Anda di halaman 1dari 59

DRG.

FAHMI YUNISA, SP PROS


fahmi_skg@yahoo.com

VERTIKAL DIMENSI

GIGI TIRUAN LENGKAP

REFERENSI
GELIGI

TIRUAN LENGKAP, drg.


Itjingningsih W.H, EGC
PERAWATAN PROSTODONTIK
BAGI PASIEN TAK BERGIGI EDISI
III, R.M Basker, J.C Davenport, H.R
Tomlin, EGC
BUKU AJAR PROSTODONTI
UNTUK PASIEN TAK BERGIGI
MENURUT BOUCHER EDISI 10,
G.A Zarb, C.L Bolender, J.C Hickey,

KEHILANGAN SELURUH GIGI :


OKLUSI
VERTIKAL

DIMENSI OKLUSI
HUBUNGAN MAKSILA DAN
MANDIBULA
GIGI

TIRUAN LENGKAP HARUS


MEMENUHI 3 HAL TERSEBUT

BASE

PLATE DAN BITE RIM

Fungsi

dari galangan gigit adalah untuk :


a. Menentukan dimensi vertical
b. Mendapatkan dukungan otot-otot pipi dan
bibir dari pasien
UKURAN

:
a. dibentuk tapal kuda dengan tebal 10 -12
mm.
b. Bagian posterior lebar 6 mm, anterior lebar
4 mm

Insersi

base plate, yang perlu


diperhatikan :
a. Retensi :
diperiksa dengan menggerakan
pipi dan bibir, base plete lepas atau
tidak.
b. Stabilisasi :
diperiksa saat mulut berfungsi,
base plate tidak terlepas.

PENENTUAN HUBUNGAN MAKSILAMANDIBULA :


PENENTUAN

KESEJAJARAN RECORD
BLOK MAKSILA

PENYESUAIAN

MANDIBULA

RECORD BLOK

Kesejajaran
1.

2.

3.

record block RA :
Bite rim anterior harus sejajar dengan
garis pupil (garis yang menghubungkan
kedua pupil dan sejajar dengan garis
incisal)
bite rim posterior sejajar dengan camper,
yaitu garis yang berjalan dari ala nasi
sampai rotation center/tragus.
Bite rim RA harus kelihatan kira-kira 2 mm
dibawah garis bibir saat rest position.

Membuat

garis camper :
a. Buat garis dari sudut mata ke
meatus acusticus externus, lalu
ukur 13 mm dari meatus acusticus
externus ke sudut mata,
perpotongan garis ini merupakan
rotation center
b. Buat tali dari titik tersebut melalui
ala nasi simetris kanan-kiri, garis ini
disebut garis camper.

GARIS

CAMFER

Pengepasan

record block :
a. Bidang oklusal bite rim rahang atas
harus menempel seluruhnya dengan
oklusal guide plane
b. Pandangan dari samping pasien,
oklusal guide plane harus sejajar
dengan garis camper.
c. Pandangan dari anterior, oklusal
guide plane harus sejajar dengan
garis inter pupil.

DIMENSI VERTIKAL
POSISI

ISTIRAHAT / physiologic rest


position DIMENSI VERTIKAL REST
POSISI
POSISI INTERKUSPA DIMENSI
VERTIKAL OKLUSI
FREE WAY SPACE
TOTAL
KEHILANGAN DIMENSI VERTIKAL
OKLUSI

EDENTOLOUS

METODE
1.
2.
3.
4.
5.
6.

PENENTUAN DIMENSI
VERTIKAL
CATATAN PRA EKSTRAKSI
LEONARDO DA VINCI
WILLIS
NISWONGER
FISIOLOGIS
FONASI

PM=HD
Pasien diminta untuk menggigit bite
rim yang telah disiapkan pada
rahang atas dan rahang bawah.
Dimensi vertikal diukur dengan cara
mengukur jarak pupil dengan sudut
mulut (PM) sama dengan jarak dasar
hidung dengan dasar dagu (HD).
PM = HD VDRP

WILLIS
a.

b.

c.

NISWONGER

two dot technique

PENENTUAN

FREE WAY SPACE


a. FWS merupakan jarak / ruang VDRP
dan VDO
b. Rumus : VDO = VDRP FWS
c. Besar FWS : 2-4 mm
d. Setelah VDRP didapatkan
pengurangan bite rim RB FWS (2-4
mm)
e. Pengecekan :
1. pengucapan huruf (space for

RELASI SENTRIS
Relasi

RB terhadap RA pada waktu


condyle berada pada posisi paling
posterior dalam fossa glenoidea,
tanpa mengurangi kebebasannya
untuk bergerak ke lateral
Kontak maksimal gigi-gigi RA RB
dalam kondisi relasi sentris oklusi
sentris

Menentukan

relasi sentrik dapat


dengan 2 cara yaitu :
1. Dengan menengadahkan kepala
pasien sedemikian rupa sehingga
prosesus condyloideus akan tertarik
ke posisi paling posterior pada fossa
glenoidea karena tarikan dari otot.
2. Dengan cara pasien disuruh menelan
ludah berulang-ulang sampai
ditemukan relasi sentrik yang
diinginkan menetap

PENENTUAN GARIS UTAMA


LENGKUNG GIGI
MIDLINE

:
Median line dari pasien diambil sebagai
terusan dari tengah lekukan bibir atas
(philtrum)
GARIS KANINUS :
yaitu tepat pada sudut mulut dalam
keadaan rest posisi atau di bawah ala nasi
saat tersenyum
GARIS KETAWA :
yaitu pada saat tertawa gusi tidak terlihat.

FIKSASI
Merupakan

kunci bite rim RA dan RB,


sebelum ditanam pada artikulator
Dilakukan setelah didapatkan relasi
sentrik
Bisa dilakukan dengan 2 cara,
menggunakan double V groove, atau
menggunakan klip
Tahapan double V groove :
a. Gambar 2 buah segitiga pada bite
rim RA di regio P1 dan M1

c. Potong bite rim RA tepat di gambar


segitiga, lalu ulas vaseline
d. Kurangi bite rim RB sepanjang dasar
segitiga tadi, dengan kedalaman 2 mm,
dan diperlebar ke mesial dan distal 2 mm
e. Masukkan record block RA ke dalam mulut
f. Letakkan malam lunak di bite rim RB tepat
di cekungan tadi, lalu masukkan ke dalam
mulut
g. Minta pasien kembali ke relasi sentris
tunggu setting

KEGAGALAN PENENTUAN
VD
VD
a.
b.
c.
d.
e.
f.

TERLALU TINGGI :
GTL tidak stabil jarak oklusal dan
ridge terlalu jauh
Tidak enak dipakai otot lelah
Profil jelek otot tegang, bibir
tidak menutup
Horse shoe sound
Gangguan sendi rahang
Perlukaan jaringan, resorpsi tulang

VD
a.
b.
c.
d.
e.
f.

TERLALU RENDAH :
Inefisiensi pengunyahan kekutan
gigit berkurang
Wajah terlihat tua
Bibir terlihat tipis, gigi tidak terlihat
Pipi dan bibir tergigit tonus otot
kurang
Gangguan fonetik pengucapan s
Sudut mulut turun dan melipat
angular cheilitis

g. Rongga mulut sempit lidah


terdesak ke arah larynx/pharynx
mengganggu tuba eustachii
gangguan telinga
h. Costen syndrome tuli ringan,
pusing, tinitus, sakit sendi TMJ
gejala : lidah spt terbakar, mulut
terasa kering, sakit kepala
(temporalis), sakit tenggorokan

INSERSI DAN KONTROL


Yang perlu diperhatikan :
a. Retensi tidak lepas saat dipasang
b. Stabilisasi tidak lepas saat
berfungsi
c. Estetik
d. Oklusi selective grinding

Instruksi pada pasien :


a. Pasien dianjurkan untuk beradaptasi dengan gigi
tiruan
b. Melepas gigi tiruan pada waktu tidur dan
direndam dalam air bersih.
c. Menjaga kebersihan gigi tiruan terutama setiap
sesudah makan.
d. Apabila ada gangguan fungsi bicara, pengunyahan
dan sakit, dianjurkan untuk segera kontrol

Kontrol, yang perlu diperhatikan :


1. Pemeriksaan subyektif :
a. Ditanyakan apakah ada keluhan atau rasa sakit.
b. Ditanyakan apakah ada gangguan atau tidak
pada saat berfungsi
2. Pemeriksaan obyektif :
a. Dilihat keadaan mukosa apakah ada peradangan
atau perlukaan
b. Diperiksa retensi, stabilisasi dan oklusi

REPARASI, RELINING
dan REBASING

PENDAHULUAN
PIRANTI LEPASAN
DLM MULUT

KESALAHAN
PEMBUATA
N

KERUSAKAN

PROSES
PEMAKAIAN

PROSES
ALAMI

PERBAIKA
N
REPARASI,
RELINING,
REBASING

REPARASI GTL
1.

Perbaikan protesa retak

2.

Penyatuan kembali bagian


plat yang patah

3.

Penggantian bagian yang


patah /hilang

4.

Perluasan gigi tiruan

5.

Penambahan gigi

GTL :
A.Patahnya plat / basis
protesa
B.Elemen lepas tetapi
tidak patah
C.Penambahan elemen
tiruan

A. Patahnya plat / basis protesa


Dapat disebabkan karena :
a. Kesalahan konstruksi
1) Patahnya protesa RA bagian tengah
penyusunan gigi posterior diluar
puncak lingir sisa --- sedangkan
sebagian besar komponen gaya
kunyah akan disalurkan ke bagian
tengah GTS

2) Kurangnya ketebalan pada plat bagian


anterior / depan palatum protesa patah

3)

Kesalahan packing, lama dan suhu


polimerisasi , kuvet terlalu cepat didinginkan
dimensi plat tidak tepat

1)

2)
3)
4)

b. Faktor penyebab dalam mulut


Tekanan berlebih pengunyahan,
menggertakkan dan mengatupkan
gigi basis diganti logam
Resorbsi tl alveolar gigi tiruan
tidak stabil patah
Frenulum labialis tinggi lekukan
tinggi patah
Relief pada palatum tipis patah

c. Faktor luar mulut


1) Tekanan berlebih selama
pembersihan
2) Kecelakaan gigi tiruan
jatuh

B. Elemen lepas tetapi tidak


patah
a.

Kekurangan resin pada packing

b.

Ada lapisan tipis minyak /


separating medium / lilin pada gigi
resin

c.

Packing resin pada saat fase


setelah dough stage

C. Penambahan elemen tiruan


a. gigi tiruan resin sederhana
b. gigi tiruan kerangka logam
cor pada bagian retensi untuk
menempelkan elemen

REPARASI PLAT PATAH

REPOSISI

PENANAMA
N GIPS

PREPARASI

REPARASI ANASIR
LEPAS

OCCLUSAL
INDEX

PENCEKATAN KEMBALI
1.

Pelapisan kembali / relining


perbaikan thd permukaan gigi tiruan yg
menghadap jaringan mulut dengan bahan basis
baru kontak menjadi cekat

2.

Penggantian basis / rebasing


penggantian basis gigi tiruan membuang
basis lama tanpa mengubah hubungan oklusi yg
ada

DIAGNOSIS
1.

Pembuatan gigi tiruan pada daerah


sadel yang baru dicabut resorbsi
lebih banyak

2.

Jenis gigi tiruan


gigi tiruan dukungan jaringan pada
RB resorbsi >>> dibandingkan
dengan gigi tiruan dukungan gigi

3.

Resorbsi tulang lingir sisa pada RB >>


RA

4. Kesehatan penderita
sehat pembentukan dan
perkembangan tulang baik resorbsi
<<
5.

Usia penderita
Tua daya tahan tubuh lebih rendah
dibanding usia muda

RELINING / PELAPISAN
KEMBALI
DILAKUKAN PADA KONDISI :

1.

Gigi tiruan sudah tidak cekat

2.

Perubahan oklusi sedikit

3.

Basis gigi tiruan baik

4.

Elemen tidak patah / rusak / aus

5.

Pasien kooperatif

2.

KERUGIAN
Garis sambung bahan lama dan baru
terlihat
Warna resin lama dan baru tidak sama

TAHAPAN KERJA RELINING

1.

Pemeriksaan intra oral

2.

Mengetahui ketebalan bahan relining pada

1.

basis gigi tiruan bagian dasar gigi tiruan :


adonan alginat
3.

Bila ketebalan alginat 2 mm dikasari dg


stone ruangan untuk bahan relining

CARA RELINING :

A. Pelapisan satu kunjungan / immediate


relining
bahan : self curing
a.

jaringan mulut diolesi separating


medium

b. fitting surface dikasarkan


c.

self curing ditambahkan pada fitting


surface

d. insersikan oklusi
e. Terasa panas dilepas

2. Pelapisan kembali secara


konvensional
Bahan : heat curing
a. Fitting surface dilapisi bahan cetak
silikon oklusi
b. Tanam di kuvet silikon dilepas
mould space
c. Mould diisi heat cured acrylic
polimerisasi panas

REBASING /PENGGANTIAN
BASIS

Dilakukan pada kondisi :

1.

Gigi tiruan sudah longgar

2.

Oklusi dapat diasah sesudah rebasing

3.

Desain kerangka logam masih baik

4.

Elemen gigi tidak patah, rusak, aus

5.

Basis bekas relining

6.

Relining pakai self curing

TERIMA
KASIH

Anda mungkin juga menyukai