Anda di halaman 1dari 17

KEJANG DEMAM

OLEH :
ABRAHAM . B. RUMAYARA,
S.Kep., Ns

A. Pengertian

Bangkitan kejang yang


terjadi pada kenaikan
suhu
tubuh
(Suhu
rectal > 38C) yang
disebabkan oleh suatu
proses ekstra kranium.

Suatu kejadian pada bayi


atau anak, biasanya terjadi
antara umur 3 bulan dan 5
tahun, berhubungan dengan
demam tetapi tidak pernah
terbukti adanya infeksi intra
kranial/penyebab tertentu.

B. Etiologi
Idiopatik Ispa
Otitis media
Pneumonia
Gastroenteritis
ISK

C. Manifestasi klinis

Umumnya
Kejang
demam
berlangsung
singkat
:
serangan
kejang
klonik
atau
tonik-klonik bilateral.

Mata
terbalik
keatas
dengan disertai kekakuan
atau kelemahan, gerakan
sentakan berulang tanpa
didahului kekakuan atau
hanya
sentakan
atau
kekakuan fokal.

- Kejang < 6 menit, + 8% > 15


menit
- Seringkali kejang berhenti
sendiri, setelah itu anak tidak
memberi reaksi apapun untuk
sejenak tetapi setelah beberapa
detik atau menit anak sadar lagi
tanpa defisit neurologis.

Bangkitnya
kejang
yang berlangsung lama
lebih
sering
terjadi
pada kejang demam
yang pertama.

D. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan
cerebrospinal
menyingkirkan
kemungkinan
meningitis.

cairan
untuk

E. Penatalaksanaan
1. Fase akut.

- Miringkan untuk cegah


aspirasi
ludah
atau
muntah
- Bebaskan jalan napas
agar oksigenasi terjamin

- Perhatikan keadaan vital :


kesadaran, Tekanan darah,
suhu,
pernapasan
dan
fungsi jantung.
- Turunkan suhu tubuh
dengan kompres dingin dan
antipiretika.

- Diazepam/IV 0,3-0,5
mg/Kg
BB/kali
pemberian, bila tidak
tersedia Diazepam/Intra
Rectal 5 mg (BB < 10 Kg)
dan 10 mg (BB > 10 Kg).

2.
Mencari
dan
mengobati penyebab.
- Pemeriksaan cairan
cerebrospinal.

3. Pengobatan profilaksis.
a. Intermiten.
Diazepam 0,3-0,5 mg/Kg
BB/oral/hari dibagi dalam
3 dosis saat demam.

Diazepam per rectal


tiap 8 jam sebanyak 5
mg (BB<10 Kg) dan 10
mg (BB > 10 Kg) setiap
pasien
menunjukan
suhu > 38,5C.

B. Terus menerus
Mencegah kejang demam berat
yang
dapat
menyebabkan
kerusakan
otak,
digunakan
Fenobarbital 4-5 mg/Kg BB/hari
dibagi dalam 2 dosis, diberikan
terus menerus selama 1-2
tahun setelah kejang terakhir.

Daftar Pustaka

Arief
Mansjoer,
dkk,
2000, Kapita Selekta
Kedokteran, Edisi ke
tiga, Jilid dua, Media
Aesculapius,
FKUI,
Jakarta.