Anda di halaman 1dari 26

Journal reading

A Review on recent advances in dry eye : Pathogenesis and management

Disusun Oleh : Adhani Kusumawati


Dokter Pembimbing : Dr. Rety Sugiarti, Sp.M

Abstrak
Keratokonjungtivitis sicca mata kering ( DED/ dry eye
disease ).

Penyakit yang sering diderita pada


masyarkat pada umumnya
Kasus yang sering ditemukan oleh
dokter mata
Penyebab nya Multifaktor
Etiologinya sulit diketahui
Sering tidak diobati oleh si
penderita
Artikel ini Membahas :
Teori-teori baru tentang patogenesis mata
kering dan dampaknya terhadap manajemen
mata kering.

Metode kepustakaan
Database
langkah.

1
2

PubMed

dalam

dua

Berorientasi
pada
artikel
yang
dipublikasikan untuk mata kering.

Difokuskan pada peran peradangan


dan terapi anti-inflamasi untuk mata
kering.

Pencaraian literatur secara manual


juga dilakukan dari buku-buku buku
referensi otentik pada penyakit
permukaan mata.

Data yang di caari


tidak dibatasi oleh
tahun
publikasi
artikel tersebut

Pendahuluan
Lokakarya Internasional mata kering ( DEWS/ The international
Dry Eye Workshop ) mendefinisikan mata kering :
Penyakit yang multifaktorial dari air mata dan permukaan mata yang
menghasilkan gejala ketidaknyamanan,
Gangguan pengelihatan,
Dan ketidakstabilan film air mata dengan potensi kerusakan pada
permukaan mata,
Disertai dengan peningkatan osmolaritas film air mata dan radang
permukaan mata.

Teori baru patogenesis mata kering


disebabkan

oleh

peradangan

yang

dimediasi oleh limfosit T - sel . Penelitian


ini juga telah ditambah dengan studi
penelitian peran terapi antiinflamasi.

Satuan Fungsional lakrimal Konsep Baru


DEWS tahun 2007 mengatakan bahwa mata kering
sebagai gangguan dari Unit Fungsional lacrimal ( LFU
)
sitem yang terintegrasi dan
tidak dapat dipisahkan
Jika terjadi disfungsi dari setiap komponen
unit fungsional lakrimal akan mengganggu
keseimbangan antara sekresi dan degradasi
komponen air mata pada permukaan okular
yang mennstabilkan film air mata sehingga
menyebabkan iritasi mata dan kelainan
epitel yang mengarah ke KCS atau DED.

Gambar 1: Unit fungsional lakrimal

sistem lakrimal

Komponen tear
film

Etiologi dan Faktor Risiko Mata


Kering
Usia dan jenis kelamin perempuan ( khususnya usia menopause )
Wanita menopause yang menggunakan ( HRT/ Hormonal replacement
therpy ) - estrogen memiliki prevalensi lebih tinggi terkena DED.

Defisiensi kronis hormon androgen dikaitkan dengan disfungsi kelenjar


meibom .
Penggunaan lensa kontak jangka panjang, operasi seperti laserassisted

in

situkeratomileusis

LASIK

atau

keratectomy

photorefractive ( PRK ), merokok, penggunaan komputer yang terlalu


lama, menonton televisi dan membaca yang berkepanjangan dapat
memprovokasi mata kering.

Obat sistemik tertentu dapat menyebabkan mata


kering yang digunakan ( > 4-6 kali sehari ) obat tetes
mata yg diawetkan ( termasuk obat-obatan glaukoma
dan air mata buatan ) dapat menyebabkan DED
karena

toksisitas

benzalkonium klorida

menetap

seperti

pengawet

Peran Peradangan pada Etiopatogenesis dari Mata Kering

Pada

pasien

permukaan

KCS

mata

Inflamasi

dapat

dievaluasi

dengan baik sebagai penyebab dan


akibat dari kerusakan sel .

lingkaran setan yang berbahaya antara Infllamasi


mata dan mata kering Dapat menyebabkan
komplikasi yang mengancam penglihatan

3 : Etiopatogenesis penyakit mata kering

Diagnosis Mata Kering

Gejala yang umum adalah, gatal, rasa berpasir pada


mata atau rasa kering , sensasi benda asing , rasa sakit
atau nyeri , rasa terbakar dan, sering berkedip.

Keluhan yang memberikan petunjuk penting bahwa


pasien mungkin menderita mata kering :
1. eksaserbasi iritasi oleh stres lingkungan dan
2.
eksaserbasi
iritasi
dengan
aktivitas
yang
membutuhkan pengelihatan yang berkepanjangan

Mata kering diklasifikasikan Menjadi 3


menurut keparahannya

Grade 1 atau ringan : Pasien mengalami gejala kering pada


mata, tetapi tidak ada tanda-tanda kelainan pada pemeriksaan
slit-lamp.

Tes

elektrofisiologi

seperti

hyperosmolarity

hypolysozyme atau inflamasi sitokin , mungkin positif .

Grade 2 atau sedang : Pasien memiliki tanda-tanda reversibel


slitlamp seperti erosi epitel , pungtata keratopathy, keratitis
filamen, TBUT - memendek

Grade 3 atau berat: Pasien memiliki gejala , kering pada


okular , ulkus kornea , opacity kornea , neovaskularisasi kornea

Pemeriksaan fisik meliputi pengukuran ketajaman


pengelihatan, dan slit-lamp biomicroscopy.
Tes diagnostik tambahan mungkin dilakukan untuk
menilai ketidakstabilan lapisan air mata , kerusakan
permukaan okular dan aliran air mata

Kesetabilan air film Tear Film Break up Time


Memperkirakan kandungan musin dalam
cairan air mata
Diukur
dgn
meletakan
secarik
kertas
berflourescein pda konjungtiva bulbaris dan
pasien di minta berkedip.
Film air mata diperiksa dengan filter coblat
pada siltlamp munculnya bintik2 kering yg
pertama pada lapisan flourescein korne
adalah Tear Film Break up Time nilai normal
10 detik

Integritas permukaan Okuler Fluorescein , Rose


Bengal dan hijau lissamine adalah pewarna yang
digunakan

untuk

melihat

adanya

kelainan

konjungtiva dan kornea .

Pemulsan
Flourescein

Menyentuh konjungtiva dengan


secarik
kertas
kering
berflourecein untuk menentukan
derajat basahnya mata .
Flourescein akan
memulas
daerah erosi dan daerah terluka
epitel kornea .

Pemulasan Bengal Rose dan Hijau


Lisssamine Pewarnaan ini akan
memulas sel-sel epitel non vital
yg mengering dari konjungtiva

Aqueous tear flowdinilai dengan


melakukan tes Schirmer dengan
memasukkan strip Schrimer (Kertas
saring whatman No 41) ke dalam culde-sac
konjungtiva
inferior
di
perbatasan antara bagian sepertiga
tengah dan temporal palpebra inferior
Schirmer 1 (tanpa anestesi topikal)
untuk mengukur refleks air mata dan,
Schirmer II juga dikenal sebagai uji
Jone
(dengan
anestesi)
untuk
mengukur permukaan air mata okular
dengan
meminimalkan
aktivitas
refleks .
Nilai kurang dari 6 mm dalam 5 menit
adalah abnormal

Pengobatan

Konservasi
Pasien dapat mengubah prilaku seperti
belajar untuk mengambil istirahat saat
membaca,
menurunkan
Pencahayaan
komputer, gunakan kacamata pelindung.
Punctal oklusi adalah metode konservasi air
mata yang baik dan harus dipertimbangkan
untuk pasien dengan defisiensi air mata

Pengganti air mata


larutan berair yang mengandung polimer yang
menentukan viskositas, Air mata buatan memberikan
perbaikan sementara pada gejala iritasi mata ,
penglihatan kabur dan sensitivitas kontras visual .
Air mata buatan yang mengandung bahan
pengawet , khususnya benzylkonium klorida , yang
kurang ditoleransi dan berbahaya dalam kasus
sedang sampai berat , Hati-hati penggunaanya
terutama jika sering digunakan .

Terapi antiinflamasi
Terapi antiinflamasi dianggap menjadi yang pertama "
pendekatan terapi kausatif " dalam pengobatan mata kering ,
karena tujuannya adalah untuk menghambat
kaskade
inflamasi
Siklosporin A ( CSA ) : Mencegah aktivasi Tcell dan produksi
sitokin inflamasi dan menghambat jalur mitokondria
apoptosis .
Kortikosteroid : kortikosteroid topikal atau sistemik mungkin
memiliki beberapa manfaat dalam pengobatan mata kering
yang parah/ sedang .Pemakain kortikosteroid harus dipantau
karena komplikasi steroid berbahaya.

Tetracycline : Tetrasiklin memiliki sejumlah sifat anti inflamasi . Menghambat produksi sitokin inflamasi dan
matriks metalloproteinase .

Asam lemak esensial : Menunjukkan bahwa suplementasi


dengan omega - 3 EFA mungkin bermanfaat dalam
pengobatan dan pencegahan DED .

Autologus serum : Serum dan plasma berisi banyak faktor


antiinflamasi yang meliputi inhibitor sitokin inflamasi dan
inhibitor MMPs .

Agen terapeutik dengan sifat antiinflamasi : menyatakan


bahwa hydroxychloroquine , jika diberikan secara oral untuk
pengobatan
sindrom
Sjogren
,
memiliki
efek
menguntungkan pada mata kering.

Secretagogues
Adalah agonis kolinergik yang merangsang
produksi air mata endogen oleh kelenjar lakrimal
dan okular permukaan epitel (misalnya pilocarpine
oral)
Telah ditemukan bahwa cevimeline aman dan
efektif dalam meningkatkan gejala mata kering
pada pasien dengan sindrom Sjogren.

pembedahan

Pada pasien yang terus memiliki gejala patologi yang signifikan


meskipun terapi medis sudah dilakukan , tindakan bedah dapat

dipertimbangkan :
1 . Punctal oklusi : Salah satu terapi yang paling berguna dan praktis
untuk memelihara air mata .
Suatu penyumbat ditempatkan disalah satu dari dua saluran antara
mata dan hidung untuk menjaga airmata mengalir masuk kedalam
hidung

2.

Tarsorrhaphy

Penjahitan

tepi

kedua kelopak mata, parsial atau


seluruhnya

untuk

menyempitkan

fisura palpebra, melindungi kornea


bila mengalami ulserasi kronik ata
paralisis muskulus orbikularis
3 . Transplantasi kelenjar ludah

Kesimpulan

Terapi mata kering (DED) secara tradisional melibatkan hydrating


dan pemakain pelumas permukaan mata memberikan
perbaikan sementara pada gejala iritasi dan penglihatan kabur ,
tapi tidak mengatasi peradangan yang merupakan penyebab mata
kering .

Pengetahuan baru dalam sifat inflamasi penyakit ini telah


menyebabkan pergeseran paradigma dalam pendekatan terapi
untuk KCS . Secara khusus , pengobatan kini diarahkan lebih ke
arah menekan respon inflamasi pada permukaan okular .