Anda di halaman 1dari 44

METODE DOPING dan

ERGOGENIK
Ijan Aprijana SpKO
BKOM Bandung

LATAR BELAKANG
Olahraga

merupakan bagian penting dari


semangat kebangsaan

Cabang

olahraga ada komitmen terhadap fair

play.
Doping

mencederai nilai fair play

Penggunaan

bahan dan metoda doping


merupakan hal yang salah salah dan
berdampak negatif terhadap olahraga.

Doping merupakan pemakaian suatu zat atau


penggunaan suatu metode tertentu yang
termasuk dalam kelompok zat dan atau
metode terlarang sbg upaya untuk
meningkatkan kinerja fisik dalam olahraga

Doping,

berdasarkan
World Anti-Doping
Code (WADC),
didefinisikan sebagai
terjadinya satu atau
lebih pelanggaran
peraturan anti-doping.

Mengapa Doping dilarang

Doping

bertentangan dg semangat
olahraga

Doping

merupakan pelanggaran terhadap


etika dan medis serta prinsip-prinsip
dasar gerakan olimpiade

Doping

merupakan ancaman bagi


kesehatan olahragawan

WADA (World Anti Doping Agency)


WADA (World Anti Doping Agency) 10 November 1999
Program yg dikembangkan:
World Antidoping Code (Code) menyelaraskan
peraturan dan sanksi anti-doping di seluruh dunia
Standar Internasional untuk
1. List of Prohibited Substances and Methods
(List);
2. Testing;
3. Therapeutic Use Exemptions;
4. Laboratories; and
5. Protection of Privacy and Personal
Information.

Doping pelanggaran satu atau lebih peraturan antidoping yang diuraikan dalam pasal pasal 2.1 sd 2.8 Code
Anti Doping Dunia
2.1. Terdapat zat terlarang atau metabolites atau markers dalam sampel
olahragawan
2.1. Menggunakan atau upaya menggunakan zat terlarang atau metode terlarang
2.3. Menolak, atau gagal tanpa memberikan alasan yang benar, untuk menyerahkan
Sampel setelah pemberitahuan sebagaimana disahkan dalam peraturan antidoping yang berlaku atau mengelak mengumpulkan Sampel dengan alasan
lainnya
2.4.

Pelanggaran syarat-syarat yang berlaku berkaitan


Olahragawan untuk Pengujian Di Luar Kompetisi

dengan

kesediaan

2.5. Merusak, atau upaya untuk merusak, terhadap bagian apapun dari Pengawasan
Doping
2.6. Memiliki Zat dan Metode Terlarang
2.7. Memperdagangkan atau Upaya Memperdagangkan Zat Terlarang atau Metode
Terlarang
2.8. Memberikan atau Upaya memberikan kepada Olahragawan manapun

a. Kelompok bahan yang dilarang

b. Metode yang dilarang

1.

Stimulan

Meningkatkan transfer

2.

Beta-2 Agonist

3.

Hormone Antagonists and Modulators

4.

Narkotika Cannabinoid, glukokortikosteroid

5.

Anabolic-androgenic steroid

6.

Diuretik dan Masking Agents yang lain

oksigen mis. blood doping


Manipulasi Kimiawi dan
Fisik
Doping Gen

7.

Hormon peptide, Growth factors dan bahan yang terkait

c. Kelompok bahan untuk pembatasan tertentu/


Cabang Olahraga tertentu.
1.
2.

Alkohol
Beta blockers

2. Pengujian doping

In competition di dalam kompetisi: pemeriksaan doping yang


dilakukan terhadap olahragawan terpilih dalam hubungan
dengan suatu kompetisi atau pertandingan tertentu

Out of competition di luar kompetisi: pemeriksaan doping yang


bukan merupakan pemeriksaan di dalam kompetisi

Pelaksanaan pengujian doping

Salah satu tahap pengawasan doping

Pengambilan sampel urin dan/darah olahragawan

Dilaksanakan oleh petugas yang berkompeten sesuai dengan ketentuan


perundang-undangan dan peraturan anti-doping.

Tahapan Pengujian Doping

Tahap I: Pemilihan Olahragawan

Tahap II: Notifikasi (Pemberitahuan)

Tahap III: Melapor ke Ruang Pengawasan Doping

Tahap IV: Pemilihan Wadah Penampung Sampel Urin

Tahap V: Pengambilan Sampel

Tahap VI: Volume Urin

Tahap VII: Pemilihan Botol

Tahap VIII: Pembagian Volume Sampel

Tahap IX: Penyegelan Botol Sampel

Tahap X: Pemeriksaan Berat jenis dan/atau pH

Tahap XI: Pengisian Formulir Pengawasan Doping

Pengujian In Kompetisi

Dalam kompetisi pengujian dilakukan sehubungan


dengan acara olahraga. WADA menentukan dalam
kompetisi sebagai "periode dimulai 12 jam sebelum
kompetisi ... sampai akhir kompetisi tersebut dan
proses sample-koleksi yang berhubungan dengan
kompetisi tersebut", kecuali dinyatakan lain oleh aturan
IF atau organisasi anti-doping terkait lainnya .
Setiap acara olahraga dapat dikenakan pengujian, dan
atlet harus membiasakan diri dengan aturan masingmasing kompetisi seperti yang didefinisikan oleh IF

Pengujian Out Kompetisi

Atlet dapat diuji setiap saat di setiap tempat, tidak hanya selama
kompetisi, tetapi juga selama pelatihan, kerja, liburan, apa pun.

Satu-satunya cara untuk melakukan pengujian yang efisien adalah menguji


kemungkinan curang pada waktu mereka, kemungkinan besar
menggunakan zat yang dilarang.

Pengujian difokuskan pada atlet top peringkat, atas kebijakan organisasi


cab olahraga melakukan pengujian out-of-kompetisi pada atlet setiap saat
(target testing), tanpa pemberitahuan kepada para atlet.

3. Therapeutic Use Exemption (TUE)

Pada keadaan dimana olahragawan dengan kondisi medis tertentu


yang dinyatakan oleh dokter yangb berwenang perlu menggunakan
substansi atau metode terlarang

SI WADA untuk TUE: meliputi kriteria untuk pemberian TUE, formasi


Komite TUE, kerahasiaan informasi, dan proses aplikasi TUE

4. Laboratorium Doping

WADA- Laboratorium penguji doping harus sudah terakreditasi

Semua sampel doping dianalisa di Lab Doping yang terakreditasi


dan dibawah pengawasan WADA. Keselarasan praktik laboratorium
dan kualitas tinggi memberi keyakinan keseragaman proses analisa
sampel doping seluruh dunia

Akreditasi Lab Doping dilaksanakan setiap tahun oleh WADA.

5. Perlindungan
Privasi dan Informasi Pribadi.

Tujuan dari Standar Internasional untuk Perlindungan Privasi dan Informasi


Pribadi (ISPPPI) adalah untuk memastikan bahwa semua pihak terkait yang
terlibat dalam anti-doping dalam olahraga mematuhi seperangkat
perlindungan privasi minimum ketika mengumpulkan dan menggunakan
informasi pribadi atlet, seperti informasi berkaitan dengan keberadaan,
doping kontrol, dan Pengecualian Penggunaan Terapeutik.

MEKANISME PENGAWASAN DOPING DALAM


PERTANDINGAN
KON/KONI

TUE

PB

Daftar Atlet Peserta x Cabang

MEO

Tempat/Waktu/Jmlh Sampel

EO

LADI

Seleksi Atlet
Laboratorium

KOMISI DOPING

EVENT
Ruang Doping, Petugas, Peralatan

ATLET

DCO

PENGAWASAN/
SUPERVISI

LAB
DOPING
Keterangan
Garis komando

: _____________

Garis koordinasi

: .

Anabolic-androgenic steroid

Secara farmakologis Struktur mirip testosterone. Bekerja dengan memacu


RNA-polymerase

Pembentukan protein sel

Efek androgenic (reproduksi) : Stimulasi organ reproduksi

Efek anabolik : Meningkatkan Sintesis protein,


Retensi mineral,
erithropoetin

Meningkatkan

Menurunkan degradasi protein,


Matriks tulang, Meningkatkan pembentukan

Efek lain: Meningkatkan agresivitas, mempercepat waktu reaksi


Boldenone, clostebol, dehydrochlormethyltstosteron, fluoxymesterone,
metenolone, mesterolone, metandienone,

HORMON PEPTIDA, GROWTH FACTORS


DAN BAHAN YANG TERKAIT

1. Erythropoiesis-Stimulating Agents [e.g. erythropoietin (EPO), darbepoetin


(dEPO), hypoxia-inducible factor (HIF) stabilizers, methoxy polyethylene
glycol-epoetin beta (CERA), peginesatide (Hematide)];

2. Chorionic Gonadotrophin (CG) and Luteinizing Hormone (LH) in males;

3. Insulins;

4. Corticotrophins;

5. Growth Hormone (GH), Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1), Fibroblast


Growth Factors (FGFs), Hepatocyte Growth Factor (HGF), Mechano Growth
Factors (MGFs), Platelet-Derived Growth Factor (PDGF), Vascular-Endothelial
Growth Factor (VEGF) as well as any other growth factor affecting muscle,
tendon or ligament protein synthesis/degradation, vascularisation, energy
utilization, regenerative capacity or fibre type switching; and other
substances with similar chemical structure or similar biological effect(s).

BETA-2 AGONIST

All beta-2 agonists, including all optical isomers, e.g. d- and l- where
relevant, are prohibited.

Except:

Inhaled salbutamol (maximum 1600 micrograms over 24 hours)

Inhaled formoterol (maximum delivered dose 54 micrograms over 24 hours); and

Inhaled salmeterol in accordance with the manufacturers recommended


therapeutic regimen.

The presence in urine of salbutamol in excess of 1000 ng/mL or formoterol in


excess of 40 ng/mL is presumed not to be an intended therapeutic use of
thesubstance and will be considered as an Adverse Analytical Finding (AAF)
unless the Athlete proves, through a controlled pharmacokinetic study, that
the abnormal result was the consequence of the use of the therapeutic
inhaled doseup to the maximum indicated above.

HORMONE ANTAGONISTS AND


MODULATORS

1. Aromatase inhibitors including, but not limited to: aminoglutethimide, anastrozole,


androsta-1,4,6-triene-3,17-dione (androstatrienedione), 4-androstene-3,6,17 trione (6oxo), exemestane, formestane, letrozole, testolactone.

2. Selective estrogen receptor modulators (SERMs) including, but not limited to:
raloxifene, tamoxifen, toremifene.

3. Other anti-estrogenic substances including, but not limited to: clomiphene,


cyclofenil, fulvestrant.

4. Agents modifying myostatin function(s) including, but not limited, to: myostatin
inhibitors.

5. Metabolic modulators:

5.1 Activators of the AMP-activated protein kinase (AMPK), e.g. AICAR; and Peroxisome
Proliferator Activated Receptor (PPAR), agonists, e.g. GW 1516;

5.2 Insulins;

5.3 Trimetazidine.

DIURETICS AND OTHER


MASKING AGENTS

The following diuretics and masking agents are prohibited, as are other substances
with a similar chemical structure or similar biological effect(s). , Including, but
not limited to:

Desmopressin; probenecid; plasma expanders, e.g. glycerol and


intravenous administration of albumin, dextran, hydroxyethyl starch and
mannitol.

Acetazolamide; amiloride; bumetanide; canrenone; chlortalidone;,


etacrynic acid; furosemide; indapamide; metolazone;, spironolactone;
thiazides, e.g. bendroflumethiazide, chlorothiazide, and hydrochlorothiazide;
triamterene and vaptans, e.g. tolvaptan.

Except:

Drospirenone; pamabrom; and topical dorzolamide and brinzolamide.

Local administration of felypressin in dental anaesthesia.

MANIPULATION OF BLOOD
AND BLOOD COMPONENTS

1. The Administration or reintroduction of any quantity of


autologous, allogenic (homologous) or heterologous blood, or red
blood cell products of any origininto the circulatory system.

2. Artificially enhancing the uptake, transport or delivery of


oxygen. Including, but not limited to:

Perfluorochemicals; efaproxiral (RSR13) and modified haemoglobin products,


e.g.
haemoglobin-based blood substitutes
an microencapsulated
haemoglobin products, excluding supplemental oxygen.

3. Any form of intravascular manipulation of the blood or blood


components by physical or chemical means.

CHEMICAL AND PHYSICAL


MANIPULATION

The following is prohibited:

1. urine substitution

2. Intravenous infusions are prohibited except for


those legitimately received in the course of hospital
admissions or clinical investigations.

3. Sequential withdrawal, manipulation and


reinfusion of whole blood into the circulatory system
is prohibited.

GENE DOPING

The following, with the potential to enhance sport


performance, are prohibited:

1. The transfer of nucleic acids or nucleic acid sequences;

2. The use of normal or genetically modified cells;

3. The use of agents that directly or indirectly affect


functions known to influence performance by altering
gene expression. For example, Peroxisome Proliferator
Activated Receptor (PPAR) agonists (e.g. GW 1516) and
PPAR-AMP-activated protein kinase (AMPK) axis agonists
(e.g. AICAR) are prohibited.

STIMULANTS

All stimulants (including both optical isomers where relevant) are prohibited,
except imidazole derivatives for topical use and those stimulants included in the
2011 Monitoring Program*.

a: Non-Specified Stimulants:

b: Specified Stimulants (examples):

Contoh; amphetamine; amphetaminil; benfluorex; benzphetamine; benzylpiperazine;


bromantan; clobenzorex; cocaine; cropropamide; crotetamide; dimethylamphetamine;
etilamphetamine; famprofazone; fencamine; fenetylline; fenfluramine; fenproporex;
furfenorex; mefenorex; mephentermine; mesocarb; methamphetamine(d-); pmethylamphetamine; methylenedioxyamphetamine;
methylenedioxymethamphetamine; modafinil; norfenfluramine; phendimetrazine;
phenmetrazine; phentermine; 4-phenylpiracetam (carphedon); prenylamine;
prolintane. A stimulant not expressly listed in this section is a Specified Substance.
Adrenaline**; cathine***; ephedrine****; etamivan; etilefrine; fenbutrazate;
fencamfamin; heptaminol; isometheptene; levmetamfetamine; meclofenoxate;
methylephedrine****; methylhexaneamine (dimethylpentylamine); methylphenidate;
nikethamide; norfenefrine; octopamine; oxilofrine; parahydroxyamphetamine;
pemoline; pentetrazol; phenpromethamine; propylhexedrine; pseudoephedrine*****;
selegiline; sibutramine; strychnine; tuaminoheptane; and other substances with a
similar chemical structure or similar biological effect(s).

STIMULANTS

Except:

Imidazole derivatives for topical/ophthalmic use and those


stimulants included in the 2015 Monitoring Program.

Bupropion, caffeine, nicotine, phenylephrine, phenylpropanolamine,


pipradrol, and synephrine: These substances are included in the 2015,
Monitoring Program, and are not considered Prohibited Substances.

** Cathine: Prohibited when its concentration in urine is greater than


5 micrograms per milliliter.

*** Ephedrine and methylephedrine: Prohibited when the concentration


of either in urine is greater than 10 micrograms per milliliter.

**** Epinephrine (adrenaline): Not prohibited in local administration,


e.g. nasal, ophthalmologic, or co-administration with local anaesthetic
agents.

***** Pseudoephedrine: Prohibited when its concentration in urine is


greater than 150 micrograms per milliliter.

Narkotik, Cannabinoid,
glukokortikosteroid

NARCOTICS :

CANNABINOIDS

Buprenorphine, dextromoramide, diamorphine (heroin), fentanyl and


its derivatives, hydromorphone, methadone, morphine, oxycodone,
oxymorphone, pentazocine, pethidine.

Natural (e.g. cannabis, hashish, marijuana) or synthetic delta 9tetrahydrocannabinol (THC) and cannabimimetics [e.g. Spice
(containing JWH018, JWH073), HU-210] are prohibited.

GLUCOCORTICOSTEROIDS

All glucocorticosteroids are prohibited when administered by oral,


intravenous, intramuscular or rectal routes.

ALCOHOL

Alcohol (ethanol) is prohibited In-Competition only, in the


following sports. Detection will be conducted by analysis of
breath and/or blood. The doping violation threshold
(haematological values) is 0.10 g/L.

Aeronautic (FAI) Archery (FITA) Automobile (FIA)


Karate (WKF) Motorcycling (FIM) Ninepin and Tenpin
Bowling (FIQ) Powerboating (UIM)

BETA-BLOCKERS

Unless otherwise specified, beta-blockers are prohibited InCompetition only, in the following sports.

Aeronautic (FAI) Archery (FITA) (also prohibited Out-ofCompetition) Automobile (FIA) Billiards and Snooker (WCBS)
Bobsleigh and Skeleton (FIBT) Boules (CMSB) Bridge (FMB)
Curling (WCF) Darts (WDF) Golf (IGF) Motorcycling (FIM)

Modern Pentathlon (UIPM) for disciplines involving shooting


Ninepin and Tenpin Bowling (FIQ) Powerboating (UIM) Sailing
(ISAF) for match race helms only Shooting (ISSF, IPC) (also
prohibited Out-of-Competition) Skiing/Snowboarding (FIS) in ski
jumping, freestyle aerials/halfpipe and snowboard halfpipe/big
air Wrestling (FILA)

Doping dan kaitannya dengan


dampak kesehatan

Golongan stimulan

Amphetamin dan senyawa sejenis merupakan timulan yang paling


banyak menimbulkan masalah kesehatan.

Bila digunakan saat pertandingan dapat mengurangi kewaspadaan


sehingga dapat menimbulkan cedera

Golongan ini banyak ditemui pada obat flu.

Selain itu zat ini juga meningkatkan tekanan darah dan rate jantung,
yang dapat menyebabkan stroke maupun serangan jantung.

Jika dipaksakan bisa menimbulkan exhaustion yang membahayakan


kesehatan.

Overdose dapat berbahaya, dapat menimbulkan kekacauan pikiran,


delirium, halusinasi.

Golongan anabolic steroid


Banyak

efek samping senyawa ini,


gangguan sistem kardiovaskuler,
kerusakan hati.

Anabolic-androgenic steroid

Pada usia remaja Penutupan dini epifise

Pada laki-laki.

Atrofi testis, infertilitas, gangguan libido dan menurunkan produksi sperma.

Maskulinisasi pada perempuan

gangguan fungsi ovarium dan siklus menstruasi, tumbuhnya sifat pria, seperti
berkumis, suara berat, dan serak. mengecilkan ukuran buah dada, dan meningkatkan
agresivitas

Retensi Natrium: Hipertensi dan edema

Aterogenik: Menurunkan HDL Cholesterol

Hipertrofi prostat

Keganasan hepatosellular

Golongan diuretika
Dapat

menimbulkan masalah kesehatan


pada atlet saat bertanding, seperti
kehilangan cairan elektrolit.

Akibatnya,

timbul kejang otot, mual,


sakit kepala, dan pingsan.

Pemakaian

yang terlalu sering mungkin


akan menyebabkan gangguan ginjal dan
jantung.

Erythroproetin

Saat ini yang sering disalahgunakan adalah


erythropoietin (EPO).

EPO dapat membuat darah lebih kental dan


pekat, sehingga merusak seluruh sistem
sirkulasi dan membuat beban yang lebih
berat kepada jantung

efek bahaya suntikan eritropoetin darah


menjadi lebih pekat sehingga mudah
menggumpal dan memungkinkan terjadinya
stroke(pecahnya pembuluh darah di otak)

BETA-BLOCKERS

Memperlambat detak jantung.

Dilarang dalam olahraga seperti panahan dan


menyelam karena menghindarkan getaran.

Efek merugikan yang terjadi antaralain

mimpi buruk,

susah tidur,

kelelahan,

depresi,

gula darah rendah dan

gagal jantung.

Doping darah

Efek

merugikan termasuk

gagal ginjal

Kerusakan

hati

Kerusakan

otak

ERGOGENIC AIDS

Suatu prosedur atau zat yang


meningkatkan produksi-enersi, kontrol
enersi atau efisiensi selam suatu kinerja
olahraga yang memberikan tambahan
kemampuan yang lebih besar darpada
biasa bila latihan normal (William, 1989)
Banyak uang yg dibelanjakan
pembelian suplemen yg tidak perlu.

SUPLEMEN:
Protein, Asam amino
Creatin
L-Carnitin

utk

SOLUSI:
Latihan Yang BBTT dan Nutrisi Gizi Seimbang

Asam amino
Memperbaiki

sel-sel otot yang rusak


pada saat setelah latihan atau
pertandingan

Memperkuat

kinerja otot

Whey protein concentrate

Bisa digunakan untuk pengganti sebagian dari


kebutuhan nutrisi harian (ingat, sebagian saja)

Memperbaiki sel-sel otot yang rusak pada saat


latihan atau setelah pertandingan

Memperkuat kinerja otot

Membentuk otot

KREATIN

Meninghkatkan kemampuan tubuh dalam


melakukan aktivitas olahraga intensitas tinggi
bertenaga durasi pendek

Meningkatkan jumlah kretain fosfat di dalam


otot

Meningkatkan kemampuan kontraksi otot melalui


proses regenerasi ATP

Mempercepat pemulihan otot