Anda di halaman 1dari 12

DIABETES MELITUS

ABRAHAM B. RUMAYARA,
S.Kep., Ns

A. PENGERTIN
Diabetes
mellitus
merupakan
sekelompok kelainan heterogen yang
ditandai oleh kenaikan kadar glukosa
dalam darah atau hiperglikemia.
(Brunner dan Suddarth, 2002).

ORGAN PENCERNAAN

Diabetes Melllitus adalah suatu


kumpulan gejala yang timbul pada
seseorang yang disebabkan oleh
karena adanya peningkatan kadar
gula
(glukosa)
darah
akibat
kekurangan insulin baik absolut
maupun relatif (Arjatmo, 2002).

KLASIFIKASI
Klasifikasi
Klasifikasi diabetes mellitus sebagai
berikut :
Tipe I : Diabetes mellitus tergantung
insulin (IDDM)
Tipe II : Diabetes mellitus tidak
tergantung insulin (NIDDM)

C. ETIOLOGI
1.
-.
-.
-.

Type I
Genetik
Imunologi
Lingkungan Virus atau toksin
tertentu dapat memicu proses
otoimun yang menimbulkan
destruksi selbeta.

2. Type II (Resistensi)
Faktor-faktor resiko :
Usia (resistensi insulin cenderung
meningkat pada usia di atas 65 th)
Obesitas
Riwayat keluarga

D. MANIFESTASI KLINIS
Menurut Supartondo, gejala-gejala akibat DM
pada usia lanjut yang sering ditemukan
adalah :
Katarak
Glaukoma
Retinopati
Gatal seluruh badan
Pruritus Vulvae
Infeksi bakteri kulit
Infeksi jamur di kulit

Dermatopati
Neuropati perifer
Neuropati viseral
Amiotropi
Ulkus Neurotropik
Penyakit ginjal
Penyakit pembuluh darah perifer
Penyakit koroner
Penyakit pembuluh darah otak
Hipertensi

E. PEMERIKSAAN
PENUNJANG

Glukosa darah sewaktu


Kadar glukosa darah puasa
Tes toleransi glukosa
Kadar darah sewaktu dan puasa
sebagai patokan penyaring diagnosis
DM (mg/dl)

Bukan DM

Belum pasti DM

DM

Kadar glukosa darah sewaktu

Plasma vena

< 100

100-200

>200

Darah kapiler

<80

80-200

>200

Kadar glukosa darah puasa

<110

110-120

>126

Plasma vena

<90

90-110

>110

Darah kapiler

F. PENATALAKSANAAN
Ada 5 komponen dalam
penatalaksanaan diabetes :
Diet
Latihan
Pemantauan
Terapi (jika diperlukan)
Pendidikan