Anda di halaman 1dari 17

Adaptasi sel

Kelompok 1

Pengertian
Adaptasi Sel
Sel beradaptasi dengan perubahan dalam
lingkungan
eksternal,
seperti
total
organisme
beradaptasi dengan melakukan perubahan ukuran ,
jumlah dan jenis,. Perubahan ini yang terjadi secara
tunggal atau dalam kombinasi, dapat menyebabkan
atrofi, hipertrofi, hiperplasia, metaplasia dan displasia
(Mattson, 2006).

Macam-macam Adaptasi Sel


1.Atrofi
Pengerutan ukuran sel dengan hilangnya substansi sel
2. Hipertrofi
Hipertrofi adalah bertambhanya suatu sel atau jaringan. Terdapat tiga jenis
hipertrofi :
a.Hipertrofi fisiologis
b.Hiperplasia Patologis
c.Hipertrofi terjadi waktu sel tumbuh untuk mengambil alih peran sel lain
yang telah mati.
3.Hiperplasia
Hiperplasia merupakan peningkatan jumlah sel dalam organ atau jaringan.
4.Metaplasia
Metaplasia adalah perubahan reversible. Pada perubahan tersebut satu
jenis sel dewasa epitel atau mesenkim digantikan oleh jenis sel dewasa lain.

Mekanisme Adaptasi Sel


1. Mekanisme Atrofi
Atofi menggambarkan pengurangan komponen struktural sel.
Mekanisme biokimiawi yang mendasari proses tersebut bervariasi, tetapi
akhirnya mempengaruhi keseimbangan antara sintesis dan degradasi.
Sintesis yang berkurang, peningkatan katabolisme, atau keduanya akan
menyebabkan atrofi. Pada sel normal, sintesis dan degradasi isi sel
dipengaruhi sejumlah hormon, termasuk insulin, TSH (hormone perangsang
tiroid), dan glukokortikoid.

2.Mekanisme Hipertofi
Sel otot lurik, baik pada otot jantung maupun rangka, dapat
mengalami hipertrofi saja akibat respons terhadap peningkatan kebutuhan
sel karena pada orang dewasa, sel itu tidak dapat membelah membentuk
sel yang lebih banyak untuk membagi beban kerjanya. Akibatnya, sintesis
protein dan miofilamen yang lebih banyak ditiap sel, diduga mencapai
keseimbangan antara kebutuhan dan kapasitas fungsional sel. Hal ini
memungkinkan peningkatan beban kerja dengan tingkat aktivitas metabolik
per unit volumi sel yang tidak berbeda dari yang dikeluarkan oleh sel
normal

3. Mekanisme Hiperplasia
Rangsangan yang menginduksi hiperplasia bisa fisiologis atau
patologis. Hiperplasia fisiologis dapat terjadi sebagai hasil stimulasi
hormonal. Peningkatan kebutuhan fungsional atau sebagai
mekanisme kompensasi. Pembesaran payudara dan uterus selama
kehamilan adalah contoh dari hiperplasia fisiologis yang distimulasi
estrogen.

4. Mekanisme Metaplasia
Mekanisme metaplasia dimulai dari pemrograman
ulang sistem cell yang sudah ada signal, kemudian
stimulus oleh sitokin, growth factor, dan komponen
matriks ekstraselular, yang berlanjut pada diferensiasi
stem cell, yang melibatkan gen pengatur defferensiasi
yaitu gen-gen.

Pertanyaan dan Jawaban


1. Jelaskan Mekanisme adaptasi sel ? (by Ihut Hamonangan 15-095)
iin Kurnia Afita :
Mekanisme adaptasi sel:
1.Organisasi sel
Yaitu unit kehidupan, kesatuan lahiriah yang terkecil menunjukkan bermacam-macam fenomena
yang berhubungan dengan hidup.
2.Modalitas cedera sel
Sel selalu terpajan terhadap kondisi yang selalu berubah dan potensial terhadap rangsangan yang
merusak sel akan bereaksi :
a. Beradaptasi,
b. Jejas / cidera reversible
c. Kematian
3.Sel yang diserang
Pengaruh stimulus yang menyebabkan cidera sel pada sel.
Perubahan morfologi pada sel yang cedera sub letal
Perubahan pada sel cidera sub letal bersifat reversible. Yaitu jika rangsangan dihentikan, maka
sel kembali sehat. Tetapi sebaliknya jika tidak kematian sel dihentikan.Perubahan sub letal pada
sel disebut degenerasi atau perubahan degeneratif. Hal ini cenderung melibatkan sitoplasma sel,
sedangkan nucleus mempertahankan integritas sel selama sel tidak mengalami cidera letal.
4.Kalsifikasi patologik
Klasifikasi : proses diletakkannya (pengendapan ) kalsium dalam jaringan pembentukan tulang.
Klasifikasi patologis merupakan proses yang sering juga menyatakan pengendapan abnormal garam
garam kalsium, disertai sedikit besi, magnesium dan garam garam mineral lainnya dalam
jaringan.

2. Jelaskan Bentuk reaksi jaringan Organ/Sistem tubuh pada jejas ? (by Riske Putri Utami
15-103)
dijawab Oleh :Putri Amalia 15-124
Bentuk reaksi sel jaringan organ atau sistem tubuh terhadap jejas, bergantung
pada banyak faktor. Dari aspek perubahan fungsi dan atau struktur sel, sbb:
1. Retrogresif, bila terjadi proses kemunduran (degenerasi/kembali ke arah yang kurang
kompleks).
2. Progresif, berkelanjutan berjalan terus menuju keadaan lebih buruk untuk penyakit.
3. Adaptasi, penyesuaian (atrofi, hipertropi, metaplasi)
Antrofi: pengecilan ukuran sel bagian tubuh yang pernah berkembang sempurna dengan
ukuran normal, dapat bersifat baik fisiologik maupun patoologik, umum atau lokal.
Contoh : pada proses menjadi tua (aging).
Hipertropi : ukuran sel jaringan atau organ yang menjadi lebih besar daripada ukuran
normalnya.
Hiperplasia : disebabkan oleh adanya stimulus atau keadaan kekurangan sekret atau
produksi sel terkait. Proses hiperplasi yang tidak terkontrol dapat mengalami
transformasi kearah pertumbuhan terus-menerus, tidak terkoordinir, tidak berguna,
bersifat parasitik atau jaringan/organ baik setempat maupun secara metabolik sistemik,
disebut neoplasma. Metaplasi adalah bentuk adaptasi terjadinya perubahan sel matur
jenis tertentu menjadi sel matur jenis lain.
Degenerasi adalah keadaan terjadinya perubahan biokimia intraseluler yang disertai
perubahn morfologik, akibat jejas nonfatal pada sel.
Infiltrasi : bentuk retrogresi dengan penimbunan metabolit sistemik pada sel normal (tidak
mengalami jejas langsung seperti degenerasi)
Nekrosis: kematian sel jaringan akibat jejas saat individu masih hidup.

3. Bagaimana Sel beradaptasi apabila terjadi jejas Sel ?


(by Ratih Apriani 15-099)
Dijawab oleh : Fhuji Ulva Riyani 15-104.
Jejas sel (cedera sel) terjadi apabila sel tidak
mampu lagi beradaptasi terhadap rangsangan. Hal ini
terjadi bila rangsangan tersebut terlalu lama atau terlalu
berat. Jadi bila ada rangsangan atau tekanan pada suatu
sel. Sel tersebut akan melakukan penyesuaian
mencapai perubahan yang menetap, mempertahankan
kesehatan sel meskipun tekanan berlanjut. Tetapi bila
batas kemampuan adaptasi tsb melampaui batas maka
akan terjadi jejas sel(cedera sel) bahkan kematian sel.

4.Bagaimana Aktivitas Sel,Apakah sel yang satu


dengan yang lain bisa saling menyerang ? (by
Agry Primanita 15-087)
Dijawab Oleh : Ilman Alwan Shaleh 15Tergantung sel apa dulu.
salah satu contohnya yaitu sel darah putih dapat
menyerang sel darah merah maka terjadilah
anemia.

5. Jelaskan Jenis Utama Hipertropi ! (by


Wiena aviolita 15-107)
Dijawab Oleh Nadilla Chaniago 15-120.
hipertropi itu tidak ada jenisnya.
hipertrofi itu adalah pembesan sel

6. Bagaimana Aktivitas Sel Dalam proses Kehidupan Sehari-hari ? (by


Yelni Sundari 15-119)
Dijawab oleh : Poppy Maizu 12-028
Aktivitas sel sesuai dengan proses kehidupan adalah
-mengekresikan sisa metabolisme
-amilase
-bernafas
-bergerak
-mencerna
-mensintesis
-berespon
-memetabolisme
-memberi respon terhadap rangsangan eksternal dan internal spt
perubahan temprature,pH,atau kandungan nutrisi dan mengatur lalu
lintas vertikal sel

7. Apa yang Paling berperan dalam Adaptasi


Sel ? (by M Rifsan Al-Malik 15-091)
Dijawan Oleh Surya Navisa Yunid 15-088
Yang Paling Berperan yaitu Leukosit.

8. Jelaskan Macam-Macam Adaptasi Sel ? (by Ayu lukita W 15-127)


Dijawab Oleh Siti Mayshrah Sitompul 15-108
1.Atrofi
Pengerutan ukuran sel dengan hilangnya substansi sel
2. Hipertrofi
Hipertrofi adalah bertambhanya suatu sel atau jaringan dan menyebabkan
penambahan ukuran organ.
3.Hiperplasia
Hiperplasia merupakan peningkatan jumlah sel dalam organ atau jaringan.
4.Metaplasia
Metaplasia adalah perubahan reversible. Pada perubahan tersebut satu jenis
sel dewasa epitel atau mesenkim digantikan oleh jenis sel dewasa lain.

9. Sebutkan Sistem Fungsional Sel ? (by Yoga Hatriopar


15-115)
Dijawab Oleh Assyifadinda 15-041
sel sebagai unit fungsional memiliki arti seluruh
fungsi kehidupan atau aktivitas kehidupan (proses
metabolisme, reproduksi, iritabilitas, digestivus, ekskresi
dan lainnya) pada makhluk hidup bersel banyak
berlangsung di dalam tubuh yang dilakukan oleh sel.

TERIMA KASIH