Anda di halaman 1dari 42

SEDIAAN GALENIK

Sediaan yang dibuat dari bahan


baku yang berasal dari hewan atau
tumbuh-tumbuhan yang disari.
Bagian
tumbuh-tumbuhan yang
disari umumnya dalam keadaan
kering.
Penyarian akan lebih cepat terjadi
bila bahan dasar dalam keadaan
halus.

SEDIAAN GALENIK

Tujuan pembuatan sediaan galenik :


1. Untuk memisahkan obat-obat yang
terkandung
dalam
simplisia
dari
bagian
lain yang dianggap tidak
bermanfaat.
2. Membuat suatu sediaan yang
sederhana dan mudah dipakai
3. Agar obat yang terkandung dalam
sediaan
tersebut
stabil
dalam
penyimpanan lama.

SEDIAAN GALENIK

Bentuk-bentuk sediaan galenika :


1. Hasil penarikan : Ekstracta,
Tinctura,
Decocta/Infusa
2. Hasil penyulingan (pemerasan) :
Aqua
aromatica, Olea volatilia
(minyak menguap), Olea pinguia
(minyak lemak)
3. Syrup

SEDIAAN GALENIK
1. Aqua aromatika (air aromatik)
Larutan jenuh minyak atsiri atau
zat-zat yang beraroma dalam air.
Sebagai
zat
tambahan,
yaitu
terutama untuk memberi aroma
pada obat-obatan.
Bau & rasa harus sesuai bahan asal,
tidak berwarna, tidak berlendir.

SEDIAAN GALENIK
1. Aqua aromatika (air aromatik)

Cara Pembuatan :
Sejumlah minyak atsiri (sesuai monografi)
dilarutkan dalam 60 ml etanol 95%
Tambahkan sedikit demi sedikit air sampai
volume 100 ml sambil dikocok kuat-kuat
Tambahkan 500 mg talk, kocok, diamkan,
saring
Encerkan 1 bagian filtrat dengan 39
bagian air

SEDIAAN GALENIK
1. Aqua aromatika (air aromatik)
Penambahan etanol berguna untuk
meningkatkan kelarutan minyak
atsiri dalam air, sedangkan talk
untuk membantu mendistribusikan
minyak
dalam
air
dan
menyempurnakan
pengendapan
pengotor sehingga aqua aromatika
yang dihasilkan jernih.

SEDIAAN GALENIK
1. Aqua aromatika (air aromatik)
Aqua aromatik dapat merupakan
hasil samping dari pembuatan
minyak atsiri secara destilasi, dan
untuk mencegah pembusukannya
panaskan dalam wadah tertutup
rapat yang tidak terisi penuh diatas
penangas air selama 1 jam.

SEDIAAN GALENIK
1. Aqua aromatika (air aromatik)
Contoh aqua aromatika :
Aqua foeniculi (larutan jenuh
minyak adas dalam air)
Aqua menthae piperitae (air
permen, larutan jenuh minyak
permen dalam air)
Aqua rosae (air mawar, larutan
jenuh minyak mawar dalam air)

SEDIAAN GALENIK
2. Extracta

Sediaan kering, kental atau cair


Dibuat dari simplisia hewani/nabati
secara
maserasi,
perkolasi
atau
penyeduhan dengan air mendidih
Air digunakan sebagai penyari pada
proses
maserasi,
perkolasi
dan
penyeduhan
Campuran air dan etanol digunakan pada
proses maserasi dan perkolasi

SEDIAAN GALENIK
2. Extracta
Tujuan pembuatan sediaan ekstrak :
1. Memudahkan mengatur dosis zat
berkhasiat yang ada dalam
simplisia.
2. Agar kadar zat berkhasiat dapat
distandarisasi

SEDIAAN GALENIK
2. Extracta
Beda
penyarian
pada
ekstrak
dengan tingtur adalah :
pada ekstrak, zat berkhasiat disari
dari
simplisia
sampai
habis,
sedangkan pada tingtur hanya
sebagian saja.

SEDIAAN GALENIK
2. Extracta
Contoh ekstrak cair : Cinchonae
Extractum,
Colae
Extractum,
Glycyrhizae Extractum
Contoh ekstrak kental : Belladonnae
Extractum, Hyoscyami Extractum.
Contoh
Ekstrak kering : Aloe
Extractum, Opii Extractum, Rhei
Extractum.

SEDIAAN GALENIK
3. Infusa
Sediaan cair yang dibuat dengan
menyari simplisia nabati dengan air
pada suhu 95 oC selama 15 menit.
Contoh : infus daun sirih, infus temu
lawak

SEDIAAN GALENIK
3. Infusa
Cara pembuatan :
Campur simplisia dengan derajat halus yang
cocok dalam panci dengan air secukupnya,
panaskan di atas tangas air selama 15
menit terhitung mulai suhu mencapai 90 0C
sambil sekali-sekali di aduk. Serkai selagi
panas melalui kain flanel, tambahkan air
panas secukupnya melalui ampas hingga
diperoleh volume infus yang dikehendaki.

SEDIAAN GALENIK
4. Syrup
Adalah sediaan cair berupa larutan
yang mengandung sakarosa. Kadar
sakarosa (C12H22O11) tidak kurang
dari 64% dan tidak lebih dari 66%

SEDIAAN GALENIK
4. Sirup
Cara pembuatan sirup :
1. Buat cairan untuk sirup
2. Panaskan, tambahkan gula, jika
perlu didihkan hingga larut.
3. Tambahkan air mendidih
secukupnya hingga diperoleh bobot
yang dikehendaki, buang busa yang
terjadi, serkai.

SEDIAAN GALENIK
4. Sirup

Cairan untuk sirup, kedalam mana gulanya


akan dilarutkan dapat dibuat dari :
1. Aqua destilata : untuk sirupus simplex.
2. Hasil-hasil penarikan dari bahan dasar :
a. maserat misalnya sirupus Rhei
b. perkolat misalnya sirupus Cinnamomi
c. colatura misalnya sirupus Senae
d. sari buah misalnya rubi idaei

SEDIAAN GALENIK
4. Sirup

Cairan untuk sirup, dapat dibuat dari :


3. Larutan atau campuran larutan bahan
obat misalnya : methydilazina
hydrochloridi sirupus, sirup-sirup dengan
nama patent misalnya yang mengandung
campuran vitamin.

SEDIAAN GALENIK
4. Sirup
Kecuali dinyatakan lain, pada pembuatan
sirup simplisia untuk persediaan ditambahkan
metil paraben 0,25 % b/v atau pengawet lain
yang cocok.
Kadar gula dalam sirup pada suhu kamar
maksimum 66 % sakarosa, bila lebih tinggi
akan terjadi pengkristalan, tetapi bila lebih
rendah dari 62 % sirup akan membusuk.

SEDIAAN GALENIK
4. Sirup
Pada penyimpanan dapat terjadi inversi dari
sakarosa (pecah menjadi glukosa dan
fruktosa) dan bila sirup yang bereaksi asam
inversi dapat terjadi lebih cepat.
Pemanasan sebaiknya dihindari karena
pemanasan akan menyebabkan terjadinya
gula invert.

SEDIAAN GALENIK
4. Sirup
Gula invert

adalah gula yang terjadi karena


penguraian sakarosa yang memutar bidang
polarisasi kekiri.
Gula invert tidak dikehendaki dalam sirup
karena lebih encer sehingga mudah berjamur
dan berwarna tua ( terbentuk karamel ), tetapi
mencegah terjadinya oksidasi dari bahan obat.

SEDIAAN GALENIK
4. Sirup
Pada sirup yang mengandung sakarosa 62
% atau lebih, sirup tidak dapat ditumbuhi
jamur, meskipun jamur tidak mati.
Bila kadar sakarosa turun karena inversi,
maka jamur dapat tumbuh. Bila dalam
resep, sirup diencerkan dengan air dapat
pula ditumbuhi jamur.

SEDIAAN GALENIK
4. Sirup
Contoh-contoh Sediaan Sirup :
1. Ferrosi Iodidi Sirupus
2. Sirupus Simplex = Sirup Gula
3. Auranti Sirupi = Sirup Jeruk Manis
4. Sirupus Thymi = Sirup Thymi

SEDIAAN GALENIK
5. Olea Volatilia (Minyak Atsiri)
Olea volatilia (minyak atsiri) disebut
juga minyak menguap atau minyak
terbang.

Olea Volatilia adalah campuran bahanbahan berbau keras yang menguap,


yang diperoleh baik dengan cara
penyulingan atau perasan simplisia
segar maupun secara sintetis

SEDIAAN GALENIK
5. Olea Volatilia (Minyak Atsiri)

Minyak atsiri diperoleh dari tumbuhtumbuhan, Contoh : daun, bunga,


kulit buah, buah atau dibuat secara
sintetis.

SEDIAAN GALENIK
5. Olea Volatilia (Minyak Atsiri)
Sifat-sifat minyak atsiri :
1. Mudah menguap
2. Rasa yang tajam
3. Wangi yang khas
4. Tidak larut dalam air, larut dalam
pelarut organik.
5. Minyak atsiri yang segar tidak berwarna,
sedikit kuning muda.

SEDIAAN GALENIK
5. Olea Volatilia (Minyak Atsiri)
Warna coklat, hijau ataupun biru,
disebabkan adanya zat-zat asing dalam
minyak atsiri tersebut. Misalnya : Minyak
kayu putih (Oleum Cajuputi) yang murni
tidak berwarna. Warna hijau yang ada
seperti yang terlihat diperdagangan karena
adanya : klorophyl dan spora-spora Cu
(tembaga). Warna kuning atau kuning
coklat terjadi karena adanya penguraian.

SEDIAAN GALENIK
5. Olea Volatilia (Minyak Atsiri)
Contoh-contoh minyak atsiri :
1. Oleum foeniculi (minyak adas)
2. Oleum Anisi (minyak adas manis)
3. Oleum Caryophylli (minyak
cengkeh)
4. Oleum Citri (minyak jeruk)
5. Oleum Aurantii (minyak jeruk
manis)

SEDIAAN GALENIK
6. Tinctura
Sediaan cair yang dibuat dengan
maserasi atau perkolasi simplisia
nabati/hewani atau dengan cara
melarutkan senyawa kimia dalam
pelarut tertentu sesuai monografi.
Kecuali dinyatakan lain, tinctur dibuat
menggunakan 20% zat berkhasiat
tidak keras dan 10% untuk zat
berkhasiat keras.

SEDIAAN GALENIK
6. Tinctura
Penggolongan tinctur
a. Berdasarkan cara pembuatan

Tinctur asli :
Tinctur yang dibuat secara
maserasi /perkolasi, contoh :
Capsici Tinctura, Opii Tinctura
(maserasi)
Cinnamomi Tinctura, Digitalis
Tinctura (perkolasi)

SEDIAAN GALENIK
6. Tinctura
Penggolongan tinctur :
a. Berdasarkan cara pembuatan

Tinctur tidak asli (palsu) :


Tinctur yang dibuat dengan
melarutkan bahan dasar/bahan
kimia dalam cairan pelarut tertentu,
contoh :
Iodii Tinctura, Secalis Cornuti
Tinctura

SEDIAAN GALENIK
6. Tinctura
Penggolongan tinctur :
b. Berdasarkan kekerasan
(perbandingan bahan dasar
dengan cairan penyari)

Tinctur Keras :
Tinctur yang dibuat menggunakan
10% simplisia yang berkhasiat
keras, contoh :
Opii tinctura, digitalis tinctura

SEDIAAN GALENIK
6. Tinctura
Penggolongan tinctur :
b. Berdasarkan kekerasan
(perbandingan bahan dasar
dengan cairan penyari)

Tinctur Lemah :
Tinctur yang dibuat menggunakan
20% simplisia yang tidak berkhasiat
keras, contoh : Cinnamomi Tinctura,
valerianae Tinctura

SEDIAAN GALENIK
6. Tinctura
Penggolongan tinctur :
c. Berdasarkan cairan penariknya :
Tinctura Aetherea
Cairan penarik : eter atau
campuran eter &
etanol
Contoh : Tinctura valerianae
aetherea

SEDIAAN GALENIK
6. Tinctura
Penggolongan tinctur :
c. Berdasarkan cairan penariknya :
Tinctura Vinosa
Cairan penarik : campuran
anggur &
etanol
Contoh : Tinctura Rhei Vinosa
(Vinum
Rhei)

SEDIAAN GALENIK
6. Tinctura
Penggolongan tinctur :
c. Berdasarkan cairan penariknya :
Tinctura Acida
cairan penarik : campuran
etanol &
asam sulfat
contoh : Tinctura Acida
Aromatica

SEDIAAN GALENIK
6. Tinctura
Penggolongan tinctur :
c. Berdasarkan cairan penariknya :
Tinctura Aquosa
cairan penarik : air
Contoh : Tinctura Rhei Aquosa

SEDIAAN GALENIK
6. Tinctura
Penggolongan tinctur :
c. Berdasarkan cairan penariknya :
Tinctura Composita
Cairan penarik : Selain etanol
Contoh : Tinctura Chinae
Composita

SEDIAAN GALENIK
7. Olea pinguia (Minyak lemak)
Campuran senyawa asam lemak
dengan gliserin
Cara mendapatkan minyak lemak :
a. Diperas pada suhu kamar, contoh
oleum
arachidis, oleum olivae,
oleum ricini
b. Diperas pada suhu panas, contoh
oleum cacao, oleum cocos

SEDIAAN GALENIK
7. Olea pinguia (Minyak lemak)
Syarat-syarat minyak lemak :
a. Jernih, tidak berbau tengik
b. Larut dalam kloroform, eter, eter
minyak bumi
c. Memenuhi syarat-syarat minyak
mineral, minyak harsa, dan minyak
asing lainnya, senyawa belerang
dan logam berat.

SEDIAAN GALENIK
7. Olea pinguia (Minyak lemak)
Penggunaan minyak lemak :
a. Sebagai zat tambahan
b.
Sebagai
pelarut,
misalnya
sebagai pelarut obat suntik, lotio
dan lain-lain
c. Sebagai obat, contoh Oleum
ricini, dapat
digunakan sebagai
pencahar

SEDIAAN GALENIK
7. Olea pinguia (Minyak lemak)
Penggolongan minyak lemak :
a. Minyak-minyak yang dapat
mengering,
contoh oleum lini,
oleum ricini
b. Minyak-minyak yang tidak dapat
mengering,
contoh
oleum
arachidis, oleum sesami