joule/cm merupakan
minimal focal energy density (MRD) yang mana
mempunyai efek biostimulasi relative bisa
diterima oleh semua struktur jaringan salah
satunya pada kulit yang terkena herpes zoster.
frekuensi pengobatan antara 1x/ hari atau 23x/minggu sesuai dengan keadaan patologi dan
hasil terapi yang diharapkan.

LANJUTAN
Persiapan pasien dan alat :
Untuk mengurangi refleksi energy laser maka area yang di
obati di bersihkan terlebih dahulu dengan alcohol.
Untuk mengobati area yang luas maka perlu pembagian
area sesuai dengan probe laser yang mempunyai
penampang kurang lebih 1 cm. misalnya area yang diobati
4 cm, maka area tersebut dapat dibagi menjadi empat
section yang masing-masing mempunyai luas area 1 cm
dan penempatan atau aplikasi probe harus tegak lurus
dengan area yang diobati sehinngga memberikan nilai
absorbs yang benar.
Setelah parameter atau pengukuran atau aplikasi
ditentukan berdasarkan pembagian section tadi, maka
probe dapat di tempatkan sedikit kontak dengan kulit atau
diberikan jarak dengan kulit sekitar 15 mm di atas
permukaan kulit, namun probe tetap tegak lurus dengan
area ya ng diobati.

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai