Anda di halaman 1dari 34

GAGAL

JANTUNG
dr. Lilycia Elisabeth

LATAR BELAKANG
Secara global penyakit tidak menular yang menjadi
penyebab kematian nomor satu setiap tahunnya adalah
penyakit kardiovaskuler
Menurut American Heart Association, hampir 5,7 juta
orang Amerika dari segala usia menderita gagal
jantung. Gagal jantung merupakan penyebab utama
pasien dirawat inap.
Berdasarkan diagnosis dokter, prevalensi penyakit gagal
jantung di Indonesia tahun 2013 sebesar 0,13% atau
diperkirakan sekitar 229.696 orang.
Gagal jantung merupakan masalah kesehatan yang
progresif dengan angka mortalitas dan morbiditas yang
tinggi di negara maju maupun berkembang

LAPORAN KASUS

Nama
: Tn. Atim
Umur
: 67 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat
: Kepanjen
Pekerjaan
: Swasta
Suku
: Jawa
Agama
: Islam
MRS
: 24 Februari 2016
No. RM : 391014

Anamnesa
Keluhan utama : Sesak napas
Pasien mengeluh sesak napas kumat-kumatan
sejak 1 tahun yang lalu, memberat kurang lebih
sejak seminggu yang lalu, disertai kaki yang agak
membengkak sejak 3 hari yang lalu. Pasien merasa
ngongsrong saat berjalan dan berkurang saat
istirahat. Pasien lebih nyaman menggunakan 3
bantal saat tidur. Sesak tidak dipengaruhi cuaca,
debu dan emosi. Bunyi mengi (-), nyeri dada (-),
batuk (+), tidak berdahak, tidak berdarah, mual (-),
muntah (-), nyeri ulu hati (-), demam (-). Riwayat
BAK pasien normal, warna kuning jernih, frekuensi
normal, jumlah normal. Riwayat BAB juga normal.

Anamnesa
Riwayat Penyakit Dahulu.
Pasien merupakan penderita gagal jantung
(anamnesa: jantung bengkak) yang tidak rutin
kontrol. Riwayat DM (-), riwayat hipertensi (+)
Riwayat Keluarga.
Tidak ditemukan riwayat keluarga dengan
keluhan yang sama.
Riwayat Pengobatan.
Pasien jarang berobat ke poli jantung dan hanya
minum obat jika merasa sesak.

PEMERIKSAAN FISIK
TD = 130/80

N = 110

Keadaan Umum : cukup


Kepala

Anemic Icteric -

Leher

JVP R + 4 cmH2O 30

Thorax:

Cor:

RR = 28 x/menit Tax : 37,1 C


GCS 456

Pembesaran KGB (-)

Invisible and palpable at ICS VI MCL Sinistra


RHM SL Dextra
LHM ictus
S1 S2 single, murmur (-), gallop (-)

Lung: Simetris, Vesikular, Wheezing (-/-), Rhonki (+/+)


Abdomen

Soufle, BS (+) Liver span 8 cm, traubes space thympani.

Extermitas

Edema +/+(slightly), Akral hangat, CRT < 2

Laboratorium
Hemoglobin

17,1 g/dl

13,3-17,7 g/dl

Eritrosit

5,43 x10^6 /ul

4,5-6,5 x10^6/ul

Leukosit

6.85 x10^3 /ul

4,0-11,0 x10^3/ul

Hematokrit

45,6 %

40-54 %

Trombosit (PLT)

223x10^3 /ul

150-450 x10^3/ul

SGOT
SGPT

22 u/L
17 u/L

<43 u/L
<43 u/L

GDS

167

<140

Ureum
Creatinin

14 mg/dL
1,14 mg/dL

20-40 mg/dL
0,6-1,1 mg/dL

Natrium

139 mmol/L

136-145
m
m
o
l
/
L

Kalium
Klorida

3,6 mmol/L
106 mmol/L

3,5-5,0 mmol/L
98-106 mmol/L

EKG

RO Thorax

cardiomegali

Diagnosis
Diagnosis kerja : DC FC III
Planning:
Drip Lasix 5 mg/jam
PO : ISDN 2x5 mg
Terapi ruangan :
Inj Ranitidin 2x50 mg IV
Inj Lasix 2x1 ampul
PO ISDN 2x5 mg
PO letonal 25 mg 0-1-0
PO Bisoprolol 1,25-0-0
PO Natto 10 1x1
PO LDlox 1x1

Tinjauan Pustaka
Gagal jantung dapat didefinisikan sebagai suatu
kelainan struktur jantung atau fungsi yang
menyebabkan kegagalan jantung untuk
menyampaikan oksigen yang di butuhkan untuk
metabolisme jaringan, meskipun pada tekanan
pengisian normal.
Gagal jantung didefinisikan, secara klinis, sebagai
sindrom di mana pasien memiliki gejala yang khas
(seperti sesak napas, pergelangan kaki bengkak,
dan kelelahan) dan tanda-tanda (seperti
peningkatan tekanan vena jugularis, crackles
paru, dan apex beat yang melebar) yang
dihasilkan dari kelainan struktur atau fungsi
jantung.

Jantung merupakan organ utama dalam sistem


kardiovaskuler. Jantung dibentuk oleh organ-organ
muskular, apex, basis cordis, atrium kanan dan kiri, serta
ventrikel kanan dan kiri.
Kedua atrium merupakan ruang dengan dinding otot
yang tipis karena rendahnya tekanan yang ditimbulkan
oleh atrium. Sebaliknya ventrikel mempunyai dinding
otot yang tebal terutama ventrikel kiri yang mempunyai
lapisan tiga kali lebih tebal dari ventrikel kanan.
Kedua atrium dipisahkan oleh sekat antar atrium (septum
interatriorum), sementara kedua ventrikel dipisahkan
oleh sekat antar ventrikel (septum interventrikulorum).

Atrium dan ventrikel pada masing-masing sisi


jantung berhubungan satu sama lain melalui
suatu penghubung yang disebut orifisium
atrioventrikuler. Orifisium ini dapat terbuka atau
tertutup oleh suatu katup atrioventrikuler (katup
AV). Katup AV sebelah kiri disebut katup bikuspid
(katup mitral) sedangkan katup AV sebelah kanan
disebut katup trikuspid.

Etiologi

Regurgitasi aorta
Defek septum ventrikel
Stenosis aorta
Hipertensi
Infark miokardium
Kardiomiopati

Patofisiologi
Gagal jantung kongestif terjadi sewaktu kontraktilitas
jantung berkurang dan ventrikel tidak mampu
memompa keluar darah sebanyak yang masuk
selama diastol.
Volume diastolik akhir ventrikel secara progresif
bertambah.
Tegangan yang dihasilkan menjadi berkurang karena
ventrikel teregang oleh darah.
Akibatnya volume sekuncup curah jantung dan
tekanan darah turun

Mekanisme Frank Starling


Mekanisme Frank-Starling berarti makin besar otot jantung
diregangkan selama pengisian, makin besar kekuatan
kontraksi dan makin besar pula jumlah darah yang
dipompa ke dalam aorta atau arteri pulmonalis
Hipertrofi Ventrikel
Respon kompensatorik terakhir adalah hipertrofi
miokardium atau bertambah tebalnya dinding. Hipertrofi
miokardium akan mengakibatkan peningkatan kekuatan
kontraksi ventrikel meningkatkan kebutuhan oksigen
miokardium. Jika peningkatan kebutuhan oksigen tidak
dapat dipenuhi akan terjadi iskemia miokardium dan
gangguan miokardium lainnya

Aktivitas neurohormonal
Aktivitas adrenergik simpatis merangsang
pengeluaran katekolamin dari saraf-saraf adrenergik
jantung dan medulla adrenal kontraksi lebih kuat
otot jantung (efek inotropik positif) dan peningkatan
kecepatan jantung vasokontriksi arteri perifer
untuk menstabilkan tekanan arteri dan redistribusi
volume darah.
Sistem saraf simpatis
Arus simpatis ke jantung dan sirkulasi perifer
meningkat dan tonus parasimpatis berkurang. Ada
tiga hal yang segera terjadi, yaitu :
o Peningkatan laju denyut jantung
o Peningkatan kontraktilitas ventrikel
o Vasokonstriksi akibat stimulasi reseptor-reseptor
alfa pada vena-vena dan arteri sistemik.

RAA system
Penurunan aliran darah ginjal dan penurunan laju filtrasi
glomerulus
Pelepasan renin dari apparatus jukstaglomerulus
Interaksi renin dan angiotensinogen dalam darah untuk
menghasilkan angiotensin I
Konversi angotensin I menjadi angiotensin II
Rangsangan sekresi aldosteron dari kelenjar adrenal.
Retensi natrium dan air pada tubulus distal dan duktus kolektifus.
Angiotensin II juga menghasilkan efek vasokonstriksi yang
meningkatkan tekanan darah

Tanda dan Gejala Gagal


Jantung

Kriteria Framingham
minimal 2 kriteria mayor atau satu kriteria mayor disertai
2 kriteria minor.
Kriteria mayor

Kriteria minor

Paroxysmal nocturnal dyspnea

Edema malleolus bilateral

Distensi vena leher

Dyspnea pada exersi biasa

Krepitasi

Takikardia(.120/min)

S3 gallop

Batuk nocturnal

Kardiomegali

(rasio Hepatomegaly

kardiotorak .50% pada rontgen


torak)
Edema pulmonal akut

Efusi pleura

Reflux hepatojugular

Penurunan dalam kapasitas vital


dalam 1/3 dari maksimal

Peningkatan

tekanan

vena

sentral (.16cmH2O pada atrium


kanan)
Penurunan berat badan .4,5kg
dalam 5 hari sebagai respon
terhadap pengobatan

American College of Cardiology


Foundation/American Heart Association
(ACC/AHA) dan New York Heart Association
( NYHA )

Differential Diagnosa

Acute Kidney Injury


Acute Respiratory Distress Syndrome
Bacterial Pneumonia
Cardiogenic Pulmonary Edema
Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD)
Cirrhosis
Community-Acquired Pneumonia
Emphysema

MANAJEMEN PERAWATAN MANDIRI


Ketaatan pasien berobat
Pemantauan berat badan mandiri
Kenaikan berat badan > 2 kg dalam 3 hari, pasien harus menaikan
dosis diuretik atas pertimbangan dokter
Asupan cairan
Restriksi cairan 1,5 - 2 Liter/hari dipertimbangkan terutama pada
pasien dengan gejala berat
Pengurangan berat badan
Pengurangan berat badan pasien obesitas (IMT > 30 kg/m2) dengan
gagal jantung
Kehilangan berat badan tanpa rencana
Jika selama 6 bulan terakhir berat badan > 6 % dari berat badan stabil
sebelumnya tanpa disertai retensi cairan, pasien didefinisikan sebagai
kaheksia.
Latihan fisik

Treatment chronic symptomatic systolic


heart failure (NYHA functional class IIIV).

Dosis obat yang umumnya


dipakai pada gagal jantung

Prognosa

Kelas
Kelas
Kelas
Kelas

NYHA
NYHA
NYHA
NYHA

I
II
III
IV

:
:
:
:

mortalitas
mortalitas
mortalitas
mortalitas

5
5
5
5

tahun
tahun
tahun
tahun

10-20%
10-20%
50-70%
70-90%

Pembahasan

Pasien
Sesak napas kumat-kumatan
sejak 1 tahun yang lalu,
memberat kurang lebih sejak
seminggu yang lalu, disertai
kaki yang agak membengkak
sejk 3 hari yang lalu. Pasien
merasa ngongsrong saat
berjalan dan berkurang saat
istirahat. Pasien lebih
nyaman menggunakan 3
bantal saat tidur. Sesak tidak
dipengaruhi cuaca, debu dan
emosi
JVP R+4 cmH2O posisi 30

Teori
Nyeri abdomen
Anoreksia, mual, muntah dan
demam
Syok

Pasien
EKG sinus rhytim 120x/menit dan
terdapat depresi segmen ST pada
lead II, III, AVF yang menunjukkan
kemungkinan adanya hypertrophy
ventrikel kiri
foto thorax cardiomegali

Teori
Inspeksi distensi dari abdomen.
Pemeriksa juga perlu mengamati
adakah jaringan parut bekas operasi
menununjukkan kemungkinan adanya
adhesi, serta perlu melihat adanya
jejas post trauma
Auskultasi terjadi penurunan suara
bising usus.
Perkusi nyeri ketok menunjukkan
adanya iritasi pada peritoneum
Palpasi nyeri tekan yang menetap
lebih dari satu titik.
Nyeri tekan yang menetap lebih dari
satu titik. Defans muskular (rigidity)
menunjukkan adanya proses inflamasi
yang mengenai peritoneum

Tatalaksan
Teori
a
Drip Lasix 5 mg/jam
PO : ISDN 2x5 mg
Terapi ruangan : Inj
Ranitidin 2x50 mg IV
Inj Lasix 2x1 ampul
PO ISDN 2x5 mg
PO Letonal 25 mg 0-1-0
PO Bisoprolol 1,25-0-0
PO Natto 10 1x1
PO LDlox 1x1

Lasix atau furosemide


berfungsi meningkatkan
ekskresi
-blockerair
anti-iskemik,
sehingga lebih efektif dalam
mengurangi risiko kematian
jantung
mendadak
Spironolactone
berfungsi
untuk memblok ikatan
aldosterone dan
corticosteroids
lainnya
Isosorbid dinitrat
merelaksasikan otot polos
pembuluh darah,
menurunkan tekanan
ventrikel kiri (preload) dan
Natto
10 dan
LDloxmg,
resistensi
arteri
(afterload).
merupakan terapi adjuvant
sebangai antioksidan

Kesimpulan
Gagal jantung adalah kumpulan gejala yang kompleks
dimana seorang pasien harus memiliki tampilan berupa:
Gejala gagal jantung (nafas pendek yang tipikal saat
istrahat atau saat melakukan aktifitas disertai / tidak
kelelahan); tanda retensi cairan (kongesti paru atau edema
pergelangan kaki); adanya bukti objektif dari gangguan
struktur atau fungsi jantung saat istrahat
Diperlukan berbagai pemeriksaan untuk menegakkan
diagnosis gagal jantung dimulai dari pemeriksaan fisik, ekg
foto thorax, laboratorium, serta echocardiografi.
Penatalaksanaan gagal jantung terbagi menjadi nonmedika
mentosa dan medika mentosa . prognosis mengenai gagal
jantung belum diketahui secara pasti namun prognosis
dapat berubah apabila gagal jantung dapat dikendalikan

Terima Kasih