Anda di halaman 1dari 18

Galau

skenario
Nn. D 21 tahun, dibawa keluarganya ke UGD RS
dengan keluhan tidak sadarkan diri setelah
meminum cairan pembasmi serangga sebanyak 1
gelas 1 jam sebelum masuk rumah sakit (SMRS).
Pasien diketahui nekat mencoba bunuh diri lantaran
pacarnya berselingkuh dengan temean pasien.
Pasien mengalami muntah-muntah sebanyak 5x
dengan muntah berwarna kemerahan dengan bau
menyengat. Pasien jg merasakan nyeri ulu hati
sebelum kemudian pingsan. Seluruh tubuh pasien
terkena cairan pembasmi serangga tersebut.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan GCS
E2V4M5, TD: 60/palp mmHg, Nadi 138x/min, RR
28x/min, temperatur 37,8 C, tampak pin point pupil
bilateral, salivasi dan rhinorhea (+). Dokter jaga
kemudian memutuskan melakukan gastric lavage

Rumusan Masalah
1. Apa yang terjadi bila muntah berlebihan seperti di
skenario
2. Apa saja indikasi dan kontraindikasi serta prosedur
gastric lavage?
3. Jelaskan mekanisme gejala klinis keracunan pada
pasien diskenario, dan bagaimana gejala jika dosis
racun rendah dan dosis racun tinggi?
4. Jelaskan tentang intoksikasi!
5. Jelaskan bagaimana penanganan awal pada kasus
skenario?
6. Bagaimana cara menegakkan diagnosa keracunan
pada skenario dan apa komplikasi dari keracunan?
7. Penatalaksanaan (antidotum) dari masing-masing
intoksikasi dan penatalaksanaan lanjut pada
skenario!

DAMPAK MUNTAH BAGI TUBUH


1. Dehidrasi
2. Alkalosis metabolik
3. Kerusakan gigi

indikasi dan kontraindikasi


s
gastric
lavage
Indikasi dilakukannya
bilas
lambung yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.

Pasien keracunan makanan atau obat;


Persiapan tindakan pemeriksaan lambung;
Persiapan operasi lambung;
Pasien dalam keadaan sadar;
Keracunan bukan bahan korosif dan kurang dari
enam puluh menit;
6. Gagal dengan terapi emesis;
7. Overdosis obat/narkotik;

lanjutan
8. Terjadi perdarahan lama (hematemesis Melena)
pada saluran pencernaan atas;
9. Mengambil contoh asam lambung untuk
dianalisis lebih lanjut;
10. Dekompresi lambung;
11. Sebelum operasi perut atau biasanya sebelum
dilakukan endoskopi.
12. Tidak ada refleks muntah

Kontraindikasi gastric lavage


Pasien kejang.
bahan-bahan toksik yang tajam dan terasa
membakar
menelan benda asing yang
tajam dan besar.
pingsan (tidak sadar

mekanisme gejala klinis keracunan


pada pasien diskenario,
Insektisida golongan organofosfat
asetilkolinesterasenya diinaktifkan, sehingga
tidak terjadi adanya katalisis dari asam asetil
dan kholin.

intoksikasi
Definisi
Intoksikasi atau keracunan adalah masuknya zat atau
senyawa kimia dalam tubuh manusia yang
menimbulkan efek merugikan pada yang
menggunakannya.

Klasifikasi menurut cara terjadinya


Self posoning
Atrempted suiside
Accident poisoninh
Homicidal poisoninh

Klasifikasi menurut waktu terjadinya


keracunan akut dan kronik.

Zat- zat yang dapat menyebabkan


keracunan
a. Insektisida golongan organofosfat
Keracunan lewat oral, inhalasi dan kontak kulit; muntah, diare,
hipersalivasi, bronkokonstriksi, keringat banyak, miosis, bradikardi; tensi
menurun, kejang atau paralisis. Depresi pernapasan
b. Insektisida golongan karbamat misalnya karbaril, baygon
Seperti organofosfat
c. Insektisida golongan organoklorin misalnya aldrin
Kejang tremor, komq. Kemudian dapat timbul paralisis
Sakit kepala, koma, depresi pernapasan dan syok
Mual, muntah, pernapasan cepat, delirium, sianosis, koma

Zat- zat yang dapat menyebabkan


keracunan
d. Merkuri
Intoksikasi akut uap merkuri (logam) : pneumonitis, edema paru
nonkardiogenik
Karecunan oral akut garam merkuri anorganik : muntah, diare(sering
berdarah), syok. Gagal ginjal terjadi dalam 24 jam
Kerakunan merkuri organik : iritabilitas, kehilangan ingatan, depresi,
insomnia, tremor
e. Karbon monoksida
Sakit kepala, koma, depresi pernapasan dan syok
f. Sianida
Mual, muntah, pernapasan cepat, delirium, sianosis, koma

penanganan awal pada kasus skenario


Airway
Breathing
Circulation
Eliminasi
Anti dotum

Cara menegakkan diagnosa keracunan


pada skenario
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
pemeriksaan penunjang

komplikasi keracunan
Kejang
Koma
Kematian
Gagal ginja lakut akibat dehidrasi
Henti jantung dari asetilkolin yang
terakumulasi menyebabkan gangguan pada
saraf parasimpatis post ganglionik, sehingga
SA node dan AV node terganggu.

kesimpulan

TERIMAKASIH