Anda di halaman 1dari 19

JOURNAL

READING

ALLERGIC CONTACT
DERMATITIS IN
CHILDREN: WHICH
FACTORS ARE
RELEVANT? (REVIEW
OF THE LITERATURE)
Pembimbing :
dr. Hapsari Triandriyani, M.Kes, SpKK
dr. Gayanti Germania, SpKK
dr. Christilla Citra Aryani, SpKK

Disusun oleh : Kharisma Alifah


1102011136

ABSTRAK

Dermatitis Kontak Alergi (DKA) pada anak-anak.


Sensitisasi alergen dapat di mulai pada masa bayi.
Timbulnya sensitasi sangat dipengaruhi oleh fungsi
lapisan epidermis.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi sensitisasi
pada anak-anak adalah dermatitis atopik, kerusakan
lapisan kulit dan kontak berulang-ulang dengan
alergen
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan
kewaspadaan terhadap tingginya frequensi DKA
pada anak-anak dan pentingnya dilakukan
pemeriksaan uji tempel

Data prevalens menunjukan15-17%


kasus DKA tjd pada anak.
Standar pemeriksaan DKA adalah
dengan uji tempel.
Penyebab umum alergen pada anak
adalah besi (nikel,kobalt), pengharum,
pengawet, neomisin dan karet

Penelitian ini mengkaji :


Epidemiolo
gi

Dermatitis
atopik

Peran
emolien
dan produk
skin care

Dermatitis
perioral
dan
perianal

Juvenile
plantar
dermatosis

Manset

Tekstil

Popok

Bahan
natural

Tato

Mainan
anak

Epidemiologi

Insiden dan prevalensi DKA pada anak


masih belum jelas diketahui karena
penelitian sedikit
Terdapat 15,2% kasus DKA terjadi pada
anak kelas 2 SMP di Odense, Denmark
26,6-95,6% kasus DKA anak yang lebih
tinggi dibanding penelitian sebelumnya
Nikel adalah salah satu penyebab
tersering

DKA dan Filagrin

Protein agregasi filamin penting dalam


efektifitas menjaga lapisan kulit
Mutasi dan kurangnya filagrin
berhubungan kuat dengan DA
Mutasi filagrin lebih memegang peran
pada pathogenesis dermatitis atopik
sedangkan pada DKA lebih disebabkan
karena genetik

FAKTOR PENCETUS
DERMATITIS KONTAK
ALERGI

Dermatitis Atopi

Hubungan antara DKA dengan dermatitis atopi


masih sulit dimengerti
Anak yeng memiliki DA berpotensi mengalami
DKA dari 101 anak, 89% anak dengan DA
mengalami DKA
Alergen paling sering adalah nikel sulfate (31%),
kapas alcohol (18%), p-tert-butilfenolformaldehid-resin (PTBF resin 15%) dan
myroxylon pereirae (12%)
Khususnya pada daerah tangan yang sering
terkena bahan alergen.

Emolien dan produk skin care

Produk emolien yang mengandung urea


dapat menimbulkan rasa terbakar pada
kulit
Mengandung propylene glycol, kacang
dan oat dapat menyebabkan dermatitis
kontak dan urtikaria
DKA karena skin care disebabkan
kandungan pengawet yang ada dalam
kosmetik

Bahan Natural

Tea tree oil, balsam Peru yang diolah


dari tumbuhan myroxylon Pereira,
propolis (bee glue), marigold ( Calendulu
officinalis) dan carnauba wax
Alergen yang dapat memicu reaksi
alergi.

Dermatitis perioral dan perianal

Pada anak karena seringnya menjilat


bibir dan penggunaan steroid inhalasi.
DKA didiagnosis bila sudah
menyingkirkan faktor penyebab
tersering spt sunblock, pasta gigi,
perawatan gigi dan permen karet.
Polikodanol penyebab Dermatitis
perianal, namun jarang ditemukan

Juvenile plantar dermatosis dan Foot


erupsion

Foot eruption pada anak biasanya self


limiting, jika jadi persisten pikirkan
DKA
Alergen yang paling sering adalah karet
dan potassium dichromate dan dimethyl
fumarate pada sepatu

Shin Guard (manset pelindung)

Manset digunakan pemain sepak bola


untuk melindungi diri
Namun banyak kasus alergi yang
dilaporkan
Bahan alergen pada manset adalah karet
dan thiourea.

Tatto

Henna adalah pewarna coklat kehijauan


dari tumbuhan yang jarang
menyebabkan DKA.
Bahan alergen p-pheny-lenediamine
(PPD) untuk meningkatkan kepekatan
warna

Tekstil

Penggunaan pewarna dan formaldehid


pada pakaian risiko DKA.
Formaldehid paling tinggi terdapat pada
bahan rayon, kordoray, sutra dan katun
Paling sedikit pada polister
Pada anak non-DA : lesi pada bagian
kaki, axial dan lipat paha
Anak dengan DA : lesi pada wajah dan
fleksura.

Popok

Lebih dari 50% bayi mengalami 1/>


episode Diaper dermatitis
Perlu dipertimbangkan DKA sebagai
diagnosis banding dengan diaper
dermatitis.

Mainan

Khususnya mainan kosmetik seperti


parfum, lipstick dan eye-shadows
Mengandung nikel, kromium dan kobalt
yang melebihi batas yang
direkomendasikan yaitu 5 ppm
Nikel adalah alergen terbanyak
penyebab DKA yaitu 11,8% kobalt 2,3%,
kolofoni 2%, timerosal 1,4%, dan pfenilenediamin 1,1%

KESIMPULAN

Sensitasi terhadap kontak alergen dapat dimulai


sejak bayi
DA dapat menjadi predisposisi DKA terjadi lebih
dini
Peran FLG sangat penting menjaga fungsi kulit
Pentingnya menghindari bahan alergen sejak
dini
Faktor pencetus DKA : nikel, urea, karet, ppheny-lenediamine (PPD) yang terdapat pada
mainan, emolien, pakaian, sepatu, tato. Serta
zat alergen dalam bahan herbal.