Anda di halaman 1dari 10

PEREMPUAN

MUYU
DALAM
PENGASINGA
N

Agung Dwi Laksono


Khoirul Faizin
Elsina Raunsay
Rachmalina
Soerachman

Tentang penelitian ini


1 dari 20 seri Riset Etnografi
Kesehatan 2014
Tinggal selama 2 bulan di lokasi
Oleh 3 org peneliti (2 kesehatan, 1
sosial), dan 1 supervisor
(anthropolog)
Dilaksanakan di Distrik Mindiptana,
Boven Digoel

Semuanya berawal dari


belief...
Perempuan Muyu harus
keluar dari rumah saat
melahirkan.
suami membuat gubuk
kecil yang berjarak sekitar
10-20 m dari rumah induk
bila tanah tebing/jurang
Bisa lebih jauh lagi sampai
50 m bila tanahnya datar.
Gubuk kecil itu biasa
disebut sebagai tana

Mengapa
Diasingkan?
Saat perempuan bersalin atau mens,
masyarakat Muyu percaya bahwa hal
tersebut membawa hawa buruk
iptm
Mereka percaya bahwa iptm
perempuan membuat kotor udara
dalam rumah. Hal itu akan
berpengaruh buruk pada seluruh isi
rumah, terutama laki-laki.
Kesaktian laki-laki Muyu (waruk) bisa
menghilang atau luntur, menjadi tidak
sakti lagi (powerless).

Persepsi Tokoh Masyarakat;


Seperti Musuh!
Persepsi tokoh masyarakat
seringkali normatif sesuai
dengan keyakinan Suku Muyu
...itu perempuan yang
sedang bersalin itu
seperti musuh! Amp bila
laki-laki mendekat!

Persepsi Masyarakat;
Orang Jaman!
Tidak semua masyarakat Muyu mempunyai
persepsi yang sama tentang melahirkan di
bvak. Mereka yang tinggal di dekat fasilitas
kesehatan lebih memilih melahirkan di
fasilitas tersebut.
Kami ini orang jaman pak... kalo mau
melahirkan ya ke rumah sakit. Sudah
tidak ada itu apa... melahirkan di
bvak. Itu dulu waktu saya masih kecil,
atau kalau sekarang mungkin masih
ada di kampung-kampung atas sana...

...yang penting itu pokoknya


melahirkan bayinya itu di luar
rumah pak. Itu pamali bagi kami...
membawa darah dari persalinan
perempuan di dalam rumah. Itu
kotor pak... tra (tidak) boleh masuk
dalam rumah... pamali... itu amp!
Ya harus dibuatkan bvak pak. Mau
melahirkan dimana? Tidak boleh
melahirkan di dalam rumah to. Kan
tidak mungkin dari sini jalan kaki ke
Rumah Sakit Bergerak... tidak ada
motor to...

Denda Adat
Denda dibebankan bila
melahirkan di rumah
orang lain, meskipun tidak
disengaja, kebrojolan
Besaran denda tergantung
keyakinan seberapa besar
tuan rumah merasa
dirugikan oleh ptm
perempuan Muyu yang
melahirkan tersebut.
Semakin tinggi waruk
yang dimiliki oleh tuan
rumah, semakin tinggi

Melawan Tradisi?
Tidak peduli setinggi apapun
pendidikan orang Muyu, bagi mereka
perempuan bersalin adalah kotor.
Keyakinan ini masih eksis sampai
saat ini.
Kenyataannya, perempuan Muyu
bisa melahirkan di mana saja, mau
RS, bvak; Puskesmas; atau
dimanapun
Prinsipnya Tidak di dalam rumah!
ini PELUANG!