Anda di halaman 1dari 22

MANAJEMEN HIPERTENSI

INTRAKRANIAL PADA
EKLAMPSIA
Marmah Oktaria, S.Ked.
71 2014 022
Pembimbing
d r. A c h m a d M a r w a n , S p . A n

EKLAMPSIA
Definisi
Terjadinya kejang dan atau koma yang tidak
dapat dijelaskan selama kehamilan atau setelah
melahirkan pada pasien dengan tanda dan
gejala preeklampsia

TANDA DAN GEJALA


Hipe
rten
si
Nyeri
Kepal
a

160/110
mmHg

Eklamp
sia

Mual
munt
ah

Protein
uria

Keja
ng

PATOFISIOLOGI
Peningkatan
tekanan arteri

Batas atas
autoregulasi
tercapai

Hipoperfusi lokal
dengan edema
vasogenik

Pasien
Eklampsia
Teori
Vasospasme
Respons terhadap
hipertensi berat
dan iskemik

Kejang pada
eklampsia

Vasodilatasi
serebral

Edema vasogenik

PROTEKSI OTAK
Serangkaian tindakan yang dilakukan untuk
mencegah atau mengurangi kerusakan sel-sel
otak yang diakibatkan oleh keadaan iskemia

Iskemia otak adalah suatu gangguan hemodinamik


yang akan menyebabkan penurunan aliran darah
otak sampai suatu tingkat yang akan
menyebabkan kerusakan otak yang irreversibel

Setelah iskemik, kemampuan


otak beregenerasi terbatas

Ilmu kedokteran mempelajari


metode-metode untuk
memperbaiki iskemia serebral
(Proteksi Otak)

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Proteksi Otak:
Pengendalian jalan nafas
Adekuat oksigenasi
Pencegahan Hiperkarbia
Pengendalian tekanan
darah
Pengendalian Tekanan
Intrakranial
Pengendalian Kejang

Metode Proteksi
Otak
1. Basic Methode
2. Farmakologik
3. Hipotermi
4. Kombinasi
Hipotermi dan
Farmakologik

METODE PROTEKSI OTAK

1. Basic Methods (Metode dasar)


Jalan nafas bebas, oksigenasi
yang adekuat, cegah hiperkarbi
Pengendalian tekanan
intrakranial
Mempertahankan
tekanan perfusi otak
Pengendalian Kejang

2.

Farmakologik
Tirilazad (redical
scavenger)
Nimodipin -Antagonis Kalsium
(Menghambat influk kalsium yang
berlebihan kedalam neuron,
melindungi otak dari siskemik
Magnesium (Mengurangi influk Ca dan
memperbaiki aliran darah otak)
Barbiturat (Menekan fungsi aktivitas
listrik sel)
Anestika Volatil (Isofluran dan
Sevofluran, anestesi inhalasi bersifat
vasodilatasi serebral)

3. Hipotermi
Hipotermi memiliki efek proteksi otak,
memelihara ATP, mengurangi Ca influks,
memperbaiki pemulihan elektrofisiologis dari
hipoksia

4.

Kombinasi hipotermi dan


farmakologik

PENGELOLAAN HIPERTENSI
INTRAKRANIAL

HIPERTENSI INTRAKRANIAL
Hipertensi intrakranial merupakan suatu
gangguan yang fatal
Hipertensi intrakranial dapat pula terjadi pada
pasien eklampsia dan sering mengakibatkan
komplikasi berupa edema cerebri
Hipertensi intrakranial ditangani dengan
melakukan hiperventilasi agresif, diuresis dan
mempertahankan tekanan darah yang normal
atau lebih rendah

PATOFISIOLOGI TEKANAN
INTRAKRANIAL
1) Peningkatan volume cairan serebrospinal
2) Peningkatan volume darah akibat
vasodilatasi
3) space-occupying lesion : tumor, hematoma
atau edema

INDIKATOR KENAIKAN TEKANAN


INTRAKRANIAL
Sakit kepala
Mual dan Muntah
Pandangan Kabur
Somnolen
Edema papil
Penurunan kesadaran dan depresi nafas

PRINSIP PENGOBATAN
Untuk menurunkan tekanan darah sesuai
dengan rentang dari autorregulasi, untuk
mengontrol tekanan darah, kejang, dan untuk
mengurangi udem otak.

Hipertensi
Hidralazin

Nifedipin

Diaxozide

Sodium
Nitroprusi
d

Labetolol

Kejang
Diazepam merupakan pilihan pertama 5- 10 dosis
diazepam intravena sering dapat menghentikan kejang
eklampsia tanpa membahayakan janin.
Fenitoin merupakan obat anti kejang yang paling sering
digunakan karena dapat diberikan secara intravena, tidak
menimbulkan ngantuk, dan tidak membahayakan bagi
janin. Dosis awal pada wanita eklampsia 10 mg/kg dan
kemudian diulang 5 mg/kg pada 2 sampai 6 jam
kemudian.

Mannitol
Hiperosmolaritas manitol dapat menyebabkan dehidrasi
fetus dan mencetuskan fetal distress. Apalagi manitol
dapat menyebabkan wanita dengan preeklampsia berat
dan eklampsi menjadi udem paru
Kortikosteroid
Terapi kortikosteroid dapat memberikan efektivitas, dimana
penggunaannya untuk mengurangi udem otak vasogenik.

Magnesium Sulfate
Pada eklampsi, magnesium yang diberikan secara
parenteral adalah obat antikejang yang efektif tanpa
menimbulkan depresi susunan saraf pusat baik pada ibu
maupun janinnya. Obat ini dapat diberikan secara
intravena melalui infus kontinu atau intramuskuler
dengan injeksi intermitten. Berikan dosis bolus 6 gram
MgSO4 yang di encerkan dalam 100 ml cairan IV dan
diberikan dalam 15-20 menit.

Ventilasi adekuat : PaO2 > 100 mmHg, PaCO2, 35 mmHg,


hiperventilasi sesuai kebutuhan
Optimal hemodinamik (MAP, CVP, PCWP, HR),
mempertahankan tekanan perfusi otak.
Hindari overhidrasi, sasarannya normovolemi.
Posisi untuk memperbaiki cerebral venous return (netral,
head-up).
Obat yang menimbulkan vasokontriksi serebral (barbiturat,
indometasin).
Pengendalian tempature: hindari hipertermi, moderat
intraoperatif hipotermi.

KESIMPULAN
Eklampsia terjadinya kejang dan atau koma yang
tidak dapat dijelaskan selama kehamilan atau setelah
melahirkan pada pasien dengan tanda dan gejala
preeklampsia
Hipertensi intrakranial dapat pula terjadi pada pasien
eklampsia dan sering mengakibatkan komplikasi berupa
edema cerebri
Hipertensi intrakranial dapat berkembang dengan
mekanisme sebagai berikut: 1) Peningkatan volume
cairan serebrospinal 2) Peningkatan volume darah
akibat vasodilatasi 3) space-occupying lesion

Indikator Klinik peningkatan tekanan intrakranial yaitu :


Sakit kepala (khas dengan adanya postural headache
pada saat bangun malam hari, mual dan muntah,
pandangan kabur, somnolen, edema papil, dan
penurunan kesadaran dan depresi nafas
Proteksi otak terdiri dari: Basic Methods (Metode Dasar),
Farmakologik, Hipotermi, Kombinasi Hipotermi dan
Farmakologik.
Manajemen hipertensi kranial dilakukan untuk
menurunkan angka morbiditas dan mortalitas

TERIMAKASIH