Anda di halaman 1dari 30

Group Process in Work

Organization

Pelangi Alam Wulandari


Lilis Sumarni Nur Habibah
Prabaning Dyah Sawitri

Group Process in Work Organization


Pengetahuan
tentang
dinamika
kelompok
atau
proses
dimana
kelompok berfungsi sangat penting
untuk
memahami
bagaimana
organisasi kerja tersebut beroperasi,
karena mereka terdiri dari kelompokkelompok kerja yang lebih kecil.

Definisi Work Groups


Suatu kelompok dapat didefinisikan
sebagai individu, yang terlibat dalam
interaksi sosial,
dan bertujuan untuk mencapai tujuan
tertentu.

Kelompok kerja dapat berupa :


Formal- disatukan oleh organisasi
untuk
melakukan
tugas-tugas
tertentu
yang
spesifik
dan
menangani tanggung jawab.
Informal- berkembang secara alami,
kelompok
kerja
informal
yang
mungkin termasuk kelompok pekerja
yang rutin berkumpul setelah bekerja
untuk
mendiskusikan
pekerjaan
mereka.

Roles (peran)
Roles yaitu pola perilaku yang disesuaikan berdasarkan
harapan tentang fungsi posisi.
Role Expectations yaitu sebuah keyakinan mengenai tanggung

jawab dan persyaratan peran tertentu.


Role Differentation yaitu proses dimana anggota kelompok belajar

untuk melakukan berbagai peran.


Role Ambiguity yaitu rasa ketidak pastian atas persyaratan peran

tertentu.
Role Conflict yaitu konflik yang terjadi ketika harapan terkait

dengan satu peran mengganggu harapan peran lainnya.

Norms
Norma adalah aturan aturan yang
diadopsi kelompok, untuk
menunjukkan perilaku yang sesui
atau tidak pantas bagi anggota
kelompok.
Conformity (Kesesuaian)
Adalah proses mengikuti normanorma kelompok.

Sosialisasi Organisasi: Belajar Kelompok Peran Dan Norma

Proses dalam sosialisasi

Tahap dalam sosialisasi

1. Membangun
kemampuan dan
keahlian kerja yang
spesifik

1. Anticipatory
Socialization

2. Akuisisi perilaku
yang sesuai dengan
peran

2. Accommodation

3. Menyesuaikan diri
dengan normanorma dan nilai-nilai
kelompok

3. Role Management

Basic Group Process


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Conformity
Group Cohesiveness
Group Efficacy
Cooperation in Work Groups
Competition in Work Groups
Conflict in Work Groups and
Organizational

Conformity
Conformity adalah proses mengikuti
norma-norma
kelompok.
Karena
norma-norma ini sangat penting untuk
identitas dan kegiatan kelompok,
kelompok memberikan tekanan yang
cukup besar pada anggota untuk
mengikuti mereka.

Group Cohesiveness
Kekompakan menjelaskan semangat
tim yang dimiliki kelompok kerja.
Kelompok-kelompok kohesif lebih puas
dan lebih produktif dibandingkan
kelompok-kelompok
noncohesive,
karena mereka cenderung berinteraksi
lebih baik, lebih berpartisipasi penuh
dalam kegiatan kelompok, dan bekerja
sesuai dengan tujuan kelompok.

Group efficacy

Keyakinan kelompok bahwa mereka memiliki


kemampuan untuk dapat meraih tujuan-tujuan atau
hasil yang diharapkan kelompok atau organisasi.

Cooperation and Competitionn in


Work Group
Cooperation (Kerjasama)
Sangat penting untuk efektivitas
fungsi kelompok kerja dan organisasi.
Reciproccity Rule
Pekerja mungkin dapat keluar dari
jalurnya untuk saling membantu
dengan anggota lain karena adanya
reciprocitty(timbal balik).

Task Interdependence
Sejauh mana performa kerja yang
ditampilkan individu dalam kelompok kerja
tergantung pada besarnya usaha atau
kemampuan yang dimiliki orang lain.
Social Loafing
Fenomena dimana individu yang bekerja
dalam kelompok mengerahkan usaha yang
kurang dibandingkan ketika bekerja sendiri

Competition
Proses dimana anggota kelompok
yang bersaing melawan satu sama
lain untuk mencapai tujuan individu

Conflict In Work Groups And


Organization
Conflict
Perilaku seseorang atau kelompok
yang
menghambat
pencapaian
tujuan seseorang atau kelompok lain.

Levels Of Conflict
1. Intraindividual conflict
Konflik yang terjadi ketika seorang
individu dihadapkan pada beberapa set
tujuan yang tidak sesuai.
2. Interindividual Conflict
Konflik yang terjadi ketika orang-orang
berusaha untuk mencapai tujuan
mereka sendiri, sehingga menghalangi
prestasi atau pencapaian orang lain.

Intragroup Conflict
Konflik yang muncul ketika individu
atau golongan dalam kelompok
mencoba berusaha meraih tujuan
yang berlawanan dengan pencapaian
tujuan kelompoknya.
Intergroup Conflict
Konflik yang terjadi ketika dua
kelompok berusaha untuk mencapai
tujuan masing-masing.

Interorganizational Conflict
Konflik yang muncul diantara organiasi
yang memiliki tujuan-tujuan yang tidak
sesuai satu sama lain.

Sources of Conflict
Organizational structure (ex: perbedaan status, ketidakadilan
dalam pembagian tugas pada masing-masing posisi dengan
level yang sama, dll).
Kekurangan sumberdaya yang penting (ex: uang, material,
peralatan, dan persediaan).
Interdependensi individual dan kelompok.
Adanya musuh didalam organisasi yang menghalangi usaha
pencapaian tujuan oganisasi.
Masalah interpersonal (ex: keengganan individu untuk bekerja
bersama karena tidak menyukai salah satu anggota yang ada
di kelompoknya).
Perbedaan kepribadian dan temperamen antar individu (ex:
mudah tersinggung, tidak mau menghargai pendapat orang
lain, kemampuan regulasi emosi negative yang buruk, dll).

Conflict Outcomes
Positive outcomes:
Meningkatkan motivasi dan level energi anggota kelompok
untuk menampilkan performa kerja yang lebih baik.
Dapat menstimulasi kreativitas dan inovasi (James, Chen, &
Goldberg, 1992).
Meningkatkan kualitas dalam pembuatan keputusan atau
decision making (Cosier & Dalton, 1990).
Meningkatkan kepuasan dan komitmen kerja.
Negative outcomes:
Menurunnya kohesivitas kelompok (ex: absenteeism dan turn
over).
Menurunnya efektivitas performa kelompok ketika konflik yang
terjadi menghalangi proses komunikasi dakam kelompok.

Managing conflict

Dominating
(forcing)

Accommodation

strategi penyelesaian
masalah dengan bertahan
pada konflik tersebut
sampai salah satu di antara
mereka yang berkonflik
mencapai tujuan pribadi
dengan megorbankan yang
lainnya.

menyerah atau mengalah


dalam
menyelesaikan
konflik. Strategi ini dilakukan
untuk meredakan konflik
atau menjaga hubungan
antar kedua belah pihak.

Compromise

Dimana kedua belah pihak


menyerah akan tujuan
mereka masing-masing.

Collaboration

Strategi
penyelesaian
konflik dimana pihak-pihak
yang mempunyai konflik
bekerja
sama
untuk
mencapai
solusi
yang
menguntungkan
kedua
belah pihak.

Avoidance

Penyelesain
konflik
individu
melarikan
diri
atau
berusaha
menghindar dari situasi
konflik.

Group decision-making
processes
Suatu proses penting dalam kelompok
kerja dalam pengambilan keputusan,
yang meliputi menetapkan tujuan
kelompok, memilih di antara berbagai
tindakan, memilih anggota baru, dan
menentukan standar perilaku yang
tepat.

Ada 2 strategi pengambilan


keputusan :
1. Autocratic decision making
Proses dimana pengambilan keputusan
dilakukan oleh pemimpin seorang diri
berdasarkan informasi-informasi yang
dimilikinya.
2. Democratic decision making
Merupakan strategi dimana keputusan
yang diambil didasarkan pada
mayoritas anggota yang ada dalam
kelompok.

Group think and group


polarization
Pengambilan keputusan dari atasan
pada suatu organisasi merupakan
pilihan terakhir untuk menentukan
suatu pilihan.
a)Groupthink
b)Group polarization

a. Group Think
Adalah suatu sindrom yang terjadi pada
pengambilan keputusan dengan kohesive
yang tinggi, dimana norma berkembang
untuk datang ke konsensus yang cukup,
juga untuk mengurangi efektifitas dari
kemampuan grup untuk membuat kualitas
tinggi, keputusan secara kritis.
b. Group Polarization yaitu
kecenderungan untuk grup untuk membuat
keputusan secara ekstrim yang dibuat
secara individu (Myers&Lamm,1976).

Teams and Teamwork


Tim terdiri dari pekerja yang saling
bergantung dengan kemampuan dan
keterampilan kerja yang saling
melengkapi dan mengarah pada tujuan
bersama.
Pembentukan suatu tim cocok ketika
tugas yang diberikan kompleks, sehingga
membutuhkan individu dengan berbagai
macam keahlian dan kompetensi untuk
bekerja bersama.

Tim juga cocok ketika situasinya bervariasi dan


membutuhkan anggota yang dapat beradaptasi
terhadap perubahan kondisi-kondisi eksternal
(Dunphy & Bryant, 1996).
Tim yang efektif harus didukung oleh berbagai
macam hal, seperti kepemimpinan yang efektif,
kepercayaan diantara anggotanya, masukan
dan arahan dari organisasi, pelatihan, dan lainlain.
Istilah yang sering muncul dalam organisasi
adalah self-managing work teams, yaitu
suatu tim yang memiliki tanggung jawab penuh
akan keseluruhan tugas-tugas yang harus
dilakukannya.

TERIMAKASIH

Pertanyaan
1. Candra Prawira : Bagaimana cara organisasi
mempertahankan kekompakan dan berusaha
menghindari konflik ?
2. Pembahas (Reggy) : - Apa kelebihan dari
Autocratic & Democratic. Mana yang lebih
efektif ?
- Konflik positif, dan contohnya?
3. Tevin : Apa gejala-gejala (Simtom) yang ada di
group think ?
4. Ariq : Faktor-faktor yang mempengaruhi winlose dan win-win?